NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Klinik 24 jam

Aroma anti septik menusuk hidung bercampur aroma darah yang belum sepenuhnya hilang.

Suara langkah perawat lalu lalang dengan alat-alat medisnya, dengan arahan instruksi Dokter.

Nayla Malika kesakitan saat merasakan peluru panas yang di lepaskan dari betis dan lengannya.

"Tekanan darah menurun! Siapkan infus. Luka tembak di betis kiri tak terlalu dalam!" ucap sang dokter.

"Perawat! Siapkan jahitan untuk lengan!" lanjutnya.

Suara dokter terdengar profesional, meski tahu siapa Nayla Malika.

Seorang Mafia berbahaya yang terlibat prostitusi dan penjualan situs pornografi.

Nayla berbaring di atas ranjang dengan tindakan-----napasnya berat.

Pikirannya masih terbayang pria yang menyelamatkannya, saat solat subuh---wajahnya tampan kaya akan wibawa.

Gadis Mafia berwajah Indonesia dan Arab ini, menarik napas berat.

Rambutnya di biarkan tergerai berantakan sebagian, dengan keringat di keningnya.

Menahan rasa sakit saat timah panas di keluarkan dari betisnya.

Wajahnya yang pucat dengan sorot mata yang tajam seolah menyimpan bara---sebuah bara dendam dan amarah yang tak pernah padam.

Api dendam dari masa lalu, yang membuatnya terpaksa terjun ke dunia Mafia.

Hingga Nayla bertemu pimpinan mafia, Aditya Suradinata.

Awalnya Aditya Suradinata mau menjadikannya gadis simpanan karena kecantikannya, namun setelah melihat kelicikan, kecerdasan bahkan ambisi Nayla.

Justru Aditya mau menjadikannya rekan sekaligus orang yang bekerja di bawahnya.

Pikiran Nayla yang tanpa sadar berada di ruangan putih ini----bayangan itu muncul lagi.

Seorang pria mengenakan baju koko putih, sarung dan peci hitam.

Tatapannya lembut yang tak menghakimi.

"Antum terluka."

Suara yang khas dan maskulin nan lembut yang terbayang di pikirannya.

Nayla mengedipkan matanya menahan rasa perih saat cairan anti septik menyentuh lukanya.

Tak seperti biasanya, dirinya selalu membayangi wajah pria agamis itu.

Biasanya setelah insiden seperti ini, dunia baginya hanyalah urusan bisnis, strategi dan bertahan hidup selayaknya rantai makanan.

Tapi pikiran Nayla masih memikirkan bagaimana perlakuan Gus Ali---Nayla tak tahu namanya.

"Arghhh!" jerit Nayla saat peluru di keluarkan paksa dari lengannya.

Gadis ini menjerit menahan sakit, kali ini pikirannya harus menemukan nama pria itu.

"Gua harus fokus melebarkan sayap bisnis gua ke Vanuatu!" tekadnya dalam hati.

"Bisnis Prostitusi," lanjutnya.

Brankar klinik sudah di penuhi oleh darah dari Nayla, sungguh Ironi gadis Mafia yang sudah di ujung napasnya masih memikirkan bisnis haram.

Bukannya mendekatkan diri pada tuhan.

"Peluru di lengan sudah keluar, Dok."

Perawat mengatakan begitu, mereka harus menyelamatkan Nayla. Jika tidak menyelamatkan Nayla maka tamatlah riwayat mereka.

Wilayah Kota ini sudah di kuasai oleh gangster Keihn yang menguasai lapangan pekerjaan dan lainnya.

"Baik, jahit sekarang."

Jarum menyentuh kulit Nayla.

Rasa sakit dengan suara syahadat terdengar berdengung di telinganya.

"Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah."

Suara Syahadat saat jarum menyentuh kulit Nayla, sontak langsung terbayang wajah masa lalunya.

Di saat hinaan, cemooh, dan caci maki. Sampai sang ayah datang dari Arab saudi, dan dirinya bergabung dalam jaringan Mafia Keihn.

Hanya demi balas dendam.

