NovelToon NovelToon
Su Yu Memberontak Takdir

Su Yu Memberontak Takdir

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Action / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Dia bukan siapa-siapa di keluarganya sendiri. Dihina, dipukul, dan dianggap sampah oleh adik kandungnya sendiri, Su Yu hanya punya satu harga diri tersisa: kepatuhan. Ketika ia diperintahkan masuk ke Hutan Kelabu yang mematikan untuk mencari Tanduk Rusa Malam, ia tidak punya pilihan selain menurut.

Namun di dalam hutan, ia menyaksikan pertarungan antara dua makhluk dahsyat yang seharusnya tidak pernah ia lihat. Ketika seorang peri cantik terjatuh tak berdaya di hadapannya, Su Yu dihadapkan pada pilihan sederhana: pergi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawanya untuk orang asing.

Ia memilih yang kedua.

Tanpa disadarinya, satu tindakan kecil itu akan mengubah takdirnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Pertarungan di Kedalaman Hutan

Tepat pada siang hari, Su Yu tiba di pinggir Hutan Kelabu. Jubah abu-abunya yang compang-camping sedikit berkibar terkena angin yang berhembus dari dalam hutan. Ia berdiri mematung sejenak di batas pepohonan, menatap kabut tebal yang menggulung di antara batang-batang tua.

"Tempat ini..." Ia menelan ludah dengan susah payah. "Bahkan kultivator Kota Yunwu jarang berani masuk."

Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. Setiap tahun, pasti ada saja penduduk kota yang mencoba peruntungan di tempat ini, dan setiap tahun pula kabar kematian mereka menyebar dari mulut ke mulut. Su Yu tahu risiko itu. Tetapi perintah sudah diberikan, tidak ada ruang baginya untuk menolak.

Su Yu menghela napas, pandangannya menyapu tanah di sekelilingnya, mencari sesuatu yang bisa dijadikan pegangan. Setelah menemukan sebatang ranting kayu lurus yang cukup panjang, ia memungutnya dan menggenggamnya di tangan kanan.

"Ini cukup untuk menjaga keseimbangan," gumamnya pelan sembari melangkah memasuki hutan.

Begitu kakinya melewati batas pepohonan, hawa dingin yang mencekam segera menyambutnya. Kabut abu-abu menutupi seluruh area, membuat jarak pandang menjadi sangat pendek. Su Yu hanya bisa melihat beberapa langkah di hadapannya, namun ia terus menembus kabut tanpa berhenti.

Waktu berlalu.

Setelah satu jam menembus hutan, akhirnya ia tiba di kedalaman hutan.

Di sini, kabut tidak lagi menutupi pandangan. Entah mengapa, bagian dalam hutan justru terlihat jelas. Bukit-bukit menjulang seperti duri-duri raksasa yang mencuat dari tanah, menciptakan pemandangan yang asing sekaligus menakutkan.

Su Yu menyapu pandangannya ke seluruh penjuru. Tidak ada tanda-tanda kabut di sini, seolah-olah ada kekuatan tertentu yang menahan kabut di bagian luar.

Tiba-tiba, matanya menangkap sesuatu.

Di seberang anak sungai, seekor rusa besar berdiri dengan tanduk yang berkilau lembut seperti perak. Tubuhnya memancarkan cahaya redup berwarna hitam kebiruan, sesuai dengan sebutannya sebagai Rusa Malam. Su Yu menahan napas saat mengetahui targetnya.

Ia mulai berjalan mengendap-endap ke arah anak sungai, berusaha tidak menimbulkan suara. Baru tiga langkah ia ambil...

BOOOMM!

Ledakan dahsyat mengguncang area sekitar. Tanah di bawah kakinya bergetar hebat hingga membuat Su Yu terjatuh terduduk. Rusa itu langsung mengangkat kepalanya, lalu melesat pergi ke balik bukit dalam sekejap.

"Aduh..." Su Yu meringis sambil menahan sakit di bokongnya. "Rusanya... pergi."

Namun ia segera tersadar dengan suara sebelumnya. Ia segera bangkit dan mengedarkan pandangan. Bunyi apa yang mengguncang tanah tadi? Jantungnya mulai berdebar lebih kencang, tetapi ia memaksakan diri untuk tetap tenang.

Setelah beberapa saat memindai sekeliling, matanya berhenti pada satu titik.

Puluhan zhang dari posisinya, seorang wanita terbang di ketinggian. Gaunnya berwarna putih bersih, rambut hitamnya panjang tergerai diterpa angin, dan sebilah pedang tergenggam di tangannya. Sosoknya seperti dewi yang turun dari langit, memancarkan aura yang tidak mampu dipahami Su Yu.

Dua puluh zhang dari wanita itu, seekor burung raksasa berwarna biru mengepakkan sayapnya dengan cepat. Kedua makhluk itu sedang berhadapan, dan tidak diragukan lagi... bahwa merekalah sumber ledakan tadi.

