Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
Dua bulan berlalu begitu saja, Mila telah kuliah seperti biasa dan juga kerja paruh waktu do salah satu kafe teman nya. Mila benar-benar meninggalkan kemewahan keluarga nya demi bisa menghidupi dirinya sendiri.
Sehari kepergian Mila, Kediaman Jovan dan Dinda biasa aja karena mereka semua sedang ada di luar kota. Jovan setelah pembicaraan nya dengan Mila pagi itu, dia langsung ke Jepang untuk kerjaan nya dan menyusul sang istri Dinda yang juga di Jepang sedang ada pemotretan karena Dinda merupakan seorang Model terkenal.
Bagi Jovan hari-hari nya bersama adinda sangat bahagia. Dia begitu mencintai Dinda, hingga melupakan jika dia baru saja menghancurkan masa depan adik iparnya sendiri.
" Mas, Kapan kamu balik ke Indonesia "?! tanya adinda saat mereka baru saja selesai bercinta.
Jovan menarik Dinda ke pelukan nya. " Mungkin lusa, kenapa ayangku "!! Ucap Jovan yang super bucin itu manja.
Dinda tersenyum kala suami nya mengelus bagian dada nya dan mencari kesenangan nya di sana. " Enggak, aku mau nitip oleh-oleh buat Mila, kemarin saat aku pamit jepang dia nitip tas dan beberapa make up katanya dia mau belajar make up sekarang, ucap Dinda.
Jovan terdiam kala istrinya membahas Mila. Dia kembali teringat jika dia telah menodai adik iparnya itu. Entah bagaimana keadaan Mila sekarang, bahkan dia tak pernah menghubungi rumah untuk sekedar bertanya kepada pembantu bagaimana keadaan Mila dan rumah.
" Ooh, ya nanti aku bantu bawakan. Ya udah ayo tidur, aku capek, ucap Jovan.
Dinda melihat suaminya aneh" Enggak jadi nambah"?? goda Dinda membuat Jovan menggeleng.
Mereka tidur dengan tenang malam itu.
Di Jakarta, Mila sedang membantu Rena sahabatnya meracik kopi. Mila selain menjadi kasir di sana juga membantu Rena sebagai barista.
Minuman yang Mila buat pun sudah beragam.
Rena sangat bahagia karena sahabatnya itu mau membantunya dalam urusan kerjaan. " Mila, ayo kita pulang, ini udah jam sebelas" ajak Rena.
Mila melihat jam dan kafe pun telah tutup.
Kedua gadis remaja menjelang dewasa itu berjalan menuju mobil Rena. Rena adalah putri politikus tanah air dan sangat kaya.
Aku antar kamu ke kos ya!! ucap Rena dan Mila mengangguk.
Keduanya bercanda selama perjalanan pulang. Sejak keluar dari rumah Jovan dan Dinda, Mila tinggal di sebuah kos sederhana sesuai dengan uang yang dia punya. Rena sempat ingin menyewakan Apartemen, namun Mila menolak.
Dua bulan berlalu, Sejak Mila keluar rumah Jovan, sekarang dunia Mila hanya kuliah, kerja dan belajar.
Jovan pun telah kembali ke tanah air seminggu lalu. Jovan pulang ke rumahnya namun tidak bertemu Mila. Jovan meletakkan bingkisan yang di belikan Dinda untuk Mila di atas kasur, dan langsung keluar lagi.
Pagi menjelang, Mila tiba-tiba muntah-muntah dan kepalanya berputar. Mila pingsan dan langsung jatuh ke lantai. Rena yang kebetulan datang mengetuk pintu kamar sahabat nya itu namun tak kunjung di buka, membuat Rena takut terjadi apa-apa pada Mila.
Rena meminta bantuan ibu kos akhirnya pintu kamar Mila di buka paksa. Berapa terkejut nya Rena dan ibu kos, melihat Mila pingsan di lantai.
" Milaaaaa" teriak Rena panik. Ibu kos meminta Rahmat pembantu nya untuk mengangkat tubuh Mila tapi Rena meminta sekalian masukkan ke mobilnya. Rena membawa Mila ke rumah sakit.
Di ruangan dokter Mila langsung di periksa. Rena menunggu harap cemas, begitu lupa Mila yang baru saja siuman.
" Nona Mila selamat, anda hamil perkiraan saya masuk dua bulan " Ucap dokter wanita itu membuat Mila maupun Rena terdiam.
Nona Mila, panggil Dokter lagi membuat lamunan Mila akhirnya tersadar.
" Selamat Nona, anda hamil dua bulan" ucap dokter. Kalau boleh tau suami anda dimana?? tanya nya kembali.
Rena dan Mila saling tatap dan terdiam. " Hmm baiklah, saya tau sekarang, anda hamil di luar nikah benar?? Anak sekarang ucap dokter itu sinis.
Setelah memberikan obat Mila dan Rena keluar rumah sakit. Di mobil Mila menangis memegang perutnya sedih.
" Ren, apa yang harus Gue lakukan sekarang Ren. Gue enggak bisa jaga ini anak, gue masih muda Ren, isak Mila.
Rena memegang tangan Mila. " Sekarang cerita sama gue, Lu lakuin hubungan itu sama siapa?? Lu kan jomblo gue tau Lu orang nya gimana Mil?? tanya Rena.
Mila menatap jalanan siang itu. " Gue di perkosa Ren, yang hamilin gue enggak mau tanggung jawab dan pergi gitu aja. isak Mila.
Rena terkejut sahabatnya terkena masalah namun dia sama sekali tidak tau.
Rena memeluk Mila dan keduanya saling menangis.
" Lu sekarang mau gimana?? mau gugurin anak ini?? Lu tega Mil? dia enggak salah tapi keadaan Lu juga tidak mudah untuk mempertahankan nya.
Mila menangis bingung. Sungguh siapa yang tidak bingung jika hamil tanpa suami. Belum lagi omongan orang di luar sana yang pasti akan sangat menyakiti.
" Gue mau gugurin aja Ren, gue enggak akan bisa lahirin dia, terlebih Papanya pasti tidak akan menerima kehadiran nya sampai kapan pun juga.
Keputusan Mila sudah bulat, dan Rena sebagai sahabat hanya menuruti keinginan Mila saja.