Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Plak..
Sebuah tamparan keras tiba-tiba saja mendarat tepat di pipi Alena.Membuat Alena seketika meringis kesakitan karena harus menerima tamparan itu secara tiba-tiba.
Alena pun langsung melirik tajam ke arah Jena.Karena Jena sendiri yang sudah menampar pipinya.
"Kau jangan banyak bicara,Alena.! Karena kau tidak berhak mengumpat apa pun tentang Toni.Terima saja nasib mu yang sebentar lagi akan mati." sahut Jena langsung melontarkan kata-kata yang tajam pada Alena.
"Kau harus ingat,Jena.Hukum karma itu berlaku.Kau pikir kau bisa hidup tenang hanya karena kau ingin mengakhiri hidup ku??Jangan bangga karena kau bisa bersama manusia brengsek seperti dia.!!Kau cuma perempuan murahan yang tidak tahu malu.!" teriak Alena membalas Jena dengan kata-kata yang tajam juga.
Plak..Plak..
Jena kembali menampar wajah Alena berulang kali.Karena ia tidak terima dengan semua ucapan Alena yang menghina harga dirinya.
"Kau memang pantas mati,perempuan sampah.!Kau lah perempuan murahan.! Bertahun-tahun aku harus menunggu momen ini untuk melihat hidup mu hancur.Paham.!!" teriak Jena saat melampiaskan amarahnya pada Alena.
"Sudah sayang.Untuk apa kau mengotori tangan mu.Biarkan mereka yang akan menghabisi dia.Sekarang kau sudah menjadi nyonya Toni.Dengan kekayaan yang berlimpah,yang sudah kita rebut dari keluarga dia.Jadi sebaiknya kita pergi saja dari ini.Lama-lama aku semakin muak melihat perempuan gila ini." sahut Toni sambil tersenyum licik dan melirik sinis ke arah Alena.
"Kau benar,akan lebih bagus jika dia cepat dihabisi.Dan untuk kalian,jangan sampai ada yang tahu jika dia sudah mati.Lenyapkan jasadnya tanpa tersisa sedikit pun.Agar bangkainya tidak tercium oleh siapa pun." ujar Jena menuruti perkataan Toni dan memberi perintah pada kedua pria yang menjadi suruhan Toni.
"Baik nyonya.Itu hal mudah untuk kami." jawab salah satu pria suruhan Toni sambil mengangguk.
Sebelum akan pergi,Jeni kembali mendekati Alena sambil mengapit kedua pipinya secara kasar.
"Ingat,tidak selamanya nona muda hidupnya akan berakhir bahagia.Nyatanya akhir hidupmu begitu menyedihkan,Alena." ucap Jena sambil menghempaskan wajah Alena secara kasar.
Toni dan Jena pun akhirnya pergi meninggalkan Alena bersama kedua orang suruhan mereka.
"Brengsek kalian berdua.!!Aku bersumpah,hidup kalian juga akan berakhir mengenaskan.!" teriak Alena saat mengucapkan sumpah serapahnya pada Toni dan Jena yang sudah pergi.
Buk..
Salah satu dari orang suruhan Toni pun langsung menendang tubuh Alena secara mendadak.Hingga membuat Alena meringis kesakitan.Bahkan pria itu juga menginjak perut Alena dengan kuat.Sambil memandang Alena dengan tatapan yang tajam.Yang bahkan tidak peduli dengan kondisi Alena yang sudah kesakitan.Semakin Alena kesakitan semakin membuat pria itu menginjak terus menerus tubuh Alena.
"Akh..Lepaskan aku..Tolong." lirih Alena dengan nada lemah dan memohon pada sang pria.
Bukannya merasa kasihan,Pria itu justru langsung mencekik leher Alena.
"Apa kau pikir kami akan melepaskan mu??Memangnya kau bisa membayar kami dengan sangat mahal??Hah.!!" teriak pria itu sambil terus mencekik leher Alena.
"Apa,apa kalian tidak takut akan dosa??Kalian harus ingat,perbuatan kalian ini akan menebusnya diakhirat." ucap Alena mengingatkan kedua pria tersebut.
"Hahaha..Sebelum kami akan menebusnya,kau yang akan lebih dulu menebusnya di alam baka sana perempuan sialan.!" jawab pria itu masih terus mencekik leher Alena.
Alena yang sudah diambang akhir hidupnya,hanya bisa meneteskan air matanya.
( Jika aku memiliki kesempatan dan kembali untuk hidup ku sebelumnya,aku pasti akan membalas perbuatan Toni dan Jena.Aku tidak ingin hidup ku berakhir seperti ini ) batin Alena sebelum ia menutup matanya.
Yang pada akhirnya Alena pun menghembuskan nafas terakhirnya.Dan meninggal di tangan kedua pria jahat yang telah disuruh oleh Toni.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena