NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:78.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai merasakan kejanggalan : 02

“Lu bercanda ‘kan?!” tanya Sambara panik.

“Apa tampang gua mirip orang bercanda?” Aji memandang penuh pada netra terlihat mulai ketakutan.

Akhh …. “Tenggorokanku gatel banget.” Aya mencubit kulit lehernya, merintih pelan.

Kanti merebut botol beku dari tangan pemuda memakai hoodie hitam. “Tempelkan ini di tempat yang gatal, bisa sedikit mengurangi ketidaknyamanan. Jangan digaruk, takutnya meninggalkan bekas luka.”

Walaupun terlihat enggan, tapi tidak memiliki pilihan, Aya menerima saran gadis yang sering dibully nya kala mereka tengah berada di kampus fakultas kehutanan.

“Terus kita mesti apa?” Abeer mulai frustasi.

“Cari cara, pasti ada jalan keluar dari kabut tebal ini,” sahut Kanti.

Sorot mata Abeer berkilat, dia jalan cepat ke arah gadis yang dijuluki culun. “Ini pasti gara-gara lu si pembawa sial! Sial banget gua harus satu regu sama lu!”

Terdengar tabrakan badan, Aji menghadang Abeer, kedua tangan mencengkram kerah jaket kulit warna coklat tua. “Lu masih sama pengecutnya. Bukan bantu mikir malah melimpahkan kesalahan yang jelas-jelas disini si paling bertanggung itu dirimu!”

“Lepasin gua!” Abeer meradang, wajahnya memerah, berusaha menurunkan tangan pemuda keturunan salah satu orang berpengaruh di ibu kota provinsi.

“Coba sendiri kalau lu mampu!” tantang pemuda berambut cepak, mata coklat muda.

“Cukup!” Kanti berteriak lumayan kencang. “Ini bukan saatnya saling menyalahkan apalagi menyerang. Kita gak tahu tengah berada di mana, jam berapa, saat ini siang atau menjelang malam! Tolong dewasa sedikit!”

Aji mendorong pundak Abeer sampai empunya mundur satu langkah. “Jika kalian masih sibuk berdalih, mencoba menyudutkan Candra Kanti, harap sadar diri. Yang patut disalahkan itu kalian. Manusia tapi kelakuan mirip hewan, bermesraan tak tahu tempat.”

“Lu mulai lagi, Ji!” Sambara tidak terima disamakan dengan binatang.

“Aji, tolong jangan menyulut api disaat kita tengah kebingungan seperti ini,” pinta Kanti lembut, dia terbiasa menggunakan aksen formal atau baku.

“Buka kap mobil!” Aji bertitah.

Abeer masih menyimpan dendam, ditatap nyalang tubuh mungil gadis yang aslinya cantik, memiliki bentuk badan molek yang sayangnya tertutup busana kebesaran.

Kap mobil sudah dibuka dan disanggah besi penahan. Aji Sardi terlihat fokus memeriksa bagian mesin. “Coba starter lagi!”

Sambara memutar anak kunci, tapi tetap tidak terdengar deru mesin.

“Gimana mana tenggorokan mu, Aya?” Kanti mendekati kedua wanita berjongkok di bodi samping mobil.

“Mendingan. Jujur gua takut. Belum pernah mengalami kejadian aneh gini,” tubuhnya menggigil kedinginan sampai bibir membiru.

Mayang memeluk sahabatnya, dia sendiri juga menahan rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang.

“Kita pasti bisa keluar dari sini. Perlu kalian ingat! Jangan berbicara sembarangan apalagi mengumpat! Terus kelakuannya dijaga, hindari bermaksiat! Apabila di tempat _”

“Lu dukun ya? Berasa paling tahu medan horor ini, atau cuma mau nakutin kita? Bisa jadi cemburu gak bisa bermesraan karena nggak ada yang naksir cewek aneh kayak dirimu, iyakan?” Mayang masih memiliki tenaga untuk menghina Candra Kanti.

Kanti malas menanggapi, dia kira disaat terjepit seperti ini sifat orang bisa berubah lebih dewasa, tapi tetap kekanakan, pikiran dangkal.

“Gimana, Aji?” tanya Kanti memilih menghampiri pemuda yang sudah dikenalnya semenjak masa putih abu-abu.

Aji menggeleng sambil mengelap tangannya yang kotor terkena oli. “Mesinnya gak bermasalah, air aki juga cukup.”

“Coba dorong kali ya? Siapa tahu tiba-tiba bisa nyala,” Abeer menyarankan.

“Turunkan dulu koper di atas, terus barang-barang berharga kalian lebih baik di pegang erat-erat!” kata Aji bijak.

“Lu mau nyiksa kita ya? Jelas-jelas kami kedinginan, shock, malah dipaksa nurunin koper berat. Lagian buat apa? Toh nanti bakalan dinaikan lagi. Nambahi kerjaan.” Sambara berkacak pinggang.

Candra Kanti naik ke ban, tanpa kesulitan dia sudah duduk di atas mobil, lalu melepaskan simpul tali dan mengambil koper kecil miliknya. “Aji, punyamu mau diambil gak?”