Hal yang membuatnya terjerat dalam bisnis gelap Narkoba dan Prostitusi, anak-anak tetangga yang dulu menghinanya.

Nayla jual untuk di jadikan Sundal dan untuk industri film porno, lalu tak segan Nayla menyuap oknum kapolri untuk melancarkan bisnisnya.

Mengetahui Nayla semakin jauh, sang ayah pria Arab saudi marah besar---respon Nayla sungguh di luar dugaan.

Tak segan gadis ini menghina kembali sang ayah, juga ini semua demi menghidupi ibu dan adiknya yang masih kecil.

Sungguh ironi, seorang gadis muslimah harus terjerat jaringan gelap seperti ini.

Nayla mau melangkah maju tapi sosok ayahnya Khalid Bin Muhammad menahan tangannya.

Sontak Nayla menepisnya dengan kasar dan berani menunjuk wajahnya.

"Jangan sok peduli padaku, aku melakukan semua ini karenamu! Sudah cukup sematan anak haram padaku dan adikku!" tunjuk Nayla mengacungkan jarinya di depan wajah sang ayah.

Nayla yang keras kepala berjalan diantara cahaya putih menuju ke gelapan abadi, namun tangannya di tahan oleh pria.

"Berhenti!" cegahnya.

Nayla menoleh ke suara pria itu, suara yang sama saat dirinya di selamatkan.

"Ikut saya, antum sudah terlalu jauh. Izinkan saya menerangi hidup antum dengan hidayah," ucapnya.

Mimpi itu berkelebat begitu saja dengan detingan suara alat-alat medis, seperti mimpi disaat demam.

Nayla mengikuti arahan pemuda itu yang wajahnya tak jelas, ke cahaya terang.

Tapi suara dua anak buahnya memanggilnya, Nayla membuka matanya dengan menahan sakit.

Dari atas brankar di depan sudah ada Rafi dan Gani.

"Kakak Nayla!" ucap keduanya serempak mengenakan jas.

Nayla masih kesakitan, dirinya menatap samar dua anak buahnya---tersenyum simpul.

Tubuhnya mau bangkit lalu segera mau pergi, "Raffi ama Gani kasih uangnya di koper," ucap Nayla pada kedua anak buahnya.

"Siap Kak," ucapnya.

Namun, Dokter mengatakan jika sudah di bayar pengobatan untuk Nayla.

Nayla sudah terduduk di atas brankar dan berbicara serius dengan dua anak buahnya, dan Dokter juga perawat keluar mengikuti Raffi.

Ingin menanyakan siapa yang menyelamatkan Boss mereka.

Gani mendekati Nayla dan membisikan sesuatu, hal yang membuat wajah Nayla menjadi serius.

"Bagaimana dengan darah gua yang tercecer di jalan. gua takut polisi ngambil buat sampel DNA," ucap Rania dengan nada khawatir.

"Area sudah bersih, polisi kehilangan jejak. CCTV juga udah aman dengan kita ada hacker," bisik Gani.

Nayla tersenyum lega dan mengangguk tipis.

Suaranya belum bisa keluar, kecuali mengeluarkan desis kesakitan.

Raffi masuk dengan Tim Dokter, menatap luka bos mereka yang sudah seperti saudara.

"Siapa yang berani menembak kakak akan kita---" ucapan Rafi di potong oleh Nayla.

"Sudah Raffi! fokus kita amankan bisnis kita!" potong Nayla pelan, suara masih lemah.

Nayla berusaha menggerakkan tangannya dengan kesakitan, lalu Nayla bertanya pada dua asistennya.

"Ngomong-ngomong barang kita dari Vietnam gimana?" tanya Nayla.

"Aman Bos," jawab Gani.

Barang Vietnam adalah gadis-gadis muda yang nanti akan di ekspor ke Kasino, tempat milik Pak Aditya di Lombok.

Hanya untuk menemani para tamu.

Nayla kembali di papah oleh dua anak buahnya menuju rumah Pak Aditya hanya untuk melaporkan apa yang sebenarnya terjadi.

*

*

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!