NovelToon NovelToon
Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Sugar daddy / Obsesi / Tamat
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Dipertemukan lagi dengan mantan sugar daddy nya secara tidak terduga membuat Bryssa Kalysandra menginginkan laki-laki yang pernah dengan sengaja ia tinggalkan itu, untuk sekali lagi memilikinya.

Terdengar egois dan sangat tidak tahu diri memang, pasalnya laki-laki yang pernah dekat dan membiayai sekolah semasa SMA nya itu kini sudah menjadi pacar sang kaka.

Nyatanya, itu tidak menjadi penghalang bagi Bryssa, 2 Tahun tidak bertemu dengan Davion Sakya Maharu ternyata banyak yang berubah, laki-laki tampan, matang, dan mapan itu membuat Bryssa merasa sedikit gila, tidak rela sekalipun Davion bersama dengan kakanya. Tetapi Davion yang sekarang tidak semudah itu untuk ditaklukan. Bryssa harus berjuang lebih untuk mendapatkan cinta pertamanya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah Kelulusan

Gaun hitam panjang dengan belahan samping yang cukup tinggi membuat penampilan Bryssa malam ini terlihat sangat dewasa dari usianya. Masih berada di apartemen Davion, Bryssa sudah menyiapkan makan malam romantis untuk mereka, meski bukan ia yang memasak, dan semua makanan yang sudah tersaji merupakan pesanan mengingat gadis itu memang tidak bisa memasak, tetapi Bryssa sangat semangat tadi ketika menyiapkan, terkadang jika sedang berada di apartemen Davion pun memang tuan rumah yang turun tangan untuk membuatnya kenyang. Dan untuk malam ini, Bryssa berniat memberikan yang lebih dari apa yang pernah ia berikan untuk sugar daddy nya itu.

Hingga jam menunjukan pukul 9 malam, belum ada tanda-tanda Davion pulang, bahkan ponsel Bryssa yang sedari tadi terus ia pantau pun senyap. Bryssa mulai gelisah, ia membuka room chatnya dengan Davion, namun tidak kunjung mengirim pesan yang sebenarnya sudah ia ketika.

"Nggak biasanya banget seharian nggak ada kabar gini," gumam Bryssa beranjak dari duduknya.

Ia berdiri di depan jendela besar apartemen dengan pandangan lurus ke bawah, dimana kendaraan berlalu lalang masih sangat ramai, sorot lampu di jalanan menandakan jika masih banyak orang yang baru saja pulang dari pekerjaannya.

Menunggu itu membosankan, sama halnya seperti Bryssa yang masih setia menunggu kedatangan Davion, namun hingga mata Bryssa mulai memberat, belum ada tanda-tanda kedatangan Davion, bahkan sampai Bryssa menutup mata dan tidak terjaga lagi untuk menunggu kedatangan laki-laki itu. Bryssa tertidur di sofa, juga dengan makanan yang sama sekali belum tersentuh sedikit pun. Jika Davion melihat keadaan Bryssa saat ini, gadis itu terlihat seperti seorang istri yang ketiduran karena menunggu kepulangan suami.

Sementara di lain tempat. Laki-laki yang masih mengenakan kemeja kerjanya mengambil ponsel yang sedari tadi tidak ada waktu untuk ia lihat. Matanya fokus pada puluhan panggilan dari kontak yang tidak ia beri nama, namun terdapat gambar panda.

"Shit, gue lupa," umpatnya tersadar jika hari ini kelulusan gadis yang selama ini berhasil memberi warna dalam hidupnya.

Setelah menyambar jas juga menggulung kemeja miliknya, Davion segera bergegas menuju ke parkiran. Hari ini sangat sibuk sampai ia tidak ada waktu untuk sekedar memberi kabar, atau menanyakan bagaimana tentang kelulusannya. Terlebih, tiba-tiba saja tadi mamanya datang dan meminta Davion untuk makan malam bersama. Bahkan ada hal tidak terduga ketika makan malam tadi yang cukup membuat Davion merasa tidak nyaman.

Sekitar pukul setengah 11 Davion sampai di apartemennya. Tubuhnya terpaku di tempatnya melihat pemandangan yang bisa dikatakan sudah biasa, tetapi tidak juga biasa untuk malam ini.

Gadis kecil miliknya yang tertidur di sofa dengan pakaian yang Davion sendiri tahu, sudah pasti untuk menyenangkannya. Langkah Davion semakin mendekat, lalu berjongkok di depan gadis cantik yang berhasil membuat hatinya berdebar setelah 2 tahun kebersamaan mereka, namun meski begitu Davion belum menyatakan secara gamblang apa yang dirasakan olehnya, terlalu gengsi untuk mengutarakannnya, mengingat usia keduanya yang terpaut cukup jauh, namun juga tidak dipungkiri, Davion mulai tertarik, Bryssa Kalysandra berhasil mengambil hatinya secara perlahan.

