gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Al sampai di rumah nya dan segera mencari mama nya untuk memberi tau informasi yang baru saja dia dapatkan.
"Mana mama.? " tanya Al pada pelayan rumah nya.
"Nyonya ada di kamar tuan muda. " jawab pelayan itu, dan Al sendiri segera pergi menemui mama nya.
Tok tok tok
"Anak mama, kenapa sayang.? " tanya mama Daisy saat membuka pintu kamar yang ternyata ada putra tunggal nya.
"Ada yang mau Al beri tau. " ucap Al mengajak mama nya duduk di kursi yang ada di balkon lantai dua itu.
"Sebentar ya, itu papa kamu baru aja abis mandi. " ucap mama Daisy yang di angguki oleh Al.
Tak lama papa pun siap, dan mereka duduk bersama di balkon lantai dua itu.
"Ada apa son.? " tanya papa Arthur kepada putra nya.
"Aku nemuin informasi mengenai sahabat mama itu, lihat ini yang mana nama tante Danita ma.? " tanya Al memperlihatkan dua informasi yang dia dapatkan.
"Yang ini Al." ucap mama menunjuk salah satu na di antara dua itu.
"Ma yang ini informasi yang di dapat Nino, di sini kata nya sahabat mama itu meninggal nya tanpa sebab yang jelas, dan dokter yang menangani juga tidak memberikan keterangan pasti, dan dalam informasi pun ga ada pihak keluarga yang datang. " ucap Al menjelaskan informasi yang di dapatkan oleh Nino.
"Mama tau nama suami tante itu.? " tanya Al yang dengan begitu akan lebih mudan menemukan anak dari sahabat mama nya.
"Mama tidak tau, karena setelah mama menikah dengan papa kamu dan kamu lahir, mama bertemu dengan Danita saat dia sudah hamil besar, dia hanya memberi pesan jika dia menitipkan anak nya pada mama, padahal saat itu dia belum melahirkan. " ucap mama Daisy.
"Mama tidak sempat bertanya karena saat itu pertemuan kami sungguh sangat singkat, dan setelah pertemuan itu mama tidak lagi mendengar kabar tentang dia, dan baru lah bertemu saat detik detik terakhir dia sebelum meninggal. " jelas mama Daisy membuat Al menarik nafas panjang.
"Al mama yakin kamu bisa menemukan anak teman mama itu. " ucap mama Daisy menatap penuh harao pada putra nya.
"Iya Al akan coba cari ma, inti nya mama jangan sedih. " ucap Al yang di angguki oleh mama Daisy.
"Kalau gitu Al pergi dulu. " ucap Al yang akan kembali pergi.
"Hati hati son. " ucap papa Arthur kepada putra nya itu.
...
Esok hari nya El berangkat sekolah seperti biasa, hari ini dia mengunakan taxi ke sekolah karena kondisi tangan nya yang masih di minta istirahat oleh dokter.
Banyak siswa-siswi yang memperhatikan nya tapi sejauh ini mereka tidak berani mengusik El karena merasa ngeri dengan aura dingin El.
Hanya Alena lah yang berani di sekolah ini mengusik ketenangan El, itu pun berakhir tidak baik.
El sampai di kelas nya dan tak lama bell masuk berbunyi, El sendiri hanya duduk diam menunggu guru masuk.
"Selamat pagi anak-anak." ucap buk guru masuk.
"Pagi buk. " jawab mereka semua.
"Hari ibuk mau memberikan pengumuman buat kalian semua, jika akan ada tugas kelompok yang terdiri dari dua orang, tapi yang bikin kali ini. berbeda adalah kalian tidak dengan teman satu kelas, melainkan dengan kakak tingkat kalian, karena ini akan menjadi nilai penentu di akhir sekolah. "ucap guru itu membuat semua bersorak hebon karena ini lah pertama kali nya tugas kelompok terasa berbeda.
"Jadi karena itu akan ibuk berikan nomor kepada kalian secara acak, begitu juga dengan kakak tingkat kalian, yang nomor nya sama itu teman satu kelompok kalian, bagaimana anak anak, menyenangkan bukan tugas kali ini. " ucap guru itu yang sangat bersemangat dengan tugas kali ini.
Semua pun senang dan mulai mengambil kertas yang ada di meja guru.
"Sekarang kita semua berkumpul di aula sekolah, karena disana akan di sebutkan nomor nya. " ucap guru itu yang di ikuti oleh semua murid.
Sampai di aula ternyata kelas kakak tingkat yang menjadi teman kelompok mereka adalah kelas Al dan geng Venom.
El sendiri berdiri diam dan tampak tak bersemangat dalam hal ini, bukan hanya hal ini tapi semua nya.
Guru pun mulai menyebutkan nomor satu dan yang nomor nya sama sudah di sediakan kursi di dalam aula itu, lengkap dengan meja nya juga.
"Baik anak anak dan yang terakhir nomor tiga puluh. " ucap guru itu.
Semua murid hanya menatap Al dan El, karena hanya kedua nya lah yang belum memiliki kelompok jadi sudah dapat di pastikan jika kedua nya memiliki nomor yang sama.
"Baik untuk Al dan El bisa duduk di bagian sana. " ucap guru sedikit meringis karena dua murid ini sangat terlihat menyeramkan.
Al dan El duduk di meja mereka, kedua nya sama sama diam dengan sikap dingin yang sebelas dua belas.
"Semua sudah mendapatkan kelompok masing-masing, jadi segera kerja dan kumpulkan sebelum jam istirahat. " ucap guru yang segera pergi karena ada rapat.
Al sendiri merebahkan kepala nya di atas meja, dan El sendiri juga melakukan hal yang sama.
Tidak ada yang memulai duluan untuk diskusi mengenai tugas kelompok ini, kedua nya justru sama sama diam tak bersuara.