"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
Serena ada acara di suatu perusahaan ternama, dirinya sudah bersiap sejak pagi dan berniat berangkat lebih awal supaya tidak kena macet di jalan. Baru juga mau masuk lift dirinya bertemu kembali dengan laki-laki itu yang dia panggil "Pak Tua".
"Selamat pagi Queen"-sapa Narendra dengan lembut dan senyuman tipis-
"Ohhh...pagi juga Pak Tua"-tersenyum manis di hadapan Narendra-
"Rapi banget? Mau kemana? Mau saya antar?"-tawarnya lembut-
"Nggak usah kepo deh!! Bisa pergi sendiri aku"-bergegas keluar dari lift setelah terbuka lebar-
Gadis itu langsung berlari keluar apartemen dan bergegas menuju tempat acara, sedangkan di lantai dasar sudah ada Viktor dan orang-orang Narendra yang sudah menunggunya.
Viktor hanya melihat sekilas Serena keluar apartemen dengan terburu-buru, jadi dia tidak terlalu begitu memperhatikan kepergian Serena.
"Akhirnya sampai juga di tempat ini"-menatap gedung yang menjulang tinggi di hadapannya-
"Banyak juga yang jaga yaa? Ina kantor keuangan apa gimana sih?!!"-menatap heran banyak bodyguard di seluruh gedung-
"Selamat pagi Nona? Ada yang bisa saya bantu?"-salah satu bodyguard menghampiri dirinya-
"Ohh...pagi! Saya ada acara pameran fashion di gedung Oliver Sky Media"-jelasnya sambil menunjukkan undangan di ponselnya-
"Ada di lantai 10 Nona...silahkan"-jelas bodyguard dengan tersenyum ramah-
Beberapa menit setelah Serena masuk, mobil Narendra dan para bodyguard nya datang dan berhenti tepat di pintu masuk gedung perusahaan. Narendra juga akan menghadiri acara pameran itu, hanya untuk meresmikan acaranya saja. Selebihnya sudah dia serahkan ke staff untuk mengurus semuanya sampai selesai.
"Selamat datang Tuan Naren"-hormat semua bodyguard yang ada di hadapannya-
"Mulai jam berapa acaranya?"-tanya Naren tanpa menoleh sedikitpun-
"Jam 9 Tuan...masih ada waktu cukup banyak untuk melakukan hal lain"-jelas sekertaris perusahaan-
"Aku mau bersantai di ruangan ku! Jangan biarkan siapapun masuk tanpa seijin ku!!!"-menatap tajam ke arah Viktor-
Ruangan Narendra sendiri ada di lantai 20, setiap orang yang akan bertemu dengannya harus membuat janji terlebih dahulu. Seluruh lantai adalah miliknya dan hanya dengan ijinnya baru bisa masuk ke lantai 20.
Tanpa sengaja Serena berjalan keliling perusahaan dari satu lantai ke lantai lainnya. Dirinya sampai di lantai 20 dimana seluruh tempat itu dalam kuasa Narendra.
"Wahh...biasanya simple banget yaa"-gumamnya melihat hiasan dinding ruangan Narendra-
"Lebih banyak warna hitamnya...nggak menarik deh!!"-ucapnya sambil berjalan santai-
Narendra yang melepas jasnya dan kemeja panjang yang digulung sampai siku dengan 3 kancing kemeja bagian atas dibuka, sehingga menunjukkan bagian dadanya yang sangat sixpack.
Serena berjalan melewati ruangannya dengan santai, karena bagian depan kaca bening jadi Narendra melihat bayangan Serena yang berdiri tidak jauh dari ruangannya.
"Siapa itu!!"-mengepalkan tangannya-
Narendra melihat cctv ruangannya, dirinya melihat jika itu adalah anak kecil yang memanggilnya Pak Tua.
"Ruang CEO?!!"-ucapnya pelan membaca tulisan di atas pintu ruangan Narendra-
"Tapi kok kelihatan sepi yaa?!!"-gumamnya sambil menopang dagunya-
Baru saja Narendra akan membuka pintu, Serena sudah pergi menjauh dari ruangan itu, dirinya bisa melihat punggung gadis kecil itu dari kejauhan.
"Ada urusan apa disini?!!"-ucapnya penasaran-
Serena kembali lagi ke lantai 10 karena acaranya akan dimulai dan dia menjadi salah satu donatur untuk acara bergengsi itu dengan menggunakan nama samaran.
"Mari kita sambut CEO kita!!"
"Tuan Narendra!! Beri tepuk tangan semuanya!!"-ucap MC acara-
Semua orang tampak antusias menyambut kehadiran CEO tampan itu, banyak juga yang saling berbisik membicarakan ketampanan dan sikapnya yang dingin. Sedangkan Rena tidak begitu peduli dengan obrolan mereka. Dirinya terkejut melihat siapa CEO perusahaan Oliver itu.
"Lhoo dia kan? Pak Tua itu yaa?!!"-ucapnya pelan-
"Dia CEO perusahaan ini?!"-gumamnya sendiri sambil menatap tak percaya-
"Ahh...bodo amatlah!! Nggak peduli juga!!"-sibuk dengan ponselnya-
Naren mulai memberikan sambutannya, dia melihat semua orang yang datang ke acara itu, pandangannya tertuju pada gadis yang tak asing lagi baginya. Yaa...dia adalah Rena yang sangat suka bicara asal dengannya.
