NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 SERANJANG DENGAN PRIA ASING

Naila tahu dirinya hamil, karena Naila sudah terlambat datang bulan selama satu minggu. Namun, ia tidak menyangka sedang hamil karena tidak merasakan tanda-tanda seperti mual ataupun pusing seperti kebanyakan perempuan.

“Baik-baik ya di dalam sana, Sayang. Mama berjanji akan menjagamu. Kamu akan menjadi hadiah terindah untuk Papa Naufal,” ucap Naila sambil mengelus perutnya yang masih rata.

Ia terkekeh geli karena merasa konyol berbicara sendiri. Setelah selesai mandi, Naila keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe. Ia tersenyum melihat makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh Nadia.

“Nadia, kamu memang adik terbaik,” gumamnya sambil menyantap hidangan itu.

Namun, beberapa menit setelah makan, Naila merasa kepalanya berat. Pandangannya mulai berkunang-kunang.

“Mungkin aku terlalu lelah,” pikirnya, berjalan tertatih menuju kasur sebelum akhirnya tubuhnya terjatuh dalam gelap.

Jam menunjukkan pukul setengah dua belas. Ketika Naila membuka matanya, dunia seolah sedang berputar.

“Ah, sakit sekali kepalaku. Jam berapa ini? Apa Mas Naufal belum pulang?” gumamnya seraya berusaha membuka matanya yang terasa berat.

Ia mencoba bangun, tetapi tubuhnya terasa sangat lemas.

“AAAHHH!!!”

"Pekik Naila kaget saat menyadari keberadaan seorang pria asing di sampingnya.

Wajah pria itu blasteran, tampan, dengan senyum sinis yang menghiasi wajahnya. Naila terkejut. Ia mencoba untuk berteriak kembali meminta tolong, tetapi suaranya seakan tersangkut di tenggorokannya.

Yang lebih mengerikan lagi, ia menyadari bahwa…Dirinya... Bahwa ia tidak mengenakan pakaian.

“Astagfirullah!” teriak Naila.

“Apa yang terjadi?!” gumamnya.

Wanita itu tampak panik, mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut. Pria yang di sampingnya hanya memandangnya santai.

“Malam yang sangat indah, Nona,” ucapnya seolah tidak ada yang salah.

“Siapa kamu?!” teriak Naila panik.

Wajahnya memerah antara marah dan ketakutan. Ia belum bisa mencerna apa yang terjadi padanya. Yang ia ingat, dirinya tertidur setelah makan malam tadi. Naila benar-benar tidak tahu mengapa ada pria asing itu di kamar ini.

Pria itu tidak menjawab, malah tersenyum memandangi Naila yang panik. Naila bangkit, berusaha mencari pakaian yang tercecer. Di tengah kepanikannya, ia berniat mengusir pria itu.

Untuk saat ini, dirinya bingung harus melakukan apa. Otaknya seolah tak bisa diajak berpikir. Naila bingung seperti orang linglung. Namun sebelum ia sempat melakukan apa pun, pintu kamar terbuka. Naufal yang baru saja pulang dan hendak mengganti bajunya langsung terhenti melihat pemandangan di depannya.

“Naila! Astagfirullah! Siapa dia?! Apa-apaan ini Naila?!” hardik Naufal emosi.

Suara Naufal yang biasanya tenang kini terdengar penuh amarah. Matanya menatap Naila dan pria itu bergantian, wajahnya merah padam.

“Mas, ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Aku tidak tahu mengapa pria itu ada di sini! A-aku…” Jawab Naila terbata bata.

“Cukup, Naila! Jangan coba-coba mencari alasan!” bentaknya.

“Dasar perempuan murahan! Menjijikkan kau, Naila!” Kau tega bermain curang dibelakang ku, Nai. Jadi ini sifatmu yang asli. Selama satu tahun begini kelakuan kau dibelakang ku hah! Dasar wanita jalang!!!" hardik Naufal.

Air mata Naila langsung mengalir. Ia mencoba mendekati Naufal, tetapi suaminya itu mundur dengan ekspresi jijik. Naila sendiri bingung sekaligus ketakutan, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.

“Mas Naufal, tolong dengarkan aku. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku benar-benar tidak tahu!” suaranya terdengar penuh kepanikan.

Namun, Naufal tidak peduli.

“Satu tahun aku mempercayaimu, Nai. Satu tahun aku menyembunyikanmu dari dunia, menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkanmu pada semua orang. Aku bahkan sudah menyiapkan semua berkas agar pernikahan kita diakui negara. Tapi apa balasanmu?! Di malam sebelum resepsi kita, kau melakukan hal menjijikkan! Inikah kejutan yang kau maksud di telepon tadi, hah?! Wanita murahan kau, Nai. "Maki Naufal.

Pria asing itu, yang sejak tadi hanya diam, kini tersenyum tipis.

“Tenang, Tuan Naufal. Saya tidak bermaksud merebut istri Anda. Ya, ini hanya main-main saja. Tidak ada salahnya kan saling berbagi. Ehmm, tubuh Nona Naila ternyata begitu candu. Aduh, begitu nikmat sekali!”

“Diam kau!” hardik Naufal

"BRUUUK!!!

Melayang satu tinju ke arah muka pria itu, membuat pria itu terjatuh ke lantai.

Naila berteriak, mencoba menghentikan Naufal.

“Mas, kumohon! Dengarkan aku. Aku tidak mengenal pria ini. Aku juga tidak tahu mengapa dia ada di sini. Tolong, percayalah!”

“Diam kau, jalang! Jangan menyangkal lagi! Semua sudah terbukti. Kau perempuan murahan, Naila!” pekik Naufal yang tak mau mendengarkan penjelasan Naila.

Tak ingin semakin kalap, ia membalikkan badan, lalu berjalan keluar dengan langkah berat.

“Aku tidak ingin melihatmu lagi, Nai,” ucapnya dingin.

"BRAKKK!

Terdengar Naufal membanting pintu dan pergi. Naila terduduk lemas. Air matanya mengalir deras, sementara pria itu kembali bangkit dengan senyum sinis.

“Permainan telah dimulai, Nona Naila. ”gumam pria asing itu sambil duduk dengan santai diatas kasur.

Dengan air mata yang bercucuran, Naila mengarahkan pandangannya pada pria yang duduk santai di atas kasur itu. Dengan penuh amarah, Naila hendak bangkit dan meminta pria itu untuk menjelaskan semuanya. Ia ingin tahu siapa pria asing itu dan apa maksud dari semua ini.

Namun, belum sempat Naila berdiri, pintu kamar hotel itu kembali terbuka lagi.

“Astagfirullah… Naila!!!”

Pria paruh baya yang mengenakan peci hitam itu menatap putrinya dengan mata terbelalak. Ia adalah Pak Hasan, Ayah kandung Naila.

Bu Zainab menutup mulutnya tak percaya. Matanya terus mengeluarkan air mata bening, ia tak menyangka jika putrinya bisa melakukan hal yang dianggap begitu memalukan ini.

Sementara itu, Nadia yang berdiri di belakang kedua orang tuanya tampak menatap Naila dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Pak, Bu… Aku bisa jelaskan. Ini tidak seperti yang kalian lihat,” ucap Naila dengan suara bergetar.

Ia masih menutupi tubuhnya dengan selimut hotel. Dirinya belum sempat mengenakan kembali pakaian yang tercecer di lantai.

“Bapak tidak percaya jika kamu melakukan hal menjijikkan ini, Nai! Kamu telah mencoreng nama baik keluarga. Kamu telah mempermalukan Bapak dan Ibu!” pekik Pak Hasan dengan suara penuh amarah.

Bersamaan dengan itu, ia merasakan dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, jantungnya berdegup kencang.

"Aarggghhh!!!" Bu...Bu to...." ucap Pak Hasan.

Belum sempat Pak Hasan meminta tolong. Ia memegangi dadanya, dan seketika ia luruh di lantai dengan wajah pucat menahan sakit. Sontak membuat semua orang panik, kecuali pria asing yang kini tampak santai mengenakan kembali pakaiannya kemudian keluar dari kamar hotel itu tanpa mempedulikan kekacauan yang terjadi di sana karena ulahnya.

"Bapak!!!" teriak Naila dengan histeris.

Namun saat ia hendak menghampiri Bapaknya, Bu Zaenab menepis tangannya.

"Jangan sentuh Bapakmu. Jika terjadi apa-apa, ibu tak akan pernah mau memaafkanmu, Naila!" Pekik Bu Zaenab seraya berteriak mencari pertolongan.

BERSAMBUNG....

1
studibivalvia
enak aja congor lo kalo ngomong
studibivalvia
ga mungkin semudah itu lah pasti ada sesuatu nya
Addb_Rh
padahal ibunya belum menuduh secara detail, tapi Nadia malah jwb duluan. Definisi ngaku duluan, sebelum di tanya "Apaa itu kamu?"

🤣🤣 dodol si Nadia.
GreenForest
lah yang Ja.lang tuh kamu 🤣🤣🤣 Nad. Ngaca ngaca
GreenForest
Julian yang Ba.jing. an tuh kamu sama Nadia 😭😭😭 tau
Addb_Rh
si Abi kalau bersikap manis terus gini sih, di jamin Naila jatuh hati. 😅
chemistrynana
lah si Nadia ini hawek nya
putri bungsu
tp sayang nggk sih, rambut yang dulu nggk pernah dilihat siapa pun, eh sekarang malah dilihat ribuan orang,,,
putri bungsu
berubah drastis nih cerita nya, masa sih Naila lepas hijab demi balas dendam
putri bungsu
aku suka dengan semangat mu kali ini Nai
Serena Khanza
bener-bener nyesek dan sedih banget pas disini kalo ada di posisi naila, disaat semua orang menuduhnya atas perbuatan yg gak dia lakukan dan gak ada yg menolongnya🥹🥹🥹
sebenernya naila anak kandung nya atau bukan sih kok bisa gitu seorang ibu ngomong gitu..
aku jadi kesel sama nadia dia kan adik nya masa setega itu, atau jangan jangan mereka adik kakak tiri
Serena Khanza
alurnya bagus, diluar nalar beda dari cerita lainnya, suka sama tokohnya
Chimpanzini Banananini
bencana akan segera datang🤭
Mingyu gf😘
aaa abi love youu
Mingyu gf😘
memjijikan
Mingyu gf😘
Baguslah kalau lo sadar
Mingyu gf😘
julian tulus tapi bego
Mingyu gf😘
/Chuckle/busuj
Mingyu gf😘
cihh lu yang mendukan senang senang aja
Panda
chapter ini kena ya bagian nya menyentuh menggetarkan hati

baguslah Najla ga benar benar sendiri karena ada Olivia sebagai moral sistem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!