NovelToon NovelToon
Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Layangan Yang Tak Pernah Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Ratna_dee

"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena

namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Ya!

La lalala.. lala.. la.. Arunika bersenandung ria sambil memainkan rambutnya dengan sebelah tangan lagi membawa rantang, pagi ini Arunika berangkat lebih pagi karena ingin menjemput Sena kerumahnya. semalam Utari memberinya begitu banyak makanan saat pulang, yang sekaligus dititip untuk Bisma dan kedua orang tuanya juga

"pagi.. Bibi Tari Om Maja.." sapa Aru setelah masuk pekarangan rumah sederhana namun luas itu

"eh.. pagi Aru" sapa Utari yang tengah menyapu halaman

"wah.. Aru rajin banget.. Sena masih mandi loh di dalem" sahut Maja juga Yang sedang memperbaiki jorannya

"ini ada titipan dari Ibu buat Om sama Bibi, Ibu bilang makasih buat yang semalem masakan Bibi Tari enak!" Aru memberikan rantang yang di bawanya pada Utari, Utari tersenyum menerima rantang itu dari gadis manis di depannya

"eh.. harusnya jangan repot-repot, makasih ya Aru" ucap Utari sambil mengelus lembut kepala gadis itu

"Aru!! ayo berangkat!" teriak Sena yang berlari dari dalam dengan tas warna biru langitnya

keduanya berangkat setelah berpamitan, jalan menuju sekolah tak terlalu jauh jika dari rumah Sena.

Desa Bukitrindang adalah desa yang masih hijau dan asri, jauh dari kata polusi apalagi bising suara kendaraan pun jarang terdengar, hanya ada beberapa kendaraan yang lewat perharinya. bukan karena jalan nya yang menanjak namun orang-orang Desa lebih senang berjalan kaki, apalagi jalanan juga masih jalan setapak kadang akan licin jika sudah musim hujan

didesa itu, perumahan warga juga tak banyak yang berdekatan hingga lima langkah, karena tanah yang mereka miliki cukup luas untuk satu rumah, biasanya pekarangan mereka di isi tanaman sayur mayur atau bahkan sengaja di biarkan kosong sebagai tempat untuk anak-anak bermain

"cie.. Aru sama Sena pacaran ya!" goda Yulia saat melihat keduanya masuk gerbang bersama

"Yuli gak boleh bilang gitu! kita masih kecil gak boleh pacaran!" bantah Aru polos, Yulia Hastika namanya teman sebangku Aru yang cukup iseng dan sering menggodanya

"iya deh.. ayo Aru kita masuk duluan! katanya gak pacaran kan? jadi Aru masuk duluan gak apa-apa kan Sena?" tarik Yulia mencoba menggoda Sena

"hng!! kalo besar nanti, Sena bakalan pacarin Aru biar Aru gak boleh deket-deket sama Yuli lagi!!" kesal Sena menarik Aru agar menjauh dari Yulia

"tuh kan! Sena sama Aru pacaran.. wah.. Sena sama Aru pacaran!!" teriaknya semakin kencang, Arunika tak terima di goda seperti itu dan ingin mengejar Yulia tapi Sena melarangnya

"gak usah peduli.. Yuli sengaja tuh biar kamj ngejar dia, gak usah lari nanti kamu jatuh" ucap Sena menggelengkan kepalanya, Aru mengangguk setuju dan tak mengejar Yulia yang sudah berlari menjauh

pulang sekolah, Sena dan Aru berjanji untuk bertemu di sungai karena hari ini papa Sena akan memancing di sana tentu Aru sangat semangat.

"wahh... Om Maja udah dapet banyak ikan!!" teriak Aru melihat ikan-ikan di ember, rupanya pak Maja sudah di sana sejak pagi

"Aru mau tangkap ikan juga?" tanya pak Maja menawarkan serokan ikan pada dua bocah itu

"mau!!" angguk keduanya

"ayo tangkap ikan yang banyak! nanti biar Bibi Rini masak buat kita!" ajak Sena semangat

"ya! Ibu emang paling jago masak ikan!" seru Arunika mengikuti langkah Sena dari belakang

"hati-hati ya, batunya licin" ucap Maja mengingatkan dua anak itu

"mana nih.. ikannya kok pada kabur semua sih!" gerutu Sena dengan kesal

"jangan marah-marah makanya, ikannya jadi takut!" tegur Arunika yang sibuk menyerok air berharap akan dapat satu ikan dalam serokan nya

lama mereka berkutat menyerok air, bukan ikan tapi batu dan terkadang rumput juga yang mereka dapatkan. Arunika hampir menangis setelah lama berharap namun satu ikan pun tak dia dapatkan Sena mencoba menghibur sahabatnya itu, mata bening Arunika sudah berkaca-kaca dan itu membuat Sena semakin kesal dengan ikan yang terus bersembunyi dari mereka

