Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 - Hal Baru
Ken masih begitu terpukau dengan penampilan Zee yang sangat jauh dari ekspektasi nya, jauh lebih bagus. Bahkan harus Ken akui, ART nya itu seperti bintang yang bersinar saat melakukan runaway.
Orang tua Zee yang hadir di fashion show itu juga terpukau karena mereka juga meragukan Zee sebelum nya.
Kedua orang tua Zee bahkan meneteskan air mata nya melihat Zee tampil dengan sangat indah, meskipun Zee memang bukan bintang nya sekarang. Namun suatu hari nanti, mereka berharap Zee benar benar menjadi bintang nya.
Setelah acara selesai dan Zee kembali ke backstage, Zee langsung memeluk Nyonya Celine.
"Selamat ya, Zee. Kamu melakukan yang terbaik malam ini, aku bangga sama kamu" ucap Nyonya Celine.
"Ini berkat bantuan mu, Nyonya. Setidak nya, tidak ada yang menertawakan ku saat aku berjalan di atas sana" kata Zee namun ekor mata nya melirik Sabina yang saat ini terlihat jengkel.
"Tentu saja tidak, jika ada yang menertawakan mu. Maka aku rasa orang itu perlu pergi ke Dokter mata" kata Nyonya Celine yang membuat Zee terkekeh dan sekali lagi lagi ia memeluk majikan nya yang bak malaikat tanpa sayap itu. Sambil berpelukan dengan Nyonya Celine, Zee kembali melirik sinis Sabina sembari melemparkan senyum miring nya. Bahkan tatapan Zee seolah berseru 'Lihatlah aku sekarang!' pada Sabina.
Sabina pun segera meninggalkan backstage karena ia sangat kesal melihat Zee yang sangat dekat dengan Tante nya itu.
....
Seminggu setelah acara fashion show itu, rupa nya Zee berhasil menarik perhatian beberapa orang termasuk Ken sendiri. Rasa nya Ken masih tak percaya, ART nya yang kucel bisa mendapatkan perhatian dan applause dari para penonton. Bahkan, Sabina seolah kalah pamor sekarang dari Zee dan itu membuat Sabina sangat kesal.
Bahkan di kantor, orang orang mulai membicarakan Zee yang tampil sangat memukau dan mereka memuji Zee.
"Gila ya, bisa cantik juga dia. Ke salon ketok magic mana dia tuh..."
"Apa jangan jangan dia memang cantik tapi sengaja pura pura berpenampilan kucel?"
"Kalau dia ternyata secantik itu sih, dia bisa jadi model yang go internasional"
Dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan, Sabina yang mendengar itu langsung menutup telinga nya dan pergi ruangan nya.
Sebenarnya Sabina tidak punya kedudukan apa-apa di perusahaan Ken, ia hanya datang dan pergi sesuka nya. Ken membiarkan nya saja karena terkadang Sabina bisa di andalkan dan sangat bermanfaat bagi perusahaan nya.
.........
Sementara Zee masih melakukan pekerjaan nya sebagai seorang pembantu dan setelah acara fashion show itu Zee merasakan ada yang berbeda pada diri nya. Ia menjadi orang yang lebih semangat setiap hari nya, lebih percaya diri dan sangat menikmati hari hari yang ia jalani meskipun belum ada perubahan yang terjadi dalam hidup nya setelah acara fashion show itu. Zee juga membiasakan diri nya tetap tampil rapi dan bersih, ia merawat tubuh nya dan memakai bedak yang di berikan oleh majikan nya.
Dan pagi ini, Zee bersiap berangkat bekerja seperti biasa namun saat di lampu merah, tiba tiba seseorang yang ada di dalam mobil mengambil foto Zee.
"Kak..." teriak orang itu pada Zee, seorang gadis remaja yang sangat cantik. Gadis itu turun dari mobil nya dan berlari menghampiri Zee melewati mobil dan motor yang ada, Zee kebingungan meminta gadis itu yang terlihat tersenyum pada nya. Ada dua bodyguard yang mengikuti gadis itu itu dari belakang dan melindungi nya.
"Dia tersenyum ke aku?" gumam Zee dan saat melihat dua bodyguard di belakang gadis itu, Zee bergidik ngeri.
"Kak, minta tanda tangan dong" teriak gadis itu yang sudah hampir mendekati Zee.
"Biar saya, Nona" kata salah satu bodyguard itu meminta kertas dan pena yang di pegang Nona muda nya.
"Aku juga mau minta foto ya, jangan biarin dia pergi" ucap Nona muda itu.
Bodyguard itu pun mengangguk patuh dan langsung mendekati Zee, perawakan sangar bodyguard itu membuat Zee menelan ludah nya.
"Ayo, tanda tangan di sini!" tegas bodyguard itu dengan suara berat nya, ia menatap Zee dengan tatapan yang tajam "Dan setelah itu, kita bicara di depan sana. Nona mau.... Hey...."
Zee langsung melajukan motor nya dengan tangan yang gemetar, ia sangat takut pada pria itu apa lagi ia di minta tanda tangan dan foto.
"Aduh, Tuhan... Jangan jangan aku mau di culik..." Zee mempercepat motor nya menuju rumah majikan nya