KARYA EVENT ANAK GENIUS S2
Senyum bahagia di hari pengantin Syahnaz harus lenyap saat dirinya menerima kenyataan bahwa pengantin prianya membatalkan pernikahan secara sepihak.
Karena depresi dan butuh ketenangan, Syahnaz malah terjebak di sebuah bar yang membuatnya terlibat skandal dengan Presdir yang di isukan penyuka sesama jenis.
Tidak pernah ada dalam benak Syahnaz bahwa dirinya akan hamil setelah itu, merasa bahwa dirinya malu, ia memilih meninggalkan Indonesia dan berkarir di Melbourne.
Tapi siapa sangka, sembilan tahun kemudian, dia dipertemukan dengan Presiden Direktur itu kembali disaat sang anak hasil hubungan satu malam itu mempertanyakan dimana ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11. I Catch You, Dad
POV Zach
•
•
•
"Zian! Ada seseorang yang memberikan ku sebuah pesan yang menurutku ini adalah ancaman," ucapku memberikan ponselku kepada Zian.
Setelah kejadian bersama Nanas tadi membuatku sedikit kurang tenang karena hampir terpergok oleh Andro, astaga entah apa yang akan dia tanyakan jika aku pernah memiliki hubungan Nanas.
"Dia mendapatkan nomormu darimana?" tanya Zian yang membuatku menatapnya dalam. "Ini dari nomor asing."
"Tidak tahu, kau tahu kan bahwa nomorku itu privasi bagaimana bisa tersebar begitu saja, aku tidak tahu, tapi ini pasti bukan pesan sembarangan," jawabku.
Wajah Zian tampak serius, tak pernah aku melihat wajah Asisten sialan ini serius, biasanya hidupnya selalu santai, dia mengeluarkan laptopnya kemudian mulai mengecek IP nomor itu.
Aku tidak mengerti apa yang dia lakukan, tak lama kemudian Zian memperlihatkan monitor layarnya kepadaku. "Lokasi pengirim tidak jauh dari sini, berarti dia masih satu acara denganmu."
Aku berpikir sejenak, tapi siapa, tidak ada yang benar-benar mengenalku untuk mengirim screenshot itu, apalagi ini menyangkut artikel lama yang memuat diriku dan Nanas.
"Gak mungkin, Nanas, kan? Daritadi aku melihatnya," jawabku karena memang prospet utama Zian adalah Nanas.
Bukannya aku membela Nanas tapi tidak mungkin dia, bagaimana bisa dia meneror sedang sedari tadi dia seperti orang kebingungan.
"Coba kau cek alamat IP, barangkali ada data akses dari pemilik nomornya," pintaku pada Zian sehingga tidak timbul praduga diantara kami.
Zian kembali mengutak-atik laptopnya namun wajahnya memancarkan ekspresi yang sulit aku mengerti atau kekecewaan.
"Kenapa, Zi?" tanyaku yang membuat Zian menatapku sejenak. "Berhasil kan?"
"Dia sudah mematikan pemancar sinyalnya secara transparan, dengan kata lain dia online tapi kita tidak bisa mengakses apapun, dia lebih licik dari yang kita pikirkan," jelas Zian yang membuatku sedikit was-was berarti bukan orang sembarangan. "Kau tahu, aku curiga kepada anak Nanas."
"Siapa?"
"Andro, dia daritadi terlihat aneh," jawab Zian.
Aku rasa Asisten Zian kebanyakan begadang sehingga pikirannya tidak sinkron sekarang, bagaimana bisa, Andro itu hanya anak biasa yang penuh kepolosan.
"Kau bercanda, Andro itu hanya anak biasa," jawabku mencoba memberi penerangan kepada Zian.
Bagaimana bisa dia menuduh seorang anak kecil dalam masalah ini, aku hany duduk saja di samping Asisten Zian, dirinya masih termenung sendiri di hadapan laptopnya.
"Penghargaan selanjutnya adalah, penghargaan untuk design kostum terbaik Tahun ini, dan pemenang penghargaan ini adalah ... Andrianto Andromeda! Dengan sebuah Design baju bertajuk FLEXX!"
Aku tertegun mendengar suara pembaca pengumuman penghargaan berikutnya, jelas anak ini luar biasa dia sudah memenangkan dua piala malam ini, beruntung sekali ayahnya memiliki seorang anak Genius.
Tak lama kemudian, Anak itu naik ke atas stage dan menerima pialanya, anak ini benar-benar membuatku penasaran terlebih bahwa Nanas adalah ibunya.
Jika dia anakku, akan aku jaga dia, siapa yang mau menolak anak seperti dia, Genius dan penuh kejutan.
Disaat Andro ada diatas stage, ada sebuah pesan masuk ke ponselku, pesan dari nomor yang sama.
Kali ini sebuah foto yang memperlihatkan diriku dan Nanas saat adegan beberapa menit tadi sebelum hampir dipergok oleh Andro.
"Sialan, darimana dia mendapat foto ini, dia benar-benar ada disini Zi," ujarku memperlihatkan pesan itu kepada Zian.
"Berarti bukan Andro, dia kan sedang diatas stage sekarang dan itu baru saja dikirim, lantas siapa? Nanas?"
Zian melirik Nanas yang tidak jauh darinya sedang anteng bahkan tidak memegang ponsel.
"I catch you, dad," tulis pesan berikutnya yang membuat Zach menggeram.
•
POV Andro
Om Zian itu hebat juga dalam bidang IT tapi sayangnya aku sudah siap sedia dengan ini, sudah kuduga dia akan mencurigai seorang anak kecil sepertiku.
Untung saja pesan dan foto itu aku kirim dengan setting waktu sehingga aku bisa mengalihkan pemikiran Om Zian yang mencurigaiku.
"Selamat, Boy, Ayah dan Papamu pasti bangga!"
Itu suara Daddy. "Aku sudah tidak memiliki Daddy, Uncle," jawabku.
"Sayang sekali Daddymu Boy, kalau Uncle rasanya ingin menjadi Daddymu, sangat bersedia jika anaknya segenius dirimu," ujar Daddy kembali.
Harus tertawakah aku sekarang?
"Yang jadi pertanyaan satu juta dollarnya adalah, seberapa pantaskah uncle untuk menjadi Daddyku?"
Aku berjalan meninggalkan Daddy Zach disana, tebak, pasti dia akan memikirkan kalimat terakhirnya.
Kau sudah benar-benar terjebak Dad.
•
•
•
TBC
Author mau buka Give Away nih, nanti author kabarin yah~
Assalamualaikum.
Like dong :) biar rajin update, sedih kalau gaada komen dan like.
beri keajaiban dong ..
bukan sok bener sendiri... tapi bok jangan seperti itu.
kita menjelek² kan orang... belum tentu kita bagus dan baik.
setiap orang memang punya pemikirannya sendiri²... tapi tidak perlu menghujat to menjatuhkan orang lain.
berkaca pada diri sendiri... apa yang kurang to yang baik pada diri kita... dan moga² hati kita d jauhkan dari PENYAKIT HATI.
maaf bila kata² to tulisan saya menyakitimu...buka membela siapa²...hanya mengingatkan. moga jadi lebih baik dan sehat selalu. 🙏🙏🙏🙏☺☺