NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:34.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Ruangan rapat utama di lantai paling atas gedung rektorat itu baru saja mengosongkan suasananya yang tegang. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam.

Lexington Valerio berdiri dengan napas tenang namun matanya menyiratkan kelelahan yang nyata setelah mempertahankan proyek jutaan dolarnya di depan para donatur universitas.

Di sampingnya, Catalonia Vera West—atau yang lebih dikenal dengan Late Vera—berdiri dengan sikap yang sangat sempurna, merapikan dokumen-dokumen hasil rapat tanpa cela sedikit pun.

"Kerja bagus, Tuan Valerio. Rapatnya berjalan sesuai prediksi saya," ucap Vera dengan nada suara yang sedikit lebih rendah dari biasanya.

Lexington tidak menjawab. Ia hanya meraih jasnya dan melangkah keluar. Hadiyan sudah menunggu di depan pintu lift dengan wajah yang tampak lelah namun lega.

"Hadiyan, antar dia pulang dulu. Kediaman Dekan West searah dengan jalur pulang kita," perintah Lexington dingin.

Hadiyan mengangguk patuh, meski ia merasa suasana malam ini sedikit aneh. Mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Lexington duduk di belakang, menatap ke arah jendela, sementara Late Vera duduk di sampingnya, menjaga jarak yang sangat sopan namun aura kehadirannya terasa begitu pekat di dalam kabin mobil yang kedap suara.

Saat mobil mulai meluncur membelah jalanan Palo Alto yang sunyi, Late Vera tiba-tiba memutar tubuhnya sedikit ke arah Lexington.

"Profesor," panggilnya lembut.

"Hmm?" Lexington tidak menoleh.

"Saya menyukai Anda. Sangat menyukai Anda," ucap Late dengan nada yang begitu datar namun tegas, seolah ia sedang membacakan laporan statistik.

Deg.

Hadiyan yang sedang menyetir hampir saja menginjak rem secara mendadak. Ia melirik melalui spion tengah, matanya membelalak tak percaya.

Sementara itu, Lexington menoleh perlahan. Ia tidak menampakkan wajah merah atau tersipu; ia justru menatap Late Vera seolah wanita itu baru saja mengatakan bahwa bumi itu datar.

"Apa maksudmu?" tanya Lexington, suaranya terdengar seperti gesekan es yang tajam. "Apa kau pikir kau begitu menarik di mataku? Beraninya kau terang-terangan mengatakan hal menjijikkan padaku di depanku dan asistenku? Aku punya istri, Vera. Dan besok pagi, aku harap aku mendapatkan surat pengunduran dirimu di mejaku."

Namun, bukannya bergetar atau menangis mendengar nada penghinaan itu, Late Vera justru terkekeh. Tawa itu terdengar elegan namun mengerikan di tengah kesunyian mobil.

"Dalam tiga Minggu, saya bisa membuat Anda jatuh cinta, Prof," ucap Late dengan senyum sinis yang tak kunjung hilang.

"Istri Anda? Saya tahu siapa dia. Briella Zamora? Dokter kecantikan itu? Dia hanyalah kesempurnaan hasil operasi plastik. Bibirnya hasil filler, wajahnya dipoles sedemikian rupa agar terlihat tak bercela. Dan saya rasa, saya cukup unggul dalam segala hal dari istri Anda, Prof. Secara alami."

"Apa?!" Hadiyan berseru spontan dari kursi depan. Ia merinding hingga ke tengkuk. Ia sudah bekerja dengan banyak wanita ambisius, tapi baru kali ini ia mendengar seorang wanita yang begitu percaya diri hingga menghina istri bosnya di depan muka pria itu sendiri.

Lexington terdiam selama lima detik. Lalu, sebuah suara tawa rendah keluar dari tenggorokannya. Ia tertawa, sebuah tawa yang jarang sekali terdengar. Lexington bahkan memegang perutnya sendiri seolah Late baru saja menceritakan lelucon paling lucu abad ini.

"Kau lebih unggul?" Lexington menghentikan tawanya, namun sisa-sisa ejekan masih menggantung di matanya. "Hahaha! Dari bagian mana kau merasa unggul dari istriku, Vera?"

Late Vera tetap tenang, ia menyilangkan kakinya dengan anggun. "Dari segi intelektualitas, latar belakang keluarga, dan keaslian, Prof."

"Intelektualitas?" Lexington mendekatkan wajahnya ke arah Late, matanya berkilat penuh intimidasi. "Kau ingin membandingkan kepintaranmu dengan dia? Dia seorang dokter, Vera. Dia menghabiskan waktu selama hampir enam tahun untuk profesinya, menghadapi darah, nyawa, dan tekanan yang tidak akan pernah kau pahami di balik meja dekanmu itu. Kau? Kau hanya mahasiswi beruntung yang kebetulan punya ayah seorang Dekan."

Lexington mencemooh, senyumnya kini benar-benar meremehkan. "Kau bilang dia hasil operasi plastik? Bibirnya filler? Kau pikir aku peduli? Bahkan jika seluruh tubuhnya adalah buatan, dia adalah karya seni yang aku pilih dengan sadar. Sedangkan kau... kau hanya gangguan fungsi dalam jadwal harianku."

Late Vera justru tersenyum manis, sebuah senyuman yang sangat sinis. "Anda baru mengenal saya dua hari, Prof. Anda belum tahu apa yang bisa dilakukan oleh wanita yang memiliki kecerdasan murni tanpa bantuan pisau bedah."

"Aku tidak butuh waktu tiga Minggu untuk membencimu," sahut Lexington tajam. "Hadiyan, hentikan mobilnya. Sekarang."

Mobil berhenti di pinggir jalan yang gelap. Lexington menunjuk ke arah pintu. "Keluar. Aku tidak sudi mengantar wanita yang menghina istriku sampai ke depan rumahnya. Pulanglah sendiri dengan 'keunggulan' alamimu itu."

Late Vera tidak membantah. Ia merapikan tasnya, membuka pintu mobil, dan sebelum keluar, ia menoleh sekali lagi. "Sampai jumpa besok pagi, Profesor. Saya tidak akan mengundurkan diri. Karena pengunduran diri adalah pengakuan atas kekalahan, dan saya... tidak pernah kalah."

Pintu mobil tertutup dengan dentuman keras. Hadiyan langsung menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi, seolah ingin segera menjauh dari "virus" yang bernama Late Vera.

"Lex... itu tadi benar-benar gila," gumam Hadiyan sambil menyeka keringat dingin di dahinya. "Dia benar-benar berani menghina Briella."

Lexington tidak menjawab. Ia menyandarkan punggungnya, mengepalkan tinjunya erat-erat di atas pangkuannya.

Kemarahannya hampir meledak, namun ada satu hal yang membuatnya khawatir: Late Vera bukan hanya sekadar wanita penggodan murahan. Dia cerdas, dia manipulator, dan dia adalah anak dari orang yang memegang kendali atas risetnya di universitas.

"Jangan katakan sepatah kata pun soal ini pada Briella," perintah Lexington dingin.

"Tapi Lex, bukankah sebaiknya—"

"Briella sedang dalam kondisi yang tidak stabil soal kepercayaan dirinya. Mendengar wanita itu menghina fisiknya hanya akan menghancurkan apa yang sudah susah payah kubangun sebulan ini. Biar aku yang menyingkirkan parasit itu sendiri," potong Lexington.

Di kegelapan kursi belakang, Lexington menatap ponselnya. Ada pesan masuk dari Briella: "Aku membuatkanmu sup ayam, tapi pancinya sedikit gosong di bawahnya. Jangan memarahiku, cepat pulang!"

Lexington tersenyum tipis, sebuah senyuman tulus yang sangat kontras dengan tawanya tadi. "Ceroboh," gumamnya pelan. "Tapi setidaknya kau nyata, Bri. Tidak seperti wanita gila itu."

Namun, di pinggir jalan yang sunyi, Late Vera berdiri menatap lampu belakang mobil Lexington yang menjauh. Ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

"Ayah? Ya, Lexington sangat menantang. Aku benar-benar menginginkan Profesor kesayanganmu itu."

Perang baru telah dimulai, dan kali ini, kecerobohan Briella bukan lagi masalah utamanya.

1
Dwi Retno
bagus sekali alur cerita novel ini..thanks thor 🙏
Ros 🍂: Uhhh Ma'aciww kembali kak🫶🥰🙏🏻
total 1 replies
💞Aulia Adriani💕
recommended
Ros 🍂: ma'aciww kak 🥰🫶
total 1 replies
Emi Sudiarni
lu ću bngt ceritanya
Ros 🍂: semoga suka ya kak👋
total 1 replies
Emi Sudiarni
kren bngat kak author bhsa yg di gunakan buat ngakaak🤣🤣
Ros 🍂: hehe kak 🤭
total 1 replies
Era Simatupang
awal yang bagus thor AQ suka ceritanya, semoga episode berikutnya semakin seru
Ros 🍂: Ma'aciww ya kak sudah mampir 🫶
total 1 replies
Wayan Sucani
Akhirnya... doanya terkabul
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Wayan Sucani
Kabulkan doa mereka tanpa mereka sadari...
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Wayan Sucani
Aku nangis parah..
Ros 🍂: huhu terharu kak🫶
total 1 replies
Enung Suhendarti
Ceritanya yg. bagus.
👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Wayan Sucani
Ada gga yg sama dhnku.. jarang dipeluk... tp.. tau dia selalu ada... jd iri mslh pelukan...
Ros 🍂: Huhu terharu Kak🫶 Semoga kakak selalu bertemu orang baik🥰
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
serunyaaaaa
Ros 🍂: ma'aciww kak🌷
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
huhuhu,,,,,kok pada tamat semua kak ditunggu cerita selanjutnya kakak cantik eh,,by the way kak othor cewek apa cowok?
Ros 🍂: cewek Ya kak🫶😍
Rossssss 🌷🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Bapak gendeng udah tau istrinya suka selingkuh dan GK perhatian sama anak masih aja bucin bangun pak cinta juga perlu logika
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Yahhh,, kok tamattt 😩okehhhh... Ditunggu notif cerita terbarunya othor!! 💪
Ros 🍂: Tunggu Cerita Max ya Kak 😘🫶
See You 🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Haduuuhhhh,,, habis nangisin vea kritis,, lalu nangisin kensie ktemu ank2nya,, skrng sedih liat zane,,, 😩 babnya banyak bawangnya..
Ros 🍂: Huhuhu author minta maaf ya kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Almeera
Maraton banget aku bacanyaa sebelum sibuk real life hari ini 🥲
Ros 🍂: Aaa Ma'aciww kak. jangan lupa Baca "Driven By You" kak, Cerita Kensington kembaran Lexington 🥰🫶
total 3 replies
Almeera
pengen aku getok, tapi dia ganteng
Ros 🍂: getok cinta aja kak🤭😘
total 1 replies
Binti Rusidah
bagus sekali
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Almeera
best, konflik orang ketiga tidak berlarut 😍
Ros 🍂: Iya kak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
next....☺️
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!