NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 02

...*💘*...

Sekolah yang bernama lengkap SMP Bina Bhakti 1 adalah sekolah yang luar biasa sederhana, hanya saja kualitas SMP ini di junjung elit karena pemiliknya merupakan orang terpandang di Jakarta. Siapa lagi kalau bukan ayah dari Some dan Ranu, dan ayah mereka sama sekali tidak memedulikan itu karena perusahaannya memang nomer satu. Some melihat dengan langsung bangunan sekolah yang saat ini ada di hadapannya, ia sedang berpijak di lapangan yaitu tempat dimana Ranu memarkirkan mobil. Mungkin karena mereka hanya berkunjung sebentar jadi Ranu memutuskan untuk memarkirkan di lapang. Dalam hati Some begitu rindu dengan sekolah ini.

"Kenapa kak kok lihat bangunannya gitu, kakak lupa ya kalau ini sekolah punya kita," ucap Ranu menyadarkan Some yang masih betah melihat bangunan sekolah itu.

"Enggak Ran, kakak udah lama nggak kesini jadi kangen. Sih, tapi nggak juga," jawab Some sedikit malu. Karena ketahuan sudah memerhatikan sekolah Ranu, nanti Ranu mikirnya kakaknya mau balik SMP lagi.

"Kakak nggak mikir aneh kan, pasalnya udah dua tahun kakak nggak sekolah di sini. Well kalau dihitung segitu ya," ucap Ranu sambil memegang dagunya. Ia ingat waktu kakaknya SMP ia sempat punya tragedi, dimana kakaknya itu di tolak sama cowok idolanya di SMP ini.

"Ngapain juga mikirin aneh, kakak udah lupa pernah sekolah di sini. Sibuk sama SMA yang pokoknya harus di lewati dengan lebih indah," jawab Some dengan sarkas. Ia merasa malu dan entahnya semua kenangannya di SMP ini hanya akan membuatnya merasa rendah diri.

"Ihs kakak ini, aku juga pengen tahu seberapa serunya waktu SMP kakak. Kan aku baru kelas empat SD pas kakak sekolah di sini, sedikit sharing dong," ucap Ranu sambil menggeleng. Niatnya memang menggoda, tapi ia juga tidak mau menyakiti kakaknya. Hanya saja rasa kepo nya emang berlebihan mengingat kakaknya cukup di kenal oleh teman - temannya. Dan hanya Some yang tahu alasannya.

"Kakak sekolah di sini sebagai siswi biasa, kamu tahu sendiri kakak nggak populer, kakak bukan anggota organisasi. Dan kakak juga nggak centil apa," jawab Some cuek. Ia tidak menutupi fakta apa - apa, dan ia emang cewek yang biasa saja. Selain penampilannya yang emang girly gitu.

"Tapi kan teman - teman aku pada tahu kakak, ya kali kakak pacaran sama siapa gitu," ucap Ranu sambil cemberut.

"Jadi kamu pikir bapak kamu yang juga pemilik sekolah ini membolehkan anak gadis pertamanya ini pacaran. Jadi kamu pikir kakak bisa pacaran di sekolahnya," jawab Some sambil melipat kedua tangannya di dada dengan jengkel. Harusnya kelakuan Ranu yang pantas disalahkan karena dia kabur dan dipanggil ke sekolah. Sekarang malah membahas tentang Some dan kisah cintanya. Ia kan hanya punya kisah cinta yang secuil, dihitung 25% ya.

"Ya nggak boleh sih, tapi larangan papa nggak sampai segitunya juga kali ka. Kakak masih bisa melanggar dikit, Ranu jadi curiga, jangan - jangan.." kata Ranu masih berpikir, ia melihat Some dengan tatapan kecil yang juga sekaligus menggoda. Some langsung menarik tangan anak itu ke dalam sekolah. Setidaknya tidak terus berdiri di pinggir mobil.

"Ayok," ajak Some untuk menemui guru yang memanggil Ranu ke sekolah. Mereke berencana janjian di sebuah ruangan yang di sebut ruang BK. Yang Some tahu ruangan tersebut berada di pojok sekolah yang menghubungkan kantin dan ruang guru.

"Kakak aku malu," ucap Ranu ketika keduanya berjalan dan hampir sampai di depan ruang BK. Some melihat ke arah adiknya yang berjalan di sebelahnya.

"Makannya jangan cari ulah kalau gitu aja udah takut, pake malu lagi. Cuma kamu sendiri kan yang kabur," ujar Some kesal. Keduanya berdiri dengan saling gugup di depan ruang BK. Dapat mereka lihat di ruang itu seorang guru dan mungkin pegawai tata usaha sedang sibuk dengan pekerjaannya.

"Yah aku emang bandel kak, dan jujur aku merasa sial banget," ujar Ranu sambil menunduk rapuh. "Makasih kak udah antar Ranu sampai sini, kalau nggak ada kakak nggak tahu mau gimana," lanjut Ranu masih rapuh.

"Ya udah masuk," ujar Some tidak menunda waktu lagi. Biarkan saja kalau memang guru BK itu mau memarahi Ranu di hadapannya, dia tidak akan melarang.

Some menarik tangan Ranu memasuki ruang BK. Some sedikit kikuk tapi ia berhasil mengucapkan sepatah kata, yang di sebut tata krama, "Assalamualaikum," sapa gadis itu sambil menunduk.

"Walaikumsalam, oh kamu Ranu," jawab guru BK itu dengan ramah. Ia lalu mempersiapkan Some dan Ranu duduk di kursi yang disiapkan untuk tamunya.

"Makasih buk," ucap Ranu dan Some lalu kemudian keduanya duduk di kursi itu dengan kikuk. Aura BK memang tidak pernah berubah, rasanya emang sedikit dingin.

"Jadi kamu siap mendengar ocehan saya, karena kamu berani kabur di saat pelajaran belum selesai," kata guru BK itu sambil menatap Ranu tajam.

"Anu buk, maafkan kesalahan saya itu, saya sudah menuruti kemauan ibu. Ada baiknya di bicarakan," ucap Ranu sambil menunduk. Mencari perlindungan dari kakaknya, dan Some malah makin nggak keruan karena ikut takut juga.

"Maaf sebagai wali orang tua Ranu, saya harap anda membantu membentak anak itu. Agar sekolah lebih giat lagi, dia adalah anak pemilik sekolah ini, mungkin akan kurang baik jika tingkahnya tercium siswa lain," ucap guru BK itu yang di kenal baik oleh Some. Dia adalah guru BK juga semasa ia sekolah, dan namanya adalah Buk Nadia. Seorang yang mengenal Some juga sebagai siswi yang nggak rajin juga.

"Baik buk akan saya sampaikan kepada orang tua kami, terima kasih buk sudah mengerti, dan maafkan tingkah Ranu yang ini buk," ucap Some sambil memegang tangan Buk Nadia yang saling bertautan.

"Iya saya tahu, tapi saya juga ada keperluan sama kamu Some. Ini saya diminta pak Hanri untuk memberikan ini padamu," ucap Buk Nadia sambil memberikan sebuah map yang Some tahu isinya apa.

Some langsung memegang map itu dan hanya tersenyum kecil. Tanpa lama lagi ia langsung mengajak Ranu keluar dari ruang BK. Setelah berhasil keduanya langsung bernafas lega.

"Emang niat awal buk Nadia apa sih kak?" tanya Ranu bingung. Kalau emang cuma minta dirinya tidak kabur lagi, kenapa harus memberikan map.

"Itu semua ulah kamu Ranu, dia cuma nitip map ini aja sama kakak jangan aneh," ucap Some kesal. Ia mendahului adiknya berjalan. Rasanya kepanasan terus berada di sekolah ini dengan situasi seperti ini.

"Kak tunggu," ucap Ranu sambil berlari mengikuti kakaknya yang berjalan cepat sekali menuju mobil mereka.

Dasar punya kakak kok bisa normal bisa enggak, dia itu emang enggak banget deh. Kalau cowok itu kebanyakan suka cewek yang tomboy. Ini mah enggak banget deh, kapan ada yang mau sama dia. -- pikir RANU.

...*💘*...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!