Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28 Tangal lahir Yerin
Langkah kaki Yerin dan Yo-han menggema pelan saat mereka melewati lorong menuju ruang tamu utama yang dibimbing oleh Han Miraa.
Begitu pintu kayu jati itu terbuka lebar, atmosfer berat dan intimidatif langsung menyergap indra mereka.
Suasana di dalam ruang tamu keluarga Seo terasa begitu tegang, mirip seperti ruang sidang. Di sofa utama, duduk sang kepala keluarga, Seo Kangwoo, dengan wajah tegas tanpa ekspresi. Di sebelahnya, sang istri, Lee Sunhwa, duduk dengan anggun.
Tak jauh dari mereka, Seo Jihoon duduk dengan tubuh condong ke depan, tampak sangat penasaran dengan situasi ini.
Sementara di sudut sofa lain, Seo Yunjin, adik bungsu Yerin, menyandarkan tubuhnya dengan malas, tampak terpaksa ikut terseret dalam formalitas pertemuan keluarga yang membosankan ini.
Miraa melangkah masuk dan langsung mengambil tempat di samping suaminya, meninggalkan Yerin dan Yo-han berdiri di tengah ruangan.
Meskipun tangannya sedikit dingin karena gugup, Yerin menegakkan bahunya. Ia memberanikan diri untuk melangkah lebih maju dan membuka suara.
"Ibu, Ayah... perkenalkan, dia adalah Kang Yo-han. Pacar yang selama ini kusembunyikan dari kalian."
Yerin kemudian memberikan lirikan kecil ke arah Yo-han, memberi kode rahasia agar pria itu melanjutkan perkenalannya sesuai dengan wibawa seorang pria yang ingin melamar.
Yo-han menghela napas pendek. Jujur saja, ia sama sekali tidak terbiasa dengan situasi formal seperti ini. Jika ini adalah bagian dari urusan pekerjaannya, Yo-han pasti sudah langsung duduk tanpa disuruh, menaikkan satu kakinya ke atas lutut, menyalakan rokok tanpa permisi, dan siap memukuli atau melenyapkan siapa saja yang berani tidak sependapat dengannya.
Tapi sekarang? Perannya malam ini sangat amat bertolak belakang. Dia sedang berada di posisi seorang pria yang datang untuk meminta restu dari orang tua wanita yang ingin dia nikahi.
Menekan egonya dalam-dalam, Yo-han sedikit menundukkan kepalanya secara formal dengan gerakan yang tetap terlihat berkelas.
"Selamat malam, Tuan Seo, Nyonya Seo. Nama saya Kang Yo-han. Saya adalah salah satu eksekutif di bawah Keluarga Geumryeon, sekaligus pemilik dari Moonlight Club."
Mendengar nama itu disebut, Seo Jihoon langsung menegakkan tubuhnya dengan mata berbinar heboh.
"Woahh! Moonlight Club?! Itu adalah tempat hiburan favoritku! VVIP lounge-nya benar-benar—"
Plak!
"Aww!" Jihoon meringis saat Miraa cepat menampar pahanya dengan cukup keras sambil memberi tatapan mematikan yang mengisyaratkan agar Jihoon melihat situasi dan kondisi.
Jihoon langsung berdehem canggung, membetulkan posisi duduknya.
"M-maksudku... salam kenal, Eksekutif Kang. Maafkan ketidaksopanan saya barusan," ucapnya meski matanya masih menyiratkan rasa antusias yang besar pada Yo-han.
Seo Kangwoo yang sejak tadi mengamati dengan jeli akhirnya mengangguk pelan. Gurat-gurat tegas di wajah paruh bayanya tidak mengendur.
"Silakan duduk," ucapnya dengan suara berat yang berwibawa.
Yo-han dan Yerin berjalan beriringan lalu duduk bersebelahan di sofa yang berhadapan langsung dengan kedua orang tua Yerin.
Tak lama kemudian, seorang pelayan mansion datang dengan langkah tanpa suara, menuangkan teh hangat ke dalam cangkir porselen di depan Yo-han.
Seo Kangwoo menatap Yo-han lurus-lurus. Di dalam kepalanya, otak bisnisnya sedang berputar cepat.
Sebagai pemimpin Seorin Grup, ia tahu betul siapa Kang Yo-han. Pria di hadapannya ini bukanlah orang sembarangan; posisinya di faksi bawah tanah Keluarga Geumryeon sangatlah kuat.
Jika sampai keluarga mafia terbesar itu memusuhi Seorin Grup, bisnisnya bisa saja mengalami kesulitan besar. Namun di sisi lain, ia juga harus menjaga harga diri keluarga Seo.
Di saat Kangwoo masih menimbang-nimbang kalimat pembuka yang tepat dan taktis agar tidak salah langkah, Lee Sunhwa—sang ibu—yang tampaknya sudah tidak sabar dengan ketegangan ini, akhirnya mengambil alih pembicaraan.
Dengan senyum tipis yang ramah, Lee Sunhwa melipat tangannya di atas pangkuan dan menatap Yerin serta Yo-han bergantian.
"Jadi, Eksekutif Kang... jika boleh Ibu tahu, bagaimana cerita awal kalian berdua bisa bertemu dan menjalin hubungan rahasia seperti ini di belakang kami?"
Yo-han memperbaiki posisi duduknya. Dengan ekspresi tenang tanpa beban, ia mulai menarasikan skenario yang telah disusun Yerin di dalam mobil tadi.
