NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Tidak Terduga

Sebelum kembali ke mess rumah sakit, Senja singgah dulu di salah satu mall untuk membeli roti kesukaannya, biasanya dia akan sarapan dan ngemil dengan roti itu.

"Terima kasih Pak," ucapnya yang mulai membiasakan diri mengucapkan terima kasih setelah memberikan satu lembar uang merah pada sopir taksi itu.

Hidup Senja kini terasa lebih sederhana, hanya dengan melihat makanan kesukaannya saja dia sudah semringah. Dia mengambil banyak jenis roti agar bisa dibagi dengan Tina dan juga Rina.

Selesai membayar, Senja lalu berencana untuk pulang saja. Dia tidak menikmati jalan-jalan sendir, hingga memutuskan untuk pulang. Saat dia melangkah dan melewati gerai kopi yang banyak diminati kawula muda zaman sekarang, seorang wanita yang hendak berbalik menubruknya dan alhasil kopi itu tertumpah pada pakaian wanita itu.

"Hey, kau punya mata gak? Lihat pakaianku jadi kotor!" umpat wanita itu yang justru berbalik marah.

Bola mata Senja membulat. Bukannya seharusnya dia yang marah? Wanita itu yang menubruknya, tapi malah menyalahkannya.

"Bukannya Anda yang menabrakku? Kenapa jadi marah-marah padaku?" jawab Senja dengan suara mulai meninggi. Dia paling tidak bisa diperlakukan seperti itu!

"Harusnya, kau lihat ke depan, jadi kau bisa menghindarkan saat aku lewat?" umpat wanita itu masih gak mau kalah.

Senja baru akan menjawab perkataan wanita itu lagi, tapi diurungkannya karena seorang pria dengan postur tinggi mendatangi mereka. Pria itu baru saja datang dari pintu masuk mall.

Kembali Senja terkejut, kala mendapati pria yang ada di hadapannya ini adalah Edward Stanfield, pria yang paling dia benci.

"Ada apa ini?" suara baritonnya mengalihkan perhatian wanita itu.

"Edward, akhirnya kamu datang. Ini nih, ada wanita menyebalkan, udah salah malah gak mau tanggung jawab, gak mau disalahkan," ucapnya mundur selangkah agar berdiri satu baris dengan Edward.

Senja menantang Edward dengan matanya. Apa coba yang mau pria itu katakan? Jelas-jelas yang salah adalah gadis itu.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Sha?" tanya pria itu kepada wanita yang Senja tebak adalah kekasihnya. Tapi sumpah demi apapun, Senja bergidik ngeri dengan penampilan gadis itu yang yang serba terbuka.

Senja menatap jijik ke arah Edward, menurut Senja, dia jenis pria brengsek, yang menikmati banyak wanita tanpa ada keseriusan saat menjalin hubungan dengan mereka, dalam pikirannya hanya ada satu kata. 'Bersenang-senang'.

"Dia menubruk ku, hingga kopi yang aku pegang tertumpah, dan mengenai bajuku," ucap wanita itu dengan suara manja.

"Heh, kalau ngomong jangan sembarang, kau yang menabrak kenapa menyalahkan aku. Kita bisa cek cctv kalau kau mau!" tantang Senja dengan berani.

Nasha terdiam. Dia jelas gak berani, karena menyadari dirinya'lah yang salah. Edward menunggu suara Nasha, berani atau tidak menerima tantangan itu.

Sejujurnya, Edward menikmati pertengkaran kedua gadis itu, karena sejujurnya dia sudah muak dengan tingkah Nasha. Kalau bukan karena ayahnya meminta Edward untuk mencoba menerima gadis itu, Edward tidak akan bersedia menghabiskan waktunya untuk menemani wanita itu.

Semua ini demi kerja sama perusahan mereka dengan perusahaan keluarga Nasha. Tapi kini, seperti 'keramahan' Edward tidak diperlukan lagi.

Berulang kali, Edward ingin mengakhiri kebersamaan mereka, berharap Nasha menjauh tapi nyatanya wanita itu tidak punya urat malu lagi.

Edward tidak nyaman dengan penampilan Nasha yang begitu terbuka. Edward justru bersimpati pada wanita yang berpakaian menutupi seluruh tubuh mereka.

"Gimana Sha? kita ke ruang cctv buat melihat kejadian yang sebenarnya?" tanya pria itu menaikkan sebelah alisnya.

"Gak usah deh!"

Senja tidak ingin lebih lama lagi di sana, dia segera pergi meninggal mereka, lagi pula dia harus bergegas pulang sebelum gerbang mes ditutup satpam.

***

Siang harinya, rumah sakit kembali digegerkan oleh kedatangan pasien VIP, kali ini bukan main-main, pemilik saham rumah sakit ini harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan.

Pria berusia hampir 60 tahun itu mengalami kecelakaan lalu lintas, bahkan sopirnya meninggal di tempat.

Semua dokter yang bekerja di rumah sakit itu diminta untuk hadir, dan segera menangani pasien itu.

"Selamatkan papa, aku mohon kalian lakukan yang terbaik," ujar Susan yang menangis histeris. Ayahnya ingin menjemput Leon dari sekolah, namun tidak diduga terjadi kecelakaan.

Edward yang saat kejadian itu ada di Surabaya, bergegas pulang ke Jakarta, dan kini sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.

Dinda yang jadi penerima keluarga Stanfield berupaya melakukan yang terbaik, terlebih, pasien adalah partner ayahnya mengelola rumah sakit ini. Keduanya sepakat membeli saham rumah sakit dari pemilik yang lama.

"Din, Ini kesempatan bagi kita buat menghancurkan adikmu. Kamu nggak inginkan, dia masih ada di sini, dan membuat semua orang terkesan? kalau sampai papamu tahu kalau dia sudah banyak kemajuan, bisa-bisa rumah sakit ini akan diberikan padanya," ucap dokter Husna mempengaruhi Dinda.

Seketika Dinda memikirkan ucapan dokter Husna. Hal itu bisa saja terjadi walau dulu saat ayahnya memberikan kepercayaan mengurus rumah sakit itu dia sangat yakin 100% bahwa rumah sakit itu akan menjadi miliknya, tidak dibagi dengan adiknya tapi belakangan ini perubahan sikap ayahnya sungguh signifikan. Beberapa laporan yang diterima dari mata-matanya, Senja begitu gesit melakukan pertolongan pada beberapa pasien, bahkan hal yang paling tidak mungkin terjadi, dia mampu menjahit sobekan luka pada kepala pasien yang mengalami kecelakaan.

Sangat berbeda dengan Dinda yang dulu. Melihat darah saja ketakutan apalagi untuk menjahit, itu tentu saja tidak mungkin.

"Lantas apa saranmu?" tanya Dinda berbisik, seraya memperhatikan sekeliling yang masih bekerja untuk melakukan pertolongan pertama pada tuan Stanfield.

"Jadikan dia salah satu tim medis untuk mengurus tuan Stanfield. Kau akan punya dua keuntungan kalau sampai dia gagal mengobati pria itu, yang pertama kau akan berhasil mendepak Dinda dari rumah sakit ini karena bisa dikatakan dialah penyebab tidak tertolong nya tuan Stanfield, yang kedua kalau sampai pria itu meninggal artinya rumah sakit ini akan menjadi milik keluargamu, kalian bisa membeli saham mereka sehingga rumah sakit ini sepenuhnya menjadi milikmu." Kembali Husna memberikan saran jahat untuk Dinda.

Sebenarnya Dinda hanya boneka di rumah sakit itu. Dia sama sekali tidak mengerti menjalankan manajemen rumah sakit. Ambisinya ingin memiliki segalanya namun, tidak mengerti bagaimana mengembangkan dan juga memajukan rumah sakit itu. Hal itu menjadi alasan ayahnya meminta Senja untuk mengambil kuliah kedokteran agar kelak bisa meneruskan mengurus rumah sakit itu. Untuk sementara waktu Pak Sutoyo akan menemani Dinda sebagai wakil kepala rumah sakit yang bisa membantu memberikan saran pada Dinda saat mengambil keputusan.

"Aku setuju. Segera susun tim dokter yang harus bertugas merawat Tuan stensil rencana ini tidak boleh gagal kita harus segera menyingkirkan gadis itu!"

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!