"Peri Cangle, menyerahlah dan jadilah santapanku!" Suara burung itu menggema keras di udara, terdengar seperti raungan yang membelah langit.

Wanita itu, Peri Cangle, mendengus dingin. "Dasar makhluk kecil. Jangan berpikir bisa menindasku meskipun aku sedang terluka."

Su Yu menelan ludah dengan susah payah. 'Tubuh terbang... tingkatan apa yang dimiliki kedua makhluk itu?'

Peri Cangle kemudian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Jari tangan kirinya mengusap permukaan bilah dengan gerakan perlahan dan penuh makna. Di atas kepalanya, lingkaran formasi besar mulai terbentuk, berputar dengan cahaya yang semakin terang.

Sementara itu, burung biru itu mengepakkan sayapnya semakin cepat. Di atas kepalanya, formasi lain ikut terbentuk dengan warna biru gelap yang berkilau seperti sisik ular.

"Kau pikir formasi sekecil itu bisa menghentikanku?" Raung burung itu dengan nada merendahkan. "Aku akan melahapmu beserta seluruh esensimu!"

"Kau terlalu banyak bicara untuk seekor burung," jawab Peri Cangle tanpa mengalihkan pandangan dari pedangnya.

Dari formasi wanita itu, seekor naga putih muncul dengan tubuh yang berkilau seperti kristal. Makhluk ilusi itu mengaung keras dan melesat ke arah burung biru dengan kecepatan luar biasa.

Dari formasi burung itu, seekor ular biru raksasa keluar dan melesat cepat ke arah naga putih.

Su Yu langsung menutup kedua telinganya dengan tangan. Matanya tetap terpaku pada pertarungan di atas sana, tetapi tubuhnya bergetar halus. Ia tahu bahwa apa pun yang terjadi selanjutnya, dirinya harus siap berlari.

Kedua serangan itu saling mendekat. Jarak di antara mereka menyempit dengan cepat. Setelah jarak tinggal sejengkal...

BZZZRTTT!

Percikan energi spiritual tercipta dari titik temu kedua serangan. Gelombang fluktuasi energi menyebar ke segala arah, mendorong udara hingga pepohonan di sekitar bergoyang keras.

"Jangan berharap bisa menang!" Raung burung itu sambil mengepakkan sayapnya lebih kuat.

Kekuatan serangannya bertambah besar, menekan naga putih itu perlahan ke belakang. Peri Cangle menggigit bibirnya sendiri hingga terlihat jelas rahangnya mengeras.

"Dasar tidak tahu diri. Kalau begitu... aku akan keluarkan semuanya." Suara wanita itu lebih rendah, tetapi terdengar penuh tekad.

Ia kemudian mengorbankan esensi darahnya. Setetes darah merah keluar dari mulutnya, menyentuh bilah pedang, dan seketika kekuatan serangannya melonjak drastis. Naga putih itu mengaung lebih keras dan mendorong balik ular biru tersebut.

Pada saat itu kekuatan kembali berimbang. Kedua makhluk ilusi itu saling menekan tanpa ada yang mundur. Tidak lama kemudian, kedua serangan itu mencapai batasnya dan meledak bersamaan.

DUAAARR!

Ledakan itu begitu dahsyat. Puncak bukit di sekitar mereka hancur dan batu-batu besar terlempar ke segala arah. Su Yu langsung terjatuh lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya, tubuhnya membentur tanah dengan sakit yang menusuk.

Namun dengan cepat dan penuh kewaspadaan, ia bangkit dan berlari menjauh.

Bam!

Sebuah batu besar menghantam tepat di tempatnya berdiri tadi. Su Yu berbalik dan menatap batu itu dengan mata melebar. Jantungnya berdetak kencang, tetapi ia tidak berteriak. Ia hanya menggertakkan giginya dan mempercepat langkah.

Ia kemudian bersembunyi di balik sebongkah batu besar untuk menghindari batu-batu lain yang masih berjatuhan. Beberapa saat kemudian, setelah suara benturan mulai mereda, ia keluar dari persembunyiannya dan menengadah ke atas.

Langit kini kosong. Tidak ada wanita berbaju putih ataupun burung biru raksasa. Hanya tersisa debu dan sisa-sisa energi yang perlahan memudar.

"Ke mana mereka..." Su Yu bergumam lirih sambil menyapu pandangannya ke sekitar.

Dengan ragu, ia melangkah mendekati anak sungai. Setelah memastikan tidak ada bahaya langsung, ia menyeberanginya dengan hati-hati. Airnya dingin menusuk, tetapi ia terus berjalan sampai tiba di seberang.

Setelah menyebrangi anak sungai, ia melangkah perlahan-lahan mendekati titik pertarungan tadi. Area itu kini dipenuhi batu-batu pecah dan tanah yang terkelupas. Beberapa pohon tumbang dengan akar-akar yang mencuat ke udara.

