NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Haus Kekuatan. (Bagian 2)

Bab 23. Haus Kekuatan. (Bagian 2)

"Ah... Xue Jian! Ya... kau benar. Aku tidak sendirian, masih ada kau bersamaku. Baiklah... tidak peduli apa pun, sesulit apa pun tantangannya dan seberapa kuat musuhnya, bersama-sama kita akan melindas siapa pun yang berani menghalangi jalan kita. Muncul satu musuh, bunuh satu. Muncul lima musuh, bunuh lima. Muncul sepuluh musuh, kita bantai semuanya."

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Wang Fei begitu haus akan kekuatan.

"Ya... Mari kita bantai mereka semua," kata Xue Jian dengan lebih bersemangat.

Pada saat itu, tanpa sadar aura haus darah yang dimilikinya bocor keluar dan karena Xue Jian ada di dalam tubuh Wang Fei, itu tidak ada bedanya dengan dia yang mengeluarkan aura tersebut.

Seketika niat membunuh yang begitu liar langsung meletus seperti badai yang mengamuk.

"BOOM!"

Aura ganas, kejam, dingin, dan juga dipenuhi oleh hawa kematian langsung menggulung bagaikan ombak raksasa yang menekan langit dan bumi.

Lin Dan yang sebelumnya sombong dan angkuh langsung membeku di tempat. Jiwanya bergetar dan tubuhnya menggigil tanpa sadar. Ketika matanya menatap Wang Fei, itu dipenuhi oleh ketakutan yang mendalam.

Dipengaruhi oleh Xue Jian, saat ini mata Wang Fei berubah menjadi merah seperti darah. Saat keduanya bertatapan, Lin Dan merasa dirinya langsung jatuh ke dasar neraka terdalam.

"A-Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa? Kenapa sampah itu tiba-tiba menjadi sangat mengerikan? Bukankah tadi dirinya sedang terluka parah? Tidak mungkin... Aku tidak percaya dia bisa pulih semudah itu. Ini pasti hanya gertakan saja," ratapnya dengan suara terbata-bata.

Dan benar saja... seolah mengonfirmasi dugaannya, aura mengerikan itu tiba-tiba menyusut dan langsung lenyap begitu saja. Mata merah yang menakutkan itu juga hilang dan kembali berubah normal sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, Wang Fei yang akhirnya berhasil menguasai diri setelah mengontrol lonjakan aura dan niat membunuh dari Xue Jian langsung mengeluh. Hampir saja semua sandiwara dan aktingnya terbongkar.

"Xue Jian, kendalikanlah dirimu. Hampir saja semua usahaku menjadi sia-sia karenamu."

Alih-alih merasa bersalah, Xue Jian justru terkekeh.

"Haha... Kakak, untuk apa kau mengeluh? Bukankah ini momen yang kau tunggu-tunggu untuk balas dendam? Apalagi pada bocah bajingan bernama Lin Dan itu... Aku sangat tidak suka dengannya.

Di usia yang begitu muda, dirinya sudah sangat kejam dan licik. Jika tidak disingkirkan sejak dini, saat dia bertumbuh lebih kuat lagi di masa depan, dia hanya akan menjadi sampah busuk yang tidak punya hati nurani. Membantai siapa pun tanpa pandang bulu, tanpa memedulikan benar dan salah. Tentunya kau tidak ingin melihat pemandangan seperti itu, bukan?"

"Hmm..." Seketika dahi Wang Fei berkerut. Dia berpikir.

Yang dikatakan oleh Xue Jian ada benarnya juga. Dan itu sangat masuk akal. Orang seperti Lin Dan, jika tidak dicabut hingga ke akar-akarnya, akan menjadi parasit dalam daging.

Akhirnya dia berkata...

"Baiklah... Mungkin juga sudah cukup bagiku untuk mengakhiri sandiwara ini," ucapnya sambil tersenyum tipis.

Akan tetapi, belum sempat dia bergerak, suara amarah yang menggelegar bagaikan guntur langsung menggema.

Ternyata itu adalah Lin Dan. Ketika aura milik Wang Fei lenyap, dia salah menduga bahwa dirinya telah tertipu. Dia mengira Wang Fei tengah berakting dan pura-pura kuat, padahal jelas itu adalah usaha terakhirnya sebelum mati.

Dan akhirnya, ketika amarah itu tak tertahankan, niat membunuhnya langsung tersulut seperti api yang dituangi minyak.

Seketika aura yang begitu ganas terpancar.

Di belakang tubuhnya, Jiwa Perang Shio Harimau langsung mengembun dan memadat disertai dengan enam bintang yang menyala terang.

Detik berikutnya, tubuhnya mulai diselimuti oleh elemen api yang membara dan ranah Penempaan Tubuh level 5 tahap awal pun langsung terungkap sepenuhnya.

Ketika bayangan harimau itu terpecah menjadi butiran cahaya yang masuk ke dalam tubuhnya, sekali lagi auranya melonjak tajam.

"BOOM!"

Fluktuasi energi yang begitu dahsyat menyebar ke segala arah.

Deru angin kencang meraung, udara bergetar, tanah berguncang, batu-batu terlempar ke berbagai arah dan meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Bahkan pohon-pohon besar yang ada di sekeliling mereka tampak bergoyang liar seolah sedang diterjang badai.

"Bajingan! Wang Fei, dasar brengsek! Beraninya kau mempermainkanku! Aku akan membunuhmu..."

Disertai niat membunuh yang mengerikan, Lin Dan mengayunkan tinju ke depan sambil melepaskan teknik bela diri tinju tingkat menengah miliknya.

"Tinju Harimau Mengguncang Gunung!"

"Matilah!"

"WUSH!"

Gelombang energi spiritual meledak. Api berkobar liar dan ketika memadat, terbentuk bayangan harimau raksasa setinggi dua meter yang melesat maju dan menerjang ke arah Wang Fei.

"ROAR!"

Harimau api itu meraung. Di sepanjang jalan, segala sesuatu yang dilewatinya langsung terbakar lalu hangus menjadi abu.

...◦~●❃●~◦...

Di seberang, Wang Fei yang melihat semua itu hanya menatapnya dengan datar. Tidak ada rasa takut sedikit pun. Yang terlihat hanyalah wajah dingin yang acuh tak acuh.

Faktanya, dia sudah sangat muak dengan tingkah Lin Dan yang suka menindas orang hanya karena pihak lain tidak mau tunduk.

Jadi, ketika harimau energi itu menerjang ke arahnya, seberkas niat membunuh melintas.

Ketika tangannya terkepal, Api Petir Tiga Warna menyala. Lalu, dengan satu gerakan, dia melayangkan tekniknya.

"Tinju Peledak!"

"Hancurkan untukku!"

"WUSH!"

Gelombang energi bagaikan badai menderu kencang. Ketika memadat, energi itu membentuk kepalan tinju yang menyala-nyala dengan api dan petir.

Saat meletus dengan kekuatan pembantaian, energi yang destruktif dan begitu liar langsung melesat maju bagaikan meteor yang mampu menghancurkan dunia.

"BOOM!"

Langit dan bumi bergetar. Tanah dalam radius tertentu retak dan amblas.

Ketika dua kekuatan dahsyat saling bertabrakan, tinju api yang menyala-nyala melawan harimau api yang berkobar langsung menciptakan suara yang memekakkan telinga.

Untuk sejenak, dua kekuatan itu tampak seimbang. Namun, detik berikutnya ketika setengah tarikan napas berlalu, barulah terlihat kekuatan siapa yang lebih unggul.

Dalam benturan itu, harimau energi yang tampak sangat ganas tersebut diselimuti oleh retakan yang tak terhitung jumlahnya.

Melihat itu, wajah Lin Dan yang sebelumnya dipenuhi oleh rasa percaya diri seketika langsung memucat. Dia merasakan suhu panas ekstrem yang bahkan terasa membakar sekujur tubuhnya.

Rasa perih karena efek terpanggang itu benar-benar menyakitkan.

Sementara itu, Chu Rong dan Song Heng yang sebelumnya diliputi oleh rasa percaya diri kini menatap dengan horor, ketakutan yang terasa hingga menembus ke dasar jiwa.

Mereka sangat terkejut dengan kekuatan yang dilepaskan oleh Wang Fei yang selama ini mereka anggap rendahan.

Namun, itu tidak berlangsung lama karena suhu panas ekstrem yang berbalut dengan kekuatan pembantaian langsung menggulung mereka dalam kehancuran sehingga tanpa perlawanan sedikit pun tubuh mereka langsung terbakar dengan hebat, sementara energi pembantaian menyusup ke dalam tubuh, menghancurkan organ dalam, mencacah tulang, hingga akhirnya mencabik-cabik seluruh tubuh mereka menjadi serpihan daging cincang.

Mengapa bisa demikian? Jawabannya sederhana. Karena energi pembantaian tersebut terdiri dari Qi Pedang yang sangat halus dan jumlahnya mencapai angka yang tak terhingga.

Kembali ke medan pertarungan antara Wang Fei dan Lin Dan.

Tanpa daya... bagaikan porselen tipis yang rapuh, harimau energi itu langsung pecah berkeping-keping dengan suara "PYAR!" yang menggema ke segala arah.

Yang mengejutkan adalah, tinju milik Wang Fei sama sekali tidak menunjukkan kerusakan apa pun. Justru serangan itu terus melesat maju dengan kekuatan penghancur yang sangat mengerikan menerjang ke arah Lin Dan.

Melihat itu semua, mata Lin Dan melebar.

Dengan terburu-buru, dia segera mengeluarkan sebuah artefak yang ditinggalkan oleh ayahnya.

Itu adalah artefak tipe pertahanan yang kualitasnya berada di Bintang 2 Menengah.

Benda tersebut adalah cangkang kura-kura seukuran telapak tangan yang dapat menahan kekuatan dari seorang kultivator di Ranah Pengumpulan Qi level 6 tahap awal.

Segera... ketika Lin Dan mengalirkan energi spiritual ke dalamnya, cangkang tersebut bersinar dan seketika terbentuk perisai energi yang menyerupai cangkang kura-kura berukuran hampir tiga meter.

Sayangnya, kekuatan yang terkandung dalam Api Petir Tiga Warna jauh melebihi itu semua. Tinju Peledak terus maju dan suara "KRAK!" yang begitu jelas terdengar. Perisai tersebut dipenuhi oleh retakan hingga akhirnya pecah berkeping-keping. Ketika serangan itu menabrak tubuh Lin Dan, barulah tinju tersebut meledak dengan ganas.

"BOOM! DUAR!"

Tak terelakkan. Ketika tinju itu meledak, tubuh Lin Dan juga ikut meledak dan hancur lebur. Semburan darah menyebur seperti kabut merah, sementara pecahan tulang dan dagingnya berhamburan di udara lalu jatuh ke tanah, menyisakan potongan-potongan kecil yang hangus terbakar.

Dengan satu pikiran, energi gelap di dalam tubuhnya menyebar seperti asap hitam. Ketika Kekuatan Pelahap aktif, semua sisa mayat tersebut langsung tersapu.

"WUSH!"

Seketika sisa energi darah, vitalitas kehidupan, serta jiwa dari ketiganya yang hendak melarikan diri langsung ditangkap dan disapu bersih hanya untuk menjadi untaian energi yang masuk ke dalam tubuh Wang Fei.

Cih... kenapa energinya sedikit sekali," Dengus Wang Fei tidak puas.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!