"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#11
“apa? Yang benar saja!” sekali lagi ! sekali lagi Anne berteriak kencang pada Anne. Baru satu minggu yang lalu Anne adu urat leher berdebat dengan Ana, hari ini Ana sudah buat masalah baru lagi. Bisa – bisa nya Ana setuju untuk tinggal bersama di rumah Leo. Sebagai wanita yang konvensional, hal ini sungguh sungguh bertentangan dengan nilai-nilai yang Anne anut. Maka nya hari ini, seminggu setelah pertunganan itu Anne kembali ngamuk pada Ana.
“Lunn, tenang lah! Tidak akan terjadi apa-apa di sana. Kamar kita dan kamar Leo itu beda. Lagi pula dia tidak akan bisa macam-macam! Dia itu sendiri sementara kita berempat.” Pujuk Ana.
“Sekali tidak tetap tidak! malah karena kita berempat itu maka nya situasi akan menjadi semakin kacau. Kau seperti tidak tahu saja sifat nya Gisel. Andaikan Leo tidak memanjat ranjang kita maka Gisel lah yang akan memanjat ranjang Leo. NO! memikir kan nya saja aku bisa gila. Ditambah lagi kalian bertiga satu minggu ini seenak nya mengambil alih tubuh dari ku! Kalian melanggar kesepakatan yang kita telah setujui bertiga sejak lama.” Anne benar-benar memuntahkan semua yang ada di dalam kepala nya saat ini.
“Atau bagaimana kalau begini saja kak Anne. Selama kita di sana, kak Anne lah yang pegang kendali atas diri kita semua. Tapi berikan waktu dua jam saja di tengah malam khusus untuk aku dan kak Ana mengambil alih tubuh ini. Satu jam untuk kak Ana agar kak Ana bisa menyelesaikan misinnya dan satu jam untuk aku agar aku juga memakan es krim ku. Bagaimana kak Anne? Jadi biarkan kak Ana merayu dan menjebak Steve di tengah malam, pagi hari nya kau yang ambil alih kembali tubuhnya. Urusan Steve yang nanti akan merasakan dua kepribadian yang berbeda antara kau dan kak Ana, biarkan saja. Tidak perlu kau khawatirkan. Malah bagus, kalau-kalau dia jadi gila karena hal itu. Bagaimana usul ku?” ujar Bembi mencoba mencarikan solusi untuk masalah mereka. Sedangkan Gisel hanya diam mengamati tiga karakter itu berdebat sedari tadi.
“Silahkan kalian mengatur segala nya sesuka kalian bertiga, kalau aku sudah merasa bosan diam di dalam maka aku kana keluar sesuka hati ku.” Ujar Gisel.
“Bagaimana Anne? Apa kau setuju dengan ide nya Bembi?” tanya Ana pada Anne.
“Baiklah! Dua jam di tengah malam adalah waktu yang kalian punya. Awas kalau di waktu itu kalian berbuat yang aneh-aneh.” Ketus Anne.
“Asiap!” Ana dan Bembi pun tos sambil tertawa senang.
*
*
*
*
*
“Ayo masuk Anne.” Leo mempersilahkan tunangan nya itu untuk masuk ke dalam rumah keluarga Ricardo yang tiga kali lebih besar dari rumah keluarga Arberto.
“Pantas saja orang yang mengupahkan misi itu pada Ana sanggup membayar berkali-kali lipat hanya demi membuat Steve gagal menjadi ahli waris keluarga ini. Wait! Kalau target dari orang itu adalah Steve? Maka artinya klien Ana saat ini pasti lah Leo Ricardo. Karena mereka berdua kabar nya adalah dua calon dengan posisi terkuat saat ini, yang di gadang-gadang kan sebagai pewaris utama keluarga Ricardo. “Tidak aku sangka, tunangan ku adalah klien nya si Anne.” Batin Anne.
“Anne ini kamar mu. Sementara kamar ku ada di lantai tiga. Ya mana tahu kau sudah memutuskan untuk satu kamar dengan ku.” Ucap Leo terdengar menjijikan di telinga Anne.
“Pantas saja Bembi mati-matian menutup telinga ku saat Ana dan Leo bicara, ternyata mulut pria ini isi nya bacotan buaya darat semua.” Anne bergumam dalam hati.
“Hmm.. untuk saat ini aku rasa sebaiknya kita beda kamar saja Leo.”Sebut Anne, berusaha untuk menekan muak nya pada Leo.
“Kenapa kau masih malu-malu pada ku sayang? Aku ini kan sudah menjadi tunangan mu dan sebentar lagi kita akan menikah. Aku rasa tidak ada salah nya kau dan aku melakukah hal itu lebih awal untuk mempererat hubungan kita sekaligus untuk memberikan nuansa cinta yang kental diantara kita.” Leo menarik tubuh Anne untuk mendekat pada nya. Lalu sambil bicara Leo meraba-raba tubuh Anne mulai dari punggung hingga ke pinggang Anne. Membuat Anne tidak sabar untuk menendang keras tulang kering kaki Leo.
“Ana Arberto! Kau berhutang banyak pada ku!”teriak Anne ke dalam kepala nya. Anne yakin Anne pasti sedang mengintip dari dalam sana.
“Waah! Pasangan yang sangat romantis sekali.” Seru Mona sambil bertepuk tangan manja dari pintu kamar Anne. Maaf! Kedatangan ku dan Steve mengganggu adegan romantis kalian.” Seru nya, lalu melepaskan tangan Steve dan berjalan mendekat pada Anne.
“Perkenalkan, nama ku Mona. Aku adalah tunangan nya Steve, keponakan nya Leo.” Mona mengulurkan tangan nya. Hal ini sengaja Mona lakukan agar Leo melepaskan pelukan nya pada Anne. Mona cemburu melihat Leo merayu Anne seperti tadi.
“Dasar siluman buaya darat! Kau celap celup dengan ku tadi pagi, siang ini mulut mu sudah merayu Anne.” Mona sempat-sempat nya memandang sinis pada Leo. Sementara Leo seperti biasa selalu memasang wajah act fool nya. Seolah tidak kena dengan sinaran mata ultramen yang Mona kirimkan pada nya.
“Aku Anne.” Jawab Anne sambil memperhatikan Mona di balik senyum Anne yang bersahaja.
“Ini dia tunangan nya Steve yang diminta oleh Klien untuk di hancurkan hubungan nya dengan Steve. Hmmm kalau begitu, aku yakin si buaya darat ini pasti memiliki affair dengan wanita ini. Hmm misi yang cukup menarik juga.” Gumam Anne dalam hati.
Anne memang jauh lebih pintar dari Ana. Cukup satu kali bertemu dan berbicara dengan dua orang ini Anne sudah bisa menebak siapa klien nya lalu mengapa alasan klien nya ingin menghancurkan pria yang bernama Steve Ricardo itu.
Setelah puas menganalisa Leo dan Mona, kini Anne mengalihakn pandangan nya ke Steve Ricardo yang terlihat diam tapi Anne tahu kalau pria itu sedari tadi mengamati nya.
“Aku harus tahu seperti apa pria yang bernama Steve Ricardo ini. Jangan sampai kami semua malah dalam bahaya karena menganggap sepele pria ini.”
“kenapa kau menatap ku seperti itu bibi? Apakah keponakan mu ini terlihat lebih tampan dari paman nyaa? “ ujar Steve sambil berjalan mendekat pada Anne.
“Wajah mu jangan serius seperti itu, aku hanya bercanda. Hehhehee. “ kekeh Steve sambil mengulurkan tangan nya.
“Steve Ricardo.” Ucap Steve menunggu Anne menjabat tangan nya.
“Anne Arberto. But please, jangan panggil aku bibi sebab aku belum tentu jadi bibi mu. Bisa saja aku malah jadi istri mu.” balas Anne sambil tersenyum dan menjabat tangan Steve. “Hei.. wajah ya biasa saja. Aku hanya bercanda.” Sambung Anne menarik tangan nya dan tersenyum smirk yang sangat tipis pada Steve.
“Hmm .. Wanita yang berani. I like it.” Gumam Steve dalam hati.
😱😱😱
Steve dan Ana sama- sama savage! Kira- kira ini aman gak ya?????
Ini bab Nya memang satu yang keluar ya kakak.. tapi ini isi bab nya panjaaang loh kakak... 🔪🔪🔪🔪🔪 percaya pada kuh💣💣💣💣💣
Percayakan?😎😎😎