Setelah berjalan cukup lama, Su Yu tiba di lokasi tersebut. Tetapi tidak ada apa pun di sana.

"Dimana mereka?" Su Yu berbisik pada dirinya sendiri.

Ia mulai mengelilingi area sekitar dengan langkah pelan dan waspada. Kedua tangannya masih menggenggam ranting kayu, sementara matanya terus memindai setiap sudut.

Sekitar puluhan zhang dari titik pertarungan, ia menemukan sebuah kolam jernih yang airnya memantulkan cahaya seperti cermin. Di samping kolam itu, tubuh wanita berbaju putih terbaring tidak sadarkan diri. Luka-luka terlihat jelas di beberapa bagian tubuhnya, dan darah mengalir dari sudut bibirnya.

Su Yu menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan burung mengerikan itu tidak muncul tiba-tiba dan menerkamnya. Setelah dirasa aman, ia berlutut di samping tubuh wanita itu.

Su Yu menatap wajah wanita itu dalam diam. Napasnya tertahan sejenak. Wanita itu terlalu cantik, bahkan dalam keadaan terluka dan tidak berdaya sekalipun. Ia menggeleng pelan, kemudian menunduk.

"Aku tidak seharusnya peduli..." Su Yu berbisik lirih. "Tapi dia butuh pertolongan."

Keraguan melandanya beberapa saat. Ia menoleh ke arah anak sungai, lalu kembali menatap wanita itu. Jika ia pergi sekarang, ia bisa melanjutkan pencarian Tanduk Rusa Malam. Tetapi jika ia pergi, wanita ini mungkin akan mati.

Beberapa saat kemudian, ia mengambil keputusan.

Perlahan, ia mengangkat tubuh wanita itu dengan hati-hati. Satu tangannya menyangga punggung, sementara tangan lainnya menopang lutut.

"Maafkan kelancanganku, nona..." Su Yu berbisik dengan suara nyaris tidak terdengar. "Aku hanya ingin membawamu ke tempat yang lebih aman."

Setelah berhasil mengangkat tubuh itu, ia berjalan menjauh dari kolam. Ia tidak tahu ke mana harus pergi, tetapi yang jelas ia harus menemukan tempat yang aman.

Langkahnya pelan tetapi pasti, menembus hutan yang kembali diselimuti kabut tipis. Sementara itu, kesadarannya tetap terjaga penuh. Jika burung itu muncul, ia tidak akan punya kesempatan untuk melawan.

"Saya mohon..." Su Yu berbisik tanpa menoleh ke belakang. "Jangan mati."

1
dede eti wahyuni
aneh serangan bisa belok jadi ......pindah judul ah
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
misteri lahar panas/Proud/
septian arista
aduh aku juga bingung Kak Kenapa beberapa karya novelmu yang baru ini seperti kurang peminatnya
padahal Kalau menurut aku secara pribadi sih karya-karya dari Kakak ini sangat menarik dan juga bagus ceritanya🥺🥺🥺
septian arista: nggak apa-apa
tetap semangat dan semoga selalu sehat Kak
ditunggu Karya yang terbaru lagi dan semoga yang baru nanti banyak mendapatkan atensi dan apresiasi dari para pembaca👍👍👍
total 4 replies
septian arista
Apakah ikan itu nantinya akan berevolusi seiring dengan bertambahnya ranah kultivasi dari sang tokoh utama
septian arista
apa yang tersimpan di dalam lahar tersebut
pastinya itu adalah sesuatu yang bisa membantu untuk meningkatkan kekuatan
Marun Ka
Semangat Thor!!
AAAAAA: Ya... terimakasih🙏
total 1 replies
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
koki 👻
Ilham Yono
menanam kebaikan👍
Ilham Yono
good
Ilham Yono
good choice
Fajar Fathur rizky
thor tolong di buat nanti suyu punya tubuh klone seperti xuhao thor bikin nanti alur cerita tubuh klone menolong seseorang yang mempunyai hubungan dengan keluarga istrinya suyu
Ilham Yono
sikat/Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver//Cleaver/👻☠️
Ilham Yono
bantai
Ilham Yono
👻👻👻👻☠️
Ilham Yono
sikat☠️⚔️👻
septian arista
pasti dia akan mendapatkan apa yang dia mau👍👍👍
septian arista
Apakah dia akan segera membalas dendam kepada klannya ataukah menahan diri dulu sambil meningkatkan kekuatan lalu menghancurkan seluruh Klan yang telah menyiksanya selama bertahun-tahun
septian arista
bagus memiliki perkembangan kultivasi yang cepat dan dengan cara yang berbeda dengan cultivator biasa👍👍👍
AAAAAA: Betul sekali/Angry//Determined/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!