Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menunggu Umur 17 tahun.
Flashback,
Saat itu Senja masih umur 12 tahun, Biru selalu berangkat sekolah lebih awal dan menunggu Senja di depan gerbang rumahnya, senyuman ceria kas bocah SMP yang saat ini berada di fase pubernya.
"Kak Biru, maaf Senja kesiangan, " ucapnya dengan jujur, dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Gapapa, nanti kalau telat, aku yang tanggung jawab, " jawaban yang hampir setiap hari Senja dengar.
"Andai kita bisa serumah, menjadi Kakak adek, Senja pasti bahagia, aku pengen punya Mama seperti tante Anna, yang kalem dan sabar, nggak seperti Mamaku, yang setiap hari kerjaan nya berantem sama Papa, " keluh Senja yang saat ini duduk di boncengan sepeda Biru.
"Aku nggak mau jadi Kakakmu Senja, " tolak Biru sambil terus mengkayuh sepeda nya dengan semangat. "Nanti kalau kamu umur 17 tahun, aku ingin kamu jadi pacarku, " ucap nya dengan semangat.
"Kak Biru, kata tante Anna kan nggak boleh pacar pacaran, masih kecil, aku maunya kita jadi saudara, biar bisa selamanya, " protes Senja.
"Kata Mamaku aku boleh pacaran kalau udah umur 17 tahun ke atas, " jelasnya dengan jujur.
"Sebentar lagi dong, Kan Kak Biru habis ini masuk SMA, nanti kalau Kak Biru punya pacar, jangan lupain Senja ya, " pesan Senja, sambil terus berpegangan di pingang Biru.
"Aku nungguin kamu umur 17 tahun aja, " ucap Biru saat itu.
...----------------...
"Beneran yang di ucapin bokap Lu? " tanya Lucky penasaran.
"Kepo, " jelas Biru yang saat ini masih fokus ke game dalam ponselnya.
"Lu kenapa sebenci itu sih sama bocah imut itu?" Saut Dirga sambil menoleh ke arah Biru. "Jangan jangan dia cinta pertama mu dulu, eh sekarang jadi adik tiri, makanya Lu sensi banget, kayak di drama drama, " tebak Dirga dengan bercanda.
"Gue nggak suka sama bocah, lagian dulu cuma masa kecil, dan tetanggaan aja, " jelas Biru.
"Bentar bentar, jadi bokap Lu sama nyokap tiri Lu dulu tetanggaan sebelumnya? " tanya Lucky dengan wajah penasaran nya. "Mereka selingkuh? " tanyanya lagi tanpa filter.
Wajah Biru langsung mengeras, dan mulai merah padam, bahkan ekpresi wajahnya langsung berubah total, hingga semua temannya menyadari perubahan tersebut.
"Sorry...!!! " ucap Dirga yang merasa bersalah sudah lancang.
"Lu kalau nggak nyaman tinggal di sini, boleh kok tinggal di apartemen sama gue, " ucap Cristian yang paham perasaan Biru.
Biru hanya terkekeh melihat ekpresi wajah semua temannya, "Gue udah terbiasa kayak gini, semenjak Mama meninggal," jawabannya dengan wajah dingin dan datar. "Santai aja," ucapnya dengan senyuman dingin.
"Lu punya kita Ru, " saut Dirga tiba-tiba.
"Thanks ya, " jawab Biru, yang sebenarnya hatinya sangat tersentuh, tapi terlalu gengsi untuk menunjukkan nya.
Sedangkan di tempat lain Senja mendengarkan pembicaraan Biru dan teman temannya, "Maaf kak Biru, " gumam nya dengan suara tercekat, air matanya terjatuh perlahan.
Senja langsung lari ke kamarnya, dia langsung memeluk foto mendiang papanya, sambil nangis sesenggukan. "Pa, Senja ingin ikut papa, Senja nggak nyaman di sini, " ucapnya dengan jujur, tangannya sibuk mengelap air mata yang terus berjatuhan.
"Bahkan, Mama saat ini sangat nggak peduli sama Senja, " keluhnya lagi ke mediang foto Papanya.
Dengan lembut tangan Asih menyentuh pundak Senja yang sedang bergetar, "Maaf bibik lancang masuk, bibik kawatir saat melihat Non Senja lari sambil menangis, jika Non merasa kesepian, ada bibik di sini, " ucap Asih dengan tulus, sambil membelai Senja seperti anaknya sendiri.
"Makasih Bik, " jawab Senja yang saat ini memeluk Asih dengan erat.
...----------------...
"Semoga Suka Ya☺"
semangat 🙏😍