NovelToon NovelToon
Aku Seorang Mafia

Aku Seorang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Ibu Tiri
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Della Avista

WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.

Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.

Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Usir Dari Rumah (REVISI)

Seketika itu pandangan Aurora menjadi dingin dan kehilangan ekspresinya. Ia cukup kecewa dengan semua kenyataan, yang baru saja ia dengar dari mereka semua.

Tidak ada lagi Aurora yang ramah dan ceria. semuanya lenyap setelah kebenaran itu semua terungkap, di tambah orang yang selama ini ia anggap keluarga ternyata tidak lebih dari musuh yang bersembunyi di balik nama keluarga.

" Lalu kenapa kalian membiarkan ku hidup di sisi kalian selama tiga tahun ini. meski kalian menganggap ku tidak lebih dari seorang pembantu?! " tanya Aurora dengan aura dinginnya.

" Itu semua karna harta yang ibumu tinggalkan. Semua miliknya hanya di wariskan pada mu, dan hanya bisa di serahkan saat kau berumur 18 tahun bodoh!" ucap Antonius dengan lantang.

Aurora pun tersenyum sinis, setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulut sang ayahnya. dia tidak habis pikir dengan keserakahan mereka semua, hanya demi harta ayahnya tega membunuh ibu kandungnya.

" Sekarang cepat kau tanda tangani berkas - berkas ini, agar aku bisa secepatnya menguasai semua harta ibumu." ucap sang ayah dengan memberikan berkas tersebut di hadapan Aurora.

" Aku tidak akan pernah menandatangani semua berkas itu." kata Aurora dengan tatapan tajam yang ia tujukan untuk Antonius sang ayah.

" Baik kalo itu mau mu, Delano cambuk lagi ****** ini sampai ia mau menyerahkan segalanya pada kita. dan jangan berhenti tanpa aku perintahkan." perintah Antonius dengan tatapan tajamnya.

" Baik ayah." jawab Delano sambil mencambuk tubuh Aurora tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Ctashhh .....

Ctasssh ....

Ctashh ....

Aurora hanya bisa diam, dan menahan sakit di sekujur tubuhnya. ia bertahan untuk tetap terjaga, meski darah mulai mengucur keluar dengan cukup banyak dari tubuhnya.

lima belas menit berlalu .....

dua puluh lima menit berlalu .....

" Lebih baik sekarang kau cepat tanda tangani semua berkas ini, dan kau segera pergi dari rumah ini." ucap Marianna ibu tirinya dengan tatapan menghina.

Namun Aurora hanya diam, dan tetap bertahan. Ia masih berharap sang ayah, akan memerintahkan Delano untuk menghentikan cambukannya. tapi lagi- lagi harapan tinggal harapan, karna semua itu tidak kunjung terdengar dari mulut Antonius.

Waktu terus berjalan, tapi diantara mereka tidak ada yang menghentikan itu semua. mereka seolah - olah, menganggap semua ini adalah pertunjukan yang wajib untuk di tonton.

Hingga hampir satu jam lamanya, cambukan itu menyentuh tubuhnya. Aurora hanya bisa menyerah, dan merelakan semua harta milik mendiang ibunya untuk di miliki Antonius dan keluarganya.

" Baik, aku akan tanda tangani ini semua." ucap Aurora dengan suara lirih.

" Begitu dong dari tadi, jadi tidak perlu buang waktu dan tenaga ku." ucap Delano sambil menghentikan aksinya.

Setelah itu, Antonius segera berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Aurora.

" Cepat kau tanda tangani semua berkas ini." ucap Antonius dengan menyerahkan berkas - berkas, apa saja yang perlu di tandatangani oleh Aurora.

Tanpa banyak kata, Aurora segera menandatangani semua berkas yang ada di hadapannya.

" Bagus. karna kau sudah menandatangani ini semua, silahkan pergi dan jangan kembali lagi ke hadapan kita semua. kau ku beri keringanan, segera bereskan barang - barang mu dan pergi dari sini secepatnya." teriak Antonius dengan suara keras.

Selesai dengan semua berkas itu. Aurora segera berdiri, dan berjalan tertatih menuju kearah dimana pintu ruangan itu berada.

Setelah keluar dari ruangan, Aurora mulai menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya. Aurora segera membereskan barang - barangnya, tak lupa koper sedang milik mendiang ibunya.

Aurora menuruni anak tangga, setelah semua barang miliknya telah ia bawa. sesampainya ia di ruang tamu, terdapat Antonius dan yang lainnya sedang memandang ke arah Aurora dengan tatapan mengejek.

Aurora menghiraukan keberadaan mereka, dan tetap melangkah menuju pintu keluar yang ada di mansion ini.

Tapi sebelum dia benar - benar keluar dari rumah itu, dia menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu.

" Sebelum aku pergi, aku ingin bertanya satu hal pada kalian, dimana kalian mengirim orang - orang terdekat ku. " ucap Aurora tanpa membalikan tubuhnya, untuk menghadap ke arah Antonius dan yang lainnya.

" Kau tidak perlu khawatir, karna mereka semua sudah ku kirim ke neraka." ucap Delano dengan senyum puas.

Degg ...

Apa yang di katakan oleh Delano, membuat Aurora tersentak. ia tidak menyangka, bahwa ia telah hidup bersama orang - orang yang biadab seperti mereka semua.