Cukup lama Davion mengamati Bryssa, tidak banyak yang dilakukan oleh Davion selain menikmati wajah cantik yang terlihat begitu teduh itu dengan mata terpejamnya, biasanya seorang Bryssa akan selalu terlihat manja dan centil di hadapan Davion.

Melirik arloji di tangannya, Davion bangkit dari hadapan Bryssa, lalu menaruh barang-barangnya dan kembali pada gadis itu, diangkatnya tubuh Bryssa untuk ia pindah ke atas ranjang, sudah menjadi hal biasa jika keduanya tidur bersama, Bryssa yang bisa dikatakan cukup bebas sementara Davion yang memang tidak keberatan jika gadis itu menginap.

Bryssa sangat tertutup tentang keluarganya selama ini, yang Davion tahu Bryssa tinggal bersama ibu dan kaka perempuannya, sebatas itu saja dan tidak lebih, bahkan tempat tinggal Bryssa pun sampai detik ini tidak Davion ketahui.

Dan Davion bukan orang kolot yang kehidupan pribadi Bryssa harus diketahui, selama hubungan keduanya baik-baik saja, itu tidak menjadi masalah.

"Engghh," lenguhan suara Bryssa saat Davion menidurkan gadis itu di atas ranjang.

Bryssa melingkarkan tangannya pada leher Davion, lalu membuka matanya secara perlahan.

"Kenapa baru dateng om?" lirih Bryssa dengan mata masih sayu.

Davion menyunggingkan senyumnya tipis, lalu mencoba melepaskan tangan Bryssa pada lehernya. Namun bukan Bryssa namanya jika membiarkan begitu saja, justru dengan sangat cepat Bryssa kini bisa menarik kemeja Davion sampai membuat Davion menindihnya.

"Cil," lirih Davion langsung mendapat gelengan kepala dari Bryssa.

"No bocil-bocil ya? Mulai hari ini gue bukan anak SMA lagi" tegas Bryssa terdengar amat menggemaskan bagi Davion.

Lucu, teramat lucu, kalimat penolakan dari Bryssa. Davion menganggukan kepalanya dengan mengecup bibir Bryssa sekilas. Namun efeknya tidak main-main untuk Bryssa. Mendadak dada Bryssa berdebar dengan sangat hebat mendapat serangan tiba-tiba dari Davion, untuk sekedar kiss atau kissing sudah menjadi makanan sehari-hari jika mereka bertemu, namun entah mengapa untuk saat ini Bryssa merasakannya sangat berbeda.

"Selamat atas kelulusannya," ujar Davion tiba-tiba mengambil sebuah kotak cincin yang entah Davion dapat dari mana.

Mata Bryssa langsung melebar, ia menatap Davion tidak percaya.

"Buat gue?"

Davion mengangguk dengan senyum tipis.

Siapapun wanita pasti jika diberi sebuah cincin akan menganggap jika hubungan yang sekedar biasa akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius, bukan sebuah lamaran tetapi cincin yang diberi oleh pasangan terkadang menandakan keterikatan yang kuat. Seperti halnya Bryssa saat ini.

"Thank you om, gue pikir om lupa," ujar Bryssa memeluk Davion dengan erat.

"Maaf," lirih Davion mendapat anggukan kepala Bryssa.

Karena saya memang hampir lupa Bry

Lanjut Davion dalam hatinya.

"Pakaikan," pinta Bryssa dengan nada manjanya.

"Sure." Davion mengambil alih kotak cincin itu, lalu mengambil cincin yang tadi sengaja ia beli sebelum ke apartemen.

Setelahnya cincin dengan berlian putih itu ia sematkan pada jari manis Bryssa, ajaibnya cincin itu sangat pas pada jari manis Bryssa, tidak kebesaran juga kekecilan, seakan memang didesain khusus untuk gadis itu.

"omg om, lihat ini." Bryssa memamerkan jemarinya yang kini sudah terpasang cincin.

"Pas banget kan? Kaya om lagi lamar gue nggak sih?"

Ucapan Bryssa diakhir seperti tamparan keras untuk Davion, namun laki-laki itu hanya menanggapi dengan senyum, membuat Bryssa gemas sendiri rasanya, Davion sangat kurang peka, namun ia juga cukup tahu diri, mengingat hubungan mereka sebatas hubungan bisnis intim, Bryssa mendapat benefit dari Davion, sementara Davion mendapat kepuasan dari hadirnya Bryssa, kepuasan yang dimaksud di sini ialah bukan tentang ranjang saja, tetapi Bryssa yang selalu membuat Davion merasa lebih hidup lagi, setelah seharian lelah bekerja dengan adanya Bryssa memang mampu mengobati rasa lelah itu.

"Om." Bryssa bangkit dan langsung duduk di pangkuan Davion.

Gadis itu menatap lamat Davion sebelum akhirnya mendaratkan kecupan pada bibir laki-laki itu.

"Malam ini spesial karena gue udah bukan anak SMA lagi." Bryssa bermain-main pada wajah tampan di depannya.

"Om mau apa?" goda Bryssa sangat berani.

Namun sebelum mendapat jawaban Davion, ponsel milik laki-laki itu tiba-tiba bergetar, membuat Bryssa mau tidak mau akhirnya turun dari pangkuan laki-laki tampan di depannya.

1
Lestary Tri
kak riri. i lope u kak . . semangat nulis cerita" yg bagus lainnya . sehat" kak . .
nunggu cerita yg baru , beralih ke alsa dan gerald lagi ahh . . ❤️
Ayu Rahayu
/Good//Good//Good//Good//Good/
Herman Lim
harus ada extra part ne min , selalu di tgg karya baru nya
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
l lope yu kak❤️❤️💪💪
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
kasih extra part kak riri, mnimal kek Alsha smpe punya anak trs baru dehh END hihi..
💥💚 Sany ❤💕
Makasih ya Thoor dan kasih bonus. 🥰🥰
💥💚 Sany ❤💕
Mom Yossy masih aja blom bisa menerima. Cinta gak bisa dipaksa Mom..., lagian Dav dah dewasa biarkan dia menentukan hidupnya. Mom cukup melihat dan mengarahkan disaat dia salah aja.
💥💚 Sany ❤💕
Yang penting Ara dah berdamai dengan semuanya dan melepaskan apa yg seharusnya. Berharap Ara bertemu jodoh yang gak kalah dari Dav.
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 🥰
Herman Lim
akhir bry BS bahagia setelah di kecewa kan sama keluarga sdr
Herman Lim
dav u srh bry pake mulut aneh bgt sih u apa g ans tahan dl sampe sah 🤪🤪
Herman Lim: harus cepat² di kawinkan ne Thor bahaya kllo tiap hari diajak mandi bareng bs² bunting anak org
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Mentang2 mau melangkah ke jenjang yang sah, eeehh... mulut si Dav gak pakek filter lagi, semua lolos tanpa editan 🤣🤣🤣
💥💚 Sany ❤💕: Iya emang, perlu di rukyah biar otaknya benar 😂😂
total 2 replies
Herman Lim
dav sabar Napa masak diperawanin di kamar mandi sih
Dian Rahmawati
😄😄😄
💥💚 Sany ❤💕
Sah kan aja dulu Dav... jangan main nyicil terus.... takutnya kebablasan 🤣
dwi alfiah
inget om blm sah ngk boleh yg aneh aneh
💥💚 Sany ❤💕
Ibarat kata, berpikirlah sebelum bertindak. Karena kesalahan ortu Bry, 3 wanita tersakiti, Mom Linda, Ara dan yg paling sakit Bry. Terlahir dalam lebel anak haram meskipun gak tertulis, kebencian dari Mom Linda dan harus mengalah dalam segala hal.
💥💚 Sany ❤💕
Benar Ara, bertahan dan berjuang untuk apa kalo tidak diharapkan. Cinta tidak bisa dipaksakan, dia bertahta dengan sendirinya. Malah akan lebih sakit kalo mencintai sendiri tanpa ada balasan, lepaskan Dav... suatu saat kamu pasti dapat pengganti yang benar-benar tulus mencintaimu.
💥💚 Sany ❤💕
Jujur ya, meskipun gak mudah diposisi Mom Linda tapi yang salah itu suami Mom dan mamanya Bry. Jangan limpahkan semuanya ke Bry, dia juga berharap lahir dari kluarga seperti itu. Tapi takdir gak ada yg bisa nolak.
💥💚 Sany ❤💕
Kasian Bry, mentang2 anak yang gak diharapkan dia harus selalu ngalah. Gak gitu juga kamus nya Mom...., sudah cukup sakit yg dia rasa. Seharusnya Anda tanya ma Dav... apa Bry yang merebut dia dari Ara ato sebaliknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!