NovelToon NovelToon
HAJ Kesempurnaan Kehampaan

HAJ Kesempurnaan Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Misteri / Dunia Lain / Kutukan
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mult Azham

kehampaan dan kesempurnaan, ada seorang siswa SMP yang hidup dengan perlahan menuju masa depan yang tidak diketahui,"hm, dunia lain?hahaha , Hmm bagaimana kalau membangun sebuah organisasi sendiri, sepertinya menarik, namanya... TCG?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mult Azham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Keempat

2024

Aku terbangun di dalam kegelapan yang begitu padat hingga terasa seperti ruang tanpa bentuk. Tidak ada lantai, tidak ada langit—hanya kehampaan total.

Namun perlahan, titik-titik cahaya mulai bermunculan di sekelilingku. Saat aku menatap sekeliling, sesuatu yang berkilau tampak di bawahku—bergerak lembut seperti aliran air yang hidup, mengitari sebuah objek besar di tengahnya. Aku menatapnya dengan kebingungan.

Aku mendekat. Semakin dekat, semakin jelas bentuknya. Objek itu sangat besar—mungkin ribuan kali lipat sebuah galaksi. Dan mereka bukan cairan, melainkan kristal. Jumlahnya tak terhitung, saling berdekatan, membentuk pola-pola rumit. Masing-masing memancarkan cahaya lembut yang berdenyut halus.

Setiap kristal tampak seperti bola kaca retak—atau lebih tepatnya, bola yang retak oleh ruang itu sendiri. Di dalam retakan-retakannya, terdapat titik-titik bercahaya: miniatur alam semesta.

Alam semesta kecil itu melayang seperti bola dunia; ada yang besar, ada yang kecil. Dan di tengah semuanya, satu alam semesta—jauh lebih besar—berdiri sebagai pusat, seakan yang lain mengorbit mengelilinginya.

Anehnya, aku tidak merasakan adanya tarikan gravitasi. Sebaliknya… mereka saling mendorong. Seolah setiap alam semesta menolak keberadaan yang lain.

Jika begitu, mustahil mereka bisa tetap berdekatan. 'Kalau benar mereka saling menolak… seharusnya setengah dari alam semesta ini sudah terpental entah ke mana.… atau mungkin ada sesuatu—tali tak terlihat—yang menahan mereka agar tidak tercerai-berai?'

Pertanyaan itu menggantung di dalam benak ketika aku baru menyadari sebenarnya diriku tidak lagi berada dalam dimensi yang kukenal.

Aku berdiri—atau mungkin melayang—di luar ruang, di luar waktu. Tempat yang bahkan pikiranku enggan mengerti. Di sekelilingku, warna tampak ada dan tidak ada sekaligus; berubah-ubah namun pada saat yang sama tetap.

Aku mendekati salah satu alam semesta di hadapanku. Namun sebelum aku lebih mendekatinya bola itu justru semakin besar—hingga aku tidak perlu bergerak lagi untuk memasukinya. Dalam sekejap, sekelilingku berganti, dan aku melayang di tengah hamparan bintang yang tak berujung. Galaksi-galaksi berputar seperti pusaran cahaya, dan kabut kosmik berwarna-warni menggulung di kejauhan. Di sini, jarak bukan lagi batas—seolah ruang memberi izin, mataku dapat melihat triliunan tahun cahaya ke depan.

Lalu aku melihatnya: jauh di sana, sebuah gumpalan energi raksasa sedang memuntahkan bintang-bintang, nebula, dan benda langit lain—seperti rahim yang melahirkan struktur ruang.

Energinya begitu besar… seperti sumber pertama dari segala ruang dan waktu.

Semakin lama aku memperhatikannya, semakin jelas bahwa alam semesta ini terus mengembang. Setiap detik ukurannya bertambah, hingga cahaya bintang pun tak mampu mengejar batasnya.

Lalu aku teringat sesuatu—alam semesta terbesar yang kulihat sebelumnya. Dan saat itulah aku memahami bahwa ukuran bukan hanya tentang ruang… tetapi tentang usia.

Semakin besar sebuah alam semesta, semakin panjang ia telah ada.

Apa yang kulihat di sini melampaui batas logika manusia.

...****************...

Azam berkelana mencari planet-planet yang bisa dihuni. Saat menjelajahi angkasa, pandangannya tertuju pada sebuah planet yang berbeda dari yang lain. Planet itu dipenuhi rona hijau yang menyala lembut, seolah seluruh permukaannya bernafas. Dari kejauhan saja, keindahannya bahkan mengalahkan Bumi. Dengan rasa penasaran, Azam mendekati permukaan planet itu.

Saat tiba di permukaan, ia menemukan sebuah kota sunyi—terlalu sunyi—seolah waktu tersangkut di sana. Tidak ada suara, tidak ada gerakan, bahkan angin pun enggan berbisik. "Oh?" Dengan pandangan yang menembus dinding, ia melihat tubuh-tubuh membusuk bergoyang pelan—zombie, terkunci di dalam kantor polisi seolah masih “ditahan” sebagai tahanan hidup.

Azam melanjutkan perjalanannya, berharap menemukan seseorang yang masih hidup. Perjalanannya membawanya ke sebuah desa terbengkalai. Awalnya, ia berniat mengabaikannya, tetapi sesuatu menarik perhatiannya—seseorang masih hidup di sana.

Dengan penuh rasa ingin tahu, Azam memperhatikan sosok itu. Seorang polisi, berjalan menyusuri desa yang sepi. Namun, ada sesuatu yang aneh. Polisi itu menghampiri mayat yang tergeletak di tanah dan bertanya dengan nada resmi, “Saya dari kepolisian,” katanya formal sambil mengeluarkan buku catatan. “Saya ingin bertanya… apakah Bapak melihat seseorang melintas di desa ini sebelum saya datang?”

Ia menunggu sejenak, seolah sungguh berharap mayat itu menjawab.

Azam terdiam menyaksikan adegan itu. Beberapa saat kemudian, polisi itu meninggalkan desa dengan mobilnya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Azam hanya tersenyum tipis. "Polisi gila… atau dunia ini memang lebih rusak dari dugaanku."

Tiba-tiba, hujan turun deras. Petir menggelegar di langit. Dari kejauhan, sesosok pria mengenakan jas rapi dan dasi melayang di udara, tak tersentuh hujan. "Apa dia bisa melihatku?" pikir Azam.

Dan sebelum Azam sempat menebak siapa pria itu, pandangannya mendadak memudar—seperti tinta yang ditarik perlahan dari kanvas. Ia terbangun dari tidurnya.

"Sungguh mimpi yang menakjubkan. Aku ingin melihatnya lagi besok," gumam Azam begitu terbangun.

......................

2030

Enam tahun berlalu. Namun Azam masih terus mengalami mimpi yang sama berulang kali. Padahal sebelumnya, mimpinya selalu berganti setiap dua tahun sekali. Ini pertama kalinya ia mengalami mimpi yang tak pernah berubah.

1
Ryuu Ryugem
lanjut thor seru cerita nya
anaa
numpang singgah💐
OFFLINE
mampir
Daisuke Jigen
Senang banget bisa menemukan karya bagus kayak gini, semangat terus thor 🌟
Paola Uchiha 🩸🔥✨
Ngakak guling-guling 😂
Gái đảm
Waw, nggak bisa berhenti baca!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!