NovelToon NovelToon
MENTARI YANG REDUP

MENTARI YANG REDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tatie Hartati

Ada seorang anak perempuan yang baru lulus SD dan masuk SMP IT bernama AQEELA MENTARI PUTRI dan dia dekat dengan ketua OSIS yang bernama MUHAMMAD RIAN ALFATIH. Mentari yang di panggil Tari ternyata menyimpan luka batin yang sangat dalam dan semua itu ia curahkan kepada Rian apa yang akan terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 Kesambet Sang Ketua OSIS

Sore hari yang cerah saat itu Tari lagi berdiam diri di dalam kamar sambil menulis kejadian yang terjadi tadi siang. Terkadang dia merasa iri dengan kehidupan teman temannya yang selalu bahagia, Tari bisa saja di depan teman-temannya tersenyum manis tapi kalau udah menyendiri air mata nya akan tumpah. Orang - orang selalu memandang sebelah mata, Tari menyadari bahwa dia itu harta tak punya,rupa dia tidak secantik dan wanita lainnya, tahta dia hanya seorang gadis kecil yang hanya mempunyai hati .

"Ri, ayo kita pergi cari buat bahan -bahan MOS" kata Sina tiba-tiba

" Aku tinggal nyari mie Aladin, tapi apa ya itu? " kata Tari

" Emang Lo udah dapet telor biru itu apa ?"kata Sina

" Udah, itu adalah telor asin " kata Tari

" Ya Allah kenapa sih kakak OSIS nyuruh nyari barang pake kode misterius gini kaya kode aku dan dia " kata Sina

" Hwaduh Lo , ada - ada aja" kata Tari

" Ri , kira - kira nyari mie Aladin dimana ya,?" kata Sina

" Kita balik lagi kewarung yang tadi yuk " ajak Tari

" Aduh ngapain sih balik lagi kesana , tadi kita Udah sampai ke pleset kesawah " kata Sina

" Udahlah ayo ikut aja " kata Tari

Akhirnya Tari dan Sina kembali ke warung yang tadi. Tari langsung mengambil mie instan yang bertuliskan Sarimi

"Kenapa harus Sarimi sih ,Ri?" tanya Sina

" Liat deh gambar orangnya, kayak Aladin kan, jadi sudah pasti ini maksudnya " kata Tari

" Bener banget tuh,awas aja yah nih kakak OSIS ngerjain banget, aku tabokin satu persatu kali ya , kecuali kak Rian" kata Sina

Tari hanya diam dan diam . Kini Tari tahu teman - temannya sangat tergila-gila pada sosok kak Rian. Karena memang kak Rian itu sendiri punya kepribadian yang sangat berbeda dengan teman sekelasnya. Kak Rian itu berparas hitam manis, ramah dan humble, apalagi coba yang kurang dari kak Rian. Makanya sayang sekali kalau ada perempuan yang menyakiti kak Rian.

" Udah ready kan sekarang barang - barang kita. Kapan kamu mau ngumpulin barang - barangnya?" Tanya Tari

" Ya aku ikut kamu aja lah kamu mau kapan ?" Sina balik nanya pada Tari

" Nanti aja kalau udah disuruh untuk ngumpulin " kata Tari

" Okey kalau begitu. Ih Aku ga sabar pengen cepet-cepet besok deh biar ketemu kak Rian " kata Sina

Akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing karena memang keadaan udah senja

**********************************************

Dirumah Tari langsung menyiapkan barang - barang yang harus di bawa ke sekolah oleh anak - anak OSIS. Tiba-tiba Tari melamun dan entah kenapa airmata nya turun begitu saja.

Tari merasa apakah dirinya gak berhak ya untuk bahagia sedetik aja. Padahal dia juga seorang manusia ingin merasakan mencintai dan dicintai. Mungkin mencintai dia sering tapi kalau dicintai rasanya itu sangat mustahil karena rupa, tahta, dan harta tak punya

" Ri, ini udah mau Maghrib,kamu gak ngaji? " kata Nek Esih

"Ini lagi siap-siap nek, Fikri belum ada jemput ya Nek " kata Tari

"Belum, gak akan ngaji kali, " kata Nek Esih

"Ya udah aku berangkat ngaji dulu ya Nek, Assalamualaikum " kata Tari sambil cium tangan neneknya

"Waalaikumsalam" kata Nek Esih

Akhirnya Tari pun berangkat ngaji dengan langkah yang penuh semangat dan hati yang sedikit senang

**********************************************

Malam yang dingin Tari masuk kamar, ia tak mau belajar sedikitpun. Ia langsung rebahan di kasur, pikirannya melayang pada satu nama yang mungkin tak akan pernah pantas untuk ada di hati Tari. Ia sadar, baru saja ia tadi siang masuk ke SMP, namun sebenarnya nama itu sudah lama ia kagumi. Mungkin takdirnya Tari harus mengagumi dalam diam karena Tari dan orang itu sangat jauh sekali perbedaannya, apalagi Tari juga menyadari kalau dirinya adalah seorang cewek yang sedikit barbar . Tari bingung dengan perasaannya itu sebenarnya apa sih Tari sedang rasakan? Tari sadar saingannya sangat berat karena mereka mempunyai rupa yang diatas Tari.

*********************************************

Tari gadis cilik yang berusaha untuk selalu tersenyum di depan keluarga maupun teman -temannya. Dengan langkah yang pasti Tari sampai di depan gerbang sekolah. Dia langsung duduk bersama dengan Sina, Fikri, dan Aisyah. Di lapangan anak -anak OSIS lagi pada berbincang - bincang sambil godain kak Rian

" Eh Rian , fokus dong percuma kamu mikirin Naura juga dia kan udah punya yang baru" kata Zaid

" Udah diem kalian, fokus tuh sama agenda.Lagian aku juga dari tadi fokus kok" kata Kak Rian

" Eh Tari, Ka Yayat ada di rumah gak?" Tanya Zaid

" Gak ada lagi ke SD dulu , nanti kesini katanya agak siangan " jelas Tari

" Yah , gimana dong,Rian? Ini Kak Yayat ga ada di sini nanti kesini nya siang

"Ga apa-apa kok sama OSIS aja dulu" Kata kak Rian

Tari dan Kawa - Kawan masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi masing-masing. Namun tiba-tiba ada yang teriak dari kelas dua

" Tari , Firman katanya suka" kata Alif

"Bohong Tari, itu fitnah, kasian tahu baru dua hari udah di godain " kata Firman

" Gak apa-apa Tari kan anak baik dia gak akan marah kok" kata Wanto

" Cie Tari udah ada yang nanyain" ledek Fikri

"Emangnya aku barang, nandain mah dari dulu banyak tapi ga ada yang jadi " kata Tari sambil tersenyum manis

"Tapi Firman juga gak apa-apa kali , Ri . Hitam manis dia."kata Sina

" Buat kamu aja, mau gak?" tanya Tari pada Sina

" Gak mau lah , aku maunya sama kak Rian " kata Sina

"Diam ih bentar lagi kakak - kakak OSIS masuk ke sini" kata Tari

" Yes aku udah ga sabar nunggu kak Rian kata Aisyah, dan Sina.

Tak berapa lama masuklah anak -anak OSIS dan langsung berdiri di depan. Tari begitu kagum sama salah seorang dari anak-anak OSIS itu namun Tari sadar dia gak kan bisa untuk menggapainya karena perbedaan yang sangat jauh ibarat bumi dan langit.

" Untuk materi hari ini adalah kalian memperkenalkan diri kalian mulai dari sebelah sini" kata Kak Rian sambil nunjuk Tari

Akhirnya satu persatu anak - anak baru pada memperkenalkan dirinya masing-masing begitu juga dengan anak-anak OSIS sama - sama memperkenalkan diri mereka masing-masing

Pas istirahat Tari berkumpul dengan para gengnya

" Ish , masa iya sih besok kita di suruh ngumpulin barang - barang. Mana kita ga boleh pakai tas yang biasa kita pakai lagi tapi harus pake Kantong kresek mereka kira kalau kita ini habis dari pasar kali " gumal Sina

"Turutin aja lah apa mau OSIS kita " kata Fikri

"Aku pingin pulang ih, aku ga mau sekolah " kata Tari tiba-tiba

"Eh Ri, Lo lagi kesambet?" kata Fikri

" Iya kesambet penghuni sekolah ini" kata Tari dengan polosnya

Sontak, tawa Sina, Aisyah, dan Fikri pecah di tengah kantin yang ramai. Mereka menganggap ucapan Tari hanyalah banyolan receh untuk mencairkan suasana MOS yang melelahkan. Namun, hanya Tari yang tahu bahwa jantungnya sedang berdegup kencang bak derap langkah baris-berbaris di lapangan tadi.

Tari menoleh ke arah jendela, di mana samar-samar ia melihat sosok Kak Rian sedang sibuk berdiskusi dengan anggota OSIS lainnya. Sosok hitam manis itu, yang tadi menunjuknya dengan tatapan yang sulit diartikan, benar-benar telah menjadi 'penghuni' baru di kepalanya.

"Iya, aku memang kesambet," batin Tari sambil meremas rok nya.

"Kesambet pesona yang nggak mungkin aku gapai. Kesambet rupa yang nggak mungkin bersanding dengan wajahku yang biasa saja."

Tari tersenyum simpul, sebuah senyum yang menyembunyikan ribuan doa yang ia terbangkan lewat jalur langit tadi malam. Biarlah untuk saat ini, ia hanya menjadi gadis kecil berkantong kresek yang mengagumi sang bintang dari kejauhan. Karena bagi Tari, mencintai dalam diam adalah cara paling aman agar hatinya tetap utuh, meskipun ia tahu, mulai detik ini, sekolah bukan lagi sekadar tempat mencari ilmu, tapi tempat hatinya 'tersandera' oleh sang Ketua OSIS.

— SELESAI —

BAGAIMANA NIH LANJUTIN GA SIH?? TULIS DI KOMENTAR

1
Mingyu gf😘
nah ini part paling seru
Mingyu gf😘
Senam memang sangat menyenangkan ketika sedang berkumpul
Moon.
teruslah berjuang tari. btw kamu masih SMP ya? itukan masih cinta monyet?🤭
eh tapi gapapa deng. kali aja bisa bertahan smpe ke SMA mwehehe
Al Fadilah
semangat 👍👍👍👍
Tati Hartati: makasih banyak kakak
total 1 replies
M. T🌻
ihh tari gampang banget bapernya🤣
Nnoy
semangat terus thor
Pengabdi Uji
Lahh 😭😭 guru nya gk da kelas online gt apa bkin video ngajar dlu jd walau gk masuk anak2 paham
Pengabdi Uji
iyalah bkin maluu yeuh
Pengabdi Uji
lahh 🤣 org bukan pcr jg ngapa marah
T28J
oooo... betina😅
THE GIRL COOL😑
waduhhhhh😭
Mh_adian7
nah bagus harus semangat
Mh_adian7
nah harus bisa belajar dari kesalahan. asal jeplak aja😂
Writer_lynn
enteng banget mulutnya.
🌺⃟ SasMaya
siapa cepat dia dapat, judulnya 😂
🌺⃟ SasMaya
mau ngapain ini si Dena
Pengabdi Uji
namanya fanss🤣🤣 ya gimana
Pengabdi Uji
pd demen soalnya🤣
Pengabdi Uji
smua?kek gt ne🤣🤣 aku jg
Nnoy
/Doge//Doge/ dasar puber
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!