Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sangat hebat
" Yang kau katakan itu sangat masuk akal Ika, tapi nggak ada kuota kosong. Jadi kita doakan saja agar dia segera mendapatkan sekolah yang terbaik untuk dia nantinya, dengan begitu jenjang karirnya akan bagus. Semoga saja dia tidak melupakan kita di sekolah ini, dan masih mengingat kita ketika karirnya sudah melambung di atas nantinya ya walaupun kemungkinannya sangat kecil dia masih mengingat kita."
" Kita berdua saja yang terbaik, semoga saja dia tidak akan melupakan kita di kemudian hari. Karena kita adalah orang yang ia kenal ketika ia masih di dasar, sangat jauh berbeda dengan keadaan ketika dia sudah melambung tinggi nantinya."
" Sudahlah, sejak tadi kita hanya membahas mengenai Grace saja. Adakah dari kalian yang ingin membahas mengenai mahasiswa bimbingan dan lainnya, jujur saja aku masih sangat penasaran dengan mereka."
Satu demi satu dari mereka pun mulai menceritakan argumen mereka tentang mahasiswa magang di sana, mereka mulai menceritakan satu demi satu dari mulai kelebihan dan juga kekurangan yang terlihat. Tentunya mereka mengorek semua informasi, dan mereka masih tidak menyangka dengan berita yang baru saja mereka dapatkan tersebut. Sungguh mereka semua sangat terkejut dengan berita itu, karena menurut mereka argumen dan argumen jika disatukan pasti akan menghasilkan berita yang sangat melejit.
Dan sesuai dengan prediksi, berita yang didapatkan sangat membagongkan. Berita itu masih sangat tidak bisa dipercaya, sungguh mereka semua masih tidak yakin denganku semua. Tetapi itulah kenyataan yang sebenarnya, dan tidak ada satupun dari mereka yang bisa menentang hal tersebut.
...----------------...
Wakil kepala sekolah saat ini sedang berada di ruangan kepala sekolah, tentunya Ia pun menanyakan perkembangan mengenai masalah magang di sekolah tersebut. Iya pun sangat penasaran tentang perkembangan para mahasiswa magang, baik mahasiswa dari kampus a ataupun dari kampus b. Yang terpenting saat ini keduanya dalam mahasiswa yang sama-sama berproses dan berkembang di sekolah tersebut, jadi kepala sekolah juga harus memperhatikan keduanya dengan seimbang.
" Bagaimana dengan perkembangan anak-anak, dosen mereka adalah menitipkan mereka kepada kita agar kita bisa membimbing mereka menjadi sebuah penuntun masa depan bangsa." jelas kepsek tersebut.
" Sejauh ini progres mereka sangat baik, tidak ada hal aneh-aneh yang terlihat dari respon dan juga proses pembelajaran. Walaupun tentunya ada tragedi tidak menyenangkan terjadi di kelas, tetapi hal itu masih dibilang aman."
" Kalau begitu semua kondisinya baik, jadi kita hanya dengan memantau perkembangan berikutnya saja."
" Benar sekali ibu, kita hanya perlu memantau bagaimana kinerja mereka selama berada di sekolah kita ini. Dan semoga saja tidak akan terjadi tragedi yang aneh-aneh menimpa mereka, karena sudah lumra terjadi pembullyan jika ada mahasiswa magang."
" Hal yang lumrah itu yang harus dihilangkan, saya juga sangat ingin melihat daerah Kita penuh dengan kebahagiaan. Sudah cukup masih lama mengenai kisah pembelian, dan sekarang lebih baik kita saling menghargai agar semuanya bisa berjalan dengan sangat lancar."
" Saya akan menjalankan perintah ibu dan mengantisipasi semuanya, semoga saja hal yang tidak diinginkan tidak akan mungkin terjadi di lingkup kita."
" Semoga saja tercapai alur yang terbaik untuk semuanya, dan aku juga berharap kehidupanmu akan bahagia."
Tentu saja mereka juga mau ngobrolkan mengenai Grace yang beritanya telah sampai ke telinga kepala sekolah, tentunya wanita paruh baya itu juga sangat penasaran bagaimana penampilan dari Grace. Dan ia juga berharap kalau semua mahasiswa bisa memilih potensi yang baik, dan bisa mengembangkan karirnya juga. Karena hal itu adalah pacuan utama dalam karir masa depan.
