NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - kebenaran yang menyakitkan

Di dalam ruangan, Leo masih bergumam tak percaya.

"Kamu gila, Ferdi... Kamu benar-benar gila. Kalau Pak Edward tahu soal obat-obatan ini, kamu bukan cuma kehilangan harta, bahkan kamu bisa dipenjara seumur hidup. Itu tindak pidana penganiayaan dan penipuan berkelanjutan."

"Lagi pula, apa yang kurang dari Kiara itu, dia cantik, berpendidikan, dia juga kaya, pewaris keluarga Wijaya, aku tidak mengerti apa yang membuat mu malah berselingkuh dengan Emely."Ucap Leo lagi. Tidak mengerti kenapa teman nya ini bisa menghindari Kiara yang jelas sudah sempurna.

"Aku pun tidak memiliki jawaban untuk itu, mungkin dia kurang menantang, karakter Emely dan Kiara itu sangat berbeda, Emely sangat agresif, dia sangat aktif dan menggoda." Ferdi membayangkan bagaimana saat pertama kali Emely mengoda nya, dan ia jatuh hati pada wanita itu, walau ini hanya untuk main-main, tapi ini sangat menyenangkan.

"Lalu bagaimana kalau orang tua Kiara tahu?."

"Makanya jangan sampai dia tahu. Jangan sampai ada siapa pun yang tahu. Segalanya akan berakhir mulus saat Emily berangkat bulan depan. Aku sudah belikan tiket, aku sudah siapkan segalanya. Lalu hidupku kembali seperti semula, bahkan lebih baik lagi. Kiara tidak akan pernah curiga apa-apa. Dia terlalu polos, terlalu percaya padaku. Baginya, aku adalah pria paling setia di dunia ini, yang paling mencintainya." Jawab Ferdi pernah percaya diri.

"Kau yakin Kiara semudah itu untuk kau bohongi?." Tanya Leo lagi.

"Lihat lah sudah beberapa tahun ini aku bermain cantik, semua baik-baik saja. Aku percaya aku bisa. lagi pula sudah tidak lama lagi, akan ku lepaskan Emely." Dengan bangga Ferdi memperlihatkan pada Leo, kalau ia sudah lolos sejauh ini, berselingkuh tanpa Kiara tahu.

Sementara Leo hanya menyeringai menggelengkan kepala mendengar apa yang di lakukan Ferdi.

Kiara tidak sanggup mendengar lebih jauh lagi. Ia mundur perlahan, menjauh dari pintu itu. Ia menurunkan nampan berisi teh yang sudah dingin itu di meja lorong. Air matanya kini sudah kering, digantikan oleh rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Di matanya yang semula lembut dan penuh cinta, kini terpancar kilatan yang berbeda. Kilatan kemarahan, kekecewaan, dan tekad yang membatu.

"Aku berjanji akan selalu setia dan mencintai mu sampai akhir hayat ku Kiara." kilas Ucapan saat masa sekolah, janji yang kini menjadi kepalsuan.

Ia berjalan kembali ke kamarnya dengan langkah tegap, menghapus sisa jejak air mata di wajahnya. Ia tidak akan berteriak, tidak akan mengamuk, tidak akan masuk ke sana dan membuat keributan. Itu terlalu mudah untuk mereka. Ferdi mengira dia polos, Ferdi mengira dia bodoh dan percaya buta.

Baiklah. Kalau begitu, Kiara akan bermain sesuai aturan mereka, namun dengan cara yang jauh lebih kejam dan mematikan.

Kiara Wijaya, putri tunggal Edward dan Silvia, wanita yang memiliki kekayaan dan kekuasaan tak terbatas, tidak akan membiarkan dirinya dipermainkan begitu saja. Ia sudah memberikan segalanya pada Ferdi: cinta, harta, kedudukan, nama baik. Dan apa balasannya? Pengkhianatan, kebohongan, dan racun yang ia telan setiap hari.

Di dalam kamar, Kiara duduk di tepi ranjang besar yang dulu menjadi saksi kebahagiaan mereka. Ia mengusap permukaan kain seprai itu dengan tangan gemetar. Ia mengingat kembali janji suci pernikahan mereka. Sakit dan senang, miskin dan kaya.

"Aku tidak menyangka selama ini kau bermain di belakang ku dengan Emely, segala kesetiaan ku dan perjuangan ku begitu sia-sia, bagaimana kau bisa tidak memiliki hati nurani seperti ini." Kiara bergumam di dalam hati nya. ia terlalu syok sampai tidak sadar air mata terus membanjiri matanya.

Ferdi sudah memilih jalannya sendiri. Ia mengira bisa membuang Emily seperti sampah bekas pakai dan kembali ke pelukan istrinya seolah tidak terjadi apa-apa demi menebus dosa. Tapi ia salah besar. Kiara bukan lagi wanita yang sama seperti lima menit yang lalu.

Mulai detik ini, cinta Kiara untuk Ferdi sudah mati. Dan yang tersisa hanyalah satu tujuan, Pembalasan Dendam.

Ia akan membiarkan Ferdi merasa aman, membiarkan dia berpikir rencananya berjalan mulus, membiarkan dia berpikir dia adalah pemenang. Hingga saat yang tepat tiba, saat di mana Kiara akan mencabut kembali segalanya yang pernah ia berikan. Harta, jabatan, kehormatan, hingga masa depan yang sedang ia bangun.

