NovelToon NovelToon
999 ISYARAT CINTA

999 ISYARAT CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:556
Nilai: 5
Nama Author: Agung Khan

Bercerita tentang Kisah cinta Beda usua.
Bandung, pria berusia empat puluh tahun, telah lama menutup hatinya setelah masa lalu yang pahit membuatnya percaya bahwa cinta bukan lagi bagian dari hidupnya. Hingga ia bertemu Luna, guru muda berusia dua puluh empat tahun yang masih memiliki seorang tunangan. Pertemuan mereka perlahan menumbuhkan benih cinta yang tak pernah mereka akui. Saat akhirnya Bandung menyatakan perasaannya, Luna hanya mengangguk dan memberikan satu syarat: buktikan cintamu dengan seribu kata cinta dalam tiga bulan. Bandung pun memulai tantangan itu, meski ia tak pandai merangkai kata romantis. Namun setelah mengirim kata cinta ke-999, Luna tiba-tiba menghilang tanpa membaca atau membalas pesan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUNANGAN YANG SOMBONG

Di pintu penjemputan penumpang bandara, Topan sudah mondar-mandir sejak tadi. Wajahnya terlihat gelisah. Berkali-kali dia melihat arlojinya, kemudian memeriksa layar ponselnya, lalu kembali menatap pintu keluar penumpang.

Hampir satu jam berlalu.

Hingga akhirnya terdengar suara dari pengeras suara yang mengumumkan bahwa pesawat yang ditunggu-tunggu telah mendarat.

Satu per satu penumpang mulai keluar dari pintu kedatangan.

Hingga akhirnya, seorang wanita cantik dengan jaket tebal dan panjang terlihat menarik sebuah koper.

Topan langsung mengenalinya.

“Luna! Gue di sini!”

Luna baru saja menyelesaikan kuliahnya di luar negeri. Hari ini adalah hari kepulangannya ke Indonesia. Sebagai tunangannya, Topan sudah menunggu sejak tadi di bandara untuk menjemputnya.

Melihat Topan melambaikan tangan, Luna segera mempercepat langkahnya.

Topan membuka kedua tangannya, hendak memeluk Luna.

Namun Luna justru menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Ya ampun, Luna. Udah hampir enam bulan kita tunangan, tapi lo masih aja nggak mau gue peluk.”

Luna tersenyum kecil.

“Ingat ya, Topan. Kita ini cuma dijodohkan. Jadi jangan berharap macam-macam dari gue.”

Topan menganggukkan kepala.

“Iya, iya. Kita cuma dijodohkan. Tapi nanti juga lo bakal jadi istri gue.”

Luna berjalan melewatinya sambil menjawab santai.

“Belum tentu juga. Kalau misalnya lo nggak baik sama gue, gue juga ogah.”

Topan mengernyitkan dahi.

“Emangnya ada cowok lain yang lebih baik dari gue? Gue punya segalanya, loh.”

“Udah, udah. Nggak usah ngebahas itu. Sekarang gue capek banget. Ayo buruan anterin gue pulang.”

Topan mengangguk dan segera mempercepat langkahnya.

Kali ini Luna berjalan di belakangnya sambil menarik koper.

Dalam hati dia bergumam.

Gimana gue mau suka sama elo? Perhatian aja nggak. Masa iya orang yang bakal mendampingi gue seumur hidup tega ngebiarin gue nyeret koper dalam kondisi kelelahan kayak gini?

Luna menggelengkan kepalanya perlahan, lalu mempercepat langkah untuk menyusul Topan.

Sesampainya di parkiran bandara, Topan langsung masuk ke mobil Mercedes hitam kesayangannya.

Luna masih berdiri di tempat.

Melihat Luna hanya diam, Topan segera memanggilnya.

“Buruan masuk, Luna. Katanya lo udah capek dan pengen segera sampai rumah.”

Luna merengutkan wajahnya.

Dalam hati dia kembali menggerutu.

Wah, parah nih cowok. Bener-bener nggak punya empati sama calon istrinya.

Luna membuka bagasi dan memasukkan kopernya. Setelah itu, dia membuka pintu di sisi penumpang dan duduk di sebelah Topan.

“Pakai sabuk pengamannya, Luna.”

Tanpa menjawab, Luna langsung mengaitkan sabuk pengaman ke tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, mereka tiba di halaman rumah Luna.

Luna membuka pintu mobil dan segera turun. Dia mengambil kopernya dari bagasi, lalu berjalan masuk ke rumah.

Dari dalam mobil, Topan melambaikan tangan.

“Gue langsung pulang ya, Luna. Gue masih ada urusan.”

Luna tidak menjawab. Dia terus melangkah masuk.

Kedua orang tuanya langsung menyambut kepulangannya.

Mereka memeluk putri kesayangan mereka dengan penuh kerinduan. Seorang asisten rumah tangga segera mengambil koper Luna dan membawanya ke kamar.

Sementara itu, Luna dan kedua orang tuanya duduk di ruang tamu.

Malam itu mereka berbincang cukup lama, membicarakan banyak hal tentang kehidupan Luna selama berada di luar negeri.

Beberapa hari kemudian.

Pagi mulai menyinari bumi ketika sebuah mobil Mercedes hitam sudah terparkir di halaman rumah Luna.

Topan kembali datang menjemput.

Hari ini dia akan mengantarkan Luna ke tempat kerja barunya.

Luna keluar dari rumah dengan pakaian rapi dan sebuah tas di lengannya.

Dari dalam mobil, Topan langsung berseru.

“Buruan, Luna! Katanya lo mau kerja. Ini kan hari pertama lo. Jangan sampai telat!”

Luna merengutkan wajah.

“Biasa aja, sih. Perasaan lo nggak pernah santai. Selalu buru-buru.”

“Ya, ini kan demi kebaikan lo juga, Luna.”

Luna masuk ke dalam mobil dan mengenakan sabuk pengaman.

Namun belum sempat dia menyandarkan tubuhnya dengan nyaman, Topan sudah mulai berceramah.

“Sebenarnya apa sih yang ada di pikiran lo, Luna? Jauh-jauh kuliah ke luar negeri, bukannya kerja di kantor bokap lo, malah milih ngajar di SD kumuh kayak begitu.”

Luna menoleh.

“Kok lo ngomongnya gitu, sih, Topan? Gue kan pengen coba mandiri dulu. Lagian perusahaan bokap gue sudah pasti nanti gue yang nerusin. Tapi gue juga harus punya pengalaman hidup dulu.”

“Ya udah, terserah lo. Kalau emang lo nggak mau dengerin omongan gue, tanggung sendiri akibatnya.”

Luna hanya menghela napas.

Dia kemudian memasang headset di telinganya, lalu menutupinya dengan kerudung.

Sementara Topan masih terus memberikan berbagai nasihat, Luna memilih tidak menanggapinya.

Tak lama kemudian, mobil memasuki area parkir sebuah sekolah dasar yang berada di kawasan permukiman masyarakat kurang mampu.

Luna turun dari mobil.

Namun dari dalam mobil, Topan masih sempat melanjutkan ceramahnya.

“Ya udah, sana. Cari pengalaman hidup. Ntar tahu-tahu perusahaan lo disabotase orang, baru tahu rasa lo!”

Luna tidak menjawab.

Dia hanya melangkah meninggalkan Topan yang masih mengoceh sendirian di dalam mobil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!