NovelToon NovelToon
I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:216.6k
Nilai: 5
Nama Author: maya rere

Namaku Chaca Seorang CEO di perusahaan kosmetik yang terbesar di Indonesia. Aku mencintai asistenku sendiri yang bernama Devan Alterio.
Aku memaksanya menikah denganku dan dengan sedikit paksaan akhirnya dia menerima tawaranku karna cinta pertamanya menghianatinya.
Apakah jodoh Chaca adalah Devan alterio atau Chaca berjodoh dengan orang lain??

Yuk Baca kisah lengkapnya di I LOVE YOU, ASISTENKU.

follow ig: mayarentika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

''Pagi hari yang sangat cerah, Devan berangkat kekantor dengan mengendarai taksi. Setelah sampai kantor ia segera menuju keruangannya. Ia masih fokus pada dokumen-dokumennya.

Tok tok tok

''Masuk,'' ucap Devan.

''Selamat siang pak, saya mau tanya nona Chaca kemana ya pak kok tidak masuk hari ini?'' tanya Nina kepada Devan. Devan yang di tanya merasa bingung.

''Tidak masuk?'' tanya Devan kembali.

''Iya pak, sejak pagi tadi nona Chaca tidak ada di ruangannya. Apa pak Devan tau beliau kemana '' tanya Nina.

''Saya tidak tau Nin,'' ucap Devan. Di dalam hatinya ia bertanya-tanya kemana Chaca, biasanya selalu ada kabar jika Chaca tidak masuk.

''Padahal hari ini ada meeting penting pak, gimana dong.'' Keluh Nina.

''Sebentar saya telpon Nona Chaca dulu.'' Ucap Devan mengambil hp yang ada di saku celananya dan menekan nomor Chaca. Wajah Devan berubah saat Chaca tidak mengangkat telpon darinya.

''Gimana pak?'' tanya Nina.

''Nona Chaca tidak menjawab telponku,'' ucap Devan.

Devan seharian hanya di buat gelisah saat Chaca tidak ada kabar. Ia berniat kerumah nona Chaca sehabis pulang kerja.

*

''Permisi, apa Chacanya ada di rumah pak?'' tanya Devan pada security yang ada di rumah Chaca.

''Nona Chaca tidak ada Mas, tadi masih subuh sudah pergi,'' ucap security tersebut.

''Pergi? pergi kemana ya pak?'' tanya Devan penasaran.

''Kalau itu saya juga tidak tau Mas, tapi tadi pagi di antar sama pak joko sama bi sumi juga, mungkin mau nyusul nyonya besar ke Lampung,'' ucap security.

''Ke Lampung?'' tanya Devan memastikan.

''Iya mungkin Mas, tapi saya juga tidak tau. Tidak biasanya nona Chaca pergi diantar supir sama art di sini juga ikut,'' ucap Security menjelaskan.

''Terima kasih Pak informasinya, saya permisi,'' ucap Devan lalu menyetop taksi dan masuk kedalam taksi. Di dalam taksi Devan bertanya-tanya kemana perginya Chaca. Jika memang benar ke Lampung kenapa tidak berpamitan kepadanya atau kepada Nina.

*

*

Hari demi hari berlalu. Devan sangat merindukan sosok Chaca. Sudah 4 hari Chaca tidak ada kabar. Devan selalu menelpon Chaca tapi Chaca tidak pernah mengangkat telponnya.

''Kamu kemana sih Cha, kenapa tidak ada kabar sama sekali.'' Devan mendengus kesal. Setiap harinya ia harus memikirkan alasan jika sedang ada meeting bersama klien karna ketidak hadiran Chaca. Chaca bagai di telan bumi begitu saja.

''Maafin aku Cha. Karna waktu itu aku terlalu emosi, sampai-sampai aku juga tidak bisa mengontrol emosiku. Maafkan perkataanku yang menyakiti hatimu.'' Devan yang berbicara sendiri saat di ruangan Chaca.

*

*

*

''Bi kapan aku boleh pulang?'' tanya seorang wanita yang terbaring lemah di atas tempat tidur.

''Nona sembuh dulu ya, nanti kalau sudah sembuh Nona pasti di izinin pulang,'' ucap bi sumi asisten rumah tangga.

''Tapi Bi bagaimana kondisi perusahaanku jika aku berlama-lama di sini,'' ucap wanita tersebut.

Ya wanita itu adalah Chaca. Chaca di rawat di RS sejak 3 hari yang lalu. Sejak umur 17 tahun Chaca memang mempunyai riwayat penyakit tipus. Saat pertengkaran bersama Devan kemarin, Chaca tidak mau makan seharian. Ia hanya duduk di atas tempat tidur dan melamun. Dan akhirnya penyakit tipus yang di deritanya kambuh lagi.

*

*

''Nin coba kamu telpon Nona Chaca. Mungkin kalau kamu yang telpon, beliau mau angkat!'' perintah Devan. Devan bingung harus bagaimana, dokumen-dokumen penting yang harus di tanda tangani oleh Chaca pun semakin menumpuk. Belum lagi meeting bersama klien. Membuat Devan tambah pusing.

''Baiklah pak,'' Ucap Nina segera mengambil hpnya dan menekan nomor Nona Chaca.

''Coba kamu loudspeker Nin,'' ucap Devan. Devan juga rindu kepada Chaca yang setiap hari mengomelinya.

Tut tut

''Hallo,'' ucap Chaca di seberang telepon dengan lemah.

''Hallo Nona, apa anda baik-baik saja? Kenapa suara anda terdengar sangat lemah.'' Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Nina. Devan yang mendengar suara lemah Chaca langsung khawatir. Ia takut jika Chaca kenapa-kenapa.

''I'm fine Nin, cuma penyakitku kambuh. Jadi harus di rawat beberapa hari ini di rumah sakit. Aku titip perusahaan ya Nin,'' ucap Nona Chaca yang terdengar sangat lemah.

''Nona di rawat di rumah sakit mana, biar saya nanti kesana,'' ucap Nina.

''Di Rs.Medika, tapi kamu ngak usah kesini Nin, aku udah baik-baik aja kok,'' ucap Nona Chaca.

Devan segera keluar dari ruangan tersebut menuju ruangannya. Ia menyesali perbuatannya yang tidak bisa mengontrol emosinya. Gara-gara Devan, Chaca harus di larikan ke rumah sakit karna perkataan Devan.

''Calon suami macam apa kamu van, di saat calon istrimu sakit hingga berhari-hari kamu bahkan tidak tau,'' ucap Devan mengepalkan tangannya dan memukulnya ke tembok. Tangan Devan mengeluarkan darah, walaupun tangannya berdarah ia tidak merasakan sakit sekalipun.

''Aku harus segera ke rumah sakit,'' ucap Devan lalu segera keluar dari ruangan tersebut. Penampilan Devan terlihat sangat acak-acakkan. Tidak seperti biasanya yang selalu rapi.

Tak lama kemudian mobil taksi yang di tumpangi oleh Devan sampai di Rs.Medika. Devan segera masuk kedalam Rs.Medika dan bertanya ke front office mengenai kamar Chaca. Setelah mendapat informasi keberadaan kamar Chaca, Devan segera mencari kamar tersebut.

''Bener ini kamarnya kan VVIP 003. Coba masuk dulu deh,'' ucap Devan. Ia memutar gagang pintu dan masuk kedalam. Devan melihat ada seseorang yang tidur dengan muka pucat, tubuhnya kelihatan lemah. Tanpa sadar air matanya menetes.

''Chaca.'' Gumam Devan pelan. Devan segera mendekat kearah Chaca yang masih tertidur pulas. Ia duduk di kursi sebelah ranjang Chaca. Devan menatap Chaca dalam-dalam, ada sakit yang terasa di hatinya, teringat saat Devan berbicara yang tidak pantas kepada Chaca.

''Maafin aku Cha, aku menyesal, waktu itu aku tidak bisa mengontrol emosiku. Maafkan aku,'' ucap Devan terus mengecup tangan Chaca yang lemas dan dingin. Chaca yang merasakan tangannya di sentuh oleh seseorang ia pun segera membuka matanya.

''Devan?'' ucap Chaca lemah.

''Iya Cha ini aku, Maafin aku Cha, gara gara aku kamu jadi sakit kayak gini,'' ucap Devan sedih. Chaca hanya menggelengkan kepalanya.

''Aku udah maafin kok,'' ucap Chaca pelan.

''Makasih sayang. Cup.'' Devan mengecup bibir Chaca sekilas. Membuat Chaca langsung melototkan matanya.

''Hhehe maaf kelepasan. Habisnya kangen banget sih sama bos galak ini,'' ucap Devan sambil mencolek hidung mancung Chaca.

''Berapa hari ngak ketemu udah lebay aja,'' ucap Chaca.

''Efek bucin,'' ucap Devan di sertai tawa.

''Bucin sama cewek murahan?'' tanya Chaca langsung menghentikan tawa Devan.

''Cha kan aku udah minta maaf, jangan sebut itu lagi oke. Dan jangan peluk cowok lain biar aku ngak emosi kayak gitu. Seneng banget sih buat aku cemburu,'' ucap Devan dengan bibir mengerucut.

''Iya iya maafin aku juga,'' ucap Chaca.

*

*

1
Wati Anja
apakah devan dan chaca berjodoh
Ina Karlina
Reno pandai sekali memutar kata kata 😁😁kan akhirnya di terima tuh cinta nya sama cezy
Ina Karlina
ha ha di kerjain sama Reno ya biar ga jadi ke LN...bisa aja tuh konspirasi mereka itu 🤣🤣
Ina Karlina
dih salsah ter lalu lebay ..padahal biarkan aja tuh si Devan yg ngejar-ngejar kamu jadi cewe gampang banget baper
Ina Karlina
wah jangan jangan anak kembar nih😁😁
MU Uwais
kok nda d buwat agak ruwet sih pas bab yang ini....biyar semakin mengena kimmisterinya.....hadeh🤦
ameliaa
eh papinya cezy mudah bgt ya . hahah
ameliaa
reno ada2 aja
ameliaa
icik kiwir
ameliaa
kamu ngapain tidur bareng mereka juga. cezy marah kan
ameliaa
awas nanti jatuh cinta cez
ameliaa
pasti cezy
ameliaa
ya udah cezy sama reno aja
ameliaa
salsa kalau sama devan berani ya mancing2
ameliaa
uler keket muncul
ameliaa
ihhh devan pengen aku buat rujakkk
ameliaa
huaaaaaaa
ameliaa
devan galak bner
ameliaa
lho malik kok gtu
ameliaa
salsa mungkin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!