Suaranya yang berat dan mengalun konstan membuat setiap kebohongan itu terdengar seperti kenyataan yang benar terjadi.
Ia menceritakan bagaimana ia terpesona oleh Yerin di bawah temaram lampu Menara Eiffel, bagaimana ia mengejar wanita itu tanpa lelah meski tahu Yerin sudah terikat pertunangan, hingga akhirnya ketulusannya melunakkan hati sang putri.
Yo-han mengeksekusi plot absurd itu dengan akting yang sangat rapi—tidak ada gestur gugup, tidak ada jeda yang mencurigakan, dan tidak ada celah sedikit pun yang menunjukkan bahwa ia sedang membual.
Lee Sunhwa yang mendengarnya tampak mengangguk-angguk puas, senyum formalnya kini berubah menjadi binar kagum seorang ibu.
"Mendengar kegigihanmu... kau pasti sangat mencintai putriku, Eksekutif Kang."
Tanpa keraguan sedetik pun, Yo-han menatap Sunhwa dan menjawab dengan tegas, "Ya. Saya sangat mencintai Yerin."
Yerin yang duduk di sampingnya spontan menoleh dan menatap garis rahang Yo-han dari samping. Ia tahu betul bahwa semua ini hanyalah panggung sandiwara yang ia sutradarai sendiri. Namun, entah mengapa, penekanan kata dan tatapan mata Yo-han saat mengucapkan kalimat itu terdengar begitu nyata dan tulus.
"Cinta saja tidak cukup untuk membuktikan segalanya."
Suara bariton Seo Kangwoo memecah atmosfer hangat yang mulai terbangun. Sang kepala keluarga menatap Yo-han dengan mata menyipit penuh selidik.
"Jika kau memang benar-benar mencintai dan memperhatikan putriku selama setahun ini, kau pasti tahu hal paling mendasar tentang dirinya. Katakan padaku, kapan tanggal ulang tahun Yerin?"
Yerin terkesiap. Skenario yang ia buat sama sekali tidak memperhitungkan detail ini!
"Ayah! Apa-apaan pertanyaan—"
"15 April 1991."
Jawaban Yo-han meluncur dengan lancar hingga memotong kepanikan Yerin. Ruangan itu mendadak hening. Yerin sendiri langsung terdiam, menatap Yo-han dengan tatapan bingung.
Seo Kangwoo mendengus dingin, sebuah senyum kemenangan yang sinis terukir di wajah paruh bayanya.
"Salah. Tanggal lahir Yerin adalah 13 April 1991. Kau bahkan tidak tahu kapan wanita yang ingin kau nikahi lahir ke dunia. Ini membuktikan bahwa semua cerita romantis yang kau bualkan sejak tadi hanyalah kebohongan untuk membodohi kami!"
Ketegangan di ruang tamu itu langsung memuncak. Jihoon dan Miraa saling pandang dengan cemas, sementara Yunjin hanya memperhatikan berharap semua ini cepat selesai agar dirinya bisa segera bermain game.
Namun, di tengah intimidasi yang menekan itu, Yo-han justru mengeluarkan tawa rendah yang tenang. Ia menyandarkan punggungnya ke sofa, menatap Seo Kangwoo dengan seulas senyum kecil yang misterius.
"13 April memang tanggal yang tercatat di dokumen sipil dan kartu identitasnya, Tuan Seo. Tapi 15 April adalah tanggal lahir Yerin yang sebenarnya," ucap Yo-han, nadanya santai namun sarat akan provokasi.
Seo Kangwoo mengerutkan dahinya. Yo-han langsung melanjutkan.
"Anda sengaja mengubah tanggal lahir Yerin karena menganggap tanggal 15 adalah angka sial yang membawa kutukan bagi keluarga Anda. Kita semua tahu pada tahun itu Seorin Grup sedang berada di ambang kebangkrutannya. Ditambah lagi, di tanggal itu Anda kehilangan Ayah Anda dan adik kandung Anda dalam kecelakaan tragis. Demi membuang sial dan menghindari perayaan ulang tahun di tanggal berkabung itu, Anda memutuskan memindahkan tanggal lahir Yerin ke tanggal 13 yang dianggap membawa keberuntungan. Apakah kata-kata saya yang salah, Tuan Seo?"
Yo-han mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyuman penuh tantangan, menatap langsung ke manik mata Seo Kangwoo yang kini melebar tegang.
Lee Sunhwa spontan menutup mulutnya dengan kedua tangan, wajahnya memucat karena syok. Rahasia kelam masa lalu itu seharusnya hanya diketahui oleh keluarga Seo saja. Bahkan Jihoon sebagai kakak Yerin hampir lupa tentang hal itu.
Disisi lain, Yerin ikut tercengang dengan mata membulat sempurna. Seluruh tubuhnya mendadak kaku. Di kehidupan sebelumnya maupun di kehidupan sekarang, ia sama sekali tidak pernah menceritakan detail sensitif tentang hari lahirnya ini kepada siapa pun.
'Darimana Yo-han bisa mengetahui rahasia paling tabu di keluargaku?' batin Yerin.
...****************...
Biar gk bingung. Diawal cerita Yerin berusia 35 tahun dan berlatar di 2026. Dia kemudian meninggal dan kembali ke 10 tahun sebelumnya yaitu 2016 di usianya yang ke 25 tahun. Jadi tahun lahir yerin adalah 1991. Sementara Yo-han lebih tua 3 tahun dari Yerin, yang berarti usianya sekarang adalah 28 tahun.
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah