NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Apa yang akan di lakukan Raka?

Raka sontak berdiri dari duduknya. Wajahnya yang semula tampak tenang berubah menjadi tegang, rahangnya mengeras sementara sorot matanya memancarkan sesuatu yang selama ini jarang terlihat.

“Aku sudah bilang, jangan datang menemuiku lagi Jack,” ucap Raka pelan namun tegas.

Jack menundukkan kepala sedikit, sikapnya penuh hormat. “Maaf, Tuan muda. Tapi Tuan Rendra meminta saya memastikan kondisi Tuan secara langsung. Beliau sudah terlalu lama menunggu.”

Jono yang berdiri tak jauh dari sana hanya berkedip bingung, tatapannya bergantian antara Raka dan Jack.

“Tuan muda?” gumamnya pelan. “Ka… ini apaan?”

Raka menghembuskan napas panjang lalu memijat pelipisnya sejenak. “Jo, nanti aku jelasin,” katanya singkat.

Namun sebelum Jono sempat bertanya lagi, Jack kembali membuka suara.

“Tuan muda, perusahaan mulai mendapat tekanan dari berbagai pihak. Beberapa direksi lama mempertanyakan keputusan Tuan Rendra yang tetap menahan posisi pewaris utama kosong. Mereka menganggap keluarga utama sudah tidak memiliki penerus.”

Tatapan Raka berubah dingin sesaat. “Papa masih sehat. Biarkan dia saja yang urus.”

“Masalahnya bukan itu, Tuan,” jawab pria tersebut hati-hati. “Orang-orang mulai bergerak. Bahkan beberapa keluarga cabang sudah mulai terang-terangan ingin mengambil alih kendali Pradipta Grup. Terutama tuan Herman.”

Nama itu membuat udara seolah berubah berat, Raka terdiam beberapa saat. Sementara Jono menelan ludah.

Pradipta Grup bukanlah nama yang asing lagi di mata publik. Perusahaan itu adalah jaringan bisnis terbesar di negeri ini, yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari properti hingga energi. Nama yang sering muncul di berita ekonomi dan televisi.

Jono tertawa pelan dengan gugup. “Eh… bentar-bentar,” katanya sambil menunjuk Raka. “Jangan bilang… jangan bilang Raka yang tiap hari bantuin aku angkut semen ini, ada hubungannya sama Pradipta Grup?”

Raka memalingkan wajah sebentar, seakan enggan membahasnya, Jack justru menjawab dengan tenang.

“Tuan Raka Pradipta adalah pewaris utama Pradipta Grup.”

Rokok di tangan Jono nyaris jatuh. “Hah?” matanya membulat sempurna. “Ka… kamu bercanda kan?”

Raka mengusap wajahnya kasar lalu menatap langit sesaat. “Aku tidak pernah menganggap itu hal yang penting,” ucapnya lirih. “Aku cuma mau hidup tenang sebagai orang biasa.”

Jack melangkah maju satu langkah. “Tapi kehidupan itu membuat Tuan diperlakukan seperti ini?” katanya hati-hati. “Kami melihat semuanya, Tuan muda.”

Raka langsung menoleh tajam.“Kalian mengawasiku?”

“Atas perintah Tuan Rendra,” jawab pria itu cepat. “Beliau tidak pernah membiarkan hidup Tuan muda kesulitan. Bahkan biaya yang beberapa kali Tuan pikir hasil kerja tambahan, sebagian memang sengaja di berikan tuan Rendra.”

Mata Raka sedikit menyipit, ada emosi yang sulit dijelaskan sekilas di wajahnya, marah, bingung, atau kecewa. “Aku tidak minta dikasihani,” katanya dingin.

“Bukan belas kasihan, Tuan muda,” balas pria itu. “Tuan Rendra hanya menunggu kapan Tuan berhenti hidup seperti ini, bahkan Nyonya Shanum sakit karena terus memikirkan Tuan Muda.”

Kalimat itu membuat Raka terdiam, terlebih saat mendengar Ibunya dalam keadaan sakit. Sudah bertahun-tahun sejak ia meninggalkan rumah besar keluarganya setelah pertengkaran hebat dengan sang ayah karena menentang hubungannya dengan Rasti.

Saat itu Raka menolak dijodohkan dengan putri keluarga konglomerat lain dan memilih menikahi wanita yang ia cintai, yaitu Rasti.

Wanita yang ia pikir akan hidup bersamanya dalam susah maupun senang. Namun kini kenyataannya perlahan berubah menjadi hal yang tak di inginkannya sama sekali.

“Kalau saya boleh bicara jujur,” lanjut Jack pelan. “Wanita yang Tuan perjuangkan selama ini, berselingkuh.”

Jono refleks melirik Raka, ia tahu persis bagaimana sahabatnya diperlakukan, tetapi baru kali ini seseorang mengatakannya secara langsung.

Raka mengepalkan tangan, ia nyaris tak percaya perkataan Jack. Namun, saat ia akan membantahnya Jack menunjukan bukti-bukti yang membuat dadanya seperti di hantam ribuan jarum.

Pikirannya melayang pada pagi tadi, teriakan, hinaan, tuntutan uang, dan tatapan kecewa seolah dirinya hanyalah mesin pencetak uang yang selalu gagal memenuhi harapan. Dan kini... perselingkuhan?

Bahkan Jono saja sampai terkejut dan ikut merasakan sakit hati, karena Raka adalah teman satu-satunya yang menurutnya pria sangat baik.

“Ka...” panggilnya lirih.

Sebelum Raka sempat menjawab, ponselnya tiba-tiba bergetar, nama Rasti muncul di layar. Begitu panggilan diangkat, suara bentakan langsung terdengar.

“Mas! Kamu di mana sih? Cepat pulang! Aku mau pergi sama teman-temanku tapi saldo rekeningku kurang. Transfer lima juta sekarang juga!”

Belum sempat Raka menjawab, suara pria lain samar terdengar dari seberang.

“Sayang, lama amat sih? Buruan.”

Deg.

Raka terdiam beberapa saat di tempat. Tangannya yang menggenggam ponsel perlahan mengeras hingga buku-buku jarinya memutih. Untuk beberapa saat, ia tidak berkata apa-apa.

Kepalanya terasa penuh oleh berbagai suara yang saling bertabrakan, hinaan ibu mertuanya, tuntutan tanpa henti dari Rasti, kerja keras yang tak pernah dihargai, dan kini suara seorang pria lain yang terdengar begitu akrab di dekat istrinya.

Di seberang telepon, Rasti kembali bersuara dengan nada kesal. “Mas? Dengar nggak sih? Cepat transfer uangnya! Aku lagi buru-buru.”

Raka menelan ludah pelan, dada yang selama ini ia tahan dengan kesabaran mendadak terasa sesak. Di hadapannya, Jack berdiri dalam diam sambil memperhatikan perubahan ekspresi tuan mudanya, sementara Jono hanya bisa memandang dengan wajah bingung dan prihatin.

“Mas!” bentak Rasti lagi. “Kok malah diem? Kamu tuh gimana sih? Disuruh transfer doang susah banget!”

Belum sempat Raka menjawab, suara pria yang tadi kembali terdengar, kali ini lebih jelas dan membuat suasana seketika terasa menusuk.

“Sudahlah sayang, ngapain marah sama suami miskin begitu? Kalau kurang nanti aku yang bayarin.”

Tangan Raka bergetar tipis, kalimat itu menghantam jauh lebih keras daripada cacian apa pun yang pernah ia terima selama ini.

Ada sesuatu di dalam dirinya yang seperti perlahan lenyap, sesuatu yang bertahun-tahun ia pertahankan mati-matian.

Namun anehnya, wajah Raka justru berubah menjadi tenang, ia menarik napas panjang lalu menutup matanya sesaat. Saat kelopak matanya kembali terbuka, sorot hangat yang biasanya selalu ada perlahan memudar, berganti dengan ketenangan yang asing bahkan bagi dirinya sendiri.

“Baik,” jawab Raka pelan.

Rasti langsung mendengus puas. “Nah gitu dong. Transfer sekarang, jangan lama.”

Raka terdiam beberapa detik sebelum akhirnya bertanya dengan suara datar. “Kamu di mana sekarang?”

Pertanyaan itu membuat suasana di ujung telepon mendadak hening sesaat. “Memangnya kenapa?” tanya Rasti cepat, terdengar sedikit gugup. “Aku ya sama teman-temanku lah.”

Jack perlahan mengeluarkan sebuah tablet tipis dari tas hitamnya lalu menyalakan layar, tanpa banyak bicara, ia menggeser benda itu ke arah Raka. Di sana terpampang beberapa foto terbaru, lengkap dengan lokasi dan waktu pengambilan.

Rasti terlihat duduk di sebuah restoran mewah, mengenakan pakaian yang tidak pernah ia pakai saat bersama Raka. Wajah wanita itu dipenuhi senyum manis, senyum yang bahkan sudah lama tidak pernah ia tunjukkan di rumah.

Di sampingnya duduk seorang pria muda dengan pakaian mahal, tangan mereka nyaris bersentuhan di atas meja.

Raka terdiam, ekspresinya kini terlihat lebih mengerikan. Jono sampai menahan napasnya ketika melihat tatapan sahabatnya berubah kosong.

“Ka...” panggilnya pelan.

Namun Raka tidak menjawab, matanya tetap tertuju pada layar itu sampai akhirnya sebuah tawa kecil keluar dari bibirnya.

Jack tanpa sadar menegakkan tubuhnya,

sudah lama ia mengenal Raka, dan baru kali ini ia kembali melihat sosok asli Raka.

Tatapan dingin, tawa yang terdengar mengerikan serta wajah datar yang selama ini hilang, kembali.

Raka akhirnya menempelkan kembali ponselnya ke telinga. “Oke,” ucapnya tenang. “Kirim lokasi kamu.”

“Hah?” Rasti terdengar terkejut. “Ngapain?”

“Aku mau antar uangnya langsung,” jawab Raka datar.

Lalu suara Rasti berubah sedikit panik. “Nggak usah! Aku... aku lagi sama teman-teman perempuan kok.”

Namun sebelum Rasti sempat melanjutkan alasannya, suara pria tadi kembali terdengar samar dari kejauhan. “Sayang, pesan dessert sekalian nggak?”

Raka tersenyum tipis, senyum yang membuat Jack dan Jono saling berpandangan.

1
Mommy tulipp
Tdk ush menyesal, toh km jg punya lelaki lain yg mau menafkahi kalian. Raka hanya memperlakukan kalian bagaimana kalian memperlakukan Raka. Semuanya akan terbalas cepat atau lambat
Mommy tulipp
Sy deg2an thor, kirain ketahuan
Mommy tulipp
Iya benar. Kalau mau cari pasangan, lihat dulu asal-usulnya bagaimana👍
Mommy tulipp
Pikir2 dulu Raka, kita tdk tahu Selina ada niat busuk atau tdk. Biasanya kalau masalah rumah tangga sebesar ini ada rasa trauma
Mio Amore
apa kan lolos dri bahaya sepi yg udh udh selina nya
LANY SUSANA
waduh kenaa selina?
Thor bisa ga sii jgn di kasih masalah terus bumil 🤣🤣🤣kasihan dan tegang terus sjk. awal kehamilan ya
moch fachri: aman, udah mulai reda sampe melahirkan😄
total 1 replies
LANY SUSANA
waduw musuh lama datang lg dgn WA j ah baru dan identitas baru😒😒
Mio Amore
haaiiihhh selain Herman am kevin siapa lgi yg terlibat kira2🤔🤔
moch fachri: ada kak nanti muncul pokoknya bikin semua tegang😄🤣
total 2 replies
LANY SUSANA
syukurlah akhir nya tertangkap ya
itu obat apa yg di. masukin ke minuman selina?
apa pengunggur kandungan???
moch fachri: yups penggugur kandungan, nanti di bahas di bab berikutnya kak
total 1 replies
Mio Amore
wiiih makin ketat tuh penjagaan
Mio Amore
ttp ya pengawal mah hrs ada
Mio Amore
terjadi lah yg hrs nya trs jadi
Mio Amore
h ais knpa jantung jdi aneh rasa nya mmbca bab ini 🤔🤔🤔
moch fachri: aneh kenapa kak😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
akhirnya
Mio Amore
akhirnya trs cium jga si penyusup itu
Mio Amore
selamat doni
Mio Amore
semoga selamat nggak terjadi yang tdk di ingin kn
Mio Amore
semoga nggak berhasil
Mio Amore
mulai repot raka ngadepin yg ngidam
Mio Amore
semoga cepet ketauan jgan sampe selina bahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!