NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:509.8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANGKAR EMAS YANG TERIKAT DAN RETAKAN RADAR

​Deru helikopter militer pribadi yang membawa mereka kembali dari Sektor Luar telah lama meredup, digantikan oleh kesunyian yang mencekam di dalam penthouse mewah berlantai dua milik Kaelen Azrael. Kamar utama yang bernuansa gotik modern itu kini hanya diterangi oleh pendaran lampu temaram dan kilatan petir dari balik jendela kaca raksasa yang menampilkan badai besar Sektor Tiga.

​Brak!

​Kaelen melemparkan tubuh ramping Aurora ke atas ranjang king-size berselimut sutra hitam dengan gerakan yang dominan namun tetap penuh perhitungan agar tidak melukai fisik istrinya. Belum sempat Rae membalikkan tubuh Aurora-nya untuk mengambil posisi taktis bertahan, tubuh raksasa sekeras beton milik Kaelen sudah merangsek maju, mengurung pergerakan Rae sepenuhnya di bawah kungkungan stamina monster-nya.

​Kedua tangan lentik Rae langsung dikunci rapat di atas kepala oleh satu tangan besar Kaelen yang kasar. Sementara tangan suaminya yang lain mencengkeram erat pinggul ramping Rae, menekan tubuh mereka hingga tidak ada jarak sedikit pun yang tersisa di antara mereka. Aroma maskulin bercampur kayu cendana yang pekat berpadu dengan hawa dingin air hujan yang membasahi pakaian mereka, menciptakan atmosfer gairah liar yang begitu menyesakkan.

​"Lepaskan aku, Kaelen! Sikap posesif gila-mu ini bener-bener membuatku muak!" desis Rae bar-bar, sepasang mata cokelat madunya berkilat menantang tepat ke arah netra merah maut suaminya. Dia terus menggerakkan tubuhnya dengan liar, menolak mutlak untuk tunduk pasrah meski tahu tenaganya tidak akan pernah sebanding dengan sang tiran.

​"Muak, Ratu Kecilku?" Kaelen merendahkan wajahnya, suara baritonnya yang berat bergetar oleh amarah cemburu yang masih membakar jiwanya. Dia menyunggingkan senyuman predator yang teramat kejam. "Lalu bagaimana dengan caramu menatap pria asing bermantel abu-abu di tengah hujan tadi? Apakah itu juga membuatmu muak? Atau kau justru menikmati bagaimana mata kelabu-nya menelanjangi tubuh basah mu?"

​"Dia terluka dan butuh bantuan, bajingan!" teriak Rae tepat di depan wajah Kaelen. "Aku tidak peduli siapa dia! Jiwa montir jalanku hanya tidak suka melihat kepungan pengecut! Jangan menyamakan aku dengan selir-selir patuh mu yang ketakutan setiap kali kau menggertak!"

​"Kau memang berbeda, Sayang. Karena itulah kau adalah satu-satunya wanita yang berhak menyandang nama Azrael, dan kau adalah satu-satunya aset eksklusif yang tidak akan pernah aku biarkan di jamah oleh mata makhluk lain!"

​Tanpa memberikan kesempatan bagi Rae untuk membalas, Kaelen menundukkan kepalanya dengan kasar. Dia membungkam bibir mungil Rae dalam sebuah lumatan ciuman hukuman yang teramat menuntut, pekat, dan sarat akan dominasi absolut. Itu bukan sekadar ciuman gairah, melainkan sebuah penegasan kepemilikan mutlak yang ekstrem. Kaelen menggigit kecil bibir bawah Rae hingga wanita itu mendesah gundah, membiarkan lidah Kaelen menginvasi dan melumpuhkan seluruh pertahanan siber di dalam benak Rae.

​Rae meremas seprai sutra di bawah jemarinya yang bebas, jantungnya berdegup dalam ritme gila yang salah. Sialan. Di dalam hatinya yang paling dalam, dia mengutuk bagaimana tubuhnya selalu merespons dengan patuh setiap sentuhan kasar namun memabukkan dari tiran bucin ini. Setelah beberapa menit pembantaian gairah yang sepihak, Kaelen perlahan melepaskan tautan bibir mereka, menyisakan napas mereka yang memburu saling beradu di kegelapan kamar.

​Jemari kasar Kaelen bergerak perlahan turun ke leher porselen Rae, mengusap pelan kalung platinum dengan liontin safir hitam yang melingkar erat di sana. "Hukuman mu belum selesai, Ratu Kecilku. Mulai detik ini, radius pergerakan mu kembali dikunci total di dalam penthouse ini. Jika kau berani melangkah keluar satu inci saja tanpa izin dariku, aku sendiri yang akan merantai kaki jenjang mu ini di tiang ranjang untuk selamanya."

​Kaelen bangkit berdiri dengan keanggunan seorang raja mafia, merapikan kemeja putihnya yang acak-acakan sebelum melangkah menuju ruang kerja privatnya yang terhubung langsung dengan kamar tidur. Meninggalkan Rae yang terlentang dengan napas terengah-engah dan bibir yang membengkak merah, menatap langit-langit kamar dengan kilat intrik yang perlahan kembali terkumpul di matanya yang pintar.

​Satu jam berlalu setelah ketegangan fisik yang intens itu mereda. Kaelen tampak telah keluar dari penthouse demi mengurus pembersihan total sisa tentara bayaran di gudang logistik luar bersama pasukan elit Azrael Corps.

​Rae bangkit dari ranjang, membersihkan sisa cipratan darah di wajah murninya, lalu mengganti setelan blazer-nya yang basah dengan kemeja longgar hitam milik Kaelen yang menutupi setengah paha mulusnya. Jiwa hacker geniusnya tidak akan pernah bisa diam begitu saja di dalam kurungan. Langkah taktisnya bergerak cepat menuju sudut ruangan, tempat laptop militer taktis berspesifikasi monster miliknya disembunyikan di balik panel dinding rahasia.

​Klik. Tak. Tak. Tak.

​Jemari lentik Rae menari dengan kecepatan luar biasa di atas papan ketik. Layar hitam laptop memancarkan pendaran cahaya hijau, menampilkan barisan kode enkripsi kuantum tingkat tinggi yang menyusun Aletheia Protocol. Rae berniat memeriksa kembali sisa-sisa jejak digital dari pihak ketiga yang sempat menyusup ke dalam sistemnya.

​Namun, baru beberapa menit dia melakukan pemindaian sistem, sepasang mata cokelat madunya mendadak memicing tajam. Naluri tiran siber miliknya menangkap sebuah anomali yang sangat halus namun mematikan pada radar siber yang menjaga perimeter fisik mansion dan penthouse Azrael.

​"Ada yang tidak beres..." gumam Rae dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring tiraninya sendiri yang sarat akan keliaran.

​Layar laptopnya mendadak berkedip merah. Seseorang sedang melakukan peretasan senyap dengan metode Ghost Protocol—sebuah teknik tingkat tinggi yang sengaja digunakan untuk mengaburkan sinyal serangan agar tidak terdeteksi oleh sistem radar militer utama Kaelen. Serangan ini tidak mengincar data finansial Azrael Corps, melainkan secara spesifik sedang melumpuhkan titik buta (blind spot) kamera pengawas dan sensor termal di gerbang barat penthouse.

​Otak genius Rae langsung berputar cepat mengonstruksi teka-teki. Siapa pun yang melakukan serangan ini, mereka memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang tata letak fisik interior dan protokol keamanan internal keluarga Azrael.

​"Evadne..." desis Rae pintar. Nama wanita pirang yang diusir Kaelen tempo hari langsung muncul di kepalanya. Hanya Evadne yang memiliki akses sekunder terhadap cetak biru pertahanan fisik tempat ini.

​Namun, Rae juga tahu betul bahwa Evadne adalah wanita bodoh yang tidak memiliki kemampuan siber sehebat ini. Ada kekuatan raksasa lain di balik punggung Evadne yang sedang mendalangi peretasan senyap ini. Kilasan memori tentang pria asing bermantel abu-abu gelap dengan mata kelabu sedingin badai salju di Sektor Luar tadi mendadak melintas di benak Rae.

​Regulus Vane. Pemimpin tertinggi Vane Oligarchy.

​"Jadi, singa sektor luar itu sudah mulai berani mengendus wilayah kekuasaan suamiku?" cetus Rae seksi, jemarinya terus menekan tombol Enter untuk memasang dinding pertahanan bayangan (shadow firewall) buatannya sendiri.

​Rae dengan sengaja tidak mematikan peretasan dari pihak Regulus. Alih-alih melaporkannya pada Kaelen atau memblokir serangan itu secara total, jiwa bar-bar dan penuh intrik milik Rae justru memilih untuk bermain api. Dia membiarkan retakan kecil pada radar gerbang barat itu tetap terbuka sebanyak sepuluh persen, cukup untuk memancing musuh masuk ke dalam jebakan, namun tetap berada di bawah pengawasan enkripsi kuantum miliknya.

​Rae ingin melihat sejauh mana musuh bebuyutan suaminya itu berani melangkah. Dia ingin memanfaatkan perang besar yang akan meledak ini sebagai celah untuk membalikkan papan catur, mengadu domba Kaelen dan Regulus Vane, demi mendapatkan kebebasan mutlak yang selama ini dirampas darinya.

​Tiba-tiba, suara deru mobil limosin Kaelen terdengar kembali memasuki pelataran bawah penthouse. Rae dengan cepat menutup laptop taktisnya, menyembunyikannya kembali ke dalam panel dinding, lalu melompat kembali ke atas ranjang dengan posisi tidur menyamping seolah-olah dia telah terlelap dalam kepasrahan hukuman.

​Pintu jati besar bergeser terbuka. Kaelen Azrael melangkah masuk dengan aura tirani yang masih pekat setelah melakukan pembantaian di luar. Pria raksasa itu berjalan tanpa suara mendekati ranjang, menatap raga ramping istrinya yang tampak tertidur pulas dibalut kemeja hitam miliknya.

​Kaelen menunduk, mengusap perlahan helai rambut hitam Rae yang tergerai acak-acakan di atas bantal, lalu mengecup kening murni Rae dengan kehangatan posesif yang ekstrem sebelum akhirnya ikut berbaring dan memeluk tubuh Rae dari belakang dengan cengkeraman yang super ketat.

​Di dalam dekapan sang tiran, sepasang mata cokelat madu Rae perlahan terbuka di kegelapan malam, berkilat penuh dengan keliaran intrik yang mematikan. Gerbang neraka telah resmi terbuka sedikit demi sedikit, dan sang dewi perang siap menyambut badai besar yang akan segera memporak-porandakan Sektor Tiga.

1
Nurlaila Hidayah
harusnya jangan di rubah dulu penampilannya biar bsa kluar dari rumah neraka itu
namice: 😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Hj Mia Mubin
sadis aku pikir itusi meymeynya mungkin saja luka lecet Krn terlalu kasar dan lama kalau secara normal itu sdh diluar upnormal 🤔
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Juansaja
baru episode 21 tapi isinya semua tentang sex, authorny penghila sex apa gimana lama-lama boring juga

aku out sampai disini, sorry by.
Syalari sholeh
sama
>AY<
sepertinya rae sudah menceritakan ke rea klo dia emang masuk ke dunia novel, anggap saja begitu, soalnya othornya gak mau jawab para readersnya🤣
>AY<: ke cyra mksdnya
total 1 replies
>AY<
emamgnya itu mansion gak ada penjaganya? ko bisa ayahnya lethe bisa masuk diam"?
aleya teza
ekspresi gue ga terkontrol dengan baik
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Amalia Siswati
sampai sini sudah mulai jenuh,interaksi tokoh utama selalu di ranjang
safna
ter hitung 20 ronde
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘
total 1 replies
Sri rahayu
pasti sudah basah kuyup tuh kasur sama cairan kepuasan mereka 🤣🤣🤣 dower dower dah tuh bibir seperti sedang sariawan
Hj Mia Mubin: sudah bau dan belepotan lendir 🤭
total 3 replies
Sri rahayu
terus ree ga pake baju selama di kamar dan ga mandi juga Thor?
Sher
gw baca novel in sampai gemetar anjirr😭
namice: 🤭🤭🤭, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku😘😘😘... Novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 1 replies
Erlinda Noviyani
lhoo bukannya cyra ini temenya Lethe ya? kan part awal dia kaget sm perubahan sikap Lethe yg jadi pemberani?
namice: terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘... novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 1 replies
yetiku86
knp kau masih hidup Cyra????
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku... Novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 1 replies
Erlinda Noviyani
gasssss
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku... novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 1 replies
Titin Fatimah
harusnya juga ada jedanya Thor....mndi gitu😄
namice: novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 2 replies
Osie
hadeehh blm apa apa sdh ketahuan.. mana yg namanya hacker kls kakap..aurora ayo matikan sinyal cip yg ditanam dlm tubuhmu
namice: 😄😄, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘... novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 1 replies
Osie
rae bodoh sih coba tetap menor kan gampang dpt surat cerai..
namice: terimakasih banyak ya kak supportnya dan sudah baca novelku 😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 3 replies
Osie
laaah mau nya tetap dandan menor biar dpt surat cerai...kalau udah kelihatan cantik ya kan susah dptnya
Mekinus asso Asso
selamat malam 🙏🙏
namice: malam kak... maaf baru bls kak... Novel terbaru ku kak... TRANSMIGRASI CIERA TERJERAT CANDU LIAR EMPAT PENGUASA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!