NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Di awali dengan sebuah perjodohan seorang sahabat yang tidak lain adalah adik dari orang yang ku cintai, aku di pertemukan dengan Andra yang ternyata saudara kembar Andre, kakak Anita.
Akhirnya kami berdua menikah. Namun perasaanku masih memilih Andre. Tanpa sengaja aku terus membuat Andra yang mencintaiku sakit hati.Sedangkan Andre sebenarnya memiliki perasaan yang sama terhadapku, tapi ia mempunyai sebuah alasan yang menyebabkannya menyerahkanku pada saudara kembarnya.
Ketulusan Andra akhirnya mampu meluluhkan Aku, dan kami benar-benar hidup sebagai pasangan suami istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Ingin sendiri

Aku kembali ke rumahku. Rasanya masih sulit bagiku untuk menerima kenyataan yang sebenarnya. Aku menyesal telah melewati malam pengantin bersama orang yang ternyata tidak pernah mencintaiku. Aku benci pernikahan settingan ini.

Apapun keadaan kak Andre aku bisa menerimanya. Mengapa kak Andre malah memberikan aku begitu saja pada kembarannya dengan alasan konyol. Aku tidak masalah meskipun dia penyakitan. Aku tulus padanya. Lebih baik aku pernah memilikinya daripada harus berada dalam situasi aneh ini.

Aku ingin merawatnya, sebagai seorang kekasih. Rasaku terhadap Andra telah lenyap. Menguap seiring terbukanya rahasia besar yang di tutupi oleh mereka semua. Teganya Andra meniduriku, padahal dia tidak mencintaiku, meskipun dia suamiku sendiri.

"Tokk.. tok.."

Pintuku di ketuk. Dengan langkah gontai aku membukanya. Emosiku meningkat saat aku melihat Andra di depan sana.

"Untuk apa kamu menyusulku kesini! sudahlah, berhenti berpura-pura manis! aku sudah tau semuanya!" Aku setengah berteriak, meluapkan emosi yang tersimpan di dadaku. Andra mendekat dan memelukku, mencoba meredam emosiku. Spontan aku mendorongnya menjauh.

"Stop, Ndra. Jangan pernah mendekati aku lagi. Anggap saja semua sandiwara ini berakhir. Nyatanya kamu tau kan tentang perasaanku yang sebenarnya?!" Aku menangis. aku berjalan ke arah sofa ruang tamu dan duduk di sana. Andra menyusulku. Mengelus rambutku lembut. Aku tidak berusaha menepisnya.

"Apapun perasaanmu padaku, aku tidak perduli,Sil. Aku benar-benar menyayangimu, bagaimanapun juga kamu istiku yang sah..." Katanya pelan dan tenang. Pelan-pelan ia menarikku ke pelukannya.

"Kenapa kalian semua membohongi aku?" Aku memelankan suaraku. Aku masih bersandar di dada Andra. Andra benar, aku saat ini istri sahnya.

"Semuanya adalah keinginan Andre. Dia ingin kamu mendapatkan kebahagiaan. Aku menerimamu, semata-mata bukan hanya karena Andre, Tapi juga perasaanku. Aku mengagumimu sejak pertama kali aku menjadi penguntit, sebelum kita bertemu. Aku melewati malam pengantin kita dengan cinta, Sila."

Kata-kata Andra berhasil meluluhkan hatiku.

"Tapi aku masih mencintai kak Andre, Ndra."

Sekarang aku jujur padanya. Aku ikhlas jika dia menceraikan aku hari ini juga. Itu lebih baik daripada aku membohongi perasaanku saat ini.

"Aku tidak keberatan jika perasaanmu hanya untuk Andre, tugasku hanya mencintaimu, kamu tidak perlu mencintai aku. Memilikimu sudah cukup membahagiakan bagiku.." Aku tidak menyangka Andra akan mengatakan ini padaku. Rasa bersalahku tiba-tiba menyerang. Dia terlihat begitu tulus, aku mungkin tampak sekali tidak menghargai perasaannya sedikitpun.

"Maafkan aku Andra..."

Aku memeluknya erat. Entah apa maksudku memeluknya. Aku hanya merasa nyaman dalam pelukan kembaran orang yang aku cintai ini. Aku di rasuki oleh rasa bersalah yang begitu besar.

"Tidak ada yang perlu di maafkan. Sejak awal aku sudah siap kalau semua ini terjadi. Aku sudah menerima segala resikonya saat aku mengucapkan janji di depan penghulu. Aku tulus menyayangimu, Sila. Meskipun kamu tidak membalasnya, aku akan terus menyayangimu..." Ungkapnya lagi. Aku bimbang dengan kenyataan ini. Andra mencintai aku, sementara aku masih mencintai Andre.

Aku membiarkan Andra menyangga tubuhku yang terus bersandar di dadanya. Ia mengecup kepalaku lembut. Mungkin semua ini juga tidak adil baginya. Ia memutuskan menikahi orang yang tidak mencintainya. Maafkan aku Andra.

Saat ini aku belum bisa menentukan apapun. Aku pun tidak berniat menggugat cerai Andra, Aku juga belum bisa melupakan kak Andre. Apalagi dengan kondisinya yang seperti sekarang ini.

"Kalau aku minta kamu anterin aku ke kak Andre, apa kamu akan melakukannya?" Aku menatap Andra penuh harap.

"Aku akan melakukan apapun yang kamu minta,Sil. Tapi satu hal yang tidak bisa aku kabulkan, jangan minta berpisah dariku. Aku tidak akan bisa mengabulkannya," Tiba-tiba aku melihat mata Andra berkaca-kaca. Aku semakin tidak tega.

Aku merasa sangat jahat pada Andra. Sebenarnya dia bukan satu-satunya yang harus disalahkan saat ini. Aku harus apa? Salahkah aku jika aku masih berharap pada kak Andre?

Aku memeluk Andra dan menghapus airmatanya. Bagaimanapun, aku lemah melihatnya terluka seperti ini. Harusnya dia tidak berada di posisi ini sekarang.

"Aku tidak mau melihatmu seperti ini Andra. Jangan menyakiti hatimu sendiri dengan mencintaiku. Kamu juga berhak bahagia," Aku terus memeluknya. Andra menangis, memelukku erat. Aku tahu, ia sangat kesakitan. Dia juga rapuh menghadapi kenyataan ini.

"Kamu adalah kebahagiaan aku, Sila. Aku tidak bisa memaksa hatiku untuk tidak mencintaimu. Sama seperti kamu yang tidak bisa melupakan Andre..." Katanya parau.

Aku tidak pantas dicintai sebesar ini. Rasa bersalahku pada Andra semakin besar.

"Tapi, perasaanku sekarang benar-benar bukan untukmu, Ndra. Aku hanya takut akan semakin melukaimu," Kataku pelan.

"Beri aku kesempatan untuk merebut hatimu, Sil. Aku nggak akan menyakitimu. Aku menghargai apa yang saat ini kamu rasakan, semuanya memang tidak mudah, tapi aku harus mencoba," Andra bersikeras, memintaku untuk membetinya kesempatan.

"Kamu yakin tidak akan menyalahkanku kalau aku tidak dapat mencintaimu?" Aku menatap kedua matanya lekat-lekat. Andra mengangguk pelan.

"Ya, aku tidak akan menyalahkan siapapun. Kamu tidak salah disini, hanya aku yang salah. Aku telah memboarkan hatiku jatuh cinta padamu," Andra menegang kepalaku pelan dan menatap kedua mataku penuh arti.

"Aku mohon, izinkan aku untuk membuatmu bahagia, membuatmu tersenyum, meskipun aku bukan Andre yang kamu cintai, izinkan aku mencari ruang di dalam hatimu untuk aku tempati," Apa aku bisa percaya ini? Setidaknya Andra menunjukkan kesungguhannya padaku.

"Baiklah, aku kasih kamu kesempatan untuk membuatku merubah pandanganku terhadapmu. Berusahalah untuk membuatku jatuh hati. Tapi kalau kamu tidak berhasil, tolong lepaskan aku. Boarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri."

Kataku pelan sambil memainkan jari-jari tanganku, meredam kegelisahan.

"Aku setuju. Tapi kalau aku berhasil membuatmu jatuh hati padaku, tetaplah berada disisiku, sampai kapanpun. Karena aku tidak akan pernah rela melepaskanmu," Kata Andra pasti. Aku bisa merasakan ketulusannya.

"Andra, kenapa kamu bisa jatuh cinta padaku dalam waktu yang singkat?" Aku masih saja ingin mengorek keterangan darinya.

"Karena kamu berbeda, Sila. Saat pertama melihatmu, ada sesuatu yang spesial hanya ada pada dirimu yang tidak dimiliki perempuan lain di luar sana. Dari situlah aku mulai menaruh hati padamu, dan akhirnya aku benar-benar mencintaimu." Terangnya, aku jadi penasaran apa sesuatu yang spesial dariku itu?

"Baik, alasanmu sementara aku terima," Aku beringsut menjauh darinya.

"Sila, itu bukan alasan. Aku sungguh-sungguh mencintaimu, apakah sama sekali kamu tidak melihat kesungguhanku?"Andra mendekatkan wajahnya padaku, bahkan sangat dekat. Spontan aku mendorongnya menjauh.

"Jangan dekat-dekat, aku belum menerimamu saja sudah mulai mesum," Cibirku.

"Maaf," Andra menggeser duduknya agak jauh dariku.

Menurut kalian, Sila akan memilih Andre atau Andra?

Kalian pilih Sila sama siapa?

yukk komentar di bawah

😜😜😜

1
Anonim
jadi ikut curiga sama Bian ada sesuatu yang dirahasiakan
Anonim
Sila itu ya aneh2.
Kenapa ngurusin Andre.
Rasain dilecehkan Andre.
Salahmu sendiri Sila.
Anonim
Andre payah
Anonim
Andre terpuruk kedua kalinya hiiiikkkzzzzz
Anonim
Andre ini bisa2nya berkomitmen seperti itu sama Vallen
Anonim
seruuuuuuu
Anonim
Sila ini yang kurang kerjaan masih peduli sama Andre
Anonim
Andre cepat sadarlah dari keegoisanmu...tuh Vallen tulus mencintaimu. Aneh kau ini sebagai pria lembek karena cinta yang lalu.
Anonim
ciri khas ibu2 rumpik berisik kalau sudah gibah
Anonim
sampai kapan Vallen bertahan menghadapi tunangannya yg blm move on sama cintanya yg sudah jadi istri orang
Anonim
ini Author nyebut Andre di beberapa bab nyebutnya Andra
Anonim
oooooooooooooooooowwww
Anonim
Andra ini benar2 mengecewakan
fantasiku49
iyasi
fantasiku49
bgs
Dewi Nurmalasari
lah Salah dia sndri yg uda nyerahin Sila k andra, malah sibuk nyalahi org2 lain
Dewi Nurmalasari
g suka sm sila,, kasi an andra
Dewi Nurmalasari
ko klimafnya kesannya masi Cinta sm andre
Khaira Talitha
ceritanya seru klo tidak muter2
Khaira Talitha
ubah panggilan nya dong thor jngan adek,yank aja gitu lebih enak d dengar kesan nya santai tpi mesra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!