NovelToon NovelToon
Rivalry In Our Story

Rivalry In Our Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: ALIFA RAHMA LATIFA

Wajib Follow Sebelum Baca.



" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.

Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.

Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.

Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.

La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.

Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.

Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.

( Bismillah semoga rame 🙏)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : Ganguan Bernama Matthew.

" Aku nggak benci dia.. aku cuma benci kenyataan kalau dia terlalu cepat jadi pusat dunia Orang.

                                     ...

Hari Ke-dua di Nusa Bangsa Internasional High School seharusnya berjalan normal.

Setidaknya...itu yang Valerie harapkan.

Pagi itu, Valerie datang lebih awal dari biasanya, la melewati koridor yang masih sepi, hanya ada berapa petugas kebersihan dan suara langkah sepatu mengema.

Udara sekolah terasa nyaman.

Tenang.

Dan Valerie menyukai ketenangan.

la memasuki kelas XI IPA1, menaruh tasnya di meja, lalu duduk dikursi dekat jendela. cahaya Matahari pagi menyelinap lewat kaca, menyorot sebagai wajahnya.

Valerie mulai membuka buku digital dan mulai membaca materi pelajaran hari ini.

la tidak peduli siapa menatapnya.

la tidak peduli siapa yang membicarakannya.

Yang ia inginkan cuma satu :

menjalani hari dengan damai.

Namun...

Kedamaian itu hanya bertahan sekitar dua minit.

Pintu kelas terbuka.

Seorang masuk dengan langkah santai, seperti pemilik tempat.

Valerie bahkan tidak perlu menoleh.

la sudah menebak dari suara langkahnya.

Sepatu itu terdengar terlalu tegas untuk anak SMA biasa.

Matthew Lucian Wycliffe.

Cowok itu masuk, menaruh tas dibangku belakang, lalu duduk tanpa banyak suara.

Valerie tetap fokus pada layar bukunya.

Tidak ada alasan, untuk menghiraukan nya.

Namun berapa detik kemudian.

Klik.

Tiba-tiba jendela otomatis disamping Valerie terbuka lebar.

Angin pagi masuk menerpa rambut Valerie sampai berantakan.

Valerie terkejut. tablet digital di mejanya hampir jatuh.

Ia buru-buru menahan, lalu menoleh ke panel kontrol jendela.

Panel itu berada di sisi dinding.

Dan...

Hanya satu orang duduk dideket Panel itu.

Matthew.

Cowok itu menatap keluar jendela seolah tidak terjadi apa-apa.

Valerie menajamkan mata sebentar, menahan emosi.

lalu, ia berdiri, berjalan ke panel, dan menutup jendela kembali.

Begitu duduk, Valerie menarik napas.

Tenang, ini cuma kebetulan.

Tapi belum sempat ia membaca lagi..

Klik.

Jendela terbuka lagi.

lebih lebar.

Angin lebih kencang.

Kertas catatan Valerie yang tipis itu langsung terbang dan jatuh ke lantai.

Valerie menatap kertas itu sebentar.

lalu menoleh pelan.

Tatapan langsung mengarah pada Matthew.

Matthew menatapnya balik dengan wajah datar, lalu menyadarkan dagu ditangan, seolah bertanya :

Kenapaa?

Valerie tersenyum tipis.

Tapi senyum itu bukan senyum ramah.

Itu senyum orang sedang menahan emosi.

Valerie berdiri mengambil kertasnya, lalu menutup jendela lagi.

Begitu duduk, Valerie menatap Matthew tanpa berkedip.

" Lo ada masalah sama gue? " tanya Valerie akhirnya.

Matthew menatapnya berapa detik, lalu menjawab singkat.

" Enggak. "

Valerie meangkat alis. " kalau lo ada masalah, Stop mainin jendela. "

Matthew meangkat bahu." gue cuma suka udara segar. "

Valerie mendengus. " udara segar atau lo emang hobi bikin orang kesal. "

?Matthew menatap Valerie datar.

" Kok lu gampang kepancing ? "

Valerie menahan napas.

Bukan karena kalimatnya.

Tapi karena Matthew ngomong semua yang Valerie rasain itu nggak Valid.

Valerie menatap Matthew tajam.

" Gue cuma nggak suka diganggu, " ucap Valerie pelan.

Matthew menyadarkan tubuhnya santai.

" Sayangnya... " ucapnya dingin, " lo terlalu gampang keganggu. "

Valerie mengepalkan tangan dibawah meja.

Cowok ini benar-benar...

Nggak normal.

...

Jam pertama dimulai.

Guru matematika masuk dengan langkah cepat.

" Selamat pagi, hari ini kita langsung latihan soal untuk persiapan seleksi internasional. "

Berapa siswa langsung mengeluh.

" Bu.. baru pagi. "

" Tolonglah... "

Namun guru itu cuma tersenyum tipis. " Nusa Bangsa tidak menerima kata menyerah. "

Valerie langsung fokos, ia mulai menulis jawaban dengan serius. mencoba mengabaikan segala hal yang bisa menggangu.

Tapi tiba-tiba..

Tok tok tok.

Seorang mengantuk meja Valerie pakai ujung pena.

Vale pura-pura nggak dengar.

Tok tok tok.

lebih keras.

Valerie masih diam.

Lalu..

Tok tok tok tok tok.

Valerie akhirnya menoleh cepat.

Matthew menatapnya dengan ekpresi datar.

" Apa, sih? " bisik Valerie.

Matthew menyodorkan selembar kertas kecil.

Valerie menatapnya curiga, lalu mengambilnya.

La membuka kertas itu.

dan isinya cuma satu kalimat :

 "Tulisan lo miring banget. "

Valerie menatap tulisan itu lama.

la perlahan meangkat wajahnya.

Matthew masih menatapnya, seperti dia baru aja menerima kritik penting.

Valerie meremas kertas itu.

" Lo ganggu Gue cuma buat ngomong gitu? " bisik Valerie.

Matthew meangkat bahu. " gue cuma jujur. "

Valerie tersenyum kecil.

Tapi itu bukan senyum manis.

Itu senyum bahaya.

Valerie mencondongkan tubuh sedikit.

" Kalau lo ganggu gue lagi, gue sumpah lembar tablet ini ke kepala lo. "

Lukka, cowok yang duduk disamping Matthew, langsung menahan tawa sampai batuk.

Matthew malah tersenyum tipis.

" Ancaman lo lumayan, "ucapnya pelan. " Gue suka.

Valerie menahan napas.

Dia benaran gila.

\_**TBC**\_

Happy Reading All!

1
Arif RACHMAN
🥰🥰 aku suka banget sama semua karya mu thor.sukses selalu
Arif RACHMAN
suka banget.sukses selalu
Fluffylfy
❤❤ suka banget
Fluffylfy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!