“Iya. Tolong, Kanti,” pintanya pelan.

“Ini tangkap!” Kanti menurunkan kopernya terlebih dahulu, baru milik Aji. Setelahnya dia turun, tidak menawari bantuan ke orang yang sama sekali enggan.

“Sekali lagi gua ingetin kalau gak mau nyesel belakangan! Setidaknya kalian harus menggendong barang penting buat jaga-jaga!” Aji sibuk membongkar isi kopernya, mengambil beberapa stel pakaian lalu memasukan ke ransel besar.

Candra Kanti juga melakukan hal sama. Sesama anak pecinta alam, dan sering menempuh perjalanan panjang demi bisa mencapai puncak pegunungan, ia sudah terbiasa membawa barang seperlunya, bersikap antisipasi.

Namun, peringatan Aji dianggap angin lalu, baik Sambara dan ketiga temannya enggan beranjak.

“Buruan! Kalian yang aslinya buat lama!” bentak Abeer, sudah mengambil ancang-ancang di belakang mobil.

Ahwaya, Mayang, berdiri sedikit berjarak, tidak berani berjauhan dari lainnya.

Tas ransel digendong, tali sepatu dikencangkan, Candra Kanti ikut membantu mencoba mendorong mobil.

Sambara duduk dibalik kemudi, kembali mencoba men-stater, hasilnya tetap sama – tidak mau menyala.

“Satu dua tiga! Akhhh!” teriak pemuda memiliki lemak di perut, dan leher.

“Bangke! Ngapa ni mobil sedikitpun gak mau bergerak?!” Abeer mengelap keringat di kening.

Aji dan Kanti juga merasa aneh, peluh membanjiri pelipis mereka.

“Keluar Sambara! Buruan keluar! Tanahnya bergerak!” jerit Kanti, dapat dirasakan olehnya getaran halus, lalu gemuruh seperti ombak menghantam bebatuan karang.

“Mundur! Cepat mundur!” Aji pun berteriak sambil melangkah mundur.

Kali ini Sambara percaya, dia berlari ke belakang mobil.

BUM!!!

Suara melengking itu mengejutkan semua orang, mereka berdiri cukup jauh dari mobil. Demi bisa melihat jelas, senter ponsel dinyalakan.

“Tanahnya amblas!” Abeer menjambak rambutnya sendiri, shock berat.

“Mobilnya meluncur!” Sambara pun tidak kalah panik.

“ Koperku!” Mayang histeris, melompat tidak jelas, menangisi barang berharganya terjun berikut mobil.

Ahwaya tidak mampu berkata-kata, badannya lemas sampai perlu dipapah Kanti.

Angin lembut bertiup menggoyang dedaunan, menerpa wajah keenam orang berstatus mahasiswa semester lima.

Perlahan kabut tebal berangsur-angsur lenyap, membuat jarak pandang bebas.

Namun hal tersebut menambah rasa takut kala melihat tanah berlubang layaknya jurang mengerikan.

“Lihat ke atas!” Aji mendongak, menatap aneh semburat kemerahan pekat menghiasi langit.

Kanti melihat langit, lalu menunduk dan memperhatikan sekitar – matanya terbelalak kala menyadari keanehan terjadi tepat di depan mata.

“Kenapa semua berubah merah seperti nyala api?!”

.

.

Bersambung.

1
Ayudya
sampai sekarang Kanti dan teman teman nya belum juga menemukan jalan keluar
Siti Umaroh
semangat thorrrrr Thor jangan serius serius ya BKIN ada nuansa romance nya hihii aku suka semangat thorrr suka bgt sma Sambara SMA aya
Al Fatih
apa yang kau lihat aji 😱 ???
mamaqe
jiii...spil doongggg
Shee_👚
apa yang di liat aji, manusia kah?? atau apa🤔🤔
Shee_👚
ampun deh ngebayangin mereka mengamati itu dapur aku ko ya merinding takut ada penampakan🤣🤣🤣
Shee_👚
aduh deg deg an aku
Shee_👚
ko ya serem banget di kasih makan banyak biar gemuk, terus di potong dah kaya ayam🤭
Mudahlia Fitha
aji Sakha jgn macam macam satu macam aja udah BKIN haredang
Shee_👚
bisa jadi hanya sandiwara agar kalian terkecoh
Diah_Kustantie ✨💛
Yg di liat aji adalah “ masa depan cerah bersama kanti “ ea ea ea 🤣
Siti Umaroh: haha iyakan ka semoga GK ada korban lgi
total 1 replies
Shee_👚
nah nah apa bener lilis🤔🤔
duh pusing aku🤭
Shee_👚
nah widi tau sesuatu itu, atau jangan² anjjing semalam anak buah widi??🤔
Maritanias
😍😍😍😍😍😍😍😍
Maure Nia
pasti mahluk aneh...
syizfaiz
hayooo ji cepat katakan, apa yg kamu liat sekarang 😱😱😱
Maure Nia
Kanti usaha terus say💪
Dew666
💎💎💎
Monica Lora
ap yg kamu lihat.. aku bobok dlu.. serem ah...🤭🤭
moon
wah wah wah, bisa bintitan kalo hobi tukang intip diterusin 🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!