NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:603
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Setelah rombongan memasuki tepi hutan serigala , Yan Qin memutuskan untuk membangun perkemahan di tepi hutan , ia tidak berani untuk terus melanjutkan perjalanannya, karena waktu sore sudah tiba , dan pada saat malam datang, binatang yang memiliki keahlian serangan malam akan menjadi ganas dan begitu menakutkan.

Dia tidak akan membiarkan anggota rombongannya terluka atau terbunuh secara sia sia, karena tahu bahwa populasi lebih penting daripada reputasi.

" tuan kami menemukan mayat di dekat rumput ilalang, kemungkinan mayat ini seorang wanita " kata Huan Jing melaporkan penemuan.

Yan Qin berdiri dari duduknya, ia dan lainnya menghampiri tempat kejadian , di mana keberadaan mayat berada.

Sampai di rerumputan penuh darah segar yang begitu banyak , Yan Qin hanya bisa terhenyak saat melihat mayat yang begitu mengenaskan, dalam pandangannya, seorang wanita muda berusia tujuh atau delapan belas tahun sudah tidak memiliki pakaian, tidak ada kepala, lengan kiri hilang , dan area sensitif sudah tidak bisa dilihat ( jangan dipikirkan hal tersebut) dan hanya menyisakan dua kaki utuh , serta dua buah dada yang penuh dengan darah.

Yan Qin dengan cepat berbalik badan dan menyuruh perwira bawahannya untuk berbalik badan juga , " cepat panggil para wanita , agar ia di beri perawatan yang baik , selain itu suruh para pelayan laki laki untuk menggali tanah " perintahnya berjalan meninggalkan area kejadian.

Yan Qin dengan wajah datar berjalan menuju tenda kecil yang ada di dekat tiang bendera, ia masuk dengan nafas berat , di dalamnya, Liu Yongning terlihat duduk membaca sesuatu .

Mendengar langkah kaki yang terdengar berat datang ke arahnya, wanita berusia dua puluh lima tahun itu meletakan bilah bilah bambu yang sempat di bacanya , mendongakan wajahnya ke arah pria berbadan besar dan tinggi .

Ia melihat bahwa ekspresi wajah pria di depannya tampak begitu suram .

" ada apa tuan ?" Suara Liu Yongning terdengar begitu pelan dan halus , matanya yang jernih menatap ke arah pria yang tampak terdiam tidak berbicara.

Huuufhh..

Yan Qin menghela nafas berat, ia perlahan bergerak dan duduk di atas batu yang ada di dalam tenda " apakah kehidupan para wanita begitu menyedihkan... ?"

Liu Yongning terlihat bingung , wajahnya yang putih alami tanpa riasan apapun begitu natural saat kebingungan.

" maksud tuan .. ?"

" tadi saat melakukan pencarian pemilik tangan yang di makan ular besar, kami menemukan mayat pemilik tangan itu, dia seorang wanita muda, namun mati dengan mengenaskan, tangan , kepala, sudah tidak ada dan beberapa area yang tidak bisa saya jelaskan begitu rusak parah, aku rasa itu bukan di lakukan oleh ular besar , melainkan manusia, setelah merasa puas , buang begitu saja .. !"

" tuan mungkin tidak tahu , bahwa hanya ada segelintir wanita yang memiliki hak sebagai manusia, selebihnya, mereka menjadi pelayan , budak wanita , wanita malam , bahkan di jadikan alat dagang , aku beruntung bertemu tuan , kalau tidak, aku mungkin sudah menjadi alat dagang untuk di jual ke negara lain " kata Liu Yongning menjelaskan dengan sedih.

Yan Qin tidak berkata apa apa , matanya sedikit berkedip pelan , " aku sebenarnya lelah, lebih baik menjadi orang biasa daripada menjadi seorang Jenderal yang terus menerus melihat , mendengar , dan membunuh manusia, walaupun memiliki prestasi besar , tapi sudah banyak tulang prajurit yang di korbankan... apakah itu sepadan !"

" tuan .... , apakah tuan memiliki ambisi untuk menaklukkan dunia ?"

" hehehe menaklukkan dunia ? Tidak ada hal tersebut dalam pikiranku , yang ingin aku lakukan adalah menebus dosa masa lalu dengan membantu , memberi , dan melindungi manusia biasa dari ancaman yang bisa aku atasi " ucapnya sedikit mengangguk.

Mata Liu Yongning sedikit berbinar saat mendengar hal tersebut, ia tahu bahwa ucapan kalimat yang di dengarnya tidak ada sedikitpun kebohongan, malah terkesan penuh penyesalan dan kehampaan .

" tuan jangan khawatir, kami semua ada di sisi tuan , demi ambisi tuan menciptakan kedamaian dunia , wanita rapuh ini akan membantu sebisa mungkin " kata Liu Yongning berusaha menghibur.

Yan Qin berdiri, matanya tampak menyala begitu jelas " baiklah aku tahu , kamu istirahat dulu, nanti malam aku akan datang.. !" Ucapnya dengan membuka kain tenda , guna untuk melihat cuaca di luar .

" hah datang malam hari ... apakah ini perasaan ... !" Liu Yongning merasa wajah dan lehernya panas, bahkan seluruh badannya sedikit gemetar ." Tidak , tidak, tuan belum bisa buka segel .masa berkabung masih sekitar lima bulan .. ehh apa yang aku bicarakan... " hatinya penuh dengan gejolak perasaan yang tidak bisa di bendungnya, hingga tanpa di sadarinya , kaki kirinya sedikit mengeluarkan keringat yang sangat banyak .

Sore sudah mulai menghilang , cuaca cerah bulan penuh datang dengan cepat , menyinari samar ke seluruh dunia yang bisa di jangkaunya.

Yan Qin berdiri dengan wajah serius , ia memegang dua bilah bambu yang di mana merupakan pesan yang di dapat dari mayat wanita tadi, matanya terus fokus , hingga beberapa perwira bawahan penasaran dengan isi surat rahasia tersebut.

Hufh

" namanya , Jiu Naner , putri dari kepala rumah bordil Jiu Louye , dalam surat ini hanya ada beberapa kata acak namun memiliki keterkaitan dengan geng Mingshan , serta kota jalan Jushan yang begitu rusak jalannya " ucap Yan Qin menjelaskan, kemudian ia melemparkan dua bilah bambu itu ke arah para bawahannya yang masih merasa penasaran dengan isi surat tersebut.

Setelah beberapa saat keheningan, para perwira bawahan mulai berbicara riuh , mereka berbicara keras ,hingga mengutuk geng Mingshan yang keji serta licik .

" tuan apakah kita malam ini akan bergerak ?" Cai Mu sebagai anak muda begitu bersemangat, terutama dengan acara pembunuhan atau penculikan, ia memiliki semangat lebih tinggi daripada yang lainnya.

Yan Qin mengangguk pelan , " saat bulan ada di atas kepala kita , kita bergerak cepat , bunuh target , lalu bakar desa... !" Katanya dengan jawaban yang tidak kalah semangatnya dari Cai Mu.

" sekarang aku akan mengatur rencananya, Cai Mu, kamu menjadi komandan operasi , membunuh target yang telah kita semua tandai sebelumnya, boleh di bunuh semuanya atau di jadikan lumpuh , itu terserah dirimu , setelah itu kamu letakan satu persatu bom bunuh diri yang telah dirubah fungsinya, di setiap pos yang ada di desa, saat pembunuhan, jangan buat suara , bunuh senyap , tapi bila keadaan tidak memungkinkan, pukul bambu yang sudah di potong, lalu mundur kembali ke tepi hutan , namun jangan pakai jalan utama menuju hutan , melewati semak semak di sekitarnya, guna untuk mengecoh lawan yang mengejar.. !"

Yan Qin kemudian menoleh ke arah pria dewasa yang tampak begitu kurus kering, namun memiliki sorot tajam ,layaknya serigala lapar di malam hari.

" Li Pojun , kamu bertugas menggiring budak yang di culik , pastikan bahwa yang kita culik adalah budak biasa , jangan culik para penjaga, bunuh saja ... !"

" siap... !!"

" masing masing regu memiliki lima puluh anggota , dan saya sendiri yang akan mengawasi semua proses rencana penculikan ini " katanya menutup siasat rencana yang akan di laksanakannya pada malam hari itu.

" dan kita tinggalkan nama, agar mereka ingat... !"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!