NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Perempuan itu?

"Teman sekantorku. Dia satu tim denganku. Dia yang memaksa ikut hadir acara ini. Mau kasih hadiah istimewa buat Ibu katanya." ucap Raymond tersenyum penuh makna.

"Kasih hadiah buat Ibu? Wah, baik sekali dia. Pria atau wanita?" selidik Bu Nora. Kedua matanya langsung menghijau begitu mendengar kata hadiah.

"Yah, wanitalah Bu. Jabatannya setingkat lebih tinggi di atasku. Orangnya cantik. Ibu pasti suka padanya." senyum Raymond semakin sumringah. Tidak sadar kalau ucapannya sedang memuji wanita lain di depan istrinya.

"Wah! Apa cuma teman biasa, Bang?" celoteh Angel melirik kakak iparnya. Ribka yang sedang mendengar pembicaraan itu merasa dadanya seolah dihantam balok. Menohok tepat di jantung dan hatinya. Apa maksud ucapan Angel barusan?

Dari cara suaminya bicara, anak kecil saja pun tahu kalau suaminya menyukai seseorang yang jadi bahan pembicaraan itu.

"Bang Ray ngomong apaan sih? Memuji orang lain di depan kakak ipar." Alisya mengedipkan matanya memberi kode kalau kakak iparnya ada bersama mereka.

"Yah, jangan salah paham dulu. Abang memang menyukainya, tapi hanya sebatas teman." ralat Raymond menyadari keteledoran sikapnya.

"Omongan Abang yang bikin salah paham! Eh, ayo kita kumpul di meja makan saja. Sambil menunggu temanmu itu Bang." Alisya bangkit dari duduknya. Mencairkan suasana kaku yang tiba-tiba menyergap akibat ulah kakak sulungnya.

Ning

Nong

"Eh, sepertinya ada yang datang. Jangan-jangan itu teman abang. Aku aja yang bukain pintu." Lagi-lagi Alisya bergerak menyelamatkan situasi.

"Aku ambilkan dulu satu piring lagi. Tadi hitungannya pas buat kita semua." Ribka juga bergerak menuju dapur. Tapi dia tidak langsung mengambilkan piring itu. Melainkan menetralkan emosinya. Suaminya mengundang orang lain tanpa mengatakan apa-apa padanya sebelumnya. Mengundangnya dalam acara keluarga mereka? Ribka merasa diremehkan sebagai seorang istri sekaligus menantu.

Ribka mengambil gelas, mengisinya dengan air dari dispenser. Meminumnya hingga tandas.

"Baiklah, aku ingin melihat, apa maksud semua ini Bang."

Ketika Ribka kembali ke ruang makan. Dilihatnya wanita itu telah duduk di sisi suaminya. Di kursi yang barusan dia tinggalkan. Kedua mata Ribka melotot. Padahal masih ada kursi yang tersisa di dekat Ibu mertuanya. Kenapa dia memilih duduk di dekat Raymond?

"Kamu duduk disini saja, Rib. Biar saja Khaty yang duduk disana." Bu Nora menegur Ribka saat hendak memutari meja.

"Oh, jadi namanya Khaty? Wah, kamu memang cantik sekali Dik. Pantasan suami saya segitunya menyukai Anda. Sampai mengundang Anda di acara keluarga kami." Ribka meletakkan piring dan sendok di depan Kathy.

Seketika wajah Kathy memerah. Tapi detik berikutnya sikapnya sudah biasa lagi.

"Oh, terima kasih Kak atas pujiannya. Bang Ray yang mengundang saya. Saya tidak tau kalau acara ini khusus untuk keluarga inti." sikap Kathy terlihat santai. Tidak terpengaruh sama sekali dengan sindiran Ribka. Sepercaya diri itu sikapnya. Apakah dia memang mendapat dukungan dari yang lain?

Wajah Raymond juga terlihat santai. Tidak sungkan dan sepertinya sudah akrab sekali dengan Khaty. Terlihat jelas dari bahasa tubuh mereka.

"Yah, tidak apa-apa toh. Siapa saja boleh ikut kok. Ayo, Ribka kamu ladeni semuanya makan. Kamu kan tuan rumah disini." sela Bu Nora seolah semuanya hal biasa.

"Kalau aku Tuan rumahnya, Bu. Jadi aku berhak dong menentukan siapa saja yang diundang."

"Cukup Ribka, kamu jangan mempermalukan tamu kita." ujar Raymond kesal.

