"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.
Seminggu berlalu sejak waktu itu, benar saja saat ini Victor dan istrinya pergi keluar negeri. Pagi-pagi di meja makan begitu sepi dua adik Flo juga tidak ada di rumah. Flo tersenyum sinis menarik kursi di hadapannya.
“Pagi mbok,..”Sapa Flo pada seorang Perempuan sedikit tua yang datang menghampirinya Bersama dua pelayan muda yang membawa makanan dan menaruhnya di meja.
“pagi juga non” sapa si mbok.
“Argghhh, pagi ini damai banget. Nanti enaknya ngapain ya mbok, kita buka disco dirumah mumpung tuan ruamh tidak ada” ucap Flo sambil mereganggak kedua tangannya.
“Non, si mbok mohon jangan mengajak teman-teman non kerumah. Nanti kalau tuan tahu, Non Flo bisa kena hukuman” si mbok tampak menasehati Flo karena dia takut kalau majikannya itu dimarah sang papa. Ia tak tega melihat Flo yang sering di beri hukuman sejak kecil.
Flow tersenyum getir menatap si mbok,
“Mbok Jah masih sama seperti dulu, ingat aku bukan anak kecil lagi mbok. Nggak usah khawati” ucapnya menenangkan si mbok.
“bukannya begitu non, tapi meskipun tuan dan Nyonya tidak di rumah. Di rumah ada tiga ajudan nanti mereka laporan sama tuan”
“Tiga ajudan, siapa aja? Bukannya hanya dua? Bang Gofar dan bang Topan, satunya siapa lagi?” tanya Flo heran, perasaan papanya hanya punya dua ajudan.
“Ada ajudan baru non, dan kata tuan..pak Ares ajudan pribadi non Flo”
“Hah, jadi dua orang itu benar memberiku ajudan. Sial, ..cihh..mereka pikir akan bisa membuatku terkekang begitu”
“Non, mbok mohon ya. Ikuti perintah tuan, mbok nggak mau non Flo kenapa-kenapa di tangan tuan..” ucap Mbok Ijah menatap penuh harap, tatapan sendu yang ia berikan untuk anak majikannya itu yang sudah ia anggap seperti cucu sendiri. Selama dia bekerja di keluarga Adinata dia tak pernah melihat penyiksaan tapi sejak Flo mulai tinggal Bersama mereka ia terus-terusan melihat Flo yang selalu di siksa oleh ayahnya sendiri.
Flo berdiri dari duduknya, ia berjalan menghampiri si mbok, memeluk Perempuan tua itu.
“Mbok nggak usah khawatir, dia nggak akan berani nyiksa aku. Mbok tahu kan paling hanya tamparan seperti biasa yang aku dapat. Maksih ya mbok selama ini sudah saying denganku seperti cucumu sendiri” Flo mengusap lembut punggung mbok Jah, dia meminta Perempuan tua untuk tidak khawatir.
Flow lalu melepaskan pelukannya,
“Aku sarapan nanti aja habis berenang. Suruh yang lain makan aja mbok, atau nggak mbok aja yang makan. Aku berenang dulu” nafsu makan Flo hilang, karena pikiran yang tak ingin ia pikirkan malah masuk ke kepalanya membuat mood paginya rusak.
Flo langsung berjalan menuju kolam renang yang ada di rumahnya, dia ingin berenang untuk menjernih kan pikirannya. Ia tak mau bersedih-sedih, ia focus dengan hidupnya saat ini.
Tapi saat ia sudah sampai di kolam renang, ia di kejutkan oleh seseorang yang sedang berenang di sana.
“Siapa itu? Perasaan Vincent dan Valen tidak dirumah” gumamnya melihat seorang pria yang Tengah berenang saat ini. Perlahan langkahnya mulai mendekat, dia berdiri di pinggir kolam dengan tangannya yang ia lipat di dada, menatap datar orang yang Tengah berenang di kolamnya.
Saat orang itu sudah kepinggir dan tepat di depannya,
“Siapa kau? Berani sekali berenang di kolam ku?” nada dingin keluar dari mulut Flo, dia menatap tajam pria tampan nan maskulin di depannya. Pria itu hanya menatap sekilas, lalu naik keatas.
“maaf kalau saya memakai kolam mu, perkenalkan saya Kapten Ares Mahendra. Saya ajudan baru pak Victor dan saya dari kesa..” pria Bernama Ares itu mengulurkan tanganya memperkenalkan diri tapi langsung di tepis oleh Flo.
“Apa perduliku kau dari mana?” sinis Flo sambil menepis tangan itu.
Ares tentu saja kaget dengan respon Perempuan di depannya, dia yang tadinya terlihat ramah. Kini ekspresinya berubah dingin, dia mengamati Perempuan di depannya.
“Jadi kau yang harus aku awasi,.” Ucapnya tersenyum miring.
“untuk apa kau mengawasiku, aku tidak butuh di awasi tuan” Flow menatap sinis pria di depannya tersebut.
“Ya kau memang tidak butuh di awasi, tapi sikapmu yang harus di awasi.”
“Tidak usah sok mengawasi, kau tidak akan bisa mengawasiku. Memang kau siapa?kau hanya orang suruhan mengerti dan tidak bisa melakukan itu padaku” tukas Flo, dia mendekatkan wajahnya seperti menantang Ares.
Ares diam saja, dia masih menatap datar Perempuan di depannya itu.
“Perempuan keras kepala dan urakan,” sinis Ares, dia tersenyum meremehkan dan melenggang pergi begitu saja melewati Flo yang sedikit syok dengan sikap ajudan baru papanya itu.
“Oke tuan, kita lihat saja siapa yang akan menyerah. Kau lihat saja, kau tidak akan bisa mengawasiku” teriak Flo,
Ares tak memperdulikan sama sekali, pria itu terus berjalan pergi dari area kolam renang.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