Dan Emily? Sahabat yang berani mengkhianati persahabatan dan merencanakan kejahatan bersama suaminya? Ia pun tidak akan lolos.

Kiara mengeluarkan ponselnya, jari-jarinya bergerak lincah membuka daftar kontak. Ia memiliki kekuatan untuk menghancurkan nyawa mereka berdua sekejap mata, namun ia tidak akan melakukannya sekarang. Ia akan menikmati permainan ini sampai tuntas.

Pintu ruang kerja di ujung lorong terbuka. Terdengar suara langkah kaki Ferdi yang berjalan mendekati kamar tidur mereka.

Kiara menarik napas panjang, lalu mengubah ekspresi wajahnya menjadi senyum lembut, senyum polos dan penuh kasih sayang seperti biasanya. Saat pintu kamar terbuka dan Ferdi masuk dengan wajah tenang namun sedikit lelah, Kiara menyambutnya dengan senyum yang begitu manis, senyum yang membuat Ferdi merasa sangat aman dan beruntung memiliki istri sebaik dirinya.

"Sayang, kamu lagi apa?." Tanya Ferdi menghampiri.

"Aku sedang merapikan pakaian." tangan Kiara merapikan pakaian di lemari, seolah sejak tadi tidak terjadi apa-apa.

"Sudah selesai bicara sama Leo, Mas?" tanya Kiara lembut, suaranya terdengar begitu tulus. "Aku sudah siapkan air hangat untukmu. Kamu pasti lelah sekali ya seharian ini." Ucap Kiara lagi, ia berusaha setenang mungkin agar Ferdi tidak curiga.

Ferdi tersenyum, tersenyum lega dan penuh kepalsuan. Ia mendekat, mencium kening Kiara dengan penuh rasa bersalah yang ia simpan rapat. "Iya, Sayang. Terima kasih. Kamu memang istri terbaik yang Tuhan kirimkan untukku. Kamu sabar, kamu baik... Kamu segalanya bagiku."

"Kamu segalanya bagiku" batin Kiara mengulangi kalimat itu sambil menatap manik mata suaminya dalam-dalam, menyimpan rasa jijik yang mendalam.

"Nikmati saja peranmu sebagai suami terbaik ini Ferdi. Nikmati setiap detiknya. Karena sebentar lagi, saat aku buka semua kebenaran itu, kau akan berlutut memohon ampunan yang tak akan pernah kau dapatkan lagi".

Malam itu, di balik senyum manis dan pelukan hangat pasangan yang tampak begitu bahagia dan serasi di mata dunia, benih-benih kehancuran sedang bersiap tumbuh. Kiara sudah tahu segalanya, dan rencana balas dendamnya baru saja dimulai.

"Seperti ini balasmu padaku, setelah ku bantu kau bangkit, ku kira cinta kita itu sempurna, ternyata begitu banyak kebohongan yang tidak akan ketahui." Mata tajam penuh kebencian Kiara di dalam pelukan Ferdi malam itu.

1
Teh Yen
cie Kiara udh berani pegang tangan Bagaskara uhuuyyy senengnya pake banget tuh Bagaskara xixiiii
Teh Yen
kapan jadiannya dong kalian ih engg sabar deh liatnya
Teh Yen
iya tapi jangan lama lama.kiara.ntar keburu.d samber ulat bulu lagi gmn dong
Teh Yen
engg akan sadar sadar kynya tuh c Ferdi yah huih 😤
Teh Yen
penyesalan.selalu.datang terlambat yah kan Emily
Teh Yen
trima kasih Aldo kamu terbaik.hihii
Teh Yen
ayo kiara kapan kamu jujur sama bagaskara tentnga perasaanmu ntar keduluan ulet Keket yg kmr kan bahaya bisa d bawa pergi jauh ntar Bagaskaranya gmn dong ???
Teh Yen
Oalah mimpi toh kirain beneran Kiara engg mungkin senekat itu kan hehe 😁
Teh Yen
aaah sayang sekali coba kalau tadi Tidka ada asisten Kiara yg ketuk pintu mungkin kalian sudah....aaah jd senyum" sendiri bayanginnya haha
Teh Yen
baru sadar sekarang Emily hemmm 😏 sudah berulang kali d ingatkan oleh orang tuamu tentang keputusanmu tp kmu yg ttp ngeyel kan
Teh Yen
jangan bersedih Kiara ,,mungkin takdir Tidka menginginkan kamu punya ank dari laki" seperti Ferdi karena nanti itu bisa jadi Tidka baik ,, sudah move on aj.skoga kamu bisa menemukan kebahagian kembali bersama seseorang yg benar" mencintai kamu dengan tulus
Teh Yen
selamat yah Kiara
Teh Yen
yah mulailah hidup yg baru semangat baru jangan ambil milik ornga lain lagi yah
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kamu itu Emily
Yeni Astriani
lanjut Author
Teh Yen
smoga rencanamu berhasil Kiara ,,dan Ferdi tidak meminta yg aneh" tentunya
Teh Yen
siap siap kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini Ferdi
Teh Yen
masih punya muka aj tuh c Ferdi mau masuk kantor Wijaya engg tau malu iiih
Teh Yen
ya sudah coba saja Emily apa kamu bisa bertahan d tengah keterpurukan ekonomi hemm 😏 .... aku ragu sih kita liat saja nanti
Teh Yen
wah Emily sepertinya otakmu Tidka bisa berpikir dengan jernih ,, setelah semua yg terjadi kamu masih menginginkan Ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!