Hi ☺️
Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"
Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫
Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.
Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
3 hari menghilangnya May
Di kampung Ketileng Mama dan Papa Maysaroh masih tetap mencari May. Mereka meminta Riko untuk pergi ke Surabaya untuk mencari May. Pernikahan mereka kurang empat hari lagi, segala sesuatu yang berkaitan dengan dekor, baju, makanan, tempat pernikahan sudah hampir siap.
Mama Maysaroh jatuh sakit, di karenakan tidak mau makan dan hanya duduk termenung di depan pintu rumah menunggu kedatangan May pulang.
"Ma. Ayo lah masuk ke dalam rumah! Tutup pintunya ini sudah malam sebaiknya Mama istirahat" Ajak Papa Billy
"Aku masih ingin disini Pa... Papa kalau mau tidur. Tidur saja dulu, aku mau nunggu May" Jawab Mama Mayang
"Sudah ada Riko yang mencari, May jadi Mama jangan terlalu banyak berfikir. Ayo masuk ke dalam nanti masuk angin! Ajak Papa Billy
"Nanti Pa" Jawab Mama Mayang lagi-lagi menolak
"Iya sudah Mama tunggu di sini. Papa akan mengambilkan makanan untuk Mama" Ucap Papa Billy
"Enggak usah Pa. Mama tidak lapar" jawab Mama Mayang
"Hm" Papa Billy menghela nafasnya
Mama Mayang nampak kehilangan Maysaroh. Bagaimana tidak May itu merupakan anak satu-satunya di keluarga mereka. Lain halnya dengan Papa Billy nampak tegar dengan keadaannya.
.
.
Di tempat lain Riko sangat sedih, kehilangan May orang yang dia cintai. Bagi Riko May adalah cinta matinya tidak bisa hidup tanpa May. Meskipun Riko kadang agak kasar ke May namun cinta Riko tulus.
"May kenapa sih kamu harus kabur? Tanya Riko dalam hati
"Apa kamu gak cinta sama aku atau kamu punya pilihan laki-laki lain. Kamu tau kan aku Riko anak orang kaya di kampung kita, mana ada perempuan yang mau menolak menikah sama aku. Banyak yang ngantri May, aku ganteng, ada usah sendiri, punya mobil, punya rumah. Siapa orang yang gak mau coba? Kamu seharusnya beruntung May memiliki aku" Ucap Riko menyombongkan dirinya
"Aku sudah meminta bantuan kepada Polisi untuk mencarimu. May... Aku harap, aku akan segera menemukanmu. Tinggal empat hari lagi pernikahan kita akan berlangsung kalau kamu tidak di temukan keluargaku bakal menangung malu. Riko gagal menikah karena perempuan nya kabur, kan gak lucu May" Ucap Riko dengan tertawa terbahak-bahak
"Aduh May..." Mengacak-ngacak rambut miliknya
"Gimana ini? Aku harus pergi ke mana lagi mencari May" kata Riko
"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Riko
Riko melihat ponselnya, tertulis sebuah nama Ibu
"Hallo, Assalamualaikum Ibu" Riko mengucapkan salam kepada Ibunya
"Waalaikumsalam Riko, Rik... Bagaimana apa kamu sudah menemukan May? Tanya Bu Rina
"Belum Bu" Jawab Riko lirih
"Trus... Apa kata Polisi? Tanya Bu Rina
"Mereka masih mencarinya, Bu" Jawab Riko
"Sampai kapan Riko? Pernikahan tinggal beberapa hari saja. Sebaiknya kamu pulang saja Nak, Ibu akan mencarikan mu perempuan lain untuk mengantikan May. Ibu sudah ada pilihan" Ucap Bu Rina dengan tegas
"Apa Bu? Ibu tau kan kalau aku sukanya sama May dan bukan orang lain" Jawab Riko
"Ini bukan masalah suka atau tidak Riko... ini masalah malu. Kamu tau kan kita sudah menyebarkan undangan pernikahanmu dengan May ke semua orang. Bagaimana tanggapan mereka kalau pernikahan itu sampai gagal di karenakan perempuannya kabur. Kan gak lucu Riko, Mau di taruh di mana wajah Ibumu ini! Ucap Bu Rina menjelaskannya
"Tidak bisa gitu Bu. Aku harus tunggu sampai May ditemukan" Jawab Riko
"Riko... Riko... Mau sampai kapan? Dah... besok kamu pulang ke kampung, kalau kamu tidak menuruti apa kata Ibu. Kamu bakal Ibu coret dari daftar warisan, mengerti..." Ucap Bu Rina mengancam
"Ibu gak bisa gitu donk ngancem-ngancem Riko seenaknya, apalagi sampai mau hapus nama Riko dari daftar warisan" Jawab Riko
"Makanya kamu turuti apa kata Ibu" Ucap Bu Rina
"Emang perempuan siapa sih Bu... Yang menggantikan May?" Tanya Riko
"Yang menggantikan May adalah Sinta" Jawab Bu Rina
"Apa Bu Sinta? Santi sahabatnya May" Ucap Riko tidak percaya
"Iya. Kenapa? Dia cantik, ramah, pandai memasak, pasti pandai merawat kamu sayang" Jawab Bu Rina memuji
"Enggak Bu. Masak aku nikah sama sahabatnya May, gak mau Bu" Jawab Riko menolak
"Iya kamu tinggal pilih saja menikah dengan Sinta plus dapat warisan atau masih menunggu May yang jelas-jelas pergi begitu saja, kan aneh hari pernikahan sudah tinggal beberapa hari koh malah kabur" Ucap Bu Rina
"Bukan kabur Bu, Tapi menghilang" Jawab Riko
"Udah Ibu gak mau dengar kata May, Ibu udah malas. Ibu tunggu besok kamu sudah ada di rumah" Ucap Bu Rina
Assalamualaikum.
"Tut... Tut... Tut..." Suara ponsel dimatikan
"Bu... Bu... Bu..." Teriak-teriak Riko
"Waalaikumsalam Bu..." Jawab Riko lirih dan mengusap wajahnya dengan kasar
Aku harus gimana ni! Aku cintanya sama May bukan sama Santi. May kamu di mana sih sayang... Pulang donk May.
Aku gak mau nikah sama Santi, tapi kalau aku gak nurut sama Ibu aku gak bakalan dapat warisan gimana donk?" Ucap
"Sinta sih lumayan ya" Ucap Riko tersenyum
"Tapi apa dia bisa ku atur-atur seperti May? Tanya Riko dalam hati
"Hahaha" Riko tertawa terbahak-bahak
.
.
Keesokan hari
Assalamualaikum
"Tok...Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk
"Waalaikumsalam" Jawab Mama Mayang dari dalam rumah
"Cklek krekk" Suara pintu terbuka
"Bu Rina, Pak Ahmad" Ucap Mama Mayang dengan terbata-bata dan berdiri mematung di depan pintu
"Boleh kami masuk" Ucap Bu Rina
"Oh. Silakan masuk Pak, Bu" Jawab Mama Mayang dengan gugup
"Hm" Ucap Bu Rina
"Pa. Papa" Teriak Mama Mayang memanggil suaminya
"Iya Ma. Ada apa" Ucap Papa Billy dari belakang
"Oh ada Bapak dan Ibunya Nak Riko" Jawab Papa Billy bersalaman kepada mereka dan duduk di kursi sebelah istrinya
"Iya pak langsung saja. Kedatangan kami kemari untuk membatalkan pernikahan May dan Riko" Ucap Bu Rina dengan lantang tanpa basa-basi
"Apa Bu. Kenapa begitu? Tanya Bu Mayang terkejut dengan ucapan Bu Rina
"Iya pernikahan tinggal 3 hari lagi. May kabur dari pernikahan ini dan keluarga kita gak mau nanggung malu karena calon Istri Riko kabur" Jawab Bu Rina menjelaskannya
"Kita masih bisa tunggu May, Bu" Sambung Pak Billy
"Tunggu sampai kapan, sampai hari pernikahannya tiba. Hahaha" Jawab Bu Rina dengan tertawa terbahak-bahak
Pak Billy dan Bu Mayang hanya bisa saling berpandangan. Melihat Bu Rina tertawa terbahak-bahak
"Dari awal saya sudah duga kalau May itu gak suka dengan anak saya. Tapi saya masih berbaik hati mau besanan sama situ. Anak situ yang seharusnya di didik dengan baik dapat suami orang kaya koh malah kabur dari pernikahan memalukan saja" Ucap Bu Rina
"Kami sekeluarga meminta maaf Bu atas menghilangnya anak kami May. Kami sekeluarga juga kehilangan dia" Sambung Pak Billy
"Sudah lah lupakan saja. Kami sudah menyiapkan orang untuk menggantikan May di pernikahan Riko nanti dan orang itu adalah Sinta. Aku yakin Sinta itu gak seperti May" Ucap Bu Rina menjelaskannya
"Bu... Apa masalah ini tidak bisa kita bicarakan baik-baik. Kalau anakku May belum di temukan, Apa pernikahan ini bisa di tunda dulu? Tanya Bu Mayang memelas
"Ya gak bisa lha enak aja. Dekor, makanan, tempat acara, semua sudah siap. Kalau di batalkan apa situ mau bayar semuanya, Apa situ mampu" Jawab Bu Rina dengan memelototkan kedua bola matanya
"Maafkan anak saya Bu" Ucap Pak Billy
"Maaf gak cukup Pak untuk menutupi malu keluarga saya" Sambung Pak Ahmad
"Ya sudah kita pamit dulu" Ucap Bu Rina segera berdiri dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Pak Ahmad
"Assalamu'alaikum" Ucap Pak Ahmad
"Waalaikumsalam" Jawab Pak Billy dan Bu Mayang bersamaan
Setelah orang tua Riko pulang, Mama Mayang menangis.
"Sabar Ma. Mungkin jodoh May bukan dengan Nak Riko" Ucap Papa Billy memeluk Istrinya
"May kamu di mana, Nak? Ucap Mama Mayang lirih
"Kenapa sih May kamu pergi? Mama sengaja menjodohkan mu dengan Riko supaya kamu tidak hidup susah. Riko anak orang kaya bisa memberikan segalanya untuk mu" Ucap Mama Mayang menangis sesenggukan
May... May...
Kalau kamu tidak suka dengan Nak Riko, sebaiknya kamu itu berbicara dengan Mama atau Papa secara baik-baik dan gak kabur menghilang begini.
"Sabar Ma... Pasti May Pulang" Ucap Papa Billy menenangkan Istrinya
"Kalau pun May pulang Pa. May udah gak bisa nikah dengan Riko" Jawab Mama Mayang
"Laki-laki buka Riko saja, Ma. Masih banyak Laki-laki di luaran sana yang pantas untuk May" Ucap Papa Billy
"Iya Pa. Emang banyak laki-laki di luar sana. Tapi mereka semua apa anak orang kaya? Tanya Mama Mayang
"Kenapa sih, Ma. Mama harus kaitkan dengan harta, harta, dan harta. Harta bisa di cari Ma" Jawab Papa Billy
"Papa bilang bisa di cari. Cari sana Pa, kenapa kita masih hidup miskin meskipun kita bekerja setiap hari" Ucap Mama Mayang
"Istighfar, Ma" Bentak Papa Billy
Bersambung... ✍️