NovelToon NovelToon
Rahasia Tersembunyi Mantan

Rahasia Tersembunyi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:855
Nilai: 5
Nama Author: Penpena

Amira Anastasya, yang setia menunggu janji dari Glen Anggara yang akan segera pulang dalam dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Eropa dan menikahi nya. Namun tidak sesuai dengan ala yang Amira harapkan.

Bertahun-tahun Amira menunggu akan tetapi Glen tidak kunjung datang, bahkan tidak pernah menghubungi Amira setelah satu bulan di Eropa tiba-tiba saja dia menghilang tanpa kabar, dan Amira pun tidak dapat menghubunginya.

Hingga lima tahun kemudian, ketika Amira dibandara dan hendak pergi keluar negeri tanpa sengaja mereka bertemu. Saat itu juga Glen pulang dari luar negeri.

Melihat kepergian Amira, Glen merasa sedih ketika dia hendak menemui Amira tetapi kenapa malah amira pergi keluar negeri dan tidak mau mendengarkan Glen saat itu.

Selama di Indonesia Glen berusaha mencari tahu kehidupan Amira selama ini, apakah dia baik-baik saja selama dia tidak ada atau malah sebaliknya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penpena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Penasaran

"Ketemu siapa?."

"Glen."

"kamu serus?."

"Aku gak mungkin bohong mell, apalagi hal-hal seperti ini."

"Kok bisa?."

"Aku juga gak tahu, tiba-tiba dia ada di bandara semalam."

"Trus, kamu gak sedih kan Mir?." Tanya Melly segan, karena dia tahu kalau Amira sudah sangat membenci Glen, apalagi kalau ketemu Melly bisa membayangkan bagaimana situasi Amira saat itu.

"Gak lah, buat apa juga aku sedih, Mell. Pria seperti dia tidak layak dipikirkan terlalu lama."

"Amira, aku gak mengatakan kamu memikirkan dia. Trus, gimana kemaren? dia melihat kamu juga gak?."

"Bukan hanya melihat, kami malah tidak sengaja tabrakan."

"What?." Melly kaget mendengarnya dan entah kenapa dia merasa senang mendengar hal itu. 

"Kamu kenapa senang seperti itu?."

"Mira, sepertinya kalian memang ditakdirkan untuk bertemu lagi deh."

"Mell, Stop ya!. Gak ada kegituan, kita sudah lama berpisah dan aku sudah memastikan tidak ada hubungan lagi sama dia."

"Tapi, Mir. Coba deh bayangin, kenapa coba kalian tanpa sengaja harus tabrakan kayak gitu?. Kalau bukan takdir apalagi coba namanya?, biasanya ya di Film-film dan Novel kejadian seperti itu pada akhirnya akan bersatu." Tutur Melly sangat percaya kalau itu adalah takdir.

Amira menghema nafasnya kesal, merasa salah menceritakan hal itu kepada Melly pasti selalu dikait-kaitkan dengan dunia Fiksi yang ia baca dan tonton selama ini. 

"Sayangnya hidupku bukan Novel, Mell. berhenti deh menyangkut pautkan hal itu."

"Tapi entah kenapa, aku merasa kalau kalian akan bersatu lagi, Mir."

"Jangan sampai deh, aku gak akan mau lagi. Karna apa yang sudah dia lakuin selama ini ke aku tidak bisa aku terima semudah itu Mell, coba kamu bayangin bertahun-tahun dia gak pernah mengabari aku, bahkan dia melupakan janjinya yang akan segera pulang dan menikah dengan ku. Dan sekarang tiba-tiba dia muncul?."

Melly memikirkannya, dia menganggap apa yang Amira rasakan sangat tidak mudah untuk diterima. Tapi entah kenapa dia merasa kalau Glen tidak benar-benar sengaja melakukannya.

"Aku paham perasaan kamu, Mir. Dia memang brengsek. Tapi kalau boleh jujur, entah kenapa aku merasa kalau dia melakukan ini bukan karna kemauannya, Mir. Aku rasa ada satu hal yang membuat Glen harus melakukan ini."

"Gak ada, Mell. Kamu jangan berusaha membela dia ya." Ketus Amira kesal.

"Hahaha, Baik lah-baiklah. Teman ku yang paling benar. Yasudah sekarang mending kamu membersikan badan mu dulu, sementara aku mempersiapkan makan malam untuk kita."

"Baik lah, Melly memang yang terbaik." Puji Amira.

"Pasti dong." Balasnya tersenyum.

Lalu Amira memilih untuk ergi mandi, badannya rasanya sudah lengket karena diperjalanan hampir satu harian. Setelah selesai mandi dia berniat membantu Melly mempersiapkan makan malam untuk mereka berdua. 

"Wah, sudah lama sekali aku gak mencicipi masakan buatan mu, Mel."

"Haha, pasti kamu kangen masakan chef terbaik ini kan?." 

"Iya lagi, ada yang bisa aku bantu gak?."

"Gak perlu, Mir. Kamu duduk ajah, dua menit lagi sudah selesai kok." 

"Oke, baik lah Chef."

Melly memang sangat pintar memasak, dan selalu bersemangat memasak untuk keluarga maupun teman-temannya. Karna itu dia mempunya bisnis restoran di New Zealand.

"Ini dia, sudah selesai." UCap Melly bersemangat dan menghidangkan makanan malam roast lamb dengan saus gravy dan juga kentang panggang serta sayuran-sayuran tentunya.

"Uwaww, aroma nya sangat mengundang selera makan ku, apa aku sudah bisa memakannya?." Tanya Amira tidak sabaran.

"Silahkan Nona." Ucap Melly bak seorang pelayan.

"Eumm, masakan kamu ter Good sih sepanjang sejarah." Puji Mira berkali-kali.

"Akh, yang bener?."

"Iya, sudah seperti makanan restoran bintang lima, gak salah sih bisnis restoran kamu meningkat terus Income nya."

"hahaha, Amin."

"Oh iya, Mell. apa ada orang lain tinggal dirumah ini selain kamu?."

Melly bingung, kenapa Amira menanyakan hal itu.

"Enggak, emang kenapa?."

"Oh, cuman nanya ajah. Berarti selama ini kamu tinggal sendiri ya, Kayaknya enak deh tinggal sendiri ditempat nyaman seperti ini."

Melly tersenyum "Bukannya di Indonesia kamu tinggal sendiri juga?."

"Iya sih, tapi kan beda banget. Dari polusi udaranya, cuacanya yang terus panas dan banyak debu. Disini sejuk banget gak banyak polusi udara, bahkan tadi aku lihat rumanya gak mepet-mepet seperti Jakarta, hadeh." Keluhnya.

"Yasudah pindah sini ajah, Mir." Saran Melly terkekeh.

"Pengennya sih, tapi gimana kerjaan aku di jakarta."

"Oh iya, Mir. aku mau nanya."

"Apa?." Tanya Amira sambil menikmati makanannya.

"kalau semisal suatu saat nanti Gle minta kalian bersatu lagi, kamu mau terima gak?."

Amira terdiam dan berpikir, sebenarnya dari perlakuan Glen selama ini dia sangat tidak ingin lagi bersatu sama Glen, dia sudah sangat menyakiti hati Amira. Penungguan selama lima tahun tidak lah singkat apalagi selama itu dia tidak pernah menghubungi Amira. Perasaan Amira sudah mulai memudar. Namun dia masih berharap penjelasan dari Glen kenapa dia menghilang selama itu.

"Kayaknya enggak deh, Mel."

"Tapi kenapa?."

"Yah, seperti yang aku bilang. Dia itu sudah sangat menyakiti hatiku Mel, dan perasaan ku padanya sudah tidak ada lagi. Dan kalaupun dia berusaha untuk meminta balik sama aku, sepertinya akan aku tolak." Tuturnya.

Melly hanya mengangguk-angguk saja, paham dengan apa yang Amira rasakan.

"Sabar ya Mir."

"Aku sudah sangat sabar, Mell."

"Iya-iya aku tahu. oh iya udah larut nih, sebaiknya kamu istirahat Mir, Aku kasihan sama badan kamu pasti sangat kecapean kurang tidur."

"Iya nih, badan ku rasanya pegal banget. dipesawat aku gak bisa tidur. Aku beresin ini dulu deh baru tidur." Ucapnya beranjak dari tempat duduknya untuk membereskan piring-piringnya.

"eh, No no no Mir, biar aku ajah. sekarang kamu kekamar ajah ya, istirahat. Ini semua biar aku yang mengurus."

"Gak papa Mell, kamu udah cape masak tadi biar aku bantu."

"Gak perli, Mir. serius deh."

"Yang bener."

"hem." Ucap Melly mengangguk iklas.

"Baik lah, kamu memang teman yang sangat perhatian." Ucap Amira gemas mencubit kedua pipi Melly. dan membuat Melly tersenyum senang.

Sesampai dikamar, Amira merebahkan badannya di kasur dan sangat merasa lega. 

"Hadehh, akhirnya. Kasur ini empuk juga." Ucapnya menikmati ke empukan kasur tersebut. Tidak lama memeramkan matanya Amira kembali membuka matanya karena menyadari belum mengeluarkan barang-barangnya dari koper. karena disini dia akan menghabiskan waktu selama dua minggu, alangkah lebih baiknya dia mengeluarkan barang-barangnya saja supaya tidak kesulitan untuk mencari sesuatu.

Setelah menyusun Skincare nya di meja, ia lalu menyusun bajunya dilemari. Dan ketika membuka lemari ia melihat satu pasang pakaian disana tergantung. Amira memperhatikannya detail dan seperti pakaian pria. 

"Kok ada pakaian Pria disini?. Gak mungkin punya Melly kan?. Mungkin punya pacarnya kali." Ucapnya setelah menebak-nebak. Lalu Amira menyimpan pakaiannya di lemari sebelahnya, karena pakaiannya tidak terlalu banyak jadi sudah cukup.

"Akhirnya, sekarang aku bisa tidur pulas malam ini." Ucapnya lega dan kembali beranjak ketempat tidur, dan dengan cepat dia benar saja terlelap. Kelihatan kalau badannya memang sudah selelah itu.

Malam yang penuh mimpi indah kini berlalu dan mentari pagi menyapa bumi dengan sinarnya yang hangat ikut menerangi kamar Amira yang tadinya remang-remang. Amira bangun sambil meregangkan otot-ototnya lalu melihat jam dinding yang menunjukkan jam sembilan pagi. 

"Astaga, sangking enaknya tidur aku sampai kesiangan bangun." Ucapnya lalu bergegas menyuci muka nya.

Setelah selesai dia berniat keluar kamar dan pergi kedapur karna mendengar suara orang yang sedang memasak.

"Pagi Mell." Sapa Amira menuju Dispenser untuk minum

"Wah-wah, sudah bangun."

" Aku kesiangan, kenapa kamu gak bangunin aku?."

"Haha, Tadinya mau banginin, tapi aku lihat kamu tidur nya nyenyak sekali. karna aku gak mau kamu keholangan mimpi indah mu itu, jadi aku mengurungkan niat ku memabnguni."

Amira hanya mengerutkan mulutnya saja. 

"Kamu masak apa?."

"Aku masak yang sederhana ajah, Roti panggang untuk serapan pagi kita."

"Wahh, rajin sekali teman ku ini."

"Harus dong, kamu itu teman sekaligus tamu di rumah ku, jadi aku harus memberikan yang terbaik."

"hahaha, oh iya Mell. Kamu punya pacar kah?." Tanya Amira penasaran.

Seketika Melly terpaku, kenapa Amir tiba-tiba menanyakan hal itu.

"Enggak, aku gak punya."

"Ah, yang bener kamu?."

"Hem, bener. emang kenapa? kenapa kamu bertanya tiba-tiba?."

"Aku pikir kamu punya pacar dan sering menginap disini."

Melly terlihat kaku, dia bingung dengan maksud Amira mengatakan hal itu.

"Soalnya semalam pas aku memasukkan baju kelemari, ada baju Pria. gak mungkin pakaian mu kan?." 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!