NovelToon NovelToon
Time Travel Yu Jin Ru

Time Travel Yu Jin Ru

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / TimeTravel / Action / Spiritual
Popularitas:139.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wicky Nur Sakinah

Maaf kalo banyak typo dan kata-katanya kurang nyaman karena ini karya pertamaku,semoga suka serta terima kritik & sarannya ya kakak-kakak🙏🏻.

Seorang gadis jenius yang berprofesi sebagai dokter,ilmuan,sekaligus wakil sebuah organisasi dunia yang paling disegani karena keahlian disegala bidangnya.

dulu dia gadis kecil polos yang penakut tetapi setelah dibuang keluarganya karena mengalami kecacatan saat kecelakaan saat ia masih berusia 6 tahun,hingga ia bertemu dengan seorang pemuda yang ternyata salah satu anggota organisasi dunia yang sangat disegani,pemuda itu mengangkatnya sebagai adik dan menyembuhkan ia serta melatihnya menjadikan ia gadis tangguh.

meninggal karena kegagalan dalam uji coba sebuah penemuan barunya sebab tidak ada yang percaya penemuan barunya yaitu berpindah dimensi atau ruang dan waktu,tetapi ternyata penemuannya berhasil sehingga ia berpindah dimensi walau hanya jiwanya saja dan memasuki tubuh putri yang disia-siakan.

ok segitu aja,kelanjutannya baca aja😘

Judul awal = Transmigration the Queen of Qultibvation World
Judul sekarang = Time Travel Yu Jin Ru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wicky Nur Sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TTYJR 2 ~~ Time Travel

...Happy Reading and Enjoy💐....

Benua Beijin, Kekaisaran Ming, China Kuno

"Eughh..shhh..aduh sakit banget kepalaku...arghh"

Seorang gadis kecil dengan hanfu kuno yang tampak sangat sederhana bahkan menyerupai pakaian pelayan tampak meringis kesakitan, sesaat setelahnya dia tiba-tiba menyernyit saat merasakan suatu kejanggalan.

Dia pun membuka matanya dan mengedarkan pandangannya, dapat dia lihat bahwa dia ada disebuah pavilliun kuno yang sangat usang, bahkan dibeberapa bagian sudah sangat lapuk dan ada sarang laba-laba.

Gadis kecil itupun duduk lalu melihat dirinya sendiri, ia menemukan bahwa dirinya terluka di bagian perut karena tusukan pisau bahkan pisau itu masih tertancap diperutnya.

Dia juga menemukan bahwa kepalanya sepertinya terbentur oleh sesuatu hingga mengakibatkan terluka, masih ada bercak darah disana yang diyakini berasal dari luka tersebut.

Gadis kecil itu menarik pisau itu perlahan sambil sesekali meringis menahan sakit, tapi yang membuatnya heran adalah bukankah tadi ia ada di laboratorium miliknya dan ia juga terkurung dalam tabung eksperimen nya.

Lalu setelah itu....

"T-tunggu...bukankah tabung itu meledak dan aku masih terjebak didalamnya?, lalu kenapa aku ada disini dan tempat apa ini? Apakah aku time travel seperti di film-film yang ditonton rekan-rekanku?"

EH

SEPERTI MEMANG BEGITU

Tidak tidak..ini tidak boleh terjadi, aku memang senang penemuanku berhasil tapi bukan ini yang aku inginkan.

Lagi pula.. tubuh siapa ini? aku masuk ke tubuh anak kecil? ARGGHHH TIDAKKKKK

Gadis itu ternyata Jin Ru yang hidup kembali dalam tubuh gadis kecil.

Jin Ru pun beranjak dari duduknya dan mencari obat untuk lukanya.

Setelah lama mencari sembari menahan sakit akibat lukanya, ia pun melihat beberapa dedaunan obat yang sudah mengering diatas meja dekat tempat tidurnya, lalu ia pun mengambil daun itu dan menumbuknya hingga menjadi bubuk kemudian diberi sedikit air.

Setelahnya Jin Ru mengusapkan obat itu ke lukanya secara perlahan dan menyeluruh, lalu ia mengikatkan kain yang ia dapatkan dari dalam lemari pakaiannya untuk membungkus lukanya.

