Gita mati karena penghianatan, ia didorong oleh keluarga dan sahabatnya sendiri ke tengah zombie demi menyelamatkan diri mereka. namun, Gita kembali ke masa satu bulan sebelum wabah mematikan menghancurkan dunia. dengan ingatan masa depan dan sebuah kalung Dimensi misterius, Gita bersiap menghadapi kiamat sebelum menjauh dari orang - orang yang pernah membunuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duna Dara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
"Gita buka, ini gue Livy" teriak Livy dari luar pintu.
Gita hanya melihat dari layar monitor kecil yang tertempel di dinding, jadi saat ada yang bertamu dan menekan ball Gita bisa akan tau siapa orang yang ingin masuk ke dalam apartemennya.
Walupun sebelum naik lift ada notifikasi ada tamu yang akan datang, namun tetap saja karena apartemen ini sangat menjaga privasi jadi di buat lah keamanan double.
Dengan tatapan yang dingin Gita membuka pintu.
Cklek
Brak..
Dengan tidak tau malunya Livy masuk ke dalam rumah Gita dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar Gita.
Gita hanya menatap dingin ke arah Livy.
"Ada apa sih liv?" tanya Gita
Livy terus mondar mandir, masuk ke dalam kamar Gita dan keluar lagi mencari barang di semua laci.
"Lo lagi ngapain si liv? Kenapa di berantakan, gila kali Lo ya" emosi Gita yang melihat baju dan barang - barang nya di acak - acak oleh Livy
Livy tidak mendengar ucapan Gita dia hanya terus mencari dan mencari barang yang terlihat sangat penting itu.
"LIVY!!" teriak Gita membuat Livy berhenti
"Lo lagi cari apa sih? kenapa Lo acak - acak rumah gue. Lo lagi mabok apa gimana?" maki Gita
"Gue mau cari barang gue, gue inget barang gue ketinggalan di sini" ujar Livy
"Lo nyari apa? gue bantu tapi jangan di acak - acak gini" bentak Gita
"Gue cari kalung mutiara hijau" jawab Livy
"Kalung mutiara hijau? sejak kapan Lo punya kalung kaya gitu, katanya Lo gak suka kalung" tanya bingung Gita
"Ya pokonya cariin kalung gue cepat!!" perintah Livy dengan tidak tau malunya.
"Lo cari kalung mutiara yang dulu pernah lo minta?" tanya Gita
"Iya. Di mana cepat di mana? apa Lo ambil lagi?" tanya balik Livy dengan mata yang melotot
Dengan kurang ajarnya Livy langsung menarik kerah baju Gita dan melihat apa kalungnya ada di leher Gita apa tidak.
"Apa sih, gak sopan banget" kesal Gita
"Kalung gue di mana? kasih ke gue, gue mau pake" pinta Livy
"Kan kalung itu udah ada sama Lo, ko Lo malah nanya sama gue sih" balas Gita
"Bohong!! pasti Lo kan yang ngumpetin kan" tak percaya Livy
"Bohong? ya cari aja kalo Lo gak percaya. Tapi inget Lo harus beresin baju sama barang - barang gue yang Lo acak - acak" kesal Gita melihat semua barang berhamburan.
Nafas Livy memburu tiba - tiba dia mengucapkan sesuatu yang membuat Gita kaget.
"Muncul!!" ucap livy tiba - tiba...
Deg!!
"Apa dia juga kembali ke 30 hari sebelum bencana!!" ucap dalam hati Gita
Beberapa Detik Kemudian
Suasana hening tak ada perubahan di sana.
"Lo kenapa sih? Muncul apa, Lo gila ya" Gita pura - pura bingung
"Akhh.. Si*lan, gue inget ko kalungnya masih ada di apartemen lo" frustasi Livy
"Yaudah cari kalo ada di sini" balas Gita kesal
Akh!!
Brak!!
Dengan emosi Livy berjalan keluar dari apartemen Gita tanpa membereskan barang dan baju Gita yang sudah dia acak - acak.
Gita diam di tempat tanpa berbicara apapun, dia melihat ke arah pintu yang sudah tertutup kembali.
"Jadi Lo juga hidup lagi!!" gumam sebari menyeringai.
"Untung aja ni kalung bisa hilang, jadi tuh temen gak tau diri gak tau malu, gak tau kalo kalung nya kembali ke pemilik aslinya yaitu gue. apa kalung ini sekarang cuma nurut sama gue ya, jadi pas dia bilang muncul ni kalung gak muncul!!" ucap Gita bingung
"Memang kalung ini tuh takdirnya buat gue Livy, jal*ng kaya Lo tuh gak pantes" maki Gita
Gita melihat ke ruang tamu dan kamar nya yang sudah di acak jal*ng si*lan kamp*et itu.
"Emang si*lan!!" gerutu Gita
Gita pun dengan malas membereskan semua barang - barang yang di acak - acak livy.
