Harap bijak memilih bacaan!!!
Kylie Bimantara, seorang mahasiswi disalah satu universitas swasta yang sangat terkenal di ibukota. Selain sebagai seorang mahasiswi, Kylie juga mengambil pekerjaan sampingan sebagai Disc Jockey. Karena parasnya yang cantik dan permainan DJ-nya yang epic, banyak klub malam yang memanggil Kylie untuk tampil di tempatnya.
Bukan hanya di ibukota saja job yang datang, tapi banyak juga tawaran dari luar kota yang meminta Kylie untuk tampil. Karena pekerjaan Kylie di dunia malam itu, banyak orang yang menyangka jika Kylie bukan hanya seorang DJ melainkan juga seorang ja*lang.
Dan gosip-gosip tentang Kylie sangat memekakkan gendang telinga Tuan Bimantara dan Nyonya Nirmala sebagai orangtua. Berulangkali orangtua Kylie meminta Kylie untuk berhenti menjadi DJ dan fokus saja kuliah agar bisa cepat membantu dua orang Kakak Kylie mengurus perusahaan, tapi si keras kepala Kylie tidak mau mendengar orangtuanya.
Lelah dengan sifat keras kepala Kylie, orangtua dan dua kakak Kylie pun memutuskan untuk menjodohkan Kylie dengan anak salah satu teman bisnis Tuan Bimantara.
Apakah Kylie mau menerima perjodohannya? Dan bagaimana reaksi pria yang akan di jodohkan dengan Kylie jika tahu Kylie adalah seorang DJ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Nath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 : Pasangan Yang Serasi
** Dialog masih menggunakan bahasa Inggris. **
"Hai Nona, kita berjumpa lagi." Sapa Hanzel dari arah belakang Kylie.
Kylie yang sedang menikmati alunan musik yang ada di panggung sambil menyesap sampanye sontak menoleh kebelakang.
Melihat pria bule yang merendahkannya tadi di jalan yang Kylie ketahui adalah Tuan rumah acara peresmian, Kylie hanya memutar bola matanya malas.
Berbeda dengan Kylie yang sudah mengetahui identitas Hanzel, Hanzel belum mengetahui identitas Kylie bahwa Kylie adalah anak dari Tuan Bimantara.
"Sedang apa kau disini? Apa sedang mengincar para pengusaha yang ada disini?" Bisik Hanzel.
Kylie menarik nafasnya, ia mencoba menahan emosinya agar tidak terpancing dengan kata-kata Hanzel.
"Iya, aku mengincar Ayah-mu, Tuan Galtero." Balas Kylie berbisik.
Hanzel menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya geram mendengar jawaban Kylie. Dan geramnya Hanzel membuat Kylie tersenyum puas.
"Aku dengar Tuan Galtero sudah tiga tahun menduda, aku yakin dia akan langsung jatuh dalam pelukan ku hanya dengan sekali kerlingan mata ku!" Kata Kylie lagi memanas-manasi.
Dan berhasil, Hanzel semakin geram dengan Kylie, wajah Hanzel sampai memerah mendengar kata-kata Kylie.
Hanzel mencengkram lengan atas Kylie lalu menarik Kylie agar berdekatan dengan tubuhnya.
"Aku akan mengizinkan mu mendekati Daddy-ku, tapi dengan satu syarat. Puaskan dulu aku di ranjang baru aku akan memberikan mu pada Daddy-ku. Ya, hitung-hitung test drive!" Ucap Hanzel. Meski kesal, ia mencoba mengimbangi permainan Kylie.
"Tidak masalah bagiku. Tapi, memangnya Bayi Lele-mu bisa berubah menjadi Lele Jumbo?" Ejek Kylie.
"Kau menyepelekan ku, hah!" Geram Hanzel.
"Mmm.. tapi sepertinya kau benar, Bayi Lele-ku memang tidak akan bisa berubah menjadi Lele Jumbo jika di hadapkan dengan wc umum milik mu! Dia hanya akan berubah, ditempat yang masih orisinil dan belum pernah disinggahi oleh spesies manapun!" Hanzel membalas ejekan Kylie.
"Benarkah? Sepertinya dari tampang mu, kau adalah laki-laki yang suka mengajak Bayi Lele-mu traveling kemana-mana! Jangan munafik penjahat kela*min!" Balas Kylie.
Setelah mengatakan itu Kylie yang sudah malas berdebat dan semakin emosi dengan Hanzel memilih untuk pergi keluar dari ruangan daripada ia harus membuat malu keluarganya dengan memukuli Hanzel.
Tanpa mereka sadari ada lima pasang mata yang sejak tadi memperhatikan Hanzel dan Kylie.
Lima pasang mata itu tak lain dan tak bukan adalah Tuan Galtero, Papa Bimantara, Mama Nirmala, Kenneth dan Kevin.
*
*
*
Meja Tuan Galtero.
Setelah Hanzel pergi dari meja itu, Tuan Galtero dan Papa Bimantara duduk bersebelahan.
"Jadi apa yang ingin Anda bicarakan Tuan Bimantara." Tanya Tuan Galtero.
"Ini tentang penawaran Anda beberapa tahun lalu, tentang perjodohan anak-anak kita. Apa itu masih berlaku?" Tanya Papa Bimantara to the point.
"Woah.. kenapa bisa kebetulan sekali. Rencana-nya aku juga ingin menanyakan itu pada mu, tapi setelah selesai acara peresmian ini. Makanya aku juga membawa Hanzel ke acara ini." Balas Tuan Galtero.
"Benarkah?"
Tuan Galtero menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya selain kita berjodoh menjadi kolega bisnis, kita juga berjodoh untuk menjadi besan." Guyon Tuan Galtero.
"Ya sepertinya begitu." Balas Papa Bimantara sambil tersenyum tipis.
"Memangnya Hanzel belum memiliki pasangan?"
Tuan Galtero menggelengkan kepalanya.
"Yang ada di pikiran Hanzel hanya kerja, kerja dan kerja. Aku sudah pernah mengatakan pada Hanzel akan menjodohkannya dengan putri mu, tapi dia menolak dan ingin mencari pasangan sendiri. Tapi sampai sekarang, dia tidak pernah membawa satu gadis pun padaku! Dan itu membuat aku benar-benar frustasi, karena umur ku semakin tua." Balas Tuan Galtero.
"Tapi karena sekarang kau juga menyetujui perjodohan anak-anak kita, aku jadi pusing lagi." Kata Tuan Galtero lagi.
"Lihat itu mereka." Tunjuk Tuan Galtero kearah Hanzel dan Kylie. Dari arah mereka memandang, Hanzel dan Kylie terlihat seperti sedang berbicara biasa, padahal mereka tidak tahu kalau Kylie dan Hanzel sedang sama-sama merendahkan satu sama lain.
"Mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi." Kata Tuan Galtero lagi.
*
*
*
Bersambung...
aq suka MC yg tangguh good jobs author