"Jadi dia ikut acara ini?"-gumamnya dan sudut bibirnya terangkat tipis-
"Dari perusahaan mana dia?!"-gumamnya penasaran-
Viktor menyadari pandangan Naren terlihat berbeda, dirinya mengikuti arah pandangan mata Bosnya itu dan berakhir di Rena yang duduk santai sambil sesekali tersenyum.
"Dia?!!! Ikut acara ini juga?!!!"-gumamnya sambil sesekali melirik ke arah Rena-
Narendra sudah selesai memberi sambutan dan langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan itu untuk kembali ke ruangannya. Sebelum pergi dirinya sempat melihat ke arah Rena dengan senyum tipis di sudut bibirnya.
___________________________________________
"Kita bertemu kembali Nona"-mendekati Serena dan tersenyum tipis-
"Ehh....nggak usah dekat-dekat dong!! Geser sana!"-mendorong badan Naren menjauh darinya-
"Ikut pameran juga? Atau cuman sebagai tamu undangan aja?!"-tanyanya lembut dengan senyuman yang ramah-
"Bukan urusan kamu Pak Tua!!"-bisiknya ke Naren sambil menarik lengan bajunya-
Bukannya marah justru Narendra tertawa kecil melihat tingkah Rena yang menggemaskan baginya. Tanpa takut gadis itu menarik lengan baju seorang CEO, tak hanya itu masih saja dia memanggilnya Pak Tua.
"Malah ketawa!! Gimana sih?!!"-menatap heran ke arah Naren-
"Kamu gemesin tau nggak"-membelai rambut Serena-
"Ihhhh....nggak usah pegang-pegang!!"-menepis tangan Narendra-
"Pegang tuh rambut kamu sendiri"-mengarahkan tangan Naren untuk membelai rambutnya sendiri-
Sampai acara selesai Narendra tidak jadi kembali ke ruangannya, dia memilih mengawasi gadis itu dari kejauhan.
Serena pulang sendiri memakai motor kesayangannya itu, sebetulnya dia tidak diijinkan untuk naik motor oleh orang tuanya. Tapi dirinya diam-diam belajar naik motor dan akhirnya bisa sampai sekarang.
"Dasar anak kecil"-gumamnya sambil menggigit jarinya-
"Eh...si bos kenapa sih dari tadi aneh banget"-bisik salah satu bodyguard yang mengawalnya-
"Biarin aja....jangan di ganggu"-tegur Viktor pelan-
Mereka bertemu kembali di apartemen, saat itu Naren sedang menunggu di lounge secara tiba-tiba Serena masuk sambil berjalan dan lompat-lompat kecil. Membuat rambutnya yang tidak digerai itu bergoyang kesana kemari.
"Lama-lama aku culik juga ni anak"-menatap tajam dengan senyuman tipis di wajahnya-
"Heh...ayolah Naren...jangan tertipu olehnya!!"-mengacak rambutnya sendiri-
Selama ini tidak ada yang pernah menarik perhatiannya kecuali urusan bisnis, banyak pengusaha yang ingin mendekatkan anaknya dengan Narendra, tapi tidak pernah bisa.
Munculnya seorang Serena membuat kehidupannya sedikit berwarna, meskipun ucapan gadis itu suka asal bicara saja.
"Siapa mereka?!!"-menatap beberapa orang berpenampilan seperti bodyguard masuk-
Salah satu dari mereka menghampiri Narendra yang sedang duduk santai dan sibuk dengan ponselnya.
"Selamat malam Tuan Narendra"-menunduk hormat-
"Sebelumnya, apa Tuan pernah melihat perempuan ini?"-menunjukkan foto Serena namun penampilannya sangat berbeda dengan yang dia lihat saat ini-
"Aku tidak mengenalnya!! Singkirkan foto itu dari hadapanku!!"-berdiri dan bergegas pergi-
"Wajahnya mirip sekali dengan gadis kecil itu"-gumamnya sendiri-
Baru saja masuk lift dirinya terbersit untuk mendatangi apartemen Serena, sampai di lantai 6;dirinya berjalan pelan ke apartemen itu, dan secara spontan Serena keluar dari apartemennya dengan baju santai.
"Pak Tua?!! Ngapain disini?"-sapa Serena dengan santai-
"Oh...ketemu kamu lagi ternyata"-jawab Narendra mengalihkan pembicaraan-
"Mau kemana Queen? Sudah larut malam ini"-jelas Naren dengan nada lembut-
"Ehh...bukan urusan Anda!! Udah ah....ntar makananku jadi dingin lagi"-melewati Naren dan masuk lift-
Narendra akhirnya kembali ke apartment pribadinya, dia melihat jam di tangannya dan memastikan jika setiap jam 9 malam gadis itu akan keluar untuk mengambil makanan yang ia pesan.
~Pepet terus pakkk....siapa tahu dapat! Dapat omelannya... wkwkwkwk~🤭