Setelah selesai dengan urusan lukanya ia mulai merasakan sangat lapar, mungkin pemilik tubuhnya ini belum makan beberapa hari, dan sampai saat ini Jin Ru tidak mengetahui siapa pemilik tubuh yang ia tempati.

Bukan tanpa alasan, tapi karena memang Jin Ru tidak memiliki ingatan si pemilik tubuh sehingga ia berpikir mungkin pemilik tubuh ini adalah anak seorang pelayan kalau dilihat dari pakaian dan kondisi tubuhnya.

Namun masalah luka? Dia tidak tau, mungkin ada yang tidak menyukai gadis ini dan berniat membunuhnya.

Jin Ru pun mencari makanan tetapi tidak menemukan apapun di pavilliunnya, dia pun memutuskan untuk keluar kamar. Sebelum keluar kamar dia mengganti hanfunya terlebih dahulu karena hanfu yang ia pakai saat ini terdapat noda darah, kotor, dan juga robek dibeberapa bagian.

Saat sampai diluar, dapat ia lihat beberapa bangunan berarsitektur China kuno dan halaman berupa hamparan rumput yang lumayan tinggi, jelas sekali halaman ini tidak dirawat sama sekali. Jin Ru tidak memedulikan semua itu dan melanjutkan perjalanannya, dia benar-benar lapar saat ini.

Akhirnya Jin Ru sampai disebuah kebun buah, tidak tau milik siapa tapi yang jelas dia melihat beberapa buah yang sudah matang seperti apel, mangga, dan jeruk. Buah-buah itu sepertinya tidak ada yang mengambil namun terawat dengan sangat baik.

Dia melihat kesana kemari sebelum kembali menatap pohon-pohon buah tersebut. Ada beberapa prajurit yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri, sepertinya sedang berpatroli. Mereka menyadari kehadiran Jin Ru tapi tidak melakukan pergerakan apapun, sepertinya mereka mengenali Jin Ru.

Jin Ru yang tergiur melihat buah-buahan yang menggoda itu akhirnya memanjat salah satu pohon mangga, ia memetik buah yang sudah ranum dan memakannya dengan lahap diatas pohon.

Setelah puas dengan mangga dia pun turun dan mulai memanjat pohon apel yang jaraknya tak terlalu jauh dari pohon mangga itu, ia memakannya sama seperti saat di pohon mangga.

Setelah kenyang ia pun kembali ke kediamannya dan tidak mempedulikan bekas kulit buah yang berserakan disana karena ulahnya. Ia juga tak mempedulikan beberapa prajurit yang menatapnya aneh dan bingung.

Saat dalam perjalanan kembali ke pavilliunnya dia tak sengaja berpapasan dengan beberapa pelayan tapi Jin Ru berusaha tak menghiraukannya tetapi salah satu pelayan itu mencegatnya lalu mendorong Jin Ru kecil hingga terjatuh, teman-teman dari pelayan itu pun serempak tertawa termasuk pelayan yang mendorong Jin Ru.

"Hahahaha heh sampah, sedang apa kau disini? sudah berani kah kau keluar dari kandang mu itu? hahahaha." ucap seorang pelayan menatap Jin Ru dengan tatapan merendahkan.

HAHAHAHAHA

Terdengar tawa dari pelayan di sekelilingnya, mereka tampak sangat bahagia mendengar ucapan temannya yang merendahkan Jin Ru.

"Oh atau kau sudah tidak kuat lagi dengan siksaan dari kami dan para selir? sudah kami duga kau hanya anak tak berguna yang dibuang oleh kaisar dan permaisuri dan kau selamanya tak akan bisa menang melawan putri Ming Fu Jia" kata pelayan itu diakhiri senyum sinis dan disambung tertawaan dari teman-temannya lagi.

Jin Ru hanya menatap mereka datar dan mengeluarkan sedikit aura intimidasinya yang mengakibatkan para pelayan itu berhenti tertawa dan memegang tengkuknya.

Mereka bertanya-tanya mengapa suasana mendadak menjadi dingin dan mencekam padahal sekarang masih tengah hari.

"Siapa kalian?" tanya Jin Ru tanpa beban yang mengakibatkan para pelayan itu melongo.

"Cih jangan pura-pura lupa kau sampah! ingat, aku ini adalah pelayan kepercayaan selir Mu." kata pelayan selir Mu itu dengan angkuhnya.

"Siapa selir Mu?" kata Jin Ru lagi dan mengundang amarah dari pelayan tadi.

Ayolah, Jin Ru menang benar-benar tidak tau apa yang dibicarakan oleh para pelayan ini.

"KAU!! masih berani kau berpura-pura, dasar sampah pembawa sial." bentak pelayan itu sembari melayangkan tangannya hendak menampar Jin Ru.

Tetapi karena Jin Ru dulunya adalah Agent negara yang memiliki indra dan kecepatan yang tidak diragukan lagi, dia berhasil menangkap tangan pelayan yang hampir mengenai wajahnya lalu memutarnya dan mematahkannya, hingga pelayan itu berteriak kesakitan.

"ARRGHH!! lepaskan sialan! berani sekali kau"

Pelayan kepercayaan selir Mu itu merasa tulang tangannya bergeser, dan itu sangat menyakitkan

"Bin, Moli, Lomu, Soru serang sampah sialan ini, CEPATT!!"

Teman-teman pelayan itupun langsung menyerang kearah Jin Ru yang notabene nya hanya seorang anak kecil yang dianggap tidak berguna dan juga sampah.

Jin Ru yang melihat itu pun tersenyum smirk, lalu...

BUGHHH.....

BUGHHH.....

KRAKKK.....

KRETEKK...

AKKHHH......

STTTT....

BRUAKKK....

UKHUKK....UKHUKK.....

Dalam hitungan menit para pelayan itu tumbang semua dengan luka yang cukup parah bahkan ada yang pingsan (?). Entahlah, mungkin sekarat.

Jin Ru menjambak rambut pelayan yang tadi menghinanya kemudian mematahkan salah satu kakinya.

"Sekarang apakah kau sudah puas bermain-main denganku." kata Jin Ru sambil menyeringai yang membuat pelayan itu ketakutan.

"T-tidak putri hamba mohon j-jangan apa-apakan hamba, hamba berjanji tak akan mengulanginya lagi, mohon maaf putri nubi* salah."

Pelayan itu memohon-mohon dengan ekspresi ketakutan kepada Jin Ru dan itu sukses membuat Jin Ru muak dengan orang semacam itu.

"Cih, diam kau sekarang katakan padaku mengapa kau mengataiku sampah pembawa sial dan mengatakan aku putri?." tanya Jin Ru

Pelayan itu pun terheran-heran dengan anak didepannya ini dan memutuskan bertanya

"Putri mengapa anda bertanya begitu?bukannya putri sudah tau jawabannya?."

Sontak pelayan itu dihadiahi tatapan tajam oleh Jin Ru, pelayan itupun segera menundukkan kepalanya.

"Apa hakmu bertanya padaku? kau hanya seorang pelayan dan tak berhak bertanya" kata Jin Ru sembari mengeluarkan aura intimidasinya sehingga pelayan itu semakin ketakutan.

"M-m-maafkan hamba putri, hamba salah mohon kemurahan hatinya putri." kata pelayan itu sembari membentur-benturkan kepalanya dengan keras ke lantai hingga berdarah.

Jin Ru menghela nafas lelah karena kebiasaan orang-orang zaman kuno yang menurutnya merepotkan dan membuang waktu.

Dia pun menyuruh pelayan itu segera menjawab pertanyaannya.

"P-putri dikatakan sampah karena sewaktu anak-anak seusia putri sudah pandai dalam membaca, menulis, melukis, dan belajar tata krama tapi putri belum bisa apa-apa, bahkan berbicara pun putri masih belum fasih.

..Pendapat itu diperkuat karena putri yang sangat pemalu dan penakut sehingga orang-orang menganggap putri bodoh tak berguna dengan kata lain sampah masyarakat." ucap pelayan itu kemudian menarik napas untuk menstabilkan napasnya.

"Kaisar dan permaisuri yang mendengar pendapat buruk tentang putrinya pun merasa malu dan mengasingkan putri sewaktu berumur 4 tahun ke pavilliun lotus yang merupakan pavilliun terpencil dan tak terawat, bangunan disana sangat sempit tapi wilayah itu memiliki halaman yang sangat luas.

..Setelah semua itu, Kaisar dan permaisuri mengatakan kepada para rakyatnya bahwa putri meninggal dunia karena terkena penyakit mematikan." lanjut pelayan itu menjeda.

Pelayan itu menatap Jin Ru untuk melihat bagaimana reaksinya tapi yang dilihatnya hanya wajah datar Jin Ru.

"Lanjutkan!" gertak Jin Ru karena pelayan itu tak kunjung melanjutkan ceritanya.

"B-baik putri maafkan nubi" gugup pelayan itu kemudian mulai melanjutkan bercerita.

Sungguh, ia sangat takut dengan putri kecil ini sekarang. Dia tampak sangat menakutkan.

"Kaisar maupun permaisuri masih terkadang ke pavilliun tuan putri untuk sekedar menjenguk dan juga memberikan 2 pelayan dan 1 pengawal untuk merawat dan menjaga tuan putri, tetapi para selir dan putrinya sering menyiksa tuan putri. 2 pelayan dan pengawal itulah yang melindungi putri hingga mereka semua mati karena siksaan dari para selir dan putrinya.

..saat berusia 5 tahun tuan putri terjatuh yang mengakibatkan putri mengalami kecacatan dan sejak saat itu yang mulia kaisar dan permaisuri tidak pernah datang lagi walau sekedar untuk menjenguk

..dan mulai saat itu pula para selir dan putra-putrinya semakin gencar menyiksa tuan putri." jelas pelayan itu.

Jin Ru yang mendengarkannya dengan seksama pun kembali bertanya "Jadi begitu, oh ya siapa namaku?"

Pelayan itu semakin terkejut dibuatnya, dia mulai merasa ada yang aneh dengan tuan putri yang satu ini.

Namun pelayan itu segera mengenyahkan pertanyaan itu dari benaknya, pelayan itu lebih memilih menjawab saja daripada mendapat kemarahan putri sampah yang sekarang terlihat sangat mengerikan itu.

"N-nama putri adalah......

.......

.......

.......

...TBC...

*Nubi \= sebutan untuk pelayan pada masa pemerintahan kerajaan di China

...Sudah direvisi ya...

...Thanks for Reading💐....

^^^1585 kata.^^^

1
Adi Sudiro
ada yang tau maksud nya apa?
lebai amat Thor
Eka Haslinda
susah mengingat nya.. wkwkwkkwwk
EL CASANDRA: Jangan diingat-ingat 😂
biar author aja yang pusing mengingatkannya 😝
total 1 replies
Diah Susanti
nemu gambar dimana thor, bagus semua 👍👍👍👍
Diah Susanti
ternyata masih bocil, kukira seumur anak SMP karena bisa ngehajar pelayan
EL CASANDRA: Iya masih bocil😁

maaf ya baru balas, udah lama nggak buka NT karena sempet dihapus (memori penuh).
Belum ada niatan up lagi juga😭🙏🏻
total 1 replies
mecca
tbor kenapa bahasanya terasa aneh sich jd ribet bacanya maaf ya thor klw bisa pake bahasa yg mudah d cerna jgn bahasa ky gini ya thor biar gk pusing bacanya hanya saran thor 🙏
mecca
panjang kali ampe blibet ni bibir bacanya thor hehhehe
mecca
dasar para selir luknut tak punya hati semoga kena batunya nanti hedeuhhhh
mecca
hadir thorrr...semoga ceritanya seru yah..semangattt💪💪💪💪
Mama Muda
bab pertama dah enak nonton nya tiba ke 4 malah ada aku berjalan jalan gmana sih ceritanya ini , up dulu sampe Disi i
Buke Chika
gantung thor smp 2023 belum lanjut
Erika Fata: d tunggu
total 1 replies
Buke Chika
wong so kah
Erika Fata: klau mg dia knpa memanggil nama nya
total 1 replies
Buke Chika
ah lo thor sukanya gantung2 mulu bikin penasaran yg baca
Buke Chika
😀😀😀😀😀san chu anya anya wae
Buke Chika
ais lo thor gantung mulu/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Buke Chika
sampai tamat g thor kira2 putus ditengah jalan
Buke Chika
masuk ceritanya dari alur awal
Buke Chika
suka suka/Drool//Drool//Drool//Drool/
Buke Chika
seru sih tapi nanti klu sudah menyangkut kebucinan gak seru lg krn mirip2 karya orang lain kebanyakan begitu
Buke Chika
seru seru lanjut
Buke Chika
yg kaya ini suka bacanya keren Cewek tangguh gercep
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!