"ayo.. jangan pedulikan ikannya lagi, kita main ayunan aja ya?" hibur Sena pelan sambil mengelus pundak gadis itu

"tapi nanti kita gak makan ikan.." keluhnya pelan, Sena tersenyum sambil mencubit pelan pipi Aru

"ikan di ember kan banyak.. Papa pasti kasih Aru juga nanti, Papa kan sama Om Surya teman baik" hibur Sena, Arunika akhirnya menyerah dan mengikuti langkah Sena yang menariknya pelan untuk naik dari air

"ayo main Ayunan.." Sena berlari lebih dulu dan mencoba memegang Ayunan itu agar seimbang saat Aru manaikinya

"Aru aku dorong ya!" ucap Sena mencoba mendorong sedikit kuat Arunika agar terayun kedepan

"waaahh.. ahahahha seru..!! ayo Sena naik juga!!" ajaknya dengan tertawa riang

Sena menghentikan Aru dan ikut menaiki Ayunan

"ayo dorong pake kaki" ajak Sena, mereka mulai tertawa kembali mengabaikan serokan mereka yang terendam air sungai

Maja tersenyum hangat melihat keduanya begitu riang, kepolosan dan kehangatan mereka seperti warna baru dalam hidupnya beberapa tahun ini, meski keluarga besarnya di kota menentang keputusannya untuk menikahi Utari dan tinggal di sana, Maja tak pernah menyesal sama sekali. bahkan jika dirinya harus mendapat ancaman untuk di hapus dari daftar ahli waris sekalipun

mengembala sapi, mancing di sungai, bekerja di sawah dan bahkan membantu mertuanya mencari rumput ke bukit menjadi pengalaman yang selalu baru dalam hidupnya, hiruk pikuk kota tak pernah di rindukan nya sama sekali terlebih semenjak Sena lahir membuatnya semakin betah tinggal dan bahkan menjadi orang Desa seutuhnya, melupakan identitas dan gelarnya di masalalu sebagai orang yang cukup terpandang

"Hahaha... Sena ayo dorong lebih keras lagi!! ayo terbang lebih tinggi lagi!!" teriak Arunika begitu bahagia

"Aru.. suatu hari Sena pasti akan ajak Aru terbang lebih tinggi! terbang dan keliling dunia.. nanti Sena ajak Aru liat kincir angin gede dari atas, terus nanti juga Sena bakalan ajak Aru liat laut dari atas..!" teriak Sena berjanji pada sahabatnya itu

"Sena janji? kalo udah gede nanti Sena harus ajak Aru terbang tinggi ya!" sahut Aru berbinar

"janji! tapi Aru harus sama Sena selamanya! gak boleh tinggalin Sena ya.. Aru kita harus sama-sama sampai besar nanti sampai Sena bisa bawa Aru terbang pakai pesawat terus sampai Sena dan Aru nikah juga.. kata Mama Sena boleh nikahin Aru kalo punggung Sena udah kuat dan bisa bawa beban!" jawab Sena menepuk dadanya seolah mengatakan jika dia sangat kuat

"hah? bawa beban?" tanya Arunika bingung

"pokoknya kata Mama, Sena akan faham kalo udah besar nanti"

Arunika mengangguk saja tanpa faham maksut Sena, Sena mengulurkan jari kelingkingnya pada Aru

"janji itu harus di tepati, Sena janji akan bawa Aru terbang tinggi dan nikahin Aru kalok besar nanti.. jadi Aru harus janji juga ya bakalan sama Sena terus gak boleh sama cowok selain Sena.. kata mama Cowok cuma boleh sama satu Cewek, Cewek juga gitu jadi Sena pilih Aru, dan Aru harus pilih Sena ya" ucap Sena lagi, Arunika menyambut jari kelingking itu mengangguk dan tersenyum polos

"ya! Aru gak akan pilih orang lain selain Sena, Sena akan jadi pilihan Aru selamanya!!" sahut Arunika keduanya tertawa lepas tanpa pernah berfikir jika janji yang mereka buat hari ini harus benar-benar mereka tepati suatu hari nanti

"Pak Maja!!! pak!! Pak Maja... ayo pulang.. buk Utari mau di arak warga desa!!" teriak pak Mali datang berlari dengan nafas yang hampir habis

"apa!!" Maja yang terkejut itu berlari pulang tak lagi peduli dengan ikan dan pancingnya di sana, sebelum ikut kembali pak Mali melihat dua bocah yang sedang bermain ayunan dari kejauhan

"heii!!! Sena.. Aru.. ayo pulang!! Sena ibumu sedang dalam masalah ayo pulang nak!!" teriak pak Mali dengan kencang kedua bocah itu terkejut dan spontan turun dari Ayunan sambil terjatuh

"Mama? Mama kenapa? Mama!!" teriak Sena berlari di ikuti dengan Aru yang juga berlari di belakangnya

1
v_v aja🩵🩷🩶
bagus banget 😍💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!