"Dia bukan tamuku, Bang. Tapi tamu undanganmu." dengus Ribka ketus. Dia tidak cemburu. Hanya merasa sakit hati karena disepelekan.

"Bruk! Kamu memang keras kepala. Sejak kapan kamu berani membantahku!" kecam Raymond memukul meja. Semua tersentak kaget. Tapi semua diam tidak satupun yang berani menyela. Khaty diam-diam tersenyum licik.

"Kamu memang sengaja ya Ribka, mengacaukan acara ulang tahun Ibu? Apa salahnya Raymond mengudang temannya. Masalah kecil saja kamu perbesar." kecam Bu Nora.

"Sudahlah, sebaiknya kita makan saja. Aku sudah lapar." timpal Angel. Mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk. Diikuti yang lain.

Ribka mengepalkan tangannya di bawah meja. Menatap suaminya penuh kebencian.

"Eh, maaf ya Khaty, jangan sungkan-sungkan. Abaikan saja yang membuatmu tidak nyaman. Sini aku isi piringmu." Raymond mengambil piring dari depan Khaty. Mengisinya dengan nasi dan lauk.

"Maaf ya Ray, kehadiranku telah merusak suasana. Maafkan saya ya, Bu." Khaty tersenyum manis ke arah Bu Nora. "Oh, ya. Sebelum acara makan di mulai, saya mau ngasih hadiah dulu buat Ibu. Sebentar ya, saya ambil di mobil dulu." Khaty bergegas berdiri dari kursinya. Lalu meninggalkan meja makan.

"Kamu Rib, bisa gak sopan dikit kepada tamu. Lihat, dia mau ngasih hadiah buat Ibu. Kamu pasti gak ada menyiapkan hadiah buat Ibu kan?" ucap Bu Nora ketus.

"Ibu masih menuntut hadiah dari aku? Semua yang terhidang di meja ini adalah upayaku membahagiakan Ibu." seru Ribka. "Jika Ibu ingin hadiah, suruh anak Ibu melebihkan uang belanja."

"Sudahlah, masakan gini aja dibanggakan." Bu Nora mencelos.

"Tolong ibu hargai kerja kerasku. Yang terhidang di meja ini tidak muncul begitu saja. Ada uang dan keringat yang aku korbankan."

"Sudah! Kamu masih saja ngeyel. Apa sih yang kamu banggakan dari semua masakan ini. Cuma makanan kampung!" sentak Raymond. Ribka menunduk diam mendengar hinaan suaminya.

Tiba-tiba Khaty muncul. "Hai, maaf ya, aku menjeda acara makannya. Ini Bu. Semoga Ibu senang dengan hadiah dari saya." Khaty menyerahkan bungkusan yang lumayan besar.

"Aduh, kok repot-repot Nak Khaty. Padahal Ibu gak minta apa-apa lo. Terima kasih ya." Bu Nora melirik menantunya. Meletakkan kado itu di sampingnya.

"Hanya hadiah kecil Bu."

"Ayo, silahkan menikmati hidangannya. Maaf ya Nak Khaty, makanannya sederhana begini." ucap Bu Nora menyindir Ribka.

"Ah, tidak apa-apa kok Bu. Pastinya makanan ini enak. Tapi kalau Ibu tidak selera, saya bisa ajak semuanya makan di resto."

"Oh, benarkah? Kamu baik sekali Nak Khaty." Bu Nora melirik menantunya yang diam saja.

"Ah, sepertinya tidak perlu. Makanan ini sudah cukup enak dan sehat kok," Zidan suami Angel menyela. "Masakan Kak Ribka, sudah tidak diragukan lagi." Angel menendang kaki suaminya di bawah meja. Tidak suka saat suaminya memuji kakak iparnya. Padahal dia sependapat dengan suaminya.

Acara makan berlangsung dalam diam. Semua menikmatinya dengan lahap. Sesekali Raymond menambahkan rendang ke piring Khaty. Disambut Khaty dengan senyum manis. Sikap keduanya seolah tidak ada batasan lagi.

Ribka merasakan kalau hubungan suaminya dengan Khaty bukan sekedar hubungan antara teman sekantor. Dia tidak bodoh. Tapi Ribka diam saja. Sejauh mana suaminya akan bertindak. Dia akan menunggu gelombang itu datang.

Apa yang bisa dia lakukan kalau tidak ada bukti yang valid. Tunggu saja, Bang. Aku tidak akan diam saja kalau kamu berani menghianatiku. Selama ini aku bertahan. Tapi untuk sebuah penghianatan, tunggu dulu! ***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!