Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.
Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.
Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
...****************...
##
20th berlalu....
Hujan turun perlahan membasahi jendela apartemen mewah di lantai tiga puluh sebuah gedung pencakar langit.
Di dalam ruangan yang hanya diterangi lampu meja dan cahaya monitor, seorang wanita duduk diam di depan tiga layar komputer.
Rambut hitamnya panjang tergerai, wajahnya tegas dan nyaris tanpa ekspresi. Jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard, ritmis, presisi.
Namanya adalah Alicia Liona, wanita cantik berusia 25th yang sudah beberapa tahun terakhir menjadi bayangan hitam dunia kriminal.
Namun dua puluh tahun lalu, siapa sangka wanita cantik itu adalah korban dari konspirasi gelap orang orang serakah.
Gadis kecil yang selamat dari jurang dengan membawa luka yang takkan pernah hilang.
Gadis kecil yang menyaksikan kedua orangtuanya mengembuskan napas terakhir di tengah gelap hutan.
Dan gadis kecil yang kemudian sengaja “Dihilangkan.”
Setelah kecelakaan itu, dunia mengira Alicia Roses tewas bersama kedua orangtuanya. Berita kematian keluarga Roses ditutup cepat.
Warisan perusahaan dan aset keluarga berpindah tangan dalam hitungan bulan.
Ke tangan sang bibi Melinda Stone, bibinya dari pihak ibu.
Wanita yang selama ini berpura-pura peduli namun menusuk dari belakang.
Wanita yang memerintahkan dua mobil untuk menabrak keluarga kecil itu di jalan sunyi.
Puluhan tahun yang lalu,
Alicia kecil yang terluka parah ternyata ditemukan oleh penduduk desa jauh dari lokasi utama kecelakaan.
Ia tak sadar berhari-hari. Saat terbangun, ia sudah berada di panti asuhan terpencil, ribuan kilometer dari kota asalnya.
Namanya diganti tanpa persetujuannya.
Dokumennya dihapus seakan dia hilang tanpa bekas.
Identitas Alicia Roses dinyatakan mati.
Awalnya ia hanyalah anak kecil yang ketakutan. Trauma membuatnya sering terbangun di malam hari dengan teriakan.
Tapi waktu mengubah rasa takut menjadi sesuatu yang lebih tajam.
Dendam, Amarah dan keadilan.
Ia tumbuh dalam sunyi. Tidak banyak bicara. Tidak mudah percaya. Namun otaknya luar biasa.
Komputer pertama di panti asuhan menjadi pelariannya. Dari rasa sakit. Dari kenangan jurang. Dari wajah kedua orangtuanya yang terbayang setiap malam.
Ia belajar sendiri, mencari kebenaran sendiri di jalan yang dibuatnya sendiri.
Saat usianya 14th ia akhirnya berhasil kabur dari tempat pengasingan nya.
Mencari setiap orang yang ikut terlibat dari kemalangan yang menimpa nya.
Identitas rahasianya mulai beredar di dunia bawah tanah digital.
Seorang hacker elit. Tak pernah tertangkap dengan julukan Mr A,tak pernah meninggalkan jejak.
Satu kali menyewa jasanya, jutaan dolar berpindah tangan.
"Ini baru awal dari semua rencana balas dendam ku," ujarnya.
" Tunggulah giliran kalian satu persatu."
Di meja sebelah, tergeletak sebuah foto lama,foto yang berhasil ia temukan kembali melalui arsip digital yang tersembunyi.
Foto dirinya yang masih kecil di pantai. Diapit kedua orangtuanya. Tersenyum tanpa tahu bahwa itu adalah hari terakhir kebahagiaan mereka.
Tatapannya mengeras.
“Sudah waktunya, keadilan ditegakkan.” bisiknya pelan.
Bibinya memang licik. Ia membangun kerajaan di atas darah saudaranya sendiri.
Namun ia lupa satu hal.
Anak kecil yang ia buang, tidak pernah benar-benar mati.
"Waktu mu sudah berakhir Melinda Stone, sekarang waktunya penghakiman berlangsung."
Alicia Liona nama barunya ikut bangkit dari keterpurukannya
“Permainan baru saja dimulai, Bibi,” ucapnya pelan.
Alicia duduk kembali. Ia membuka folder baru yang diberi nama: Umpan awal.
Di layar muncul daftar anggota keluarga bibinya,suami yang gemar berjudi diam-diam, putra sulung yang terlibat transaksi gelap, putri bungsu yang hidup dari citra media sosial penuh kepalsuan.
Semuanya bersih di permukaan.
Semuanya rapuh di balik layar.
“Kalau kau menghancurkan fondasi, bangunan akan runtuh sendiri,” gumam Alicia pelan.
Alicia mulai mengumpulkan semua orang yang terlibat tanpa terkecuali.
Nomor rekening penerima bayaran untuk pembunuhan keluarga nya dulu.
Dan satu pesan suara singkat milik bibinya.
“Pastikan tidak ada yang selamat.”bunyi pesan yang dikirimkan oleh Miranda Stone.
“Aku akan membuatmu berharap mati.”
Ia menutup laptop sejenak dan berjalan menuju meja kecil di sudut ruangan. Di sana, tersimpan foto lama keluarga kecilnya.
Ayahnya tersenyum hangat. Ibunya memeluknya. Alicia kecil tertawa riang.
“Ini bukan hanya tentang uang,” ucapnya lirih.
"Ini tentang dua nyawa yang direnggut. Tentang masa kecil yang dicuri. Tentang identitas yang dihapus."
Alicia kembali ke kursinya dan menekan beberapa tombol terakhir.
...****************...