NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2: RESEP DARI SANG KAPTEN

"Empat puluh delapan... empat puluh sembilan... lima... puluh!"

Keyra ambruk. Wajahnya nyaris mencium aspal panas pos depan yang berbau debu dan matahari. Napasnya tersenggal-senggal, keringat membasahi dahi hingga ke leher, membuat almamater kuningnya menempel tak nyaman di kulit. Sebagai mahasiswi kedokteran yang lebih sering memegang stetoskop daripada beban gym, hukuman ini benar-benar terasa ingin mencabut nyawanya.

"Lapor... Kapten... eksekusi mati selesai," ucap Keyra pelan dengan mata terpejam, tubuhnya masih terkapar lemas.

"Masih hidup ternyata. Saya kira aspal ini sudah berganti fungsi jadi tempat tidurmu."

Sebuah suara berat yang terdengar jauh lebih bersahabat membuat Keyra membuka mata perlahan. Di depannya berdiri dua pria berseragam loreng dengan postur tegap. Yang satu tersenyum lebar hingga matanya menyipititu Bastian. Di sebelahnya, seorang pria dengan rahang tegas bernama Yudha.

"Minum ini. Sebelum kamu benar-benar pingsan dan membuat laporan medis pertama di hari magangmu," ucap Bastian sambil menyodorkan botol air mineral dingin yang berembun.

Keyra duduk dengan susah payah, menerima botol itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Kapten...?"

"Bastian. Dan ini Yudha. Kami rekan si 'Beruang Kutub' yang baru saja menyiksamu itu," jawab Bastian santai, seolah mengejek sifat kaku temannya sendiri.

Yudha hanya mengangguk singkat. Matanya sempat melirik lutut Keyra yang berdarah karena jatuh tadi, tapi ia tetap diam dengan posisi tangan bersedekap di dada.

"Key! Ya ampun, kamu tidak apa-apa?" Ziva berlari mendekat dengan wajah pucat pasi. Ia segera berlutut di samping Keyra, membantu mengelap keringat sahabatnya itu dengan tisu. "Kamu nekat sekali sih, Key! Kamu tahu tidak siapa yang baru saja kamu panggil 'Kulkas' tadi? Dia itu Kapten paling sadis di markas ini!"

Keyra meneguk airnya rakus, merasa tenggorokannya seperti padang pasir. "Memangnya siapa? Selain orang yang tidak punya hati nurani?"

Bastian terkekeh pelan, menatap Keyra dengan binar geli. "Ghazali memang punya standar yang tinggi, Nona Calon Dokter. Tapi sejujurnya, kamu adalah orang pertama yang berani memberi julukan itu langsung di depan wajahnya. Biasanya prajurit di sini baru berani berbisik kalau dia sudah menjauh satu kilometer."

Tiba-tiba, derap langkah sepatu boots yang berat dan berirama terdengar mendekat dari arah gedung komando. Suasana yang tadinya sedikit santai langsung berubah tegang. Bastian dan Yudha secara otomatis memperbaiki posisi berdiri mereka menjadi lebih tegap.

Kapten Ghazali muncul dengan wibawa yang seolah menghisap oksigen di sekitarnya. Ia berhenti tepat di depan Keyra yang masih duduk di lantai. Bayangan tubuhnya yang tinggi besar menutupi cahaya matahari yang menyengat mata Keyra, memberinya sedikit naungan yang dingin.

"Sudah selesai?" tanya Ghazali datar. Suaranya seperti es yang beradu, tanpa intonasi keramahan sedikit pun.

Keyra berusaha berdiri, dibantu oleh Ziva yang tampak gemetaran. Walaupun kakinya terasa seperti jeli, Keyra tetap mendongak menantang mata Ghazali dengan sisa-sisa keberaniannya. "Siap, sudah, Kapten! Sesuai instruksi!"

Ghazali menatap lecet di lutut Keyra sejenak, lalu beralih ke wajah gadis itu yang merah padam karena kelelahan. Tanpa diduga, ia merogoh kantong seragamnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna putih. Ia melemparnya pelan, dan dengan refleks yang lumayan cepat, Keyra menangkapnya.

"Salep antibiotik. Pakai itu sebelum lukanya infeksi," ucap Ghazali dingin. "Saya tidak mau ada mahasiswi magang yang menyusahkan bagian kesehatan hanya karena luka kecil yang tidak terurus."

Keyra melongo menatap kotak salep di tangannya. "Ini... untuk saya?"

"Bukan. Untuk aspal yang kamu ciumi tadi," jawab Ghazali sarkastik sebelum berbalik pergi begitu saja dengan langkah lebar.

Bastian menyenggol lengan Yudha pelan sambil menahan senyum di sudut bibirnya. "Lihat itu? Sejak kapan Kapten kita bawa-bawa salep antibiotik di kantongnya? Padahal biasanya kalau ada prajurit luka, dia cuma bilang 'jangan manja, nanti juga sembuh'."

Yudha hanya bergumam pendek, matanya mengamati punggung Ghazali yang menjauh dengan penuh arti. "Mungkin markas ini benar-benar akan berubah mulai hari ini."

Keyra menatap punggung tegap sang Kapten dengan perasaan campur aduk. Antara ingin berterima kasih dan ingin melempar kotak salep itu ke kepala kaku pria itu. "Dasar pria aneh! Memberi obat tapi tetap saja perkataanya pedas"

"Tapi Key," bisik Ziva sambil tersenyum penuh arti, "setidaknya dia memberikanmu obat secara pribadi."

"Itu namanya dia takut aku menuntut markas ini karena luka-luka, Ziv! Jangan baper!" bantah Keyra dengan nada bar-barnya, meski diam-diam ia menggenggam erat kotak salep itu.

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!