NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Mata Para Dewa

Kehancuran pilar giok di gerbang depan menciptakan gelombang kejut yang meluas melampaui dataran ujian.

Jauh di atas Lembah Pedang Patah, tersembunyi di balik lautan awan spiritual yang tebal, melayanglah sebuah paviliun batu giok raksasa. Dari atas sini, seluruh area ujian tampak seperti papan catur, dan para calon murid hanyalah semut-semut yang merayap lambat.

Di dalam paviliun tersebut, berkumpullah para petinggi akademi, eksistensi mengerikan yang napasnya saja bisa mengubah cuaca Kota Debu. Mereka sedang mengamati ujian melalui sebuah cermin air melayang. Momen saat Zeng Niu menghancurkan pilar dengan satu pukulan tangan kosong terekam jelas.

"BWAHAHAHAHA!"

Sebuah tawa menggelegar memecah keheningan paviliun, begitu keras hingga awan di luar bergetar. Tawa itu berasal dari seorang pria paruh baya dengan rambut acak-acakan seperti sarang burung, jubahnya setengah terbuka memamerkan dada berotot yang penuh bekas luka pedang.

Dia adalah Tetua Pedang Gila – Jian Kuang. Salah satu pilar tempur terkuat Paviliun Pedang.

"Menarik! Sangat menarik!" Jian Kuang menenggak arak dari kendi labunya hingga tumpah membasahi jenggotnya. Matanya berbinar liar menatap Zeng Niu di cermin air. "Dia tidak punya setitik pun Qi, tapi pukulan itu... pukulan murni yang menembus hukum alam! Seperti prinsipku: Pedangku tidak butuh alasan! Dan tinju bocah itu tidak butuh energi surga!"

"Tutup mulut besarmu, Kuang tua. Bau arakmu merusak ramuanku," tegur suara parau di sebelahnya.

Itu adalah Tetua Pil Mabuk – Yao Lao. Ironisnya, lelaki tua bongkok yang memegang tungku kecil di tangannya itu juga sedang dalam keadaan setengah mabuk. Hidungnya merah, matanya setengah terpejam. Ia adalah jenius alkimia tertinggi di akademi. Sering kali, karena terlalu mabuk, ia memberikan pil yang salah kepada murid-muridnya namun ajaibnya, pil salah itu selalu memberikan terobosan kultivasi yang luar biasa gila (meski disertai efek samping seperti rambut rontok atau kulit menjadi biru selama sebulan).

"Bocah fana itu," gumam Yao Lao sambil cegukan, matanya menyipit meneliti tubuh Zeng Niu di cermin. "Tulangnya sekeras besi hitam. Kulitnya pucat... dia pasti memakan sesuatu yang sangat liar. Jika aku memberinya Pil Peledak Nadi yang salah racik kemarin, apakah tubuhnya akan tahan, ya?"

"Jika kau memberinya pil sampahmu, aku yang akan mematahkan lehernya lebih dulu," sela sebuah suara sehalus sutra, namun membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Di atas kursi lotus emas, duduklah Guru Cantik Sadis – Mei Lian. Wajahnya sangat anggun, kecantikannya setara dengan bidadari surga, memegang sebuah kipas berbulu merak. Ia adalah instuktur utama murid dalam. Namun, di balik senyum manisnya, tersembunyi kekejaman yang membuat seluruh murid akademi takut sekaligus memujanya setengah mati.

"Lihatlah matanya," Mei Lian menutupi separuh wajahnya dengan kipas, tersenyum sadis. "Kosong, dingin, terbiasa dengan penderitaan. Mengajar jenius sombong itu membosankan. Aku ingin menjadikannya muridku. Aku akan menyiksanya di kolam lava sampai dia menangis memohon ampun... atau sampai dia mematahkan rantainya."

"Kalian semua salah menilai esensi aslinya."

Sebuah suara datar, tanpa intonasi, tiba-tiba terdengar dari sudut paviliun yang tidak terkena cahaya. Tidak ada yang merasakan kehadirannya. Tidak ada fluktuasi Qi, tidak ada perpindahan udara.

Dari dalam bayangan, melangkahlah sesosok pria kurus tinggi dengan kulit sepucat mayat. Matanya hitam pekat tanpa putih mata. Dia adalah mimpi buruk bagi para pengkhianat akademi: Tetua Mo Yin – "Bayangan Tanpa Suara", salah satu pemimpin tertinggi Paviliun Penegak Hukum (Divisi Pembunuh).

Mo Yin sangat dingin. Baginya, bakat elemen atau latar belakang klan adalah omong kosong; ia hanya peduli pada hasil.

"Pukulannya tadi menghancurkan formasi pilar," ucap Mo Yin perlahan, menatap Zeng Niu di cermin. "Tapi apakah kalian menyadari sesuatu? Sebelum, saat, dan sesudah ia memukul pilar itu... tidak ada fluktuasi emosi. Tidak ada niat membunuh yang bocor. Detak jantungnya bahkan tidak naik."

Para tetua lain terdiam, menyadari kebenaran ucapan Mo Yin.

"Dia sempurna untuk metode pelatihanku," lanjut Mo Yin dingin. "Latihan berjalan tanpa menyentuh debu, membunuh tanpa niat membunuh yang terlihat, dan bertahan di dalam Gua Kegelapan Total selama tiga bulan. Sembilan dari sepuluh muridku gagal mati karena jebakan atau gila karena kegelapan. Tapi bocah fana ini... kegelapan sudah menjadi bagian dari jiwanya."

