NovelToon NovelToon
Yuan Chen Penguasa Tiga Alam

Yuan Chen Penguasa Tiga Alam

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Romansa Fantasi / Action / Budidaya dan Peningkatan / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:186.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Yuan Chen, seorang yatim-piatu yang hidup dilanda kemiskinan. Direndahkan, dikucilkan, dihina, dan diperlakukan tidak baik oleh semua orang, sudah menjadi makanan sehari-hari baginya.
Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yuan Chen tak mempunyai kesempatan untuk berlatih, ia selalu sibuk setiap harinya hanya untuk mencari sesuap nasi.
Namun, kehidupannya perlahan berubah, di saat takdir mempertemukannya dengan seorang Kakek tua yang memberinya Batu Hitam yang memberikannya kekuatan dan menjadikannya sangat kuat. Dan saat itulah Yuan Chen pun bangkit dari keterpurukannya dan memulai perjalanannya di dunia kultivasi yang kejam ini. Inilah kisah Yuan Chen, seorang pemuda yang berhasil menguasai Tiga Alam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Telur Misterius

"Ke— kemana kakek itu pergi?" kata Yuan Chen sembari memegangi tengkuknya, merasa bingung.

Beberapa detik yang lalu, Yuan Chen jelas melihat Kakek tua itu masih berada dihadapannya, tetapi di saat pandangannya terfokuskan pada batu hitam, tiba-tiba Kakek tua dihadapannya menghilang dalam sekejap mata. Membuat Yuan Chen sangat begitu bertanya-tanya; siapa dia? Dan kemana perginya?

Batu Hitam yang berukuran kepalan tangan itu nampak sangat menarik. Terlihat seperti batu biasa, tetapi juga terlihat seperti sisik yang membulat seperti bola bulat. Namun, Yuan Chen sama sekali tidak tahu tentang batu apa itu sebenarnya.

Tiba-tiba, Batu Hitam itu mengeluarkan cahaya putih yang lemah, tetapi semakin lama semakin cemerlang, membuat Yuan Chen pun menutupi matanya menggunakan punggung tangannya.

Sesaat kemudian, Yuan Chen menurunkan tangannya yang menutupi pandangannya, tetapi Yuan Chen tiba-tiba berteriak, sangat begitu terkejut, di saat Batu Hitam tiba-tiba melesat cepat, mengarah tepat kepada wajah Yuan Chen.

"Haaaa...!" teriaknya dengan suara yang lantang, membuat Yuan Chen kembali memejamkan kedua matanya.

Namun, di saat Yuan Chen membuka kembali kedua matanya, tiba-tiba dia sudah berada di tempat yang sangat asing. Langit gelap yang di taburi bintang-bintang kecil yang begitu indah, tetapi dengan kesadaran penuhnya, Yuan Chen menyadari bahwa saat itu masih sore hari.

Pandangan Yuan Chen pun berkeliling, merasa bingung dengan apa yang terjadi saat itu. Hingga pandangan Yuan Chen pun tertuju ke bawah kakinya, melihat dirinya yang berada di atas air, dia benar-benar berdiri di atas air. Hingga pandangannya semakin meluas, melihat itu seperti lautan yang tak berujung, walaupun langit gelap seperti malam hari, tetapi pijakan air itu nampak begitu cemerlang. Anehnya, jauh di depan sana, nampak sebuah telur besar berwarna hitam yang terkurung dalam lingkaran cahaya.

Kedua sudut mata Yuan Chen melebar, menatap benda hitam yang melayang di kejauhan.

"Apa itu?" ucapnya, penuh tanda tanya.

Yuan Chen pun berjalan di atas permukaan air dan terus berjalan untuk menghampiri benda hitam itu. Tetapi semakin lama ia berjalan, keberadaan itu seolah-olah terasa semakin menjauh, bahkan kini Yuan Chen berlari dan terus berlari lebih cepat lagi, tetapi usahanya sia-sia, benda itu seolah-olah berada di dalam batasan yang tak bisa ditempuh oleh Yuan Chen, hingga tubuhnya pun runtuh karena lemas, dan terbaring di atas permukaan air yang tenang.

Tiba-tiba, ia pun kembali ketempat sebelumnya, di sebuah jalan anak tangga, satu jalan yang menghubungkan Akademi Tujuh Warna dengan Desa Embun Pagi, tempat Yuan Chen tinggal.

Keberadaan Akademi Tujuh Warna tidaklah mudah untuk di tempuh, tempatnya yang berada di atas pegunungan Nirwana, dan satu-satunya jalan yang aman hanyalah mendaki seribu anak tangga yang terbuat dari lapisan batu bata. Selain jalan itu, semuanya dinyatakan berbahaya bagi mereka orang-orang biasa.

Pegunungan Nirwana terkenal angker dan dihuni oleh binatang-binatang aneh. Bagi manusia biasa, binatang itu merupakan ancaman bagi keselamatan mereka. Tetapi bagi seorang praktisi, binatang-binatang itu dapat membantu kemajuan kultivasi mereka, di saat mereka mendapatkan inti binatang ketika binatang itu mati.

'Apa yang sebenarnya terjadi? Tempat apa yang baru saja aku lihat itu? Apakah itu hanya halusinasiku saja?' gumam Yuan Chen, di dalam hatinya.

Namun, di saat keheningan dan kebingungan memenuhi isi kepala Yuan Chen, tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan yang menyerukan namanya.

"Yuan Chen!" suara yang lantang menggema di tengah hutan. Dan di kejauhan, nampak seorang anak laki-laki yang tengah berlari ke arahnya.

Dia adalah Ding Zhi— 18 tahun, seorang Murid biasa atau murid kelas pertama di Akademi Tujuh Warna, dia juga merupakan teman Yuan Chen yang berasal dari Desa Embun Pagi.

Ding Zhi adalah kebanggan Desa Embun Pagi. Selama tiga puluh tahun terakhir, hanya Ding Zhi lah yang bisa memasuki Akademi Tujuh Warna, dan memastikan dirinya menjadi seorang ahli bela diri. Walaupun bakatnya tidak terbilang tinggi, tetapi itu cukup bagus, bahkan di usianya yang telah mencapai usia delapan belas tahun, Ding Zhi telah berada pada tahap Penempaan tubuh, tingkatan ranah kedua dari tiga belas tingkatan ranah.

"Kak Ding." Yuan Chen melambaikan tangannya, segaris senyumannya masih menggantung. Namun, tiba-tiba kelompok Mu Ling datang lagi. Dia mencari Yuan Chen yang tidak ada di akademi, demi membalaskan dendam amarahnya karna terlah dipermalukan di depan Senior Zhou.

"Ha ha ha!" Mu Ling dan teman-temannya tertawa dengan sangat lantang, "Bocah Bau! Akhirnya aku menemukanmu!" sambung Mu Ling, tatapannya begitu tak enak terhadap Yuan Chen.

"Mu Ling! Apa yang ingin kau lakukan?" telunjuk Ding Zhi terangkat, menunjuk Mu Ling tanpa rasa takut.

Segera Mu Ling pun memalingkan pandangannya, mengarah kepada Ding Zhi.

"Hoo... Ding Zhi, kan?" ejek Mu Ling.

Yuan Chen pun segera berlari ke belakang Ding Zhi, ia pun berbicara, 'Kak Ding, kita pergi saja!' ajak Yuan Chen, berbicara di samping telinga Ding Zhi dengan nada yang rendah, hampir tak terdengar.

Di setengah jalan dari seribu anak tangga di Gunung Nirwana, ketegangan pun terjadi antara kelompok Mu Ling dengan Yuan Chen.

1
Rajo kaciak
ceritanya kereen tp sayang gantung
APRILAH: 🙏🙏🙏, waktu itu sempet sakit kak, jadi Hiatus, pas mau lanjut malah lupa alurnya mau ke mana 🙏🙏
total 1 replies
Rajo kaciak
tuan telor ya 🤣🤣🤣🤣
Rajo kaciak
murid kesayangan author nih🤣🤣🤣
APRILAH: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Rajo kaciak
semangat Guru Qin yi💪💪💪
Rajo kaciak
kurang asik , seharusnya lawan nya cidera dulu , se kurang2 nya pingsan
Rajo kaciak
menarik layak di simak😄😄
Aldrianto M. Lasut
why..selalu setiiap pertempuran akhir.. harus ada prolog "ayo kita akhiri pertempuran ini"..apa ini ciri penulis cerita yg terus diulang 😄
Mbah Haryo
istilah kultivasi baru.kurang familiar plus..bejibun kumplit sm tingkatanya..beih...posiiiing bolooo..

oke lanjots..
APRILAH: mwehehe, siap kak, terimakasih masukannya
total 5 replies
Mbah Haryo
coba dulu..awalan agak misterius..mkn akan otw bagus cerita ini...hhhh

gaasss
Predi Siswanto
lebayyy
Jojo Prabowo Gemblung
lanjutannya mana nieh,thor?
apakah cukup d sni aj ceritanya,thor?
Rizky Fadillah
mungkin koreksi nama tingkatkan agak aneh kek ga ada nama lain gitu 🙏
APRILAH: terimakasih kak
total 1 replies
Rizky Fadillah
baru mampir thor moga ga mengecewakan
APRILAH: siyap Abang Rizky, semoga terhibur ya hehe
total 1 replies
Nanang Supriyatna
update lagi Thor semangat Thor 💪💪🔥🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹🌹
Rizky Fathur
Thor ko ga di Bantai Qinfeng minimal hancurkan dantain Thor agar dia menjadi sampah
Rizky Fathur: Thor cepat jika ranah kultivasi mcnya sudah tinggi nanti Bantai keluarga Qinfeng Dan Qinfeng dengan kejam Thor karena berani melihat wanita mcnya dengan pandangan yang tidak baik bantai juga leluhur keluarga Qinfeng Thor bikin Qinfeng menyesal Dan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli Bantai juga leluhur keluarga Qinfeng Thor setelah bantai mereka jangan lupa ambil semua sumber daya mereka Thor
total 2 replies
Rizky Fathur
Cepat bantai Qinfeng beserta keluarganya Qin Feng beserta leluhurnya dengan dengan cara paling kejam Thor bikin leluhurnya bertanya kenapa membantai Klan Qin bikin mcnya menjawab karena cucumu berani melihat wanitaku dia pantas mati bikin Qinfeng memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli Thor bikin Qinfeng menyesal menyingung mcnya Siksa Qinfeng dengan kejam Thor hancurkan kultivasinya karena berani melihat wanita dengan pandangan jelek
Nanik S
Siapa lagi wanita berbaju merah
Rizky Fathur: Thor ko belum update terbaru Thor bab 54 dan bab 55
total 2 replies
Nanik S
Lanjut terus Tor
APRILAH: siyap kak
total 1 replies
Vals
tingkat kultivasi yg membingungkan
Nanang Supriyatna
lanjut lagi Thor semangat Thor 💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹🌹
APRILAH: siyap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!