🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.2.Perkenalan dengan ShinHye.
" Jangan panggil saya Nona, Bibi..!!, status kita sama dirumah ini." Seru Clarisa tersenyum.
Bibi Sophia, hanya tersenyum mendengar ucapan Risa. Dalam dirinya begitu mengagumi kecantikan seorang Clarisa.
" Kamu sangat cantik Clarisa, wajah kamu ini cocoknya jadi bintang film, atau model." Seru Sophia memuji kecantikan wanita berdarah Indonesia itu.
" Ahh.., Bibi bisa saja." Jawabnya tersenyum.
Tak lama, muncul dua orang pelayan yang bernama Ana, dan Ani yang membawa pakaian pelayan, serta makanan untuk Clarisa.
" Permisi Bibi Sofia, ini makanan, dan pakaian buat Nona Clarisa. Seru Ana.
" Simpan di atas meja."Titah Sofia.
" Baik Bii..."' Seru Ana sambil meletakkan makanan, dan pakaian di atas meja, dan berlalu keluar dari kamar.
' " Bersikan dirimu, dan makanlah setelah itu, aku akan mengantarkanmu ke kamar Nyonya.
Sementara dilantai 3, terdapat seorang wanita tengah terbaring lemah, dia tampak tidak berdaya dengan keadaanya.
Dia menatap foto pernikahan mereka, yang terpajang didinding, tak lamapun airmatanya lolos begitu saja, dari kedua sudut matanya.
Ia meraih sebuah bingkai yang terletak diatas meja samping ranjangnya, terdapat gambar kebersamaan ia, dan Kevin. Hatinya semakin sakit, saat menatap figura itu.
" Aku sangat mencintaimu Suamiku..., hiks..,hiks...,hiks..., sampai kapan aku akan bertahan menemanimu. Kenapa Tuhan tidak begitu adil padaku." Seru Shin Hye, dalam tangisnya.
" Nona..." Seru Elena, seorang suster yang ditugaskan merawat Shin Hye.
" Kenapa anda menangis.. Nyonya...!! Tanyanya, sambil merangkul Shin Hye.
" Aku sudah tidak kuat Elena.., aku sudah tidak kuat. " Ucapnya menangis, sambil membalas pelukan Elena.
Elena mengusap airmata wanita cantik itu, dan hatinya begitu sakit, saat melihat ketidakberdayaan wanita berhati mulia itu.
" Aku yakin, Nyonya pasti akan sembuh, percayalah Nyonya..!! Ucapnya, menenangkan.
" Mau sampai kapan, kau akan berusaha menyenangkanku, mau sampai kapan Elena..?"
Elena hanya diam, dan tidak berdaya menjawab pertanyaan istri Tuanmudanya itu, karena ia tahu hidup ShinHye tidak lama lagi.
' Tuhan kenapa engkau memberikan penyakit yang begitu ganas pada Nyonya ShinHye, dia adalah wanita yang sangat baik." Bathin Elena yang begitu iba melihat keadaan Nyonya rumah itu
Tak lamapun muncul sosok Kevin, yang baru saja datang.
" Sayang...!!, kenapa kau menangis..? Tanya Kevin, sembari berjalan menghampiri istrinya.
" Aku tidak menangis Sayang...!! Jawabnya, dengan mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya.
" Nyonya sudah minum obatnya suster..?
" Sudah Tuan."
" Buat apa kau terus menyuruhku untuk meminum obat Sayang..., toh hidupku tidak lama lagi.
Kevin menghela nafas berat, hatinya begitu sakit melihat kondisi istrinya yang semakin hari semakin menurun, sudah berbagai pengobatan ia lakukan, untuk mengobati penyakit sang istri.
Tapi hasilnya sama saja.
Kevin begitu mencintai istrinya, dia berjanji dalam dirinya, jika sesuatu yang terburuk terjadi pada istrinya, dia tidak akan menikah lagi, karena dalam hidupnya dia hanya mencintai satu wanita, yaitu istrinya ShinHye.
Dia selalu berusaha untuk kuat, saat berhadapan dengan istrinya, tapi di saat sendiri, Kevin selalu menangis.
" Sayang kenapa kau menangis...? Tanya ShinHye ketika melihat ada buliran air mata, yang lolos darikedua sudut mata Suaminya.
" A.., aku tidak menangis Sayang...!! Jawab Kevin, yang tidak menyadari ada air mata yang telah membasahi pipinya.
Terdengar suara ketukan pintu.
Tookk...
Tookk...
Tookk...
" Masuk...!! Titah Kevin, dari dalam kamar.
Membuka pintu, dan tampak sosok wanita paruh baya, yang tak lain adalah Sophia sang kepala pelayan.
Memasuki kamar, disusul oleh seorang gadis cantik.
" Permisi Tuan.., Nyonya.., saya datang untuk mengantarkan Clarisa. Seru Sofia.
Saat memasuki kamar, Clarisa sedikit terkejut, saat menatap tubuh yang tidak berdaya di atas ranjang.
Hatinya begitu trenyuh, melihat keadaan Istri Tuanmudanya, dengan kepala plontos.
Tapi melihat perhatian yang ditunjukkan Kevin, ia bisa menilai kalau Tuanmudanya sangat mencintai istrinya.
" Beruntung sekali Nyonya ShinHye, mendapatkan suami yang sangat mencintainya, Tuhan kenapa engkau begitu tegah memberikan penyakit seperti ini pada Nyonya. Bathin Clarisa, dengan terus menatap pasangan suami istri itu.
" Sayang..., kenalkan ini Clarisa, dia akan membantu Elena merawatmu. Dia asisten rumahtangga kita yang baru.Seru Kevin, memperkenalkan Clarisa, pada istrinya.
" Selamat siang Nyonya.., kenalkan saya Clarisa.
" Saya ShinHye.." Jawabnya lemah, sambil tersenyum lembut.
" Clarisa ini Elena, dia partnermu, dalam merawat istri saya.
" Hallo Elena kenalkan saya Clarisa." Seru Clarisa, sembari menjulurkan tangannya kearah Elena sang perawat.
" Elena." Jawabnya, sambil membalas uluran tangan Clarisa.
" Gadis ini sangat cantik, dan sepertinya memiliki kepribadian yang baik." Bathin ShinHye, dengan terus menatap Clarisa, dan ia begitu mengangumi kepribadian gadis yang baru saja dikenalnya.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa