NovelToon NovelToon
Cinta Sang Psikopat

Cinta Sang Psikopat

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:586.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Hidupnya dulu terasa hampa dan biasa saja. Di matanya tidak ada suatu hal apapun yang menarik. Sampai suatu ketika dia melihat Zafia. Saudara yang terhubung dengan Kakaknya. Bagaimana Raiden bisa menaklukkan Zafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

Setelah berhasil lolos dari kejaran polisi, dengan panik Raiden kembali ke rumah sakit tempat tadi Zafia di tangani. Pemuda itu langsung menuju ke bagian informasi untuk mencari keberadaan Zafia.

Setelah mendapat info di mana Zafia dirawat, Raiden segera menaiki lift menuju lantai di mana Zafia berada.

Saat tiba di depan ruangan, Raiden melihat Zafa duduk di kursi tunggu.

"Bagaimana keadaan Fia?"

"Dia sedang istirahat setelah menjalani USG. Tadi setelah membayar administrasi dan saat aku hendak membawa Zafia pulang, dia tiba-tiba muntah, karena aku khawatir aku memaksanya rawat jalan."

"Maaf, Kak. Aku tidak menjaganya dengan benar."

"Jangan salahkan dirimu. Diantara kami berlima memang Fia yang paling istimewa. Dia tidak pandai berkelahi, hatinya terlalu lembut seperti mama. Dia tidak tegaan dan mudah dimanfaatkan. Zafia sebenarnya bukan gadis yang lemah. Hanya saja dia terlalu baik."

"Jadi, kakak tahu apa yang terjadi dengan Fia?"

"Tentu saja. Meski kamu menjaganya dan tetap berada di sekitarnya, aku sesekali juga harus memastikan, bahwa dia harus baik-baik saja."

Raiden terdiam, dia kini ikut duduk di samping Zafa.

"Kenapa kamu malah duduk? masuklah ke dalam dan temani dia." Mendengar ucapan kakak pertama Zafia, Raiden seketika bangkit berdiri dan masuk ke ruang perawatan Zafia.

"Terima kasih, Kak," ucap Raiden sebelum menghilang dibalik pintu.

Raiden mendekati ranjang Zafia. Hatinya kembali berdenyut sakit mengingat air mata Zafia siang tadi saat membuka kedok Bella.

"Apapun yang terjadi aku akan selalu melindungi kamu, Fia." ujar Raiden, pemuda itu lantas mengecup kening Zafia dalam.

Raiden duduk dengan tenang di samping ranjang Zafia. Tangan kanannya mengenggam jemari Zafia yang terkulai di atas perut Zafia.

Rasa kantuk mulai mendera Raiden. kepalanya ikut terkulai di samping tubuh Zafia.

Sore harinya, Zafia bangun. Ia melihat Raiden tertidur di sampingnya. Entah sejak kapan pemuda itu datang. Zafia jadi merasa kasihan pada Raiden, Raiden seperti menganggap Zafia sebagai tanggung jawab yang memang harus ia jaga.

Saat merasakan ada pergerakan di ranjang, Raiden membuka matanya.

"Kau sudah bangun?" Raiden merenggangkan tubuhnya. Ternyata tidur dalam posisi duduk sangat melelahkan.

"Ray, kenapa kamu di sini? Di mana kak Zafa?"

"Dia di luar jika belum pergi, tapi tadi kakakmu sudah menitipkan kamu padaku."

"Ish, memang aku ini barang yang harus dititipkan," kesal Zafia.

"Kamu adik yang paling berharga bagi kakakmu dan gadis yang paling aku cinta. Jadi sudah sepantasnya kakakmu menitipkan kamu padaku."

"Tapi bagaimana jika aku mau ke toilet?"

"Aku yang akan menggendongmu, Fia. Apa kamu sekarang mau ke toilet?"

Zafia mengangguk. Raiden membantu Zafia melepas tabung infus dari tiangnya dan lalu dengan sigap, Raiden mengangkat tubuh Zafia dan membawanya ke toilet.

Setelah mendudukkan Zafia di atas kloset dan menggantung infus Zafia, Raiden keluar.

"Kalau sudah selesai panggil aku."

"Hmm, ya."

Zafia tersenyum selepas Raiden menutup pintu. Dia tidak menyangka Raiden selalu memperlakukan dirinya dengan sangat lembut.

"Padahal aku hanya sakit biasa, tapi dia memperlakukanku seolah-olah aku ini cacat."

Setelah menyelesaikan keperluannya, Zafia berjalan keluar. Saat membuka pintu, ia dikejutkan dengan keberadaan Raiden yang bersandar di dekat pintu.

"Kenapa tidak memanggilku?" tanya Raiden.

"Aku bisa berjalan sendiri, Ray. Aku hanya Gerd bukan lumpuh."

Raiden tidak mau mendengar bantahan Zafia. Tanpa meminta persetujuan ia mengangkat tubuh Zafia lagi dan membawanya di atas ranjang.

"Kalau kamu tidak menurut apa kataku, aku akan menghukummu."

"Kenapa di hukum?"

"Karena kamu bandel, tidak menurut padaku," ujar Raiden, Zafia hanya mendengus kesal mendengar ancaman pria itu.

"Fia, saat umur kita menginjak 19 tahun, ayo menikah."

"Hah, apa kamu serius, Ray?"

"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama, Fia."

"Kau tidak perlu menungguku, Ray."

"Apa kamu mau aku melamarmu sekarang?"

"Ti-tidak. Jangan, Ray."

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Kerennn 👍
Tira Aneri
suukaaa
Zyfia
Ferran sinting! Zafia mah sm Raiden bhkan udah saling kenal sejak dlm kandungan kalik!!! Dia kan ngurus perusahaan digaji, msh aja gak terima sm perlakuan bosnya. Suruh siapa jd pengkhianat!!!
Yulia
bagus
Cindy Cindy
Luar biasa
Sustika Ekawati
gara gara baca si zafa ma star jadi penasaran aku ma cerita saudara²nya....😂😂😂
Arie
Luar biasa
Desi Nur
bukan ya David itu untuk mati pas dicerita Zico dan zafrina
Rita
dasar
Rita
istri mu lg ngidam pgn soto masakan mertua dan tidur
Rita
masih nanyaakkk😂😂😂😂😂modus papa gery
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
Luar biasa
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
selamat ya raiden akhirnya diterima
Rita
sadisss
Rita
blm apa2 dah bucin n posesif, mampir thor
Bola nasi
wuhuuu jodohnya marva sudah lahir /Smirk/
Bola nasi
author nya keren sekali, dr semua cerita dengan beda judul tp semua masih nyambung, dengan cerita romansa mereka sendiri2/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!