Beberapa Jam Kemudian
Gita sudah santai di sofa nya sembari membuka pintu jendela, angin sejuk masuk ke dalam apartemen Gita.
"Oh iya. Kalo gue mau tinggal di sini, berarti gue harus perkuat ni apartemen, soalnya gedung ini udah kokoh banget. Di masa depan gue keluar dari rumah ini karena atap apartemen ambruk. Tapi gedungnya masih kokoh, jadi gue perlu benerin unit gue aja" gumam Gita
Gita membeli apartemen ini memang cukup mahal, namun tidak semahal unit yang lain dikarenakan rumah Gita ada di lantai paling atas membuat semua orang tidak mau menempati apartemen ini, karena angin terlalu kencang dan siapa yang ingin tinggal di sana 1 unit lagi dan manajer apartment pun dengan baik menawarkan kepada Gita dengan harga yang sedikit murah dari unit yang lain.
"Berarti gue harus pindah dulu dari apartemen ini, cari orang buat rubah apartemen gue ini jadi tank tahan bom dan segala macamnya bencana" gumam Gita
"Lebih baik gue kerja sekarang, daripada gue tunda - tunda. gue tau kapan bencana alam sama wabah zombie muncul tapi bisa aja mereka muncul lebih dulu dari perkiraan gue" lanjut Gita.
Gita dengan cekatan memasukan semua barang - barangnya ke dalam ruang dimensi dengan cepat.
Beberapa Menit Kemudian
Unit Apartemen Gita sekarang sudah kosong tidak ada apa - apa di dalamnya.
Gita pun keluar dari dalam apartemen dengan membawa 2 koper besar, dia menyeret ke dua koper ke basement untuk memasukannya ke dalam mobil.
Setalah memasukan kopernya ke dalam bagasi, Gita kembali naik ke lobby untuk berbicara dengan manajer apartment, jika dirinya akan merenovasi apartemen karena banyak yang bocor dan juga panas jadi Gita memutuskan untuk merenovasi apartemen.
Untungnya manajer apartemen menyetujui untuk Gita merenovasi apartemen yang sudah lapuk itu.
"Mbak Gita" panggil penjaga lobby apartemen bernama windu
"Iya mbak windu, ada apa?" tanya Gita
"Ini card akses yang baru. kemarin kan lift rusak, jadi lift di ganti terus card aksesnya juga di ganti. tadi mbak Livy Dateng saya lupa titip ke mbak Livy, jadi baru saya kasih sekarang deh" jawab windu
"Oh iya mbak makasih. tapi tadi dia bisa masuk ke apartemen saya ko bisa?" tanya Gita
"Iya soalnya tadi saya bantu, kan sudah sering mbak Livy ke sini jadi saya bantu soalnya tadi kaya buru - buru banget gitu" jawab windu
"Oh iya gak papa mbak. Oh iya mbak, mulai besok kalo ada orang cari saya mau siapapun bilang aja kalo saya udah pindah ke luar kota ya jangan bilang kalo saya lagi renovasi apartemen" ucap Gita
"Baik mbak. Tapi maaf emang kenapa ya?" tanya Gita
"Ternyata saya baru tau kalo Livy dan keluarga saya mereka kerja sama mau rebut saham perusahaan ibu saya dengan atas nama saya, jadi mereka selalu paksa saya buat tanda tangan pengalihan saham. Tadi juga Livy datang karena itu, dia bilang saya gak pantes dapet saham itu jadi tadi dia marah - marah kan pas keluarga apartemen saya. Itu karena saya tidak mau" jawab bohong gita
"Astaga kejam sekali mereka mbak. pantesan tadi mbak Livy kaya mukanya kesel banget, karena itu ternyata. Tapi Tenang saja mbak, mulai besok saya akan tutup rahasia ini dengan rapat jadi mbak tenang saja. Besok saya akan bilang jika rumah mbak Sudah di beli dan sedang di renovasi oleh pemilik barunya" balas windu
"Terima kasih ya mbak. Mbak emang yang terbaik" ucap Gita
"Oh iya mbak. Saya ada rahasia tapi jangan bilang - bilang sama yang lain ya ini hanya kita" bisik Gita
"Apa mbak?" penasaran windu
"Saya dapat info dari teman saya yang seorang ahli Geofisika, jika akan ada badai yang sangat besar di awal bulan depan. Akan ada banjir besar mungkin akan setinggi 15 lantai, jadi saya sarankan tinggal lah di tempat lebih tinggi dan timbun makanan dengan jumlah yang sangat banyak, timbun makan yang tahan di suhu ruangan dan jangan sampai orang tau jika kamu menimbun Makanan" bisik Gita
"Baik mbak. Memang bener akhir - akhir ini cuaca sedikit aneh, 1 hari bisa 10 kali hujan dan di persekian detik tiba - tiba. panas lagi aneh kan. Saya pasti ingat saran dari mbak Gita, saya juga sudah tinggal di salah satu apartemen dan saya tinggal di lantai 20 jadi cukup aman kan" balas windu