NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER-2 BERANGKAT SEKOLAH

"Oh my God! Mukaku cantik banget, gilak!" teriak Lily dengan gembira saat melihat pantulan dirinya di cermin.

Wajah Lily yang tadinya agak kurus kini terlihat lebih berisi. Bibirnya semerah ceri, rambutnya bergelombang indah, dan tubuhnya juga tampak lebih berisi di beberapa bagian.

Puas mengagumi perubahan dirinya, Lily segera mengenakan seragam sekolah dan memoles wajahnya dengan sedikit makeup. Setelah selesai, ia turun ke lantai satu.

Saat berada di tangga, matanya kembali berembun ketika melihat Daddy, kedua abangnya, dan kakaknya. Namun, buru-buru ia menahan air matanya.

Begitu sampai di bawah, semua orang langsung menoleh dan melongo melihatnya.

"Hehehe, pagi Mom, Dad, Kak, Bang."

Yang pertama sadar adalah sang kakak, Azalea Mahendra.

"Lo cantik banget kalau begini. Jauh lebih bagus daripada biasanya yang kayak orang zaman kuno," ujarnya terus terang.

Lily tidak bisa membantah karena penampilannya sebelumnya memang sedikit kuno.

Melihat suasana yang canggung, sang kepala keluarga, Mike Tison Mahendra, berdeham pelan.

"Ehem. Lily, ayo duduk dan habiskan sarapanmu."

"Baik, Dad."

Lily pun duduk di samping sang Mommy.

Setelah semua selesai makan, Daddy kembali berbicara.

"Honey, hari ini kamu berangkat sama abangmu dulu ya. Daddy ada meeting penting. Tidak apa-apa, kan?"

"Nggak apa-apa kok, Dad. Santai aja. Tapi tanya dulu, Abang mau bawa Lily atau nggak."

Alasannya sederhana. Sang abang terkenal dingin setengah mati.

"Alex, sekalian antar adikmu ya," kata Daddy.

"Hm, tunggu di depan."

Jawaban singkat itu datang dari Alex Putra Mahendra

Tak lama kemudian mereka sudah berada di luar rumah.

"Pergi dulu ya, Mom. Bye!"

Lily menyalami tangan sang ibu. Saat mendekati motor, Alex langsung menyodorkan helm berwarna pink kepadanya.

Lily menerimanya dengan senang hati.

Tak lama kemudian mereka pun berangkat ke sekolah.

(oh iya Azalea tu sudah kuliah ya )

---

Sesampainya di sekolah, Lily segera turun dari motor.

"Aku langsung ke kelas ya, Bang."

Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung berjalan menuju kelas yang masih cukup sepi.

Tak lama kemudian satu per satu siswa mulai berdatangan. Banyak yang tampak kebingungan melihat kehadiran Lily.

Kringggg!

Bel masuk berbunyi.

Para siswa langsung duduk di bangku masing-masing. Tak lama kemudian guru pun masuk ke kelas.

"Oke, anak-anak. Hari ini kita akan memulai pelajaran Biologi. Tapi sebelum itu, mari kita absen dulu."

Satu per satu nama dipanggil hingga akhirnya nama Lily disebut.

"Lily Mahendra."

"Hadir, Bu."

Lily langsung mengangkat tangannya.

Seketika seluruh siswa, guru, bahkan sahabatnya sendiri terkejut.

Pasalnya, selama ini Lily selalu berpenampilan nerd atau cupu.

Setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya, sang guru melanjutkan pelajaran.

"Baik, anak-anak. Silakan buka buku paket halaman 142."

---

Kringggg!

Bel istirahat berbunyi.

"Baik, anak-anak. Kita akhiri pelajaran sampai di sini. Oh iya, tugas minggu lalu tolong dikumpulkan. Lily, bantu Ibu membawa buku tugas teman-temanmu ya."

"Baik, Bu."

Setelah itu guru pun keluar dari kelas.

Seketika kelas menjadi riuh.

Saat sedang asyik melamun, Lily dikejutkan oleh suara yang sangat familiar.

"Lily."

Ternyata itu adalah Cici Karina, sahabatnya.

Dengan enggan, Lily menatap Cici seolah bertanya, "Ada apa?"

Melihat sikap Lily yang dingin, Cici tampak terkejut. Biasanya Lily selalu terlihat senang ketika ia mendekat.

Namun kali ini berbeda.

"Lily, kenapa kamu mengubah penampilanmu seperti ini? Kamu lupa kalau Devano nggak suka cewek nakal?"

Nada bicaranya terdengar lembut seperti biasa.

Namun Lily bisa melihat jelas rasa iri di mata Cici saat melihat perubahan dirinya.

"Oh, cuma lagi pengen aja."

Lily berdiri dari kursinya.

"Ya sudah ya, aku mau ke kantin dulu. Bye."

Tanpa melihat ke belakang, Lily langsung pergi meninggalkan kelas.

Sementara itu, Cici hanya bisa berdiri dengan wajah syok.

---

Saat sedang berjalan menuju kantin, suara sistem tiba-tiba terdengar di kepalanya.

(DING!)

(Misi baru telah diberikan!)

(Selamatkan seorang wanita yang akan terkena bola basket.)

(Hadiah: Rahasia.)

(Misi sedang berlangsung...)

Tanpa membuang waktu, Lily langsung berlari menuju lapangan basket.

Saat hampir sampai, ia melihat sebuah bola basket melayang dengan kecepatan tinggi ke arah seorang siswi yang sedang berjalan tanpa memperhatikan sekitar.

Tanpa berpikir panjang, Lily langsung berlari.

"AWASSSSS!"

Teriakannya membuat seluruh perhatian orang-orang di sekitar langsung tertuju padanya dan wanita tersebut.

Tepat sebelum bola mengenai kepala wanita itu, Lily langsung memeluknya dan menjatuhkan diri ke samping.

Bruk!

Mereka berguling di atas lapangan.

Setelah semuanya aman, Lily segera duduk dan memeriksa keadaan wanita itu.

"Kamu nggak apa-apa?"

Wanita itu tersenyum lembut.

"Nggak apa-apa kok. Cuma lecet sedikit. Makasih ya."

Lily langsung menghela napas lega.

"Syukurlah."

"Kamu mau ke UKS dulu nggak?" tanya Lily.

"Nggak usah. Cuma luka kecil kok."

Wanita itu tersenyum.

"Oh iya, nama kamu siapa?"

"Oh, namaku Lily Mahendra. Kalau kamu?"

"Namaku Aurora Sclear. Salam kenal ya."

"Salam kenal juga."

Setelah memastikan Aurora baik-baik saja, Lily pun pamit.

"Oh, kalau begitu aku pergi dulu ya. Lain kali kalau jalan, hati-hati."

Aurora hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.

---

Saat sedang berjalan di lorong sekolah, notifikasi sistem kembali berbunyi.

(DING!)

(Misi berhasil diselesaikan.)

+Apakah Tuan Rumah ingin membuka hadiah misi?)

(YA / TIDAK)

Lily segera menekan pilihan YA pada layar transparan sistem.

(DING!)

(Selamat! Tuan Rumah memperoleh uang sebesar 3 triliun rupiah.)

(Selamat! Elemen Air telah berhasil dibangkitkan.)

(Selamat! Anda mendapatkan efek ×3 untuk setiap barang yang masuk ke Ruang Dimensi Sistem.)

Lily hanya bisa menahan napas melihat hadiah yang sangat luar biasa itu.

Setelah menenangkan diri, ia kembali berjalan menuju kelas.

---

Beberapa jam kemudian...

KRINGGGG~~~

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi.

Saat ini Lily sudah berada di area parkiran.

Rencananya, ia akan meminta izin kepada Alex untuk pergi sebentar. Tentu saja tujuan sebenarnya adalah mulai menimbun persediaan makanan untuk menghadapi kiamat zombie di masa depan.

Tak lama kemudian Alex muncul.

"Maaf lama. Tadi aku ada urusan."

"Oh, nggak apa-apa kok."

Lily tersenyum.

"Oh iya, Bang. Aku pulang sendiri ya naik taksi. Soalnya ada barang yang mau kubeli."

"Kan bisa sama Abang."

"Emm... aku mungkin lama. Barangnya juga banyak. Takut nggak muat di motor."

Alex berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk.

"Hm. Tapi jangan lama-lama. Nanti dimarahi Mommy."

"Okeeeee, Bang. Bye!"

Setelah berpamitan, Lily langsung keluar gerbang sekolah dan masuk ke taksi yang sudah ia pesan.

"Ayo Pak, ke Mall Kota."

"Siap, Non."

Tak lama kemudian mereka pun sampai di tujuan.

"Berapa, Pak?"

"Seratus tujuh puluh empat ribu, Non."

Lily memberikan dua lembar uang seratus ribu.

"Kembaliannya buat Bapak aja."

Tanpa menunggu jawaban, Lily langsung masuk ke dalam mall.

"Hmm... ke mana dulu ya?"

Ia berpikir sejenak.

"Ah, ke toko pakaian dulu saja."

Lily langsung berjalan menuju sebuah toko pakaian.

"Selamat datang, Kak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai toko.

"Tolong siapkan sepuluh set pakaian musim dingin, sepuluh set pakaian musim panas, dua puluh kaos berbagai warna, pakaian untuk anak-anak, bayi, orang tua, lansia, pokoknya semua deh. Oh iya, siapkan juga beberapa baju sehari-hari."

Begitu mendengar pesanan itu, pegawai toko langsung terbengong.

Pasalnya, Lily membeli pakaian dalam jumlah yang sangat banyak, padahal ia masih mengenakan seragam sekolah.

"Mbak?"

"..."

"Mbak?"

"..."

"MBAK!"

Pegawai itu langsung tersadar.

"Maaf, Kak!"

Ia segera meminta maaf dan mulai menyiapkan seluruh pesanan Lily.

Setelah semua selesai dihitung, kasir pun menyebutkan total belanja.

"Total belanja Kakak adalah Rp145.567.000. Karena Kakak berbelanja dalam jumlah besar, Kakak mendapatkan diskon 10%."

Lily mengangguk.

"Baik."

Tanpa ragu ia langsung membayar seluruh tagihan.

Saat sudah keluar dari toko, tiba-tiba seseorang memanggil namanya.

"Lily..."

Langkah Lily langsung terhenti.

Perlahan ia menoleh ke belakang.

Bersambung...

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!