Air matanya mulai menetes membasahi pipinya. Ia tidak bisa menahan rasa sakit, dan rasa kecewanya pada keluarga ini. Hingga menimbulkan rasa benci, yang luar biasa dalam hatinya untuk keluarga ini.

Setelah beberapa saat, tangisan Aurora pun berhenti. lalu dengan tatapan dinginnya, dia berjalan ke arah mereka semua. atau lebih tepatnya kearah salah satu meja, yang ada di sana dan mengambil pisau buah yang tergeletak di atas meja.

Setelah mengambil pisau buah, Aurora segera menyayat pergelangan tangannya hingga mengeluarkan darah.

Ia segera meminum darah tersebut, dengan cukup tenang. dan mulai berkata dengan aura mencekam, dan tatapan tajam yang ia tunjukan pada keluarga biadab itu.

" Mulai sekarang, aku Aurora Lexa Antonius tidak memiliki hubungan atau ikatan apapun lagi dengan keluarga Antonius. semua hal yang berhubungan dengan nama Antonius ku lepaskan, dan semua yang kau berikan kepada ku telah ku bayar lunas dengan darah ku yang menetes di rumah ini. dan aku bersumpah, suatu saat aku akan kembali dan membalaskan rasa sakit ku dan kematian orang - orang terdekat ku. jangan berharap, kalian semua akan hidup dengan tenang setelah ini." ucap Aurora dengan suara tegas dan tatapan tajamnya.

Glekk ...

" Ap apa tadi benar Aurora." gumam Delano dengan tatapan terkejut saat melihat aksi Aurora.

" Aku seperti melihat Alexa dalam tubuhnya." ucap Antonius dalam hatinya.

Aurora mengambil kembali koper, dan barang - barangnya. lalu berjalan ke arah pintu keluar, tanpa menengok ke arah belakang lagi.

Sedangkan semua orang yang ada di ruangan itu, tertegun dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Aurora. mereka merasa merinding dengan aura dingin yang di keluarkan oleh aurora.

Setelah Aurora meninggalkan kediaman Antonius, ia memutuskan pergi menggunakan taksi menuju rumah sakit untuk mengobati luka yang ada di tubuhnya.

Sesampainya di rumah sakit, ia harus di rawat beberapa hari untuk menyembuhkan semua lukanya agar tidak infeksi.

Di ruangan VVIP Aurora berada, ia terbaring di ranjang pasien sambil mengingat sang ibu yang sudah tiada. dan ia berjanji akan membalaskan semua rasa sakit itu, dan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, ia sudah di perbolehkan untuk keluar dari bangunan yang berbau obat - obatan tersebut. ia mulai membereskan barang - barangnya, dan melangkah pergi dari rumah sakit itu.

Aurora bergegas pergi, mencari taksi untuk meninggalkan negara ini. setelah menghentikan taksi, ia memasuki taksi tersebut dan meminta sang sopir untuk mengantarnya menuju ke bandara.

Setelah perjalanan yang hanya memakan waktu lima belas menit. Aurora segera berjalan memasuki bandara, dan langsung menuju loket untuk memesan tiket pesawat menuju ke negara K.

Setelah selesai membeli tiket, Aurora mulai berjalan menuju ke pesawat yang akan mengantarkan dirinya menuju tujuannya saat ini. pesawat mulai mengudara dengan baik di udara.

" Selamat tinggal semuanya, aku akan kembali lagi setelah aku cukup kuat dan mampu untuk membalaskan segalanya. " ucapnya lirih dengan meneteskan air matanya.

... 🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...

Happy Reading Guys ♥️

Jangan lupa untuk dukung novel ini dengan cara: Like, vote dan komen kalian. Terimakasih 🎉

1
Noey Aprilia
Hai kk....
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
Reka Cantika
kenapa lh GK up juga ni novel
Evi 060989
up
Stephanie Mettasari
seru banget. andai aku bisa berani kayak si aurora
Reka Cantika
kenapa lh ini belum juga up
Reka Cantika
kok GK up lagi Thor aku nungguin tiap hari
@¥u &@n!
oh emang dasar yang bodoh di sini itu Alexa ya
@¥u &@n!
like
@¥u &@n!
mampir Thor
Reka Cantika
kok GK up lagi y Thor
Yue Li MZy
ayo lanjut thorr
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊
Yue Li MZy
Lumayan
Yue Li MZy
Semangat Thorr,lanjut /Good//Good/
Yue Li MZy
penasaran sama jodh nya Aurora
Yue Li MZy
lanjut
Alice_zeailin10
kak thor jangan lama lama up nya Ampe lupa klo punya novel yang belum tuntas baca nya deh ... ayok kak semangat di tahun yang sudah berganti iniii💪💪💪💪
Mia Hamidah
lagian kalian cari masalah ..jangan karena aurora baik terus kalian berbuat seenaky..kalian irikan dengan kebahagiaan kania yg ash berkumpul lg keluargay
Olla Dewi
setelah sekian purnama akhirnya up jg tp syg cuma sdkt, tetap semangat thorr up nya dan slalu diberikan sehat
Lembayung Siluet
kl lama up nya, segera tamatin aj
Nadine Wulans
nunggu up sampai setahun kak author di runggu up selanjutnya🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!