NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Jebakan si Lalinan

"Jadi lo mau kan, Dai?" Sajen ingin memastikan jika Badai setuju datang ke pesta ulang tahun Lalinan.

"Dai, dengerin gue. Ini bukan cuma soal pesta ulang tahun Lalinan yang isinya cuma pamer story Instakiloan doang. Dia udah nyiapin area VIP cuma buat lo! Satu area, Bro! Lo tau nggak berapa harga booking VIP di klub Paradise? Itu setara sama biaya gue top-up diamond buat tiga tahun ke depan! Anjir nggak tuh?!"

Badai menghentikan gerakannya yang sibuk mengikat rambut bagian depan dengan karet sehitam dosa yang entah nemu dari mana, dia menatap Sajen dengan dahi berkerut. "Satu area cuma buat gue? Terus tamunya yang lain gimana, dlosor di emperan?"

"Ya ada di area umum lah, tapi yang bisa masuk ke area private itu cuma lo. Anak-anak sirkuit bilang lo itu tamu agung, Guest of Honor, intan permata hatinya si Lalinan," sumpah ya cara Sajen ngomong bikin Badai pengen melempar kunci inggris ke arah teman anomalinya itu.

"Mau ya Dai? gue rela jadi tukang sapu di sini seminggu tanpa dibayar kalau lo mau dateng ke pestanya si Lalinan, deh!"

"Buset, lo maksa amat. Kenapa nggak lo aja yang ke sana sendiri, bilang lo wakilin gue buat hadiri pesta nggak jelas itu. Beres kan?"

Sajen merengut. "Dikira mau ambil raport semesteran apa pake diwakilin segala?! Lagian apa sih Dai yang bikin lo se anti itu sama dedek Lalin?? Oke ganti pertanyaan deh, jangan bilang lo masih jaga hati lo buat si Kilau?"

Mata Badai menyipit, penampilan Badai sekarang ini seperti Haoran Ye dengan rambut diikat asal tapi di situlah letak kerennya.

"Ngapa jadi merembet kemana-mana? Gue sama Kilau udah nggak ada apa-apa. Sebagai mantan bermartabat, gue nggak demen lo bahas dia. Bikin senep aja!"

Niatan Sajen untuk membalas ucapan Badai terhenti oleh bunyi ponsel Badai yang menandakan ada telepon masuk ke sana. Badai melirik malas ke arah layar ponsel yang masih menyala. Jelas terlihat di sana nama 'Si Rese' muncul, si pemilik ponsel sepertinya tak mempunyai pilihan lain selain menerima panggilan tersebut setelah lima kali ponselnya berkedip tanpa henti.

"Iya." Satu kata itu mengawali obrolan via seluler yang terjadi antara Lalinan dan Badai.

"Daaaai, kamu kemana aja sih? Aku telepon dari tadi nggak dijawab-jawab ieeeh?!!"

"Boker. Ini aja belum cebok."

Jawaban yang sangat membagongkan!

"Iyuuuuuuh, Daaaaai! Jorok banget sih kamu!!"

Badai diem. Sajen geleng kepala sambil sibuk ngepush rank.

"Dai.. Dai, Badaaaaaaaaaiiii!! Jangan bilang kamu ikut ilang kelintir bareng tembelek mu di kloset ya, dipanggil diem aja!"

Kali ini Sajen ngakak parah mendengar ucapan tak berpaedah Lalinan. Badai tetap diam tak menanggapi apapun yang diucapkan gadis di ujung dunia sana.

"Aku nggak mau terima alasan apapun ya Dai, pokoknya kamu wajib dan harus dateng ke Paradise besok malem! Kalau sampe kamu nggak dateng, aku bakal ke rumah mu dan ngaku ke keluarga mu kalau kamu udah hamilin aku!!"

Makin keras aja tawa Sajen. Kali ini Badai langsung menempeleng kepala Sajen saking kesalnya.

"Ngefitnah orang sekarang bisa masuk penjara, La."

"Aku lebih suka dimasukin kamu, Dai."

Badai melotot. "Kalau sakit berobat, omongan mu udah menjurus ke sakit jiwa."

Bukannya marah, Lalinan justru tertawa seperti sedang mendapat pujian.

"Kamu di WC sama si Sajen?" pertanyaan Lalinan kemudian.

"Iya. Dia cosplay jadi taik!"

Muka Sajen mendadak berubah mendung. Nggak terima banget dia dikatain cosplay jadi e'ek sama bestinya. "Udah cocok kalian berdua! Suka menghina, couple gong!"