Mei Lian mendengus pelan. "Itu jika dia bisa melewati Tangga Langit tanpa Qi, Mo Yin."

Di bawah, di lembah utama, ujian tahap kedua baru saja dimulai.

Setelah kekacauan di pilar giok, ribuan peserta yang lolos digiring menuju kaki sebuah gunung karang raksasa. Menjulang dari bawah hingga menembus awan adalah deretan anak tangga batu putih yang tampak tak berujung: Tangga Langit.

"Tahap Kedua!" teriak pengawas ujian dari atas pedang terbangnya. "Tangga ini diukir dengan formasi Tekanan Dao. Semakin tinggi kalian naik, semakin kuat Surga menekan jiwa dan tubuh kalian. Ini bukan soal kultivasi, ini soal kemauan! Puncak tangga adalah gerbang Akademi! Mulai!"

Kerumunan langsung berdesakan menaiki tangga. Namun, baru di anak tangga kesepuluh, jeritan mulai terdengar.

"A-berat sekali!" seorang pengembara fana ambruk, memuntahkan darah, merasa punggungnya ditekan oleh batu seberat seratus kati.

Bahkan para kultivator pun kesulitan. Di anak tangga kelima puluh, Tuan Muda Jin yang sebelumnya sangat sombong kini melangkah dengan lutut gemetar. Keringat dingin membasahi sutra mahalnya. Ia harus mengerahkan seluruh Qi elemen airnya untuk menahan tekanan tak kasat mata yang seolah ingin meremukkan organ dalamnya.

Di barisan paling belakang, Zeng Niu menatap anak tangga pertama.

Di sampingnya, Bao Tuo sudah menangis kecil. "S-Saudara Niu, firasatku mengatakan... paru-paruku akan pecah di tangga ke-seratus."

"Lalu berhentilah bernapas," jawab Zeng Niu datar.

Ia melangkah naik ke anak tangga pertama.

WUSSS!

Sebuah tekanan berat langsung menghantam bahunya. Ini bukan berat fisik, melainkan tekanan spiritual, tekanan dari Dao Surga yang menuntut manusia untuk tunduk dan berlutut di hadapan kemegahannya. Ini adalah otoritas Langit.

Bagi para jenius ortodoks, tekanan ini menghantam ego mereka, memaksa mereka melawan dengan Qi.

Namun, bagi Zeng Niu?

Mata Zeng Niu menjadi sangat dingin. Tekanan Surga? batinnya sinis.

Ia teringat malam di dasar sumur, meminum air hujan yang tercampur darah orang tuanya. Ia teringat tekanan aura Kelabang Besi Ratusan Wajah tingkat Raja yang membantai dewa layaknya serangga. Ia teringat rasa sakit saat menelan Inti Yao liar yang mencabik-cabik meridiannya.

Surga telah meruntuhkan desanya. Surga telah membiarkan dunia ini menjadi neraka. Dan sekarang, secuil formasi batu ini ingin memaksanya berlutut atas nama Surga?!

Zeng Niu tidak mengeluarkan Qi, karena ia memang tidak memilikinya. Ia hanya mendongak, menatap puncak gunung yang tertutup awan, dan melepaskan seluruh rasa kejam dan ketekunan yang membatu di dalam jiwanya.

Tap. Tap. Tap.

Langkah Zeng Niu terdengar teratur. Ia melewati anak tangga kesepuluh... ketiga puluh... kelima puluh.

Saat ia melewati Tuan Muda Jin, pemuda angkuh itu sedang berlutut memuntahkan darah, wajahnya pucat pasi menahan tekanan Dao. Tuan Muda Jin mendongak, menatap Zeng Niu dengan mata melebar tak percaya.

Zeng Niu berjalan dengan punggung tegak lurus. Napasnya stabil. Ia bahkan tidak berkeringat. Tekanan Dao Surga yang menghancurkan jiwa para jenius terasa seperti tiupan angin sepoi-sepoi yang melewati batu karang abadi. Kau tidak bisa menekan seseorang yang sudah lama terbiasa hidup di bawah himpitan kematian absolut.

"I-itu mustahil..." rintih Tuan Muda Jin, harga dirinya hancur berkeping-keping melihat fana kotor itu meninggalkannya jauh di belakang.

Lin Xiaoyu, yang menggunakan ilusi ringan pada tubuhnya untuk menipu formasi agar tekanan sedikit berkurang, memandang punggung Zeng Niu dengan takjub dari kejauhan. Bao Tuo, yang mati-matian merangkak dengan bantuan jimat pertahanan tanah, terus bergumam memuji dewa langit karena telah salah satu langkah mengikutinya.

Di paviliun atas awan, Tetua Mei Lian menutup kipasnya, matanya berbinar penuh minat. Tetua Jian Kuang tertawa semakin keras. Dan Tetua Mo Yin, dari dalam bayangan, menyeringai tipis sebuah pemandangan langka yang membuat hawa dingin di ruangan itu semakin mencekam.

Dengan tenang, menginjakkan kaki fana nya yang berlumur darah dan debu, Zeng Niu menjadi orang pertama yang menembus awan dan berdiri di puncak Tangga Langit. Ujian terakhir, Ilusi Hati, kini menantinya di ujung jalan.

1
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!