NovelToon NovelToon
Lautan Cinta

Lautan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan seorang wanita bernama Rafa Sasmita yang merupakan istri dari Evan Wirya Negara. Rafa menikah dengan Evan karena mencintai pria itu setulus hati namun sayang rumah tangga Evan dan Rafa kandas karena kemunculan Zaskia Mulandari. Tak hanya Zaskia namun masalah muncul dari ibu mertua Rafa yaitu Nena Apriandini yang selalu menghinanya miskin dan tidak beradab. Namun di tengah huru-hara masalah pertemuan Rafa dengan pria tampan bernama Sean Andrew Lee mengubahnya menjadi penuh warna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian Sang Ibu

Zaskia menusukkan pisau bedah itu sedikit demi sedikit ke punggung tangan Pak Pamuji, membuat pria itu merintih tertahan. Ia tidak menusuk dalam, ia hanya ingin memberi luka yang cukup untuk menimbulkan rasa sakit yang hebat tanpa membuat Pak Pamuji pingsan seketika.

​"Aku akan kembali lagi nanti untuk menyelesaikan ini," Zaskia berbisik sebelum berdiri dan kembali mengenakan maskernya. Ia menatap Pak Pamuji yang menggigil ketakutan dengan tatapan penuh penghinaan. "Selamat menikmati malam terakhirmu, Pak Tua. Nikmati rasa sakitnya, karena itulah satu-satunya hal yang akan kamu rasakan sampai anakmu kembali sebagai narapidana."

Zaskia keluar dari ruangan itu dengan langkah yang anggun, menutup pintu dengan pelan, meninggalkan Pak Pamuji yang terisak dalam diam, hatinya hancur karena tak mampu melindungi satu-satunya hal yang paling ia cintai di dunia ini.

​Di kantor polisi, Rafa Sasmita masih harus menghadapi interogasi yang tak kunjung usai. Ia tidak tahu bahwa di tempat lain, di sebuah bangsal rumah sakit yang seharusnya memberikan kehidupan, sang malaikat maut tengah bersiap untuk mencabut nyawa orang-orang yang paling ia cintai.

​Permainan ini telah berubah menjadi pertumpahan darah. Dan bagi Rafa, tidak ada lagi jalan untuk mundur. Ia harus keluar dari sel ini, ia harus menyelamatkan orang tuanya, dan ia harus membuat Zaskia membayar setiap tetes air mata yang jatuh malam ini.

Tunggu aku, batin Rafa saat ia menatap dinding sel yang lembap. Aku akan datang untuk kalian semua.

****

​Malam itu, Puncak seolah sedang menghukum manusia dengan kemarahan alam. Hujan turun dengan intensitas yang tak masuk akal, mengubah jalur-jalur setapak di kebun teh menjadi kubangan lumpur yang licin dan mematikan. Petir menyambar-nyambar di langit yang gelap, menciptakan siluet pohon-pohon teh yang tampak seperti tangan-tangan raksasa yang mencoba menarik siapa saja ke dalam kegelapan.

​Di dalam sebuah kabin kayu tua milik keluarga Negara di tengah perkebunan, Evan Wirya Negara tertidur pulas di atas sofa kulit. Kelelahan setelah berhari-hari menjalankan skenario jahat membuat benteng kewaspadaannya runtuh. Ia tidak menyadari bahwa di ruang belakang, Bu Armayani telah berhasil meloloskan diri.

​Bu Arma, dengan kaki yang gemetar hebat dan baju yang basah kuyup, berhasil membuka ikatan kabel ties pada pergelangan tangannya dengan memanfaatkan ujung besi jendela yang patah. Begitu ia bebas, instingnya sebagai seorang ibu—seorang pelindung bagi Rafa—mengalahkan rasa takutnya akan kematian. Ia membuka pintu belakang tanpa suara, lalu melangkah ke dalam dunia yang gelap dan basah itu.

​Begitu kakinya menyentuh tanah, ia langsung terpeleset. Lumpur masuk ke sela-sela kukunya yang sudah lebam. Ia terjatuh, namun segera bangkit. Ia tidak bisa berhenti. Rafa ada di luar sana, mungkin sedang menghadapi maut. Ia harus menemukan jalan menuju kota.

​"Sial! Di mana wanita tua itu?!"

Teriakan Evan membelah hujan. Pria itu terbangun, menyadari pintu belakang terbuka lebar. Evan menyambar senter dan pistol yang ia simpan di meja, lalu berlari keluar ke tengah hujan deras. Cahaya senter Evan menyapu kabut yang tebal, menciptakan efek visual yang mengerikan.

​"Armayani! Berhenti! Kamu tidak akan bisa lolos dari sini!" Evan berteriak dengan nada yang gila.

****

Bu Arma mendengar suara itu. Ia berada hanya beberapa meter dari Evan, bersembunyi di balik semak-semak teh yang rimbun. Napasnya tertahan. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut suaranya terdengar oleh Evan. Ia melihat cahaya senter Evan mendekat, mengayun-ayun mencari bayangannya. Dengan sisa keberanian yang ia punya, Bu Arma berlari ke arah yang berlawanan, menuruni lereng kebun teh yang curam. Ia tidak peduli jika harus terjatuh dan terluka; yang ia pedulikan hanyalah menjauh dari iblis bernama Evan Wirya Negara.

****

Sementara itu, di ruang ICU Rumah Sakit Sentral Jakarta, keajaiban kecil terjadi. Setelah tiga hari dalam kondisi kritis, jemari Sean Andrew Lee mulai bergerak. Monitor detak jantung yang tadinya konstan, kini menunjukkan irama yang sedikit lebih bertenaga.

​Tuan Waisen Lee dan Margaret yang sedang tertidur di kursi tunggu segera bangkit. Mereka memanggil dokter dengan penuh harapan. Beberapa saat kemudian, perlahan, kelopak mata Sean terbuka. Cahaya lampu ruangan yang terang menyengat penglihatannya, membuatnya meringis.

​"Sean? Nak? Kamu sudah sadar?" Margaret menangis haru, menggenggam tangan putranya.

​Tuan Waisen mendekat, wajahnya yang kaku kini tampak sedikit melunak. "Sean, kamu sudah melewati masa kritis. Kamu aman sekarang. Kami akan memastikan orang-orang yang mencelakaimu membayar mahal."

​Sean mengatur napasnya. Kerongkongannya terasa kering. Suaranya serak saat ia berusaha memanggil nama yang sejak tadi terbayang dalam mimpi buruknya selama koma.

​"Rafa..." bisik Sean pelan. "Di mana... Rafa?"

​Suasana yang tadinya penuh haru seketika berubah menjadi dingin. Margaret melepaskan genggaman tangannya dari Sean. Wajahnya yang tadi menangis kini mengeras. Tuan Waisen Lee menghela napas panjang, menatap putranya dengan tatapan kecewa yang sangat dalam.

"Rafa?" Tuan Waisen mengulang nama itu dengan nada hina. "Bahkan setelah kamu hampir mati, wanita itu yang pertama kali kamu tanyakan?"

​"Dia... apa dia baik-baik saja?" Sean berusaha untuk duduk, namun tubuhnya terlalu lemah. "Aku harus... aku harus tahu apakah dia aman."

​"Dia aman di dalam sel penjara, Sean!" teriak Margaret, suaranya melengking tinggi. "Dan itu adalah tempat yang tepat untuknya! Kamu tidak mengerti, Nak. Kamu sudah diguna-guna! Wanita itu sudah meracuni pikiranmu, membuatnya seolah-olah kamu tidak punya keluarga lain selain dia!"

​Sean membelalakkan mata. "Apa? Kalian... kalian memenjarakannya?"

"Ya!" timpal Tuan Waisen dengan suara berat. "Dan kami akan memastikan dia tinggal di sana seumur hidup. Kamu harus sadar, Sean. Dia adalah pembawa sial. Sejak dia datang, hidupmu hancur. Lihat dirimu sekarang! Kamu terbaring di sini karena perbuatannya!"

​"Kalian tidak mengerti..." Sean terbatuk, wajahnya memerah karena emosi. "Rafa tidak bersalah! Dia... dia korban dalam semua ini! Kalian harus membebaskannya!"

****

Melihat putranya yang masih begitu keras kepala membela Rafa, kemarahan Tuan Waisen memuncak. Ia merasa bahwa pengaruh 'sihir' atau manipulasi Rafa terhadap Sean sudah terlalu dalam. "Cukup! Jangan sebut nama wanita itu lagi di depan kami. Kamu akan dibawa kembali ke Singapura malam ini juga begitu kondisimu memungkinkan. Kami tidak akan membiarkanmu hancur karena wanita miskin, janda, dan pembawa sial itu!"

Sean hanya bisa menatap orang tuanya dengan putus asa. Ia tahu bahwa ia tidak bisa melawan mereka dalam kondisi seperti ini. Namun, tekadnya untuk melindungi Rafa tidak luntur. Jika orang tuanya menganggap Rafa adalah pembawa sial, maka Sean akan membuktikan bahwa Rafa adalah alasan mengapa ia ingin terus hidup.

​Di balik pintu ICU, Zaskia Mulandari yang baru saja datang untuk memantau keadaan—tentu dengan penyamaran yang berbeda—tertawa kecil mendengar perdebatan itu. Ia bersandar di tembok, menikmati setiap detik kehancuran mental Sean.

​"Bagus, Tuan Waisen," bisik Zaskia pada dirinya sendiri. "Semakin kalian membenci Rafa, semakin dalam wanita itu akan kubenamkan ke dalam lubang neraka."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!