Perbincangan terus saja berlanjut, hingga tanpa terasa kini sudah memasuki waktunya pulang. Tampak para siswa yang sudah berhamburan keluar dari kelasnya, dan satu demi satu mereka mulai melangkahkan kakinya meninggalkan sekolah.
Tetapi percakapan kepsek dan wakilnya tersebut masih belum selesai, tentunya ada yang penasaran dengan percakapan keduanya. Tetapi mereka tetap tenang dan seakan tidak perduli, sesungguhnya hati dan pikiran mereka sedang tidak sejalan. Sebenarnya para guru hanya takut kalau tiba-tiba kepala sekolah akan mengadakan inspeksi, dan hal itu akan membuat mereka semua kelelahan.
Itulah mengapa mereka sangat khawatir dengan percakapan kepsek dan wakilnya yang masih belum selesai sampai saat ini, saat ini mereka hanya berdoa kalau apa yang mereka pikirkan tidak akan terjadi. Walaupun sebenarnya mereka tidak yakin dengan harapan mereka, sebab harapan mereka itu sering tidak terkabul. Dan hal itu justru membuat mereka frustasi, dan tentunya sangat melelahkan.
...----------------...
Grace dan juga yang lainnya saat ini sudah sampai di kampusnya, tentunya sesuai dengan jadwal sebelumnya mereka ada kelas. Mau tidak mau mereka harus mengikuti kelas pembelajaran, karena jika mereka tidak mengikutinya maka nilai mereka akan anjlok. Sebenarnya sangat lelah jika selepas magang harus melakukan proses belajar mengajar lagi di kampus, tetapi mereka terpaksa mengikutinya karena sebuah tuntutan.
Tampak seluruh mahasiswa mulai masuk ke dalam kelasnya masing-masing, dan di dalam ruangannya tentunya sudah ada dosen yang menunggu mereka. Pada dosen-dosen itu sudah memaklumi mahasiswanya yang datang agak terlambat, karena memang para mahasiswanya itu harus melakukan magang terlebih dahulu. Dan tentunya jam pulang dari tempat magangnya sangatlah berbeda-beda, sehingga akhirnya dosennya itu pun mengerti.
Tampak koridor kampus itu sepi, tapi sebenarnya ada banyak mahasiswa di dalam kampus itu. Para mahasiswa sedang sibuk dengan semua pekerjaannya di dalam ruangan kelas, ada yang memperhatikan dosen sedang menjelaskan dan ada juga yang sedang mengerjakan tugas. Tentunya wajah lelah mereka tidak bisa terpungkiri, bahkan ada dari mereka yang juga sudah mulai mengantuk.
Tiba-tiba saja telepon genggam milik Grace berdering, akan menyadari hal tersebut karena sejak tadi kantongnya bergetar. Iya pun langsung melihat siapa yang tengah menelponnya di jam seperti itu, dan ternyata yang menelponnya adalah dosen pembimbingnya. Iya pun langsung meminta izin kepada dosen yang mengajar di ruangan kelasnya, karena ia tidak bisa mengabaikan telepon dari dosen pembimbingnya itu.
" Maaf, permisi pak dosen pembimbing saya menelpon dan saya ingin izin untuk mengangkatnya." ucap Grace
" Oh ternyata dosen pembimbing mu menelpon, kalau begitu silakan angkat telepon genggaman terlebih dahulu." ucap dosen itu mempersilahkan dan Ia pun segera keluar dari ruangan kelas.
Grace pun mencari tempat yang sedikit jauh dari ruangan kelas nya, karena ia tidak ingin mengganggu proses pembelajaran. Setelah dirasa tempat tersebut aman dan tidak ada yang berlalu lalang, Iya pun langsung mengangkat telepon genggamnya itu.
" Selamat siang Ibu."
" Selamat siang Grace, kau saat ini sedang berada di mana?"
" Saat ini saya sedang berada di kampus Bu, kalau boleh tahu ada apa ya Bu?" tanyanya.
" Saya mendapatkan laporan dari teman saya mengenai kamu di dalam sekolah magang, tapi saya rasa ini tidak bisa saya bicarakan melalui telepon." kecerdasan itu dan tentu saja Grace sangat terkejut.
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)