Mendengar hal itu Lalinan tentu senang bukan kepalang. "Jeeeen, lo juga harus dateng ya. Khusus buat lo sama ayank gue, nggak perlu masuk pakai undangan. Satpam Paradise udah ngenalin wajah kalian bahkan seupil-upilnya pun pasti dikenali. Oke, gue tutup dulu telepon nya ya. Gue mau nyalon. Bye ayank Dai, bye Sajen sawah...."

Mereka saling pandang. Hembusan nafas terdengar berat ketika Badai memasukkan kembali ponselnya ke saku celana.

Setelah menimbang dan memilih banyak faedah atau tidaknya acara ulang tahun si Lalinan yang maksa banget harus dia datangi, Badai memutuskan untuk hadir ke sana.

Malam yang dinantikan Lalinan tiba, hari ini di klub Paradise sedang ada acara pesta perayaan ulang tahunnya yang ke dua dua. Banyak tamu undangan yang adalah temen tongkrongan, temen ghibah, temen nyalon, temen seangkatan sekolah, sampai temen nyari kutu juga diboyong ke sana. Biar apa? Ya biar meriah lah, biar semua orang memuji kemeriahan pesta mbak Lalinan. Dan tentu saja, bakal ada something yang direncanakan Lalinan malam ini sebagai puncak acaranya.

Melihat kedatangan Badai yang gantengnya kelewat portal, dengan menggunakan kemeja hitam bagian lengan baju dilipat sampai siku, rambut yang biasanya berantakan kini tertata, wangi parfum maskulin yang memanjakan indera penciuman mampu membuat siapapun menoleh ke arah lelaki yang kini langsung digelayuti sang pemilik acara.

"Ayaank akuuuuuh!" Lalinan langsung mengklaim Badai sebagai miliknya.

"Gue ke sini bukan buat jadi badut gini, La."

Badai menolak digelayuti. Dia menepis tangan Lalinan, tapi tentu saja si Lalinan nggak menyerah. Dia makin menempatkan diri di sebelah Badai dengan dada yang mepet ke lengan pemuda 23 tahun itu.

"Kamu sejenis pacet ya? Disuruh pergi malah makin nempel kayak gini."

Sungguh omongan Badai malah membuat Lalinan cekikikan geli. Dia suka semua tentang Badai, mau dijutekin kayak apa juga si Lali bakal acuh aja. Namanya juga cinta udah melekat, tembelek ayam rasa coklat ceunah.

Klub Paradise malam itu bagaikan mesin raksasa yang berdenyut. Musik EDM dengan bass yang menghentak dada membuat udara di dalamnya terasa padat dan panas. Cahaya lampu neon berwarna ungu, merah dan biru elektrik menyambar-nyambar ke segala arah, memantul pada gelas-gelas kaca dan keringat orang-orang yang menari tanpa kendali. Mereka bebas mengekspresikan diri, bebas melakukan apa yang mereka mau, pesta Lalinan adalah hiburan yang nyata bagi kaum mendang-mending yang hidupnya monoton gitu gitu aja.

Berbeda dengan para tamu lain, Badai sekarang ada di dalam ruangan dengan interior yang dirancang untuk kepuasan sekaligus kenyamanan yang berlebihan bagi pelanggan kelas VIP. Badai berhasil dipaksa masuk ke dalam sana oleh Lalinan.

Sofa beludru berwarna merah marun melingkar mengelilingi meja marmer hitam yang di atasnya sudah tersedia botol-botol minuman keras dengan harga jutaan rupiah. Minuman kaum sosialita emang harganya di luar nurul sekali.

Lantai di ruangan itu dilapisi karpet tebal yang meredam setiap langkah kaki, seolah ingin menyembunyikan kehadiran siapa pun di sana. Pencahayaannya temaram, hanya menyisakan sorot lampu kuning hangat yang fokus pada meja tengah. Di pojok ruangan, terdapat sebuah pintu kecil tersembunyi yang menuju kamar istirahat pribadi, bagian dari rencana 'kejutan' yang Lalinan siapkan untuk Badai.

Badai dipaksa duduk di ujung sofa, dia terjebak berdua dengan gadis cantik nan seksi yang saat ini menggunakan gaun dengan belahan dada rendah warna putih gading. Entah memang modelnya seperti itu atau bagaimana, bagian punggung juga diekspos secara terang-terangan seperti sengaja ingin memamerkan lekuk tubuh sempurna yang Lalinan miliki.

"Dai, kok nggak diminum? Ini minuman khusus buat kamu, aku pesan langsung dari bar paling atas," ucap Lalinan dengan suara yang dibuat selembut mungkin. Dia menggeser sebuah gelas kristal berisi cairan berwarna amber jernih ke depan Badai.

"Gue nggak haus, La. Gue udah dateng, kasih selamat, kasih kado, sekarang gue mau balik," jawab Badai dingin, matanya terus melirik ke arah pintu keluar.

"Iiiih enggak mau! Kamu nggak boleh langsung pulang dong! Satu gelas aja, sebagai penghormatan buat ulang tahun aku. Masa kamu tega nolak?" Lalinan mulai merapat, jemarinya yang berkutek merah terang menyentuh lengan Badai. "Habis ini, aku nggak bakal ganggu kamu lagi deh. Janji."

Badai menghela napas panjang. Dia menatap tajam ke arah gelas yang Lalinan sodorkan. Dia ingin drama ini segera berakhir. Tanpa kecurigaan yang berarti, dia meraih gelas itu dan meminumnya dalam sekali teguk. Namun, begitu cairan itu melewati kerongkongannya, Badai merasakan sensasi terbakar yang tidak biasa. Bukan sekadar alkohol, ada rasa manis yang aneh yang tertinggal di lidahnya.

"Satu lagi." Lalinan tersenyum menggoda. Dia letakkan satu tangannya di paha Badai.

"Udah La. Cukup, gue mau pulang." suara Badai mulai parau.

"Please, Dai.. Satu aja. Aku janji abis ini kamu beneran boleh pulang." Sebuah rayuan dipadukan dengan senyum manis yang mematikan.

Dan benar saja, Badai langsung menyambar gelas itu cepat lalu meneguk isi gelas tersebut tanpa banyak bicara. Hanya dalam hitungan menit, pandangan Badai mulai bergoyang. Suara dentum musik dari luar ruangan yang tadinya 1terdengar samar, kini seolah-olah meledak di dalam kepalanya. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

"Lalin... lo campur apa di minuman itu?" tanya Badai, dia sampai memegangi pelipisnya.

Lalinan hanya tersenyum licik, tangannya kini berani mengusap paha atas Badai. "Cuma sesuatu yang bikin kamu lebih rileks, Sayang. Sini, bersandar sama aku..."

Badai menyadari ada yang salah. Instingnya sebagai laki-laki berteriak bahwa dia harus pergi dari sana. Dengan sisa kesadaran yang menipis, dia menyentakkan tangan Lalinan dan berdiri dengan limbung. Dia menabrak meja marmer hingga gelas-gelas berdenting keras, lalu memaksa kakinya melangkah menuju pintu keluar VIP.

"Badai! Kamu mau ke mana? Kamu nggak boleh pergi dari sini!" teriak Lalinan panik karena mangsanya mencoba kabur.

Badai tidak membalas. Dia mendorong pintu kaca itu dan keluar ke lorong mezanin yang lebih tenang. Kepalanya berputar hebat. Ia merasa seolah-olah dunia sedang berputar 360 derajat. Tangannya meraba dinding, mencari pegangan agar tidak tersungkur di depan umum.

"Dai, Sini ih!! Di dalam ada ruang buat istirahat, ayo ikut aku!" Lalinan tak membiarkan Badai pergi begitu saja.

Tak peduli dengan rengekan Lalinan, Badai terus berjalan menjauh dari kebisingan menuju koridor belakang yang terhubung dengan area VVIP tempat yang lebih sepi. Di sana, di dekat pintu darurat yang juga menghubungkan area kantor pengelola, langkahnya benar-benar terhenti. Keseimbangannya hilang, dan dia hampir saja jatuh menghantam lantai jika tidak menabrak seseorang yang baru saja keluar dari sebuah ruangan VVIP.

1
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
Bulan-⁶
sajen beneran pasangannya dedemit
Bulan-⁶
wes lah mau pura2 atau beneran pacaran juga silahkan, udah kokopan juga tadi kan
Bulan-⁶
pake tossa aja thor
Bulan-⁶
perjalanan mu masih panjang dan berliku dai
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
sombong dikit boleh kok Dai🤣🤣🤣🤣🤣
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
Keknya Dai minta kiriman Rudal dari Irak buat memborbardir Wijaya grup🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!