Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Membuat Terkejut
🌻🌻🌻
Beberapa hari ini Ayu sangat menikmati hari harinya menjadi seorang Istri, ada yang berbeda dari sebelum nya. Kali ini Ia lebih memilih menikmati hari harinya walau Ia tahu kebahagiaan itu hanya sementara, semua bisa berubah kapan saja.
Hari ini Rayyan ingin memberi kejutan untuk Ayu, Ia ingin mempersiapkan malam romantis mereka berdua.
Lilin lilin dengan aroma terapi menyeruak di seluruh ruangan, membuat siapa saja yang ada disana menjadi tenang.
Malam ini Rayyan sudah menunggu Ayu dengan hati berdebar debar, rasanya sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam bersama.
Pintu ruangan pun terbuka, seseorang masuk dan nampak di landa kebingungan, pasalnya tidak biasanya ruangan itu menjadi temaram dan ada lampu lilin di mana mana.
..." Rayyan melakukan semua ini untukku, dia bahkan tahu kalau aku akan datang dan mempersiapkan semua nya. Sungguh romantis sekali " Batin nya....
" Sayang..... akhirnya kamu datang juga, aku sudah menantikanmu sejak tadi " Ucap Rayyan begitu sumringah.
Ia sangat sangat senang karena akan menghabiskan malam bersama wanita yang sudah mencuri hampir seluruh cintanya.
Namun kebahagiaan nya itu tidak berlangsung lama ketika Ia melihat siapa yang berada di dalam ruangan itu bersamanya.
..." Nadia, kenapa dia yang datang " Batin Rayyan kecewa....
" Makasih sayang karena kamu menyambutku dengan kejutan seperti ini, tadinya aku yang berniat memberimu kejutan dengan kembali diam diam agar kamu terkejut, ternyata malah aku yang terkejut. Tapi aku bahagia sayang, aku suka kejutanmu ini. Sesuai janjiku kemarin, setelah datang dari luar kota kita akan melewati semuanya bersama, karena aku akan memilih dengan mu untuk berberapa waktu. Maaf karena selama ini aku telah menelantarkan mu, tapi sekarang tidak lagi sayang, karena aku akan selalu ada untukmu "
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang menonton pertemuan keduanya.
Ya, dia adalah Ayu. Ayu yang ingin naik ke kamar seperti biasa tiba tiba Ia mendengar percakapan dua orang Pria dan Wanita di dalam ruangan itu, alhasil dirinya pun mengurungkan niat untuk masuk.
Ayu kembali ke kamar bawah dan duduk di sudut ranjang miliknya, walaupun berusaha menerima semua kenyataan tapi tetap saja ada rasa sakit disana.
..." Ya Allah, kuatkan hatiku dalam menjalani semua ini. " Rintih Ayu...
Di pandangi nya jari manisnya, di sana nampak cincin indah yang di sematkan Rayyan untuknya ketika mereka sah menjadi suami Istri.
Ia pun melepaskan tanda pengikat itu karena Ia sadar sekarang bukan waktunya benda itu harus melingkar di jari manisnya.
" Maafkan aku Kak, aku tidak bisa menggunakan ini sekarang. Ini demi kebaikan kita semua "
Ia pun meletakkan benda itu di tempat yang aman dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ya, hanya dengan memasrahkan semuanya pada yang kholiq InsyaAllah hatinya akan menjadi tenang.
..." Ya Allah, ampunilah semua dosa dosaku, dosa yang aku sadari mau pun tidak. Berikanlah kekuatan serta kesabaran untuk melewati semua ini, hanya kepadamu tempat memohon, berikanlah semua yang terbaik untukku. Jauhkan jika itu memang bukan untukku "...
Ayu kembali berbaring di atas ranjang miliknya dengan sebuah tasbih ada di tangan nya, dengan melakukan itu hatinya berangsur tenang.
Sementara di lantai atas, setelah melalui pergulatan panjang Nadia akhirnya tertidur pulas. Dirinya benar benar kelelahan, belum lagi karena perjalanan yang melelahkan di tambah lagi dengan aktifitas yang baru saja mereka lakukan bersama.
Rayyan melepas pelukan Nadia dengan pelan setelah di rasa Istrinya itu sudah tertidur, Ia pun bergegas keluar. Sejak tadi hatinya merasa tidak nyaman mengingat Ayu yang seorang diri di bawah.
Ia membuka pintu kamar itu karena kebetulan dirinya mempunyai kunci cadangan untuk semua ruangan di rumah itu.
Di langkah kan nya kakinya perlahan memasuki ruangan itu dan duduk tepat di samping sang Istri.
Ada butir air mata yang jatuh membasahi pipi wanita itu bahkan masih ada genangan air disana. Rayyan mengusap pelan dan memberikan kecupan sayang disana.
" Maafkan aku sayang, kamu pasti sedih karena kejadian tadi. Aku melakukan semua itu sebenarnya untukmu Ayu, namun aku tidak tahu kalau Nadia yang datang. "
Ayu terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat di pucuk kepalanya, Ia pun perlahan membuka mata.
Ayu langsung bangkit setelah melihat siapa yang berada disana.
" Kakak, kenapa Kakak berada disini. Cepat naik ke atas, jangan sampai Mbak Nadia melihat Kakak ada disini dan Kakak akan berada dalam masalah "
Rayyan menggenggam tangan Istrinya dan meminta maaf, baru saja dirinya ingin berbicara namun nampak ada sesuatu yang beda disana.
" Cincin, mana cincin mu sayang " Tanya Rayyan.
" Cincin nya ada Kak, aku lepas dulu. Bukankah sebaiknya sekarang cincin itu seharusnya tidak di pakai, bagaimana kalau Mbak Nadia bertanya karena heran melihat cincin itu. Kakak harus jawab apa sementara aku, dia belum tahu kalau aku sudah menikah " Ucap Ayu menjelaskan.
Rayyan semakin merasa bersalah karena memang sekarang dirinya belum bisa memberitahu kebenaran tentang dirinya dan juga Ayu pada Nadia.
" Maafkan aku sayang, tapi untuk sekarang aku belum bisa berbuat apa apa. Aku belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada Nadia tentang kita "
Ayu tersenyum walau hatinya sakit.
" Tidak apa apa Kak, ini sudah biasa. Lagi pula ini adalah resiko yang harus aku Terima karena menjadi yang kedua " Ucap Ayu.
Karena bujukan Ayu akhirnya Rayyan pun kembali ke kamar atas dan kembali bersama Nadia walau hatinya sesungguhnya berada di tempat lain.
" SAKIT RASANYA JADI YANG KEDUA, JADI KALAU BISA DI HINDARI KENAPA TIDAK "
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat