Cerita ini berkisah tentang ketulusan cinta
seorang pemuda Tampan bernama Bima.
Dia sangat mencintai seseorang wanita
Cantik bernama Seila.
Walaupun Seila tidak pernah mencintainya
Tapi Cinta Bima begitu besar dan tulus
untuk Seila.
Hingga suatu hari Seila kehilangan kesuciannya dan di campakkan oleh
mantan pacarnya Bima tetap menerima
dan mencintai nya dengan sepenuh hati.
Bagaimanakah perasaan Seila kedepannya
untuk Bima ?
Akankah Seila membalas Cinta Bima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11.DI ANGGAP PENCOPET
"Kamu, siapa ?"
"Apa, tidak terbalik Nona !Justru aku , yang seharusnya bertanya ,kamu itu siapa , kenapa tiba tiba tidur di sebelah ku,"
"Aku, ,cuma numpang beristirahat, tapi kamu, apa yang kamu lakukan padaku, Kenapa kamu menyentuh ku.!Kamu mau memperkosa ku, ya,"
Sungut gadis itu kesal dan berapi api.
"Enak saja, main tuduh tuduh orang, aku mana tau ada manusia di samping ku,"
Ucap Bima tak kalah dingin.
"Hei...kau....!"
Gadis itu mengangkat tangannya hendak menampar Bima.
Tapi tangan gadis itu, langsung di tangkap dalam genggaman Bima.
"Maaf kan, aku Nona, aku tidak sengaja.
Aku betul betul tidak tau dan tidak bermaksud
menyentuhmu, maaf Aku buru buru, karena aku ada janji, aku permisi dulu".
Setelah mengucapkan itu Bima melangkah pergi.
Gadis itu tertegun ,tapi pada detik berikutnya.
"Tunggu....!"
Teriakan itu membuat Bima menghentikan langkah nya. Bima menoleh.
"Ada apalagi Nona.?"
Masih belum cukup ngomel ngomelnya.
Sudah kubilang ,Aku tidak sengaja, dan aku tidak tau kalau ada orang di sebelah ku.
Harusnya kamu bersyukur, tanganku cuma menyentuh lengan mu bukan..bola ...bola ..kecil mu,"Ucap Bima sambil tertawa.
Gadis itu melotot
Mendengar ucapan Bima, yang membuat nya malu dan marah, dengan cepat tas kecil yang di bawahnya, segera di hantam kan ke badan Bima dan dengan cepat pula Bima menghindar dengan, berlari, akhirnya terjadilah aksi kejar kejaran.
Sedangkan dari kejauhan terlihat beberapa gadis muda sedang menuju ke arah mereka.
"Hei, lihat disana, Hesti lagi mengejar laki laki berkacamata , mungkin dia copet."
"Ayo teman teman, kita bantu, Hesti biar pencopet itu segera di tahan polisi."
Serentak menjawab
"ayok."
"Hei tunggu...! salah satu gadis berkaos putih
menghentikan langkah mereka, kita harus memakai senjata".
"Benar juga itu, lalu kita pakai senjata apa..?"
Tanya gadis satunya lagi.
"Kita, pakai ini !
Ucap gadis berkaos putih , menunjukkan sepasang sendal yang berhak tingg, yang dii sambut dengan ucapan.
"Setuju !"
"Ayo cepat, kita bantu Hesti."
Dengan langkah cepat disertai dengan berlari kecil , mereka menuju ketempat Bima .
Bima yang melihat beberapa gadis mendekat ke arahnya segera akan beranjak pergi.
"Wah , gawat mau apa mereka menuju kesini,"
gumam Bima dalam hati"
Sedangkan gadis yang membawa tas melihat Bima lagi berdiri tertegun.
Dengan cepat menghantamkan tasnya.kearah Bima .
Bima yang tidak siap, cuma menutup muka , dan membungkukkan badannya agar pukulan tas gadis itu tidak mengenai wajahnya.
cuma punggungnya yang akan kena.
Naas. Belum sempat Bima berdiri tegak dari membungkuk nya ,tiba tiba punggung Bima merasakan berbagai macam benda mendarat di punggungnya.
Ternyata para gadis itu sudah memukuli, Badannya.
"Kamu tenang saja Hesti, kami akan menolong mu.minggirlah."
Ucap gadis berkaos putih, menarik lengan gadis itu menjauh.
Terdengar teriakan para gadis .
"Rasakan, ini pencopet...!"
Buugh....Buugh....Buugh...!"
Berkali kali badan Bima menjadi sasaran empuk sandal dan sepatu para gadis.
Sementara gadis pembawa tas yang bernama Hesti berdiri tertegun , melihat ulah teman teman nya .
Hesti baru menyadari setelah mendengar suara rintihan dari Bima.
"Auuuuuhh...!"
Dengan segera Hesti menghampiri teman teman nya.
"Stop..! Stop....!!jangan pukul lagi,"
Ucap Hesti Binggung ,sambil menari,temannya.
"Kamu diam saja disana Hesti.!"Biar kami kami yang selesaikan pencopet ini.
Eh...Jangan stop...!
Hesti semakin kebinggungan ,karena teman temannya tidak mendengar kan ucap nya.
Akhirnya ....Hesti Berteriak dengan sangat keras
"Stooooooop. Hentikan....?Dia Bukan copet...!!!
Mendengar teriakkan Hesti yang begitu lantang dan memekakkan telinga, teman teman Hesti
menghentikan aksi memukulnya.
Mereka saling berpandangan.
"Apa kamu bilang...!Dia bukan copet."
Hesti menggaguk
"lalu, kenapa kalian berkejar kejaran."
Seru gadis berkaos putih meminta penjelasan.
"Maaf ....Lina....!!! Tadi aku tersinggung dengan ucapannya.
Gadis berkaos putih itu melotot..ke arah Hesti
"Apa....!!!
Jadi tadi itu cuma karena kamu tersinggung,"
"H em ..!Ucap Hesti pelan.
"Ya Ampun, Hesti....!!!
Keterlaluan sekali kamu..
Dengan segara gadis berkaos putih itu menghampiri Bima. Maaf kami kira kamu pencopet.ucap lina pelan.
Mari ku bantu berdiri tawarnya.
"Tidak perlu, aku bisa sendir.".ucap Bima dingin
Sombong juga laki laki ini ,massk mau di bantu tidak mau.bikin orang kesal saja grutu Lina dalam hati. Makanya lepas itu kacamata biar tidak di tuduh copet.ucap lina kesal.
Bima yang tidak menyangka justru di ledek .
Bangkit dengan kasar.
"Kau menyalahkan aku...!
"Tentu saja, karena dengan pakai kacamata kamu seperti copet."
"Jadi Harus begini maksudmu." ?Bima melepas kacamata nya
"Astaga....".lina membukam mulutnya.
Beberapa gadis tertegun melihat ketampanan wajah Bima , termasuk Hesti yang membawa tas kecil.
Di saat semua sedang tertegun , Datang lah seorang gadis menghampiri mereka.
"Ada apa ini...!kenapa pada berkumpul disini,"
"Kami salah, memukul orang Kak ,"
"Siapa yang kalian pukul..!
Itu.. ! Hesti menunjuk seorang laki laki yang di kelilingi para gadis
Gadis itu melangkah dan mendekat.
"Bima......! Kau kah itu...?
Merasa namanya di panggil Bima pun menoleh.
"Arina.....!sahut Bima terkejut
"Hei...apa kabar .?seulas senyum tersungging disana.
Kau masih menggingat Namaku", ,ucap Arina dengan mata berkaca kaca.
Ada rasa rindu dan haru yang tersimpan disana.
"Tentu saja, aku masih menggingatmu.."
Ucap Bima lembut.
Arina menghampiri Bima dan memeluknya.
Dia menumpahkan tangisan nya dalam pelukan Bima dan disandarkan kepalanya ke dada bidang Bima.
Tidak seperti biasanya kali ini Bima pun membalas pelukan Arina .
"Aku rindu sekali padamu," ucap Arina lirik.
"Aku juga sahut Bima."
"Kenapa kamu bodoh sekali ,dan diam saja di pukuli mereka".
"Aku kan laki laki, mana boleh membalas pada wanita." Ucap Bima dengan senyum kecut.
Tak jauh dari mereka keempat gadis itu
menelan ludah nya masing masing melihat pemandangan itu.
".Bus...yee, Kalau mau bercinta jangan di depan kita kita dong...kasianilah kami kami yang jomblo ini,"Seru..... Lina.
Arina dan Bima segera melepaskan pelukan mereka.Sambil tersenyum.
"Hussstt..... Jangan bicara' sembarangan.
"Bima....! kenalkan ,ini teman teman ku.
Ini Lina...,ini lilis ,ini Yuli dan itu yang membawa tas itu Hesti.
Bima mangut mangut.
"Kami minta maaf Kak Bima. kami tidak tau ,
kami pikir tadi pencopet .
Bima tersenyum dan mengangguk.
"Tidak apa apa tidak sakit kok ,cuma sedikit ngilu," .
Mari kita duduk disana. tadi aku membeli makanan ringan.
Kita ngobrol dan duduk disana yuk.
Ajak Arina...yang langsung di setujui para gadis.
Melihat Bima masih berdiri dari tempat duduknya Arini segera menghampiri dan
meraih tangan Bima.
Ayo jangan malu malu.
"Bima tersenyum..
Terima kasih..tapi maaf Arina ,aku ada janji
undangan dari teman jadi
Aku tidak bisa makan bersama kalian
Maaf ya ...!
Aku harus pergi.ucap Bima lembut.
Arina terlihat sangat kecewa.
Apa undangan itu penting....?
Bima mengagguk.
Apakah lebih penting dari Aku..?
Bima tersenyum dan mendekati Arina
Kamu sangat penting . bahkan aku senang kita bisa berjumpa lagi . setelah sekian lama
kita berpisah , tapi mengertilah menghadiri
sebuah undangan adalah kewajiban ku.
Jadi aku harus datang.
Aku ikut...!
ucap Arina mantap.
Bima mengelengkan kepalanya.
Apa kata anak didikku nanti , jika aku datang membawa seorang wanita.
lagi pula suami kamu pasti marah dan cemburu
nanti.
Aku sudah pisah dengan suamiku jadi tidak akan ada yang cemburu nantinya.
Kenapa berpisah , ucap Bima dengan nada terkejut.
Bukan kah kamu tau jika aku tidak suka di jodohkan, kami menikah cuma satu bulan
lalu kita pisahkan.ucap Arina kesal.
Bima mangut mangut mendengar cerita Arina.
Arina kembali melanjutkan ceritanya.
Kali ini dia melangjah lebih dekat, sehingga
Jarak antara Arini dan Bima hanya beberapa senti saja
Aku masih suci , suamiku tidak pernah menyentuhku.
Ucapan Arina membuat Bima membelalakkan kedua bola matanya.
Wah kasian sekali suamimu..!
ledek Bima .
seraya tersenyum.
Apaan sih...Arina mencubit grmas lengan Bima.
Jadi bagaimana...?
Bagaimana apanya.. ! tanya Bima tidak mengerti.
Aku ikut ke Acara undangan mu.
Bima tersenyum...",
Tetap tidak boleh ...Begini saja kita ketemuan disini Minggu depan bagaimana....?
Baiklah Aku tunggu kamu Minggu depan.
Janji datang ya.
Bima mengagguk.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Bima melangkah pergi,tapi baru dua langkah
Bima...?
mendengar panggilan itu Bima menoleh.
Dan tersenyum.
Hati hati...!
Bima mengagguk seraya melambaikan tangannya.
Ketika sampai di dekat motornya
Bima menoleh ke para gadis ,Bima melangkah
mendekati salah satu gadis pembawa tas kecil
Terima kasih ,berkat kamu punggung ku serasa remuk semua.
Hesti membelalakkan bola matanya ,tak menyangka Bima mengatakan itu
kalimat yang diucapkan dengan lembut namun memerahkan kedua pipinya.
Andai saja tidak ada orang lain disitu
sudah barang tentu ku tampar wajah sok tampannya itu.Grutu Hesti dalam hati.
Walau sejujurnya Hestipun menggakui ,pesona Bima begitu menawan.
Bima memang tampan ,pasti akan banyak gadis yang jatuh dalam pelukannya.
Kak Arina saja jatuh hati padanya , apalagi Aku
untung masih ingat ada pacar culun.
Meskipun tidak sepenuhnya mencintai setidaknya berusaha setia.
Gara gara suatu kesalahan harus berpacaran dengan laki laki culun dan membosankan.
aku dkung kamu jd madu