NovelToon NovelToon
PENGANTIN ARWAH

PENGANTIN ARWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lilack Sunrise

Seorang mahasiswi magang asal Indonesia bernama Kirana, yang tinggal di Taipei, tanpa sengaja menemukan sebuah amplop merah berisi uang di taman sepi saat Bulan Hantu. Ia mengambilnya karena mengira rezeki biasa. Namun, amplop itu ternyata adalah mahar dari seorang pengantin arwah laki-laki dari zaman Dinasti Ming yang telah meninggal sebelum sempat menikah. Dengan mengambil amplop tersebut, Kirana secara tidak sadar telah menerima lamaran gaib. Ia kini terikat benang merah takdir dengan arwah pengantin tersebut, yang datang menagih janji di bulan ketika pintu alam roh terbuka lebar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilack Sunrise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu LI WEI

Kirana menggenggam jimat kuning itu erat. Ia menatap sosok di bawah pohon beringin: seorang laki-laki berbaju merah kuno, dengan mahkota pengantin pria dari Dinasti Ming yang sudah lusuh. Wajahnya pucat, tapi raut kesedihannya begitu jelas bukan kemarahan. Kirana menarik napas panjang.

“Kau Li Wei?” suara Kirana pelan tapi tidak gemetar.

Laki-laki itu mengangkat kepala. Matanya hitam pekat tanpa putih, tapi anehnya tidak menakutkan. Hanya kosong. “Kau tahu namaku.”

“Dari cerita. Katanya kau mati di malam pernikahanmu.”

Li Wei tersenyum pahit. “Bukan aku yang mati. Pengantin wanitaku, Mei, bunuh diri sehari sebelum akad. Aku... aku tidak sanggup hidup tanpanya. Jadi di malam yang seharusnya menjadi hari bahagiaku, aku gantung diri di pohon beringin ini. Dengan pakaian pengantin yang tak pernah terpakai.”

Kirana terdiam. Ia tidak membayangkan kisah seperti ini. “Jadi kau menunggu di sini selama ratusan tahun?”

“Aku menunggu Mei kekasihku . Tapi dia tidak pernah datang. Mungkin saja Rohnya sudah berpindah, atau saja mungkin sudah menjadi orang baru. Sementara aku terjebak di antara dunia karena janji yang tak pernah terucap.” Li Wei menunduk. “Lalu aku mulai menawarkan amplop merah. Bukan untuk menikahi . Tapi untuk... ditemani.... Agar tidak sendiri ( hening )

Kirana merasakan benang merah di pergelangannya berdenyut hangat tidak sakit, hanya seperti ada yang menggenggam.

“Mengapa kau memilihku?”

“Karena kau memungut amplop itu dengan senyum. Bukan karena keserakahan. Kau bilang 'rezeki nomplok' dengan tawa kecil. Aku hanya ingin mendengar tawa itu sekali lagi.”

Kirana menghela napas. Ia mendekati pohon beringin, lalu menggantungkan jimat kuning di dahan terendah. “Biksu bilang aku bisa membantumu menemukan Mei di alam baka. Atau... membantu melepasmu.”

Li Wei menggeleng pelan. “Mei sudah tiada untukku. Tapi aku lelah, Kirana. Aku lelah menunggu.”

“Kalau begitu, lepaskan aku,” kata Kirana tegas tapi lembut. “Dan aku akan mendoakan agar kau menemukan kedamaian itu walaupun bukan Mei, bukan cinta, hanya ketenangan.”

Li Wei menatapnya lama. Lalu ia mengulurkan tangan. Di pergelangannya, benang merah yang sama menjuntai.

“Ucapkan. Dengan tulus.”

Kirana memejamkan mata. “Aku, Kirana, melepaskan Li Wei. Bukan karena takut. Tapi karena kau pantas berhenti menunggu. Pergilah dengan damai.”

Kirana membuka mata. Li Wei tersenyum untuk pertama kalinya, tulus, tidak pahit.

“Terima kasih....

Lalu ia lenyap. Hanya pohon beringin dan jimat kuning yang bergoyang pelan karena tertiup angin. sekarang jimat itu berubah menjadi abu -abu retak di bagian tengah , Kirana berlutut ,Di tanah . di tempat LI Wei berdiri dan lalu menghilang , ada setangkai bunga merah yang tadinya tidak ada ,bunga itu berkelopak seperti hati yang pecah.Kirana memungutnya ,bunga itu terasa hangat . Kirana mendongak ke langit kepalanya terasa berat dia merasa langit seolah berputar tubuhnya tiba" lemas dan tak sadarkan diri, tapi bunga mawar merah itu masih tergenggam erat .jam di pergelangan tangannya menunjukan pukul 04.00 dini hari.

"Kirana ! Bangun !" (ucap Wei teman kantor Kirana ) yang sedari tadi juga pingsan lalu dia bangun dan ia melihat Kirana tergeletak dengan wajah pucat ia mencoba untuk membangunkan Kirana.

Kirana mengerang pelan.Matanya terbuka setengah ,lalu melebar melihat sekeliling . Wei membantunya untuk duduk.

"Dia sudah pergi ". Ucap Kirana.

Wei mengusap pelipisnya." Jam berapa ini?" ayo kita pulang !!

1
Dania
semangat tor
byyyycaaaa
keren,lanjutkan thorr
no more dreams
bagusssssss
Na Er
bagus
byyyycaaaa
lanjut dong thor
